Nasib Kyarra, Kakanya yang meninggalkan suami dan juga putrinya. Kyarra harus menikah dengan kakak iparnya demi keserakahan ibunya.
Kyarra melakukannya demi keponakannya yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Tetapi banyaknya pertentangan dalam pernikahan mereka, belum lagi Kakak iparnya menganggap bahwa dia menerima pernikahan itu semata-mata hanya ingin memeras.
Kyarra benar-benar terjebak dalam pernikahan yang seharusnya tidak terjadi dan apalagi kontrak yang pasti pengetahuannya antara ibunya dengan Kakak iparnya.
Lalu bagaimana Kyarra yang awalnya hanya menjalankan peran sebagai seorang tante yang menyayangi keponakannya dan saat ini harus menjadi istri dari mantan Kakak iparnya, di tengah banyaknya mimpi yang ingin dia tuju?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12 Bukan Wanita Lemah
Kyarra saat ini berada di dapur mertuanya itu, tetapi karena di tempat itu banyak orang dan bukan semua adalah muhrimnya yang Kyarra tetap memakai hijabnya untuk melaksanakan aktivitasnya.
Ini sudah waktunya Kelly memakan buah, Kyarra memang benar-benar effort menjadi seorang ibu, yang selalu menyusun jadwal Kelly dan juga memberikan parenting yang baik untuk Kelly, karena Kelly sudah dianggap seperti anaknya sendiri.
"Kamu menikmati hari-hari kamu menjadi istri dari Alvino?" terdengar suara sinis membuat Kyarra menoleh ke belakang dan siapa lagi jika bukan ibu mertuanya.
"Keluarga lucu, serakah dan ingin menang sendiri!" lanjutnya menatap sinis dengan kedua tangan dilipat di dada.
"Kakak kamu menjebak putra saya dan kemudian menikah dengan putra saya, memiliki anak, menjadi Nyonya dengan karirnya yang melambung tinggi karena menikah dengan pemilik perusahaan production company, tetapi tidak tahu diri dan lupa dengan daratan, setelah karirnya melambung tinggi dan terbebas dari skandal-skandal yang merusak namanya karena pembersihan yang dilakukan putra saya,"
"Berselingkuh dengan laki-laki yang di bawah levelnya, kabur bersama selingkuhannya, membawa uang miliaran rupiah, meninggalkan anak dan suami, kemudian ibunya bertindak mengambil cucunya dan menjadikannya sebagai mesin ATM," Lina tidak akan pernah mengungkit kesalahan yang telah dilakukan oleh Melani dan juga keluarganya.
"Tidak cukup sampai di situ, sekarang menukar putrinya dengan menikahi putra saya, lalu kamu juga akan melakukan hal yang sama, memeras kembali keluarga saya dan setelah itu pergi? lalu setelah itu ibu kamu yang bergantian untuk menikah dengan putra saya," lanjut Lina.
"Tante apapun yang terjadi antara Tante kak Melani dan juga mama, pernikahan perpisahan dan bagaimanapun kesepakatan, demi Allah saya tidak pernah ikut-ikutan dan tidak tahu apa-apa," ucapnya hanya berusaha membela diri.
"Kamu tidak perlu membawa nama Tuhan, saya bukan wanita bodoh, saya tahu seperti apa kamu dan keluarga kamu!"
"Kamu jangan terlalu percaya diri jika putra saya tidak menceraikan kamu saat ini, bukan berarti dia menginginkan kamu untuk menjadi Ibu pengganti untuk Kelly, Tidak! justru putra saya saat ini mempertahankan kamu karena ingin memberi pelajaran satu persatu kepada keluarga kamu dan termasuk kamu!" tegas Lina.
"Tante apelnya sudah selesai?" tiba-tiba saja di tengah ketegangan itu Kelly datang.
"Sebentar lagi Kelly," sahut Kyarra.
"Kelly, Oma sudah menyiapkan buah potong untuk kamu, ayo biar Oma ambilkan!" Lina tidak mau kalah membuka kulkas dan kemudian memperlihatkan berbagai macam buah potong yang sudah siap untuk dimakan.
"Tidak mau makan seperti ini," ucapnya menolak secara mentah-mentah membuat Lina mengerutkan dahi.
"Kenapa sayang? di sini ada apel, ada anggur, dan ada strawberry kesukaan kamu," ucap Lina.
"Tetapi cara memotongnya tidak seperti ini Oma, ini akan sulit dimakan, strawberry yang akan terasa asam dan apelnya akan keras, Kelly hanya ingin memakan yang dipotong oleh tante Kyarra," jawabnya.
Lina sudah tidak bisa berkata apa-apa.
