“Nikah sama aku saja, Aluna.”
Seharusnya Aluna tertawa saat mendengar sahabatnya mengucapkan kalimat itu.
Bagaimanapun, Rafa adalah Rafa, sahabat yang sudah tumbuh bersamanya hampir seumur hidup.
Namun satu ajakan pernikahan membawa mereka pada sebuah kontrak yang perlahan mengubah segalanya.
Di antara persahabatan yang terlalu berharga untuk dipertaruhkan dan perasaan yang tak pernah berani diungkapkan, Aluna mulai menyadari satu hal
mungkin selama ini, ada seseorang yang telah menjadikan dirinya segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perhatian Aluna
Jam pulang kerja, Aluna membereskan barang-barangnya dan bergegas untuk pulang.
Pandangannya tertuju ke meja kerja Siska karena ia merasa sedang di perhatikan oleh Siska. Dan benar saja, Siska menatapnya dengan tatapan tidak suka.
Aluna yang cuek lalu berdiri dari tempatnya dan berjalan menuju ke lift.
"Belagu banget tuh anak baru." Gumam Siska merasa tidak suka
Ia lalu turut berdiri dari tempatnya dan mengikuti Aluna yang sudah masuk duluan ke dalam lift.
"Lantai satu? Itukan basement." Gumam Siska curiga
Ia lalu masuk ke dalam lift begitu liftnya terbuka dan memencet lift lantai 1 yang menuju ke basement.
Begitu sampai dibawah, Siska langsung mencari keberadaan Aluna.
Matanya langsung tertuju pada Aluna yang hendak masuk ke dalam mobilnya.
"Wah dia punya mobil ternyata, gue aja yang udah kerja bertahun-tahun belum bisa beli mobil, tempat tinggal pun masih sewa apartemen."
"Jangan-jangan emang peliharaan om-om tuh orang."
Siska dengan cepat bersembunyi dibalik tembok saat melihat mobil Aluna melaju keluar.
***
Mobil yang dikemudikan Aluna memasuki halaman rumah mewahnya yang nampak begitu tenang sore hari ini.
Saat selesai memarkirkan mobilnya ia segera berjalan masuk ke dalam rumah, ia mendapati Mamanya tengah duduk diruang kelurga tengah melakukan sesuatu.
"Baru pulang Al." Sapa Mamanya
"Iya Ma, Mama lagi apa?" Jawab Aluna
Ia kemudian mendekat ke arah Mamanya dan duduk disamping Mamanya.
"Ini Mama udah mulai mau nyiapin vendor pernikahan kak Andrew sama kak Sarah." Jawabnya sembari membuka daftar Vendor di tab nya.
Aluna yang merasa tidak tertarik dengan hal itu kembali berdiri dan berniat masuk ke dalam kamarnya.
"Ya udah lah Ma, Aluna naik ke atas yah." Katanya berpamitan
"Iya sana." Jawab Mamanya
Aluna beranjak pergi dari sana. Saat ingin naik ke kamarnya, seorang asisten rumah tangga menghampirinya.
"Non Aluna." Panggil ART tersebut dengan sopan
"Iya? Kenapa mbak?." Tanya Aluna yang baru saja ingin menaiki anak tangga.
"Ada kiriman buat Non Aluna." Jawabnya sembari memberikan Aluna sebuah paper bag.
"Terima kasih mbak." Ucap Aluna menerimanya.
Satu yang tidak banyak orang lain tau, Aluna sangat suka diberi kejutan kecil seperti ini. Perhatian kecil tersebut menunjukkan seberapa besar orang tersebut memikirkannya.
Ia mengintip isi papar bag tadi dan langsung tersenyum senang.
"Dasar Rafa." Gumamnya sembari tersenyum
Perasaannya jadi sedikit berdebar karena semenjak Rafa kembali, hampir setiap hari ada hal yang ia lakukan untuk dirinya.
Aluna lalu segera naik ke atas kamarnya, sudah tidak sabar untuk membuka isi paper bag tersebut.
***
Sesampainya di kamarnya, Aluna mengeluarkan dua botol vitamin dari dalam paper bag tadi, selembar kertas pun ikut terangkat keluar dari sana.
"Kamu lagi ngapain sih akhir-akhir ini? Aku jadi penasaran, apalagi kamu kelihatan capek banget kemarin Al. Minum vitaminnya yah, aku ada lembur hari ini jadi gak bisa bawa langsung ke rumah kamu."
Bunyi pesan yang Rafa tulis dikertas tersebut.
