Xan Yiran adalah polisi bagian kriminal, suatu ketika dia berhadapan dengan kelompok gengster. Apesnya Yiran tertembak oleh ketua gangster itu, kemudian dia terbangun di dunia yang berbeda, dunia zaman kerajaan. Yiran reinkarnasi ke tubuh ratu bodoh yang selalu di permainkan oleh orang orang yang ada di kerajaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tamparan balasan.
Plakk!!
Plakk!!
Plakk!!
Chang-yu kembali menampar pipi An-an.
"Jika kamu berani mengangkat tanganmu.. Aku pasti menamparmu!" ujar Chang-yu.
"Kau kau..," mata An-an terbelalak.
Chang-yu kemudian mendorong tubuh An-an dengan sangat keras, dorongan itu membuat An-an langsung terjerembab di tanah.
"Beraninya kamu menampar pelayanku kepercayaanku!" seru selir Xima.
Chang-yu tersenyum kemudian menatap selir Xima dengan tatapan mata yang begitu tajam, tatapan mata yang dilihat selir Xima bukan tatapan mata gadis bodoh seperti yang biasa dia permainkan.
"Ada apa ini? kenapa tatapan mata ini tidak seperti tatapan mata Si Ratu bodoh itu? kenapa tatapan mata ini begitu tajam bahkan sangat menakutkan?" gumam selir Xima dalam hati.
"Hormati Ratu Chang-yu, dia adalah ratu kerajaan ini!" kata Yura keras.
"Dasar pelayan rendahan! berani kamu melawanku ya!!" teriak selir Xima dengan suara yang begitu keras.
"Dasar wanita tidak tahu diri, wanita bermuka tebal sepertimu itu sombong sekali di hadapanku." ujar Chang-yu.
Kedua mata selir Xima terbelalak, dia terkejut dengan kata-kata yang diucapkan oleh Chang-yu. "Si-siapa sebenarnya wanita ini? kenapa sepertinya dia tidak bodoh lagi?" gumam selir Xima dalam hati. "Hei Ratu bodoh! cepat gosok sepatuku ini." kata selir Xima yang memerintah.
"Siapa yang kamu suruh?" tanya Chang-yu.
"Tentu saja kamu, siapa lagi.. dasar wanita bodoh, cepat bersihkan sepatuku ini, setelah itu aku akan memberikanmu roti." ujar selir Xima.
Chang-yu berjalan mendekati selir Xima, dia mendekati selir Xima bukan untuk membersihkan sepatunya, melainkan langsung menarik leher wanita itu.
Krekk..
leher selir Xima dicengkram oleh Chang-yu.
"Jangan bersikap kurang ajar padaku, selir rendahan. Kamu di sini cuma sebagai pion yang tidak berguna, kamu berani memerintah ku di kerajaanku sendiri?" ucap Chang-yu dengan mata tajam seolah dia hendak menerkam selir Xima.
"Ekh..," selir Xima nampak kesakitan ketika lehernya dicengkram oleh Chang yu. "A-ada apa ini? kenapa wanita ini tidak seperti wanita bodoh seperti biasanya?" gumam selir Xima yang hendak memberontak. Dia benar-benar merasakan kesakitan ketika lehernya dicengkram oleh Chang-yu. "Le-lepaskan aku..,"
Namun Chang-yu langsung mencengkram leher selir Xima lebih keras.
"Jadi wanita ini yang jadi dalang penyiksaan Ratu bodoh ini. Halo.. selir rendahan, kamu itu masih belum pantas melawanku, polisi bagian kriminal. Aku ini selalu mengatasi kejahatan dengan kedua tanganku." gumam Chang-yu dalam hati. setelah itu Chang-yu menghempaskan tubuh selir Xima hingga membuat wanita itu terjungkal.
Brukk..
tubuh selir Xima terjungkal, dia merintih kesakitan sembari memegang tubuhnya. "Beraninya kamu melakukan hal itu kepada selir agung! aku pasti akan melaporkan hal ini kepada yang mulia Kaisar!!" teriak An-an.
Chang-yu hanya tersenyum, dia menggaruk alisnya sembari menatap bodoh kepada pelayan yang suka ikut menyiksa Chang-yu.
"Oh ya?" tanya Chang-yu. "Yura, tampar pelayan itu?" perintah Chang-yu.
"Baik, Ratu." jawab Yura.
Plakk!!
Satu tamparan keras di berikan oleh Yura di pipi An-an.
An-an terbelalak, kedua matanya langsung melotot tajam menatap Yura. "Beraninya kamu menamparku, dasar pelayan rendahan!!" teriak An-an dengan suara yang begitu keras. dia yang hendak membalas tamparan Yura seketika Chang-yu langsung menampar pipi An-an dengan sangat keras.
