Indonesia
NovelToon NovelToon
Garis Dua Dari Sang Profesor (New)

Garis Dua Dari Sang Profesor (New)

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Pernikahan Kilat / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: queen_

"Saya tidak menyuruh kamu periksa kehamilan sekarang, Asya. Tapi kalau sampai 'pasukan' saya di dalam sana demo, jangan harap kamu bisa wisuda tanpa memakai nama belakang saya."

Asya, mahasiswi Arsitektur paling bar-bar. melihat di depan matanya sendiri, dimana Raka mengkhianatinya. Tanpa pikir panjang, Asyara minum terlalu banyak dan berakhir mabuk—sampai tanpa sengaja menarik seorang dan menciumnya hingga mereka menghabiskan malam bersama—Aksa, dosennya sendiri.

Asya berusaha lari, tapi Aksa bukan pria yang mudah melepaskan mangsanya. Dengan kekuasaan dan kecerdasannya, Aksa mengunci Asya dalam ribuan revisi skripsi hanya agar bisa memantau perkembangan "pasukan kecebongnya" di rahim Asya setiap hari.

Di tengah kejaran revisi, teror mantan pacar, dan kelakuan kompor Celine, Asya harus memilih: Lulus sebagai Sarjana atau menyerah menjadi Nyonya Profesor?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon queen_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kita Putus!!

Selamat Membaca

...♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡...

Langkah Asyara terdengar dua kali lebih keras dari biasanya. Beberapa orang yang berpapasan dengannya merasa heran bahkan ada yang memilih diam tak menyapa melihat ekspresi Asyara yang terlihat ingin memakan orang.

 Biasanya, Asyara adalah orang yang humble. Temannya dimana-mana bahkan selalu menjawab sapaan dari orang-orang yang berjumpa dengannya. Ia selalu memasang wajah penuh senyum dan melambaikan tangan. Makanya selain dapat julukan bar-bar, Asyara juga mendapatkan julukan: Happy Virus. Karena setiap yang ada di dekat Asyara, pasti akan terlihat tertawa dan bahagia.

 Namun kali ini, Raut wajahnya benar-benar suram. Seolah mengatakan ‘jangan ganggu gue atau lo tamat!’ pada setiap orang yang berpapasan dengannya. Asyara mode senggol bacok adalah Asyara yang sangat jarang terlihat, bahkan langka.

 “Sya gue–”

 Asyara melewati Celine begitu saja. Melangkah cepat seolah tidak melihat Celine yang barus saja mau menegurnya.

 “Asya Hei! Gue di sini!”

 Sayangnya Asyara masih tetap melangkah maju… Sampai,

 “Sya tunggu.”

 Langkah Asyara terhenti. Ia tidak bicara. Tatapannya beralih pada seseorang yang berdiri di sebelahnya—Raka. Lalu tatapannya beralih lagi pada tangan Raka yang memegang pergelangan tangannya. Kekesalannya semakin memuncak. “Lepas.”

 “Sya aku mau—”

 “Gue bilang lepas! Lo tuli?!” bentak Asyara. Nafasnya memburu. Ia menghempaskan tangan Raka dengan kasar dan hendak pergi lagi. Tapi Raka kembali mencekal tangannya.

 “Tunggu Sya!” Kali ini nada bicara Raka naik satu oktav. Ia menatap Asyara tajam. Lalu melepaskan tangan Asyara. “Apa maksud chat kamu semalam?! Putus? Jelasin ke aku sekarang!”

 Mendengar hal itu, Asyara tertawa pelan. Ia melipat tangannya di dada, angkuh. “Lo buta? Atau nggak bisa baca? Gue mau kita putus.”

 “Nggak!” tegas Raka, “Apa alasannya? Aku ngelakuin kesalahan? Bilang sama aku sya! Jangan mendadak putus sepihak! Aku nggak setuju.”

 Asyara menghelas nafas. “Setuju atau nggak, kita tetap putus. Dan alasan? Harusnya lo tanya sama diri lo sendiri, kenapa gue minta putus!” Asyara menatap tajam Raka. Namun tatapannya beralih ke belakang Raka dimana Sena berjalan ke arah mereka. “Jangan ganggu gue lagi. Mulai detik ini kita nggak ada hubungan apapun!”