"Rafa nih lucu banget sih, kan bisa kasih tau lewat chat aja." gumamnya merasa senang dengan perhatian kecil dari Rafa.
Sejak dulu perhatian Rafa padanya tidak pernah berubah, bahkan saat di luar negeri pun Rafa masih selalu memberinya perhatian kecil.
Aluna jadi tersenyum sendiri membayangkan ke depannya ia akan dibanjiri oleh perhatian dari Rafa.
Saat berjarak jauh saja ia sudah se effort itu, apalagi saat mereka sudah berada dalam satu wilayah yang sama, pastinya ia akan dibanjiri dengan perhatian dari Rafa, pikirnya.
***
Karena merasa senang, Aluna lalu mengambil ponselnya didalam tas. Ia mencari kontak Rafa yang sudah ia sematkan, lalu menelpon sahabatnya itu.
"Kenapa Al? Kiriman aku udah sampai?." Tanyanya begitu panggilannya tersambung
Aluna tertawa kecil karena setiap kali ia menghubungi Rafa, pasti langsung diangkat di dering pertama jika ia tidak sedang sibuk.
"Udah, vitaminnya banyak banget sampai dua botol gitu." Jawab Aluna tersenyum menatap dua botol vitamin didepannya.
"Biar kamu rajin minumnya. Kamu gak boleh sakit Al, kalau kamu sakit aku jadinya resah." Ucap Rafa dari seberang sana
"Gaya-gayaan banget jadi resah." Cibir Aluna namun tetap tersenyum kecil mendengar ucapan Rafa
"Serius ini, Al."
"Iya iyaa, kamu lagi apa? Udah makan?."
"Belum sempat sih, malam ini aku lembur. Banyak banget yang mau ditinjau, jadinya belum sempat makan siang."
"Rafaaa, makan dulu ih. Ini mah udah masuk jam makan malam." Perintah Aluna khawatir.
"Kamu perhatiannya ke aku kebangetan, sekalinya ke diri sendiri gak gitu." Ucapnya merasa tida enak sendiri.
"Harus dong, sama kamu harus ekstra soalnya kamu prioritas." Aluna mencibir mendengar perkataan Rafa.
"Nasabah bank kali, prioritas. Udah sana, makan dulu. Mau aku pesenin?." Tanyanya menawarkan.
"Nanti aja Al, tapi kalau kamu mau pesenin boleh deh." Jawabnya merasa senang karena Aluna juga sangat perhatian padanya.
"Kamu mau makan apa?." Tanya Aluna lagi yang sudah siap untuk membuka apk gofoodnya.
"Apa aja, semua yang dari kamu pasti aku terima." Lama-lama Aluna merasa dongkol sendiri karena Rafa selalu saja menerima apapun yang akan ia berikan.
Berbeda dengan dirinya yang jika ditawarkan sesuatu oleh Rafa, pasti akan sangat cepat memikirkan ingin apa.
"Pasrah amat jadi cowok." Cibir Aluna
Suara tawa Rafa terdengar diujung sana.
"Bukan pasrah Al, tapi seneng. Kamu perhatian gini aja udah seneng, jadi apapun sesuatu dari kamu udah senang banget terimanya." Jelas Rafa terdengar sanga manis di telinga Aluna.
"Ya udah aku pesenin dulu, jangan lupa makan yah." Ancam Aluna saat ia sudah bersiap ingin memesan makanan untuk Rafa.
"Siapp, nanti aku fotoin ke kamu kalau makanannya udah habis." Jawab Rafa meyakinkannya.
Aluna pun memutuskan panggilannya, ia lalu membuka aplikasi gofood dan mulai menggulir layar untuk memilihkan makan malam untuk Rafa.
"Ini aja deh, dia kalau makan ada kuahnya gini jadi lahap." gumam Aluna sembari mengklik menu sup dan nasi di satu restoran.
Kemudian ia membuat pesanan dan memasukkan alamat kantor Rafa.
Saat sudah selesai, ia meng screenshoot pesanannya dan mengirimkannya ke Rafa lewat pesan singkat.
"Dihabisin yah, itu aku milihnya susah loh." Isi pesan Aluna
"Siap, Al." Balas Rafa dalam waktu singkat.
Aluna lalu menyimpan ponselnya dan bersiap untuk mandi, rasanya badannya sudah lengket semua karena bekerja seharian.
Ia kemudian merapikan vitamin pemberian Rafa terlebih dahulu di atas nakas sebelah tempat tidurnya kemudian ia berjalan menuju ke kamar mandi.
Rasa lelahnya jauh berkurang karena perhatian kecil dari Rafa yang jadi kejutan diujung harinya hari ini.