Indonesia
NovelToon NovelToon
Bunga Untuk Keanu

Bunga Untuk Keanu

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Orang Disabilitas
Popularitas:22.7k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bunga gadis belia berusia 20 tahun, seorang pelukis tunawicara akibat trauma tragedi pembunuhan orang tuanya belasan tahun yang lalu, sempat merasakan kebahagiaan bersama Azka Alexander, pria tulus yang mencintainya apa adanya. Namun, kebahagiaan itu begitu singkat. Menjelang wafat akibat sakit keras, Azka berwasiat agar kakak kandungnya, Keanu Alexander, menikahi Bunga.
Keanu pria dingin yang menyimpan trauma mendalam terhadap wanita terpaksa menerima pernikahan itu demi memenuhi permintaan terakhir sang adik. Kini, Bunga dan Keanu terjebak dalam rumah tangga tanpa cinta. Di tengah dinginnya sikap Keanu, Bunga tetap berjuang mengungkap misteri di balik kematian orang tuanya demi menuntut keadilan.
Akankah pernikahan atas dasar keterpaksaan ini mampu menyembuhkan luka masa lalu mereka dan berubah menjadi cinta sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 9

Di dalam mobil, keheningan tegang kembali menyelimuti. Keanu fokus menatap jalanan di depannya dengan wajah mengeras, sementara Bunga duduk di sampingnya seraya memeluk erat tas dan buku catatan kecilnya. Ia berkali-kali mencuri pandang ke arah suaminya yang tampak membendung amarah.

Setibanya di gedung Alexandria, Keanu turun dan melangkah lebar tanpa memperdulikan Bunga yang tergesa-gesa menyusul di belakang. Kehadiran Bunga di samping Keanu seketika menarik perhatian dan bisik-bisik dari para karyawan di area lobi.

Saat pintu lift khusus eksekutif terbuka di lantai teratas, Adrian sudah berdiri menyambut. Asisten pribadi Keanu itu tersentak kaget mendapati Nyonya mudanya datang mengekor di belakang sang atasan.

"T... Tuan Keanu, Nyonya Bunga... selamat pagi," sapa Adrian canggung.

"Rian, siapkan meja kecil di sudut ruanganku," perintah Keanu dingin, memotong sapaan Adrian tanpa bergeming. "Mulai hari ini dia akan bertugas merapikan dokumen arsip di dalam ruanganku."

Adrian mengedipkan mata, terkejut. "Di... di dalam ruangan Tuan Keanu?"

"Ada masalah?" tegap Keanu menatap tajam.

"T...tidak, Tuan! Segera saya siapkan!" jawab Adrian panik, lalu buru-buru mengatur fasilitas tambahan di sudut ruangan kerja Keanu yang luas.

Satu jam kemudian, Bunga sudah duduk rapi di meja kecilnya. Di hadapannya menumpuk beberapa tumpukan dokumen bekas yang perlu dirapikan. Walau tugasnya sederhana, Bunga mengerjakannya dengan sangat tekun. Suasana ruangan hening, hanya dihiasi suara ketikan papan ketik Keanu dan gesekan kertas dari meja Bunga.

Beberapa kali Keanu melirik ke arah sudut ruangan. Ia mendapati Bunga bekerja begitu tenang tanpa mengeluh sedikit pun, leher jenjang dan raut wajahnya yang serius tampak sangat kontras dengan gambaran wanita manja yang selama ini ada di pikirannya.

Tiba-tiba, pintu ruangan Keanu terdorong tanpa diketuk terlebih dahulu.

Seorang wanita tampil modis dengan gaun merah elegan dan riasan tebal melangkah masuk dengan senyum mengembang. Dialah Clarissa, salah satu putri dari relasi bisnis penting Alexander Group yang selama ini terang-terangan mengejar Keanu.

"Keanu, honey! Akhirnya aku bisa menemui mu," panggil Clarissa dengan suara manja seraya melangkah mendekati meja kerjanya Keanu.

Keanu mengernyitkan keningnya, raut wajahnya semakin datar. "Clarissa? Mau apa kau ke sini? Ini jam kerja."

"Aku cuma mau mengajakmu makan siang bersama," ujar Clarissa santai. Namun pandangannya mendadak terhenti ketika matanya menangkap sosok Bunga yang duduk di sudut ruangan. Clarissa menatap Bunga dari atas ke bawah dengan tatapan meremehkan. "Tunggu... siapa wanita berhijab ini, Keanu? Kenapa ada karyawan baru dengan pakaian seperti ini duduk di dalam ruangan pribadimu?"

Keanu bersandar di kursi kebesarannya, menatap Clarissa dengan pandangan dingin yang menghunus. "Jaga bicaramu, Clarissa. Dia Bunga... istri sah ku."