 Setelah mengucapkan hal itu, Asyara melanjutkan langkahnya. Meninggalkan Raka yang terdiam dengan wajah bingung sambil menatap punggung Asyara yang perlahan menjauh.

 Belum sempat Sena meraih Raka, pria itu lebih dulu melangkah cepat. Bahkan berlari untuk mengejar Asyara yang menuju lobi fakultas. Ia bahkan tidak mendengarkan Sena yang meneriaki namanya.

 Di lobi, Raka kembali menghampiri Asyara yang terlihat seperti menunggu. Ia meraih tangan Asyara, “Sya maafin aku. Kamu marah soal semalam? Aku minta maaf, bukan maksud aku nggak ngajak kamu. Cuma semalam aku—”

 Asyara yang di ikuti merasa semakin muak. Ia menghempaskan tangan Raka lagi dengan kasar. “Lo ngerti bahasa manusia nggak sih?! Gue bilang gue mau putus! Mending lo urus selingkuhan lo dan jangan ganggu gue!”

 Mendengar kata selingkuhan, Raka mengerutkan keningnya. Ia memasang wajah bingung. “Maksud kamu apa Sya? Aku nggak selingkuh! Kamu jangan asal nuduh-nuduh aku Sya! Justru kamu yang aneh, tiba-tiba bilang putus dan blokir nomor aku! Nggak bisa dihubungi semalaman! Kemana kamu?!”

 Asyara terkekeh pelan. “Gila ya lo. Masih bisa ngelak! Jangan lo pikir…” Asyara memajukan tubuhnya, menunjuk Raka. “Gue nggak tau kalau selama ini lo selingkuhin gue sama si Sena..Sena itu! Gue liat dengan mata kepala gue sendiri lo peluk-peluk dan ciuman sama dia!”

 Wajah Raka langsung pias. Ia mendadak pucat seputih kertas. Asyara mengetahui semuanya? Tentang dia yang sudah menduakan Asyara di belakang gadis itu? Bagaimana Asyara bisa mengetahui semuanya?

 “Sya dengerin aku, kamu salah paham. Aku sama Sena—”

 “Gue nggak mau denger apapun dari lo! Kita udah putus! Gue nggak mau liat muka bajingan lo lagi! Pergi dari hadapan gue!”

 Raka menggeleng. ia berusaha meraih tangan Asyara. “Sya nggak! Kamu nggak bisa mutusin aku sepihak kaya gini! Oke, bener aku selingkuh sama Sena! Tapi itu karena aku khilaf Sya! Dia duluan yang godain aku!”

 Jangan tanyakan seberapa muak Asyara sekarang. Apalagi mereka mulai jadi pusat perhatian karena Raka yang mulai berlutut di hadapannya sambil berusaha meraih tangannya dan menatapnya berkaca-kaca.

 “Jangan sentuh gue!” bentak Asyara, “Dengerin gue Raka, kita udah putus! Lo sama gue nggak ada hubungan apapun sekarang. Dan lo, lo bebas berhubungan sama Sena tanpa harus sembunyi dari gue lagi!” tegas Asyara.

 Bersamaan dengan hal itu. akhirnya taksi online pesanan Asyara datang. Asyara langsung menghempas tangan Raka, dan segera masuk. “Jalan pak.”

...♡♡♡♡♡♡♡♡♡...

“Bangsat!”

 Raka mengusap wajahnya frustasi. “Gimana Asya bisa tau?! Gue udah berusaha diem-diem buat jalan sama Sena?! Ciuman? Pelukan? Itu gue lakuin sama Sena pas di hotel, Gimana Asya bisa tahu?! Apa jangan-jangna Asya ada di hotel itu?!”

 “Woi monyet lepas.”

 Raka Menoleh, menatap Celine dan Rayna yang menatapnya tajam.

 “Mana Asya? Lo apain sahabat gue?!” tanya Rayna.

 “Dia putusin gue,” singkat Raka, matanya menatap tajam ke arah Celine dan Rayna, “Dan dia tau kalau gue ada hubungan sama Sena,” tekan Raka, “Itu ulah kalian?!”

 Rayna mendelik, “Dih pd gila lo! Jangan fitnah ya! Mau gue sleding lo hah?!”

 Celine mendekati Raka. Sambil tersenyum sinis, ia menunjuk Raka angkuh. “Kenapa? Lo nyesel diputusin Asya? Marah? Kesal? Makanya jangan maruk! Udah punya pacar cantik, pinter, bisa jaga diri, lo pilih kerikil. Sahabat gue nggak bodoh Raka, biar pun kita nggak ngasih tau kelakuan busuk lo, Asya pasti bakal tau!”

 “Tutup mulut lo anjing!” bentak Raka. Ucapan Celine berhasil memancing emosi Raka lagi, “Gue emang nyesel! Tapi gue selingkuh karena temen lo itu juga! Dia sok suci! Dia nolak waktu gue sentuh!”

 Plak!

 “Kak Raka!”

 Rayna dan Celine langsung mundur beberapa langkah begitu melihat Sena mendekat dengan wajah khawatir melihat Raka di tampar oleh Rayna. Ia memegang pipi Raka dan mengusapnya pelan.

 “Kalian ini apaan sih kak?! Kenapa main tampar?!” tanya Sena marah-marah. “Kan bisa diomongin baik-baik!”

 Rayna yang memang emosi dari awal maju mendekati Sena. Namun Celine menahan tubuh gadis itu agar Rayna tak membuat keributan. “Udah Ray, jangan diladeni! Manusia otak setengah memang gini.”

 Sena melotot. “Kalian?!”

 “Bilang sama pacar lo itu! Sahabat gue nggak murah kaya lo! Nggak gatel kaya lo dan sahabat gue… Bukan pelakor kaya lo!” desis Rayna tajam.

 Sena mengepalkan tangannya. Ucapan Rayna membuatnya sakit hati. “Aku bukan pelakor! Kak Raka cinta sama aku! Dia suka aku! Dia nggak cinta sama kak Asya! Dia cuman manfaatin kak Asya supaya bisa pake—”

 “Sena!/Tutup mulut lo pelakor!” bentak Celine dan Raka bersamaan.

Raka langsung menarik tangan Sena menjauh dari Rayna dan Celine. Ia memilih membawa Sena meninggalkan dua gadis itu. Ditariknya tangan Sena hingga mereka berada di taman belakang fakultas.

“Lepasin kak! Tangan aku sakit!” pekik Sena. Ia memberontak dari pegangan Raka. Namun sayangnya Raka tetap menariknya tanpa mendengarkannya.

Raka melepas tangan Sena dengan sedikit kasar, lalu menatap Sena tajam. “Kamu ngapain ngomong gitu?!”

 “Kenapa? bener kan? Kakak nggak cinta dia kan?!” desak Sena, “Kakak bilang kalau kakak cinta sama aku! Kakak bilang kalau kakak cuma manfaatin dia!”

 Raka terdiam. Ia memalingkan wajahnya, lalu meraih tangan Sena. “Aku anter kamu pulang.”

 “Jawab aku dulu kak! Kakak nggak cinta dia kan?!”

 “Bukan urusan kamu!”

...♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡...

1
Enz99
bagus
Muft Smoker
Lanjuuut kak ,,
beybi T.Halim
very..very...romantis laa
beybi T.Halim
dah habis aja...seru seru romantis..,yaa gini klo punya suami spek daddy dimanjain terua yaa asyaraa😁👍
Hosniyah Niyah
mantap Thor lanjut ❤❤❤😘😘😘👍👍👌👌👌💞💞💞
vj'z tri
idihh papa genit suka godain mama akuuu jadi iri mau di goda juga /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
dimakan dan dimana jauh atuh KK author /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Puutrh_: udah aku benerin ya beb, lagi review sistem😭
total 2 replies
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
hai guys siap siap kondangan ini kita /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ tapi btw di undang ga ni 😅😅
vj'z tri
selamat pemikiran anda salah besar /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
serangan balasan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
kalau semua kartu ke buka w mau tau reaksi lu dengan laki lu /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/kalian ber2 mendukung ternyata
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ pacar ku juga pacar papa ku
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/entah harus menangis atau tertawa punya bodyguard model rayna
vj'z tri
lagi seru seru nya iklan lewat /Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ buaya di kadalin ternyata cucok meong sena kawan dengan melani
vj'z tri
paraaaa pembacaaaaaaa ibu ibu kk KK semuaaaanyaaa jangan heran kalau asyara ada bodyguard 1 galak polos yang 1 ceriwis maafkanlahhhh asekkkk💃💃💃💃
vj'z tri
ya pasti gak DA yang mau ...kan udah di komando komandan taksi gak boleh lewat /Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!