Plakk!!
Chang-yu juga memberikan tendangan spesial untuk An-an hingga membuat pelayan selir Xima itu kepalanya membentur tanah dengan keras.
"Aaaa!!!" selir Xima berteriak dengan suara yang menggelegar. Dia kemudian memerintahkan dua pelayannya yang lain untuk memegang tangan Yura dan Chang-yu. selir Xima ingin memberikan pelajaran kepada Chang-yu agar tidak berani padanya.
"Kalian ini tidak ada kapok-kapoknya ya, ya sudah kalau begitu aku akan meladeni kalian, anggap saja ini sebagai tanda perkenalan dariku." kata Chang-yu yang kemudian langsung menangkap tangan kedua pelayan selir Xima. kemudian tangan kedua pelayan itu dipelintir hingga mengeluarkan suara yang begitu keras, tangan kedua pelayan selir Xima terkilir akibat dipelintir oleh Chang-yu.
"Aaaaaa!!! sakit sakit!!" teriak pelayan selir Xima. tangan kedua pelayan itu langsung bengkak.
Yura dan dayang Lin yang melihat itu, mereka berdua seolah tidak percaya, wanita bodoh yang biasanya dipermainkan itu sekarang melawan bahkan berlawanan itu terlihat begitu santai seperti tidak mempunyai amarah sama sekali.
"Beraninya kamu melakukan hal ini padaku!" teriak selir Xima dengan keras. dia berdiri hendak menjambak rambut Chang-yu namun sayangnya Chang-yu terlebih dahulu menghindar, hingga membuat tubuh selir Xima tak seimbang kemudian terjerembab di tanah. Posisi sang selir Xima terjungkal dengan pantat yang masih menungging.
Beberapa pelayan Chang-yu mereka malah menahan tawa. "Ternyata yang mulia Ratu benar-benar sangat hebat, setelah kembali dari kematian Ratu benar-benar sangat berbeda." ucap beberapa pelayan.
"Kalian harus berhati-hati, kita tidak boleh membuat Ratu murka, jita sampai ini terjadi aku yakin hidup kita pasti akan tidak menyenangkan." bisik pelayan yang lain.
Dayang Lin dan Yura nampak tersenyum bangga, mereka berdua merasa lega ketika Ratu junjungan mereka bisa melawan wanita yang selalu membuat masalah tersebut.
"Pergilah dari sini sebelum aku berubah pikiran, jika sampai aku berubah pikiran pasti aku akan membuat kehidupan kalian hancur." ujar Chang-yu yang kemudian meminta pelayan untuk memanggil prajurit penjaga. Mereka di minta untuk membawa selir Xima dan para pelayannya keluar dari taman istana.
"Jangan berani menyentuhku, jika kalian berani menyentuhku aku akan membuat kalian kehilangan nyawa." ujar selir Xima.
Chang-yu menggaruk telinganya kemudian menatap selir Xima. "Ini adalah wilayahku, jangan macam-macam denganku! dulu aku diam saja ketika kalian memperlakukanku dengan buruk, tapi sekarang kalian harus tahu seperti apa pembalasan yang akan kalian terima." ujar Chang-yu.
Semua yang ada di tempat itu benar-benar dibuat terkejut, mendapatkan perlakuan yang menurutnya menjatuhkan harga dirinya selir Xima bergegas mencari Kaisar Xen-dong. Dia ingin mengatakan mengenai apa yang terjadi di taman istana.
*Ruang kerja kaisar*
selir Xima menerobos masuk ke dalam ruang kerja Kaisar Xen-dong, wanita itu bersikap begitu arogan dan terkesan benar-benar berpikir kalau dirinya akan menjadi ratu kerajaan Xangui.
"Yang mulia! yang mulia!" teriak selir Xima.
Kasim mendekati selir Xima. "Selir agung, Yang mulia sedang sibuk, beliau berpesan untuk tidak mengganggunya." ucap Kasim.
"Diam kamu, kasim! kamu tahu kalau aku akan menjadi permaisuri kerajaan ini, jadi diamlah!!" bentak selir Xima dengan arogan.
"Yang mulia, yang mulia." panggil selir Xima.
Kaisar Xen-dong yang sedang melihat beberapa laporan dari komandan dan jenderal kerajaan Xangui, nampak pria itu sedikit memijat keningnya. "Kenapa kamu kemari, selir agung? sudah aku bilangkan aku sedang sibuk jangan menggangguku." kata Kaisar Xen-dong. dia masih melihat beberapa laporan yang ada di meja kerjanya.
Sedangkan selir Xima dia tidak mau tahu, dia langsung menarik beberapa laporan yang ada di meja kemudian merengek manja.
*bersambung*