Seketika, tawa hambar keluar dari mulut Clarissa. Wajah berpoles riasan tebal itu mendadak memerah karena terkejut sekaligus tidak terima dengan ucapan yang baru saja didengarnya.

"Istri?" Clarissa menatap Keanu tak percaya, lalu melirik Bunga yang duduk membeku di sudut ruangan. "Keanu, kau bercanda, kan? Wanita kampung yang tidak bisa bicara ini istrimu? Selera mu jatuh sedalam ini setelah Diana meninggal?!"

Brak!

Keanu menghentakkan telapak tangannya ke atas meja kerjanya dengan cukup keras. Wajahnya menggelap, pancaran matanya menyiratkan amarah yang pekat.

"Jaga mulutmu, Clarissa!" desis Keanu tajam dengan suara berat yang menekan. "Siapa pun yang berada di dalam ruangan ini adalah urusanku, bukan urusanmu. Dan jangan pernah sekali lagi kau membawa-bawa nama Diana di depanku!"

Clarissa tersentak, mundur satu langkah karena terintimidasi oleh aura membunuh yang dipancarkan Keanu. Namun, rasa gengsinya menolak untuk mengalah. Dengan pandangan benci yang membara, Clarissa menatap Bunga yang hanya bisa menundukkan kepala sembari meremas ujung roknya.

"Wanita ini cuma beban untukmu, Keanu! Dia bahkan tidak bisa membantumu bicara saat rapat bisnis!" cetus Clarissa sinis, lalu berbalik dan melangkah pergi menghentakkan kakinya dengan geram, membiarkan pintu ruangan tertutup keras.

Keheningan seketika menyelimuti ruangan kerja yang luas itu. Keanu menghela napas panjang, memijit pelipisnya yang mendadak berdenyut pusing akibat emosi yang membuncah.

Di sudut ruangan, Bunga perlahan berdiri dari kursinya. Kata-kata Clarissa tadi merajam hatinya begitu dalam, mengingatkannya kembali akan keterbatasan dirinya dan kenyataan bahwa kehadirannya memang hanya membawa beban serta keributan bagi Keanu.

Dengan jemari yang gemetar, Bunga menuliskan sesuatu di buku catatan kecilnya. Ia melangkah mendekati meja kerjanya Keanu dan meletakkan buku itu di hadapan sang suami.

'Maafkan aku, Kak Keanu... Karena aku, Kakak jadi bertengkar dengan wanita itu. Kalau keberadaan ku di sini membuat Kakak malu dan terganggu, aku bisa menunggu di luar saja.'

Keanu membaca tulisan itu. Pandangannya bergulir pada wajah Bunga yang menunduk pasrah, menyembunyikan mata yang mulai berkaca-kaca. Ada rasa berdesir asing di dalam dadanya, rasa tidak tega yang semakin sulit ia pungkiri.

Keanu merampas buku catatan itu, lalu menarik napas dalam-dalam.

"Duduk kembali ke mejamu, Bunga," ujar Keanu dengan suara yang tak lagi tajam, meski raut wajahnya tetap terlihat datar.

"Aku tidak menyuruhmu keluar. Kerjakan saja pekerjaan mu dan hiraukan wanita tidak jelas tadi."

Bunga mendongak, menatap Keanu dengan sepasang mata bulatnya yang berbinar penuh keterkejutan. Keanu buru-buru memalingkan wajahnya kembali ke layar komputer untuk menyembunyikan rasa canggung yang mendadak menyergap.

"Kenapa masih berdiri di situ?" gertak Keanu pelan, berpura-pura sibuk mengetik. "Lanjutkan pekerjaanmu."

Bunga perlahan mengulas senyum tipis, sebuah senyuman tulus yang terukir di balik rasa harunya. Ia mengangguk pelan, lalu berbalik kembali ke mejanya. Di tengah kepedihan atas keterbatasannya, sikap tegas dan perlindungan kecil dari Keanu hari ini menjadi setitik penawar yang menghangatkan hatinya.

Clarissa menghentakkan kedua kakinya dengan geram di sepanjang koridor menuju lift, lalu melangkah cepat menuju lantai dasar. Langkah tingginya bergaung di area lobi gedung Alexandria, menarik perhatian beberapa karyawan yang melintas. Rasa malu dan amarah bersatu membakar dadanya. Informasi yang sempat ia dengar mengenai pernikahan mendadak Keanu dengan adik iparnya sendiri ternyata bukan sekedar rumor belaka.

"Si bisu itu benar-benar harus aku singkirkan! Beruntung sekali nasibnya bisa memiliki dua pria keturunan Alexander sekaligus, hebat juga dia..." umpat Clarissa kesal seraya meremas tali tas mewahnya. "Demi si bisu itu, aku sampai diusir oleh Keanu! Dasar brengsek!"

Dengan napas memburu dan hati yang dipenuhi rasa dendam, Clarissa menerobos pintu kaca lobi menuju mobilnya, bersumpah tidak akan tinggal diam melihat Bunga bernaung di bawah perlindungan keluarga Alexander.

Sementara itu di lantai teratas, suasana ruangan kerja Keanu kembali tenang. Bunga kembali fokus pada tumpukan dokumen di mejanya, berusaha mengalihkan pikiran dari rentetan kata-kata tajam Clarissa tadi. Jemarinya yang telaten menyusun setiap lembar arsip dengan rapi hingga tak terasa jarum jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang.

Keanu menyandarkan punggungnya di kursi kebesarannya, mengusap lehernya yang terasa kaku. Pandangannya bergulir pada Bunga yang masih tekun bekerja tanpa mengeluh sedikit pun. Menyadari banyaknya berkas penting yang harus ia selesaikan sebelum sore, Keanu meraih telepon interkom di mejanya dan menekan tombol ke ruangan asistennya.

"Rian, pesan dua porsi makanan untuk makan siang. Antar langsung ke ruanganku," perintah Keanu singkat.

"Baik, Tuan Keanu. Apakah ada resep atau pantangan khusus untuk Nyonya Bunga?" tanya Adrian dari seberang telepon.

Keanu sempat terdiam sejenak, menatap Bunga. "Pesan makanan yang bernutrisi tinggi dan mudah dicerna. Jangan terlalu pedas."

"Siap, Tuan. Segera saya koordinasikan."

Keanu menutup sambungan telepon, lalu menatap Bunga yang kini ikut mendongak menatapnya.

"Kita makan siang di ruangan ini," ujar Keanu dengan nada datar tanpa ekspresi. "Pekerjaanku masih menumpuk, aku tidak mau membuang-buang waktu keluar kantor hanya untuk sekedar makan siang."

Bunga mengangguk pelan, menyatukan kedua tangannya di atas meja. Meski alasan Keanu terdengar sangat praktis dan mengarah pada pekerjaan, Bunga tahu ada sedikit perhatian terselubung di balik keputusan suaminya itu.

Bersambung...

1
Teh Yen
ternyata itu bukan tuan Alexander yg aslinyp kembarannya
Nar Sih
sdh mulai terlihat jls mslh disini ,gila harta dan tahta mebuat saudara jdi tega dan gila mecari pesugihan korban nya saudara sendiri
fatmawati (pipit)
ternyata papa alexander punya kembar identik yang sangat terobsesi pada ritual pada dewa darun untuk kekayaannya.
untuk iblis bermuka dua seharusnya kamu saja yang menjadi tumbal ritual dewa darun itu
Mom Ilham
kejutan bgt thor👍/Casual/🤭
Nadja 🎀
Clarissa tobat bisa dpt jodoh lbh baik dr keanu semangat ya!!
vania larasati
lanjut kak
Arw
plot twist nya ini ternyata...benar2 saudara yg jahat padahal kembar indentik...
Muft Smoker
aduuuuh demi harta dn kekuasaan ,,
ma saudara pun saling menikung ,, tikung kanan ,, tikung kiri ,, main tikung ooh ,, ooh ,,




🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
waaaah apa ini ,, kejutan apa lgii ni kak eliiiii ,,
aq padamu pokokny😉😉😉
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
makiin penasaran tiap bab ny ,,
aq fikir cerita kak eli cuma seputar perjodohan pengganti ,, trnyata di balik ny ad sekte yg tersembunyi ,,
😱😱😱😱
Muft Smoker
jgn2 ni bpa ny bunga ,, msh hidup tp di sekap😱
Muft Smoker
aduuuuh jd horror begini kak ,,
dr awal emnk udh curiga aq ma tuan Alexander ,,
vania larasati
lanjut kak
Nar Sih
cerita kali ini menegang kan kak,ada drama romatis juga ada horor nya
Teh Yen
Clarisa d sekap oleh tuan Alexander lalu itu ketemu siapa yah ?
Teh Euis Tea
othorku, jujur aku takut baca cerita KK yg ini, ntah kenapa aku kurang suka baca cerita mafia atau cerita horor
tegang aku bacanya
Teh Euis Tea: di Usain ya kak🙏
total 2 replies
Oma Gavin
makin seru cerita nya
fatmawati (pipit)
cerita lebih horor dimana seorang papa yang tega menumbalkan anak kandung demi mendapatkan kekayaan yang berlimpah /Sob//Sob//Sob//Sob/
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih kak
total 1 replies
fatmawati (pipit)
ayo keanu kamu pasti bisa mengungkap kebenaran ini, untuk clarissa apa bapak tua ini ayah kandung dari bunga 🤔🤔🤔🤔🤔
apakah kematian diana juga ada kaitannya dengan papa alexander
fatmawati (pipit)
novel kk yg ini ada misteri dari sebuah perusahaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!