"Ini, sudah selesai tante siapkan!" Kyarra mengambil buah-buahan yang sama seperti yang disiapkan oleh Lina dan hanya saja, cara memotong buah tersebut jauh lebih cantik dan mungkin sedikit terukir yang menggugah selera.
"Ayo tante temani Kelly makan!" Kelly menarik tangan Kyarra kemudian membawanya pergi.
"Padahal buahnya jelas-jelas sama," ucap Lina jadi kesal karena ditolak oleh Kelly.
"Makanya kamu itu jangan ikut-ikutan, biarkan saja mengurus Kelly diserahkan kepada Kyarra, sudah pasti dia lebih tahu dibandingkan kamu," sahut Nenek tiba-tiba datang yang didorong oleh suster di atas kursi roda.
"Issss!" umpat Lina meletakkan piring yang berisi buah tersebut di atas meja dan kemudian langsung pergi.
"Di beritahu malah ngeyel, ada-ada saja kesalahan yang dicari-cari, heran melihat orang-orang yang ada di rumah ini, memiliki harta banyak tetapi akhlak benar-benar sedikit," Nenek geleng-geleng kepala memang sudah angkat tangan dengan kepribadian orang-orang yang ada di rumah termasuk menantunya.
*****
Seperti biasa Alvino pulang malam hari, ketika begitu sudah sampai di rumahnya Alvino langsung memasuki kamarnya, kena aktivitas di rumah itu memang sudah tidak ada lagi dengan jam yang menunjukkan pukul 10 malam.
Saat membuka pintu kamar Alvino kaget saat Kyarra yang baru saja keluar dari kamar mandi, menggunakan pakaian tidur dan tanpa hijab.
"Apa yang kamu lakukan di kamar saya?" tanyanya dengan nada suaranya sedikit keras dan menutup pintu kamar.
"Kyarra kamu benar-benar semakin lancang ya, hanya berusaha menggoda saya dari sisi apapun dan sekarang kamu masuk-masuk ke kamar saya," ucap Alvino benar-benar marah.
"Pak jangan salah paham dulu, saya juga tidak akan berani masuk ke dalam kamar ini jika bukan diperintahkan oleh nenek dan Om Hari," ucapnya.
"Maksud kamu?" tanyanya.
"Saat saya tidur di kamar Kelly, justru heran kenapa saya tidur di sana, saya bingung harus menjawab apa, saya cuma beralasan bahwa Kelly tidak bisa tidur sendiri, Nenek mengatakan Kelly harus belajar tidur sendiri dan saya disuruh untuk tidur di kamar ini," jawabnya jujur apa adanya.
"Kamu pasti mengarang cerita dan tidak mungkin juga orang tua saya harus mempertanyakan masalah tidur," sahut Alvino tidak percaya.
"Ya sudah kalau bapak tidak percaya ya silakan ditanya, lagian aneh juga jika Kakak harus bertanya kepada mereka," sahut Kyarra terdengar begitu menantang.
"Heh! Kyarra, kamu itu semakin berani ya kepada saya? apa karena saya tidak pernah melakukan hal di luar dugaan kamu dan membuat kamu semakin menjadi-jadi hah! pikir saya tidak berani melakukan itu," ucap Alvino.
"Bukan begitu! Kyarra mengatakan apa adanya dan hanya mencoba untuk menjelaskan, kalau memang tidak percaya ya sudah ditanya cara langsung, tetapi coba dipikirkan dulu sebelum bertanya," ucap Kyarra menantang suaminya
"Kenapa sih harus disalahkan terus, memang aku tidak boleh apa hidup tenang dan damai, memang semuanya terjadi karena kesalahanku apa," ucapnya terdengar pelan yang mengungkapkan rasa kesal.
"Kalau bicara secara langsung dan tidak perlu bisik-bisik seperti itu!" tegas Alvino.
"Salah lagi," ucap Kyarra benar-benar sangat lelah.
"Oke, Kamu tidur di kamar ini, tapi jangan menyentuh apapun di kamar ini dan jangan tidur di ranjang saya!" tegas Alfian memberi penekanan.
"Iya-iya, lagian siapa juga yang mau tidur di ranjang, sudah biasa tidur di lantai!" jawab Kyarra dengan sindiran.
Alvino yang sudah semakin marah membuatnya memilih untuk memasuki kamar mandi daripada darah tingginya semakin naik karena Kyarra semakin hari semakin berani melawan kepadanya dan ada saja jawabannya.
"Ini pasti ulah Nenek!" Alvino melonggarkan dasinya dengan berdiri tegak di depan cermin, wajah tampannya terlihat memerah dari bayangan cermin itu.
"Ini yang aku tidak suka jika harus tinