Indonesia
NovelToon NovelToon
Keira: Tersisihkan Dari Keluarga

Keira: Tersisihkan Dari Keluarga

Status: tamat
Genre:Penyesalan Keluarga / Teen Angst / Teen School/College / Tamat
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Sejak kecil, Keira hidup jauh dari keluarganya. Ketika akhirnya mereka kembali dan ia berharap menemukan kehangatan yang selama ini dirindukannya, kenyataan justru menghancurkan harapannya.

Di rumah itu, ada seorang anak yang diperlakukan bak permata, sementara Keira hanya dianggap sebagai seseorang yang kebetulan memiliki hubungan darah dengan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Gina tiba-tiba menatapnya dengan mata yang penuh keputusasaan. "Keira... hari ini Hari Ibu. Kalau begitu, Mama punya satu permintaan." Ia menggenggam tangan anaknya erat. "Tolong donorkan jantungmu untuk Keyna. Tolong selamatkan kakakmu. Mama takkan bisa hidup tanpa Keyna. Tolong penuhi permintaan Mama ini, Keira.."

Wajah Keira pucat seketika. Matanya membelalak tak percaya. "Ma...?!"

"Tolong... Kumohon..." Gina menangis tersedu-sedu, memohon dengan segala harap.

Keira terdiam. Jika ia harus memilih antara hidupnya sendiri dan menyelamatkan kakaknya, rasanya begitu berat.

Bukan karena ia tak menyayangi Mamanya, melainkan karena selama ini hanya dirinya sendiri yang selalu ada untuk dirinya sendiri.

Jika ia memberikan jantungnya, ia takkan bisa bertahan hidup. Apakah ia egois karena tak mau menyerahkannya? Rasa takut menggerogoti hatinya. Ia ingin hidup, tapi ia tahu tak ada yang benar-benar menginginkannya di dunia ini.

"Maafkan Keira, Ma. Keira tak bisa," tolaknya tegas. Untuk pertama kalinya, ia takkan menyerah begitu saja.

Ia menyayangi saudaranya, Keyna. Tapi jika ia harus memberikan jantungnya sendiri, bukankah itu berarti ia harus mati?

Sejak kecil, Keyna selalu mendapatkan segalanya, mulai dari kasih sayang, perhatian, cinta keluarga, bahkan kasih sayang dari kerabat besar. Sedangkan dirinya? Sejak kecil, yang ia dapatkan hanyalah trauma, kekerasan, dan kesepian.

Bukan bermaksud membandingkan, tapi rasanya tak adil jika ia harus berkorban untuk orang yang bahkan tak pernah peduli padanya.

"KENAPA?!" teriak Gina marah.

"Tak ada alasan," jawab Keira datar, lalu berbalik pergi. "Kau tak diinginkan di sini. Pahami posisimu, Keira!."

Langkahnya terhenti. Hatinya perih, terlebih lagi karena ia sadar bahwa ibunya sendiri yang melahirkannya, justru tak pernah menginginkannya.

"Kalau begitu, kenapa kau melahirkanku, Ma? Kenapa kau membiarkanku hidup jika sejak awal tak pernah menginginkanku?" tanyanya pelan, namun penuh kepedihan.

Gina terdiam. "Karena aku tak bisa menggugurkanmu saat itu."

Keira tersenyum miris. "Begitu rupanya."

"Kalau aku memberikan jantungku untuk Keyna, apa yang akan kuterima sebagai gantinya?" tanyanya lagi. "Apa yang kau ingin berikan padaku?"

"Semua yang kau mau."

"Termasuk pelukan ini?"

Bara mendengarkan semuanya dari balik pintu. Ia tahu betul apa yang dimaksud istrinya, Keira harus berkorban demi Keyna. Ia diam saja, tak berani membantah.

Padahal, Bara sangat menyayangi Keira, bahkan melebihi kasih sayangnya kepada anak-anak lainnya. Namun ia tak berdaya. Seharusnya ia bisa mencari pendonor lain, tapi ia justru ikut mendesak anak kandungnya sendiri untuk menyerahkan nyawanya.

Sementara itu, di rumah sakit, Keyna terbaring lemah di atas kasur. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menyelamatkannya, namun tak ada hasil.

"Pikirkan dulu, Keira," ucap Arya datar, tanpa sedikit pun merasa bersalah. "Jangan terlalu lama berpikir. Keyna butuh jantung itu segera."

Bagi Arya dan Segar, Keira bukan siapa-siapa. Yang mereka pedulikan hanyalah Keyna.

"Gampang sekali kau bilang begitu! Kalau Keira mendonorkan jantungnya, berarti Keira akan mati! Dan kalian bicara seolah itu hal yang paling mudah? Bagaimana kalau kalian yang berada di posisiku?"

Beberapa hari kemudian, Rafael dan teman-temannya datang berkunjung. Mereka melihat Bara yang berdiri di depan pintu dengan wajah penuh duka.

"Kami teman Keyna, Om. Bagaimana keadaan Keyna?" tanya Rafael cemas.

"Koma," jawab Bara singkat.

"Koma?!" mereka serentak kaget.

"Bagaimana bisa koma, Om? Apa kecelakaannya seberat itu?" tanya Iren, masih tak percaya.

Namun Bara tak menjawab. Ia hanya menatap mereka dengan tatapan kosong, seakan seluruh harapannya telah musnah.

1
Sulati Cus
g usah berharap py temen klu semua palsu, mending sendiri apapun akan aman jika sendiri🤔
Sulati Cus
km nya aneh msh bertahan dg keluarga toxic😔 mending pergi kerja sambil sekolah, ku dulu kg kek gitu pdhl jmn dulu tu susah nyari duit g kek sekarang dg ngoten, nulis online apapun keknya menghasilkan uang😅
Herlina Susanty
buat Keira pergi thor
Herlina Susanty: pergi ke mana aj lah thor yg penting gag kecewa trus 🤣🤣💪
total 2 replies
Cty Badria
karena kamu bodoh 1000% bodoh
Cty Badria
kok cmn 1 up nya
lily
masih membaca kpn bangkitnya ni si keira...
Murni Dewita
ya udah gak usah aja gabung sama orang2 yg spt t
Cty Badria
lupakan saja mereka dari pd sakit hati. buat hekulah hatimu tuk mereka
Cty Badria
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Cty Badria
kenapa g keluar Dr rmh itu setiap hr dipukuli...aj rasanya bodoh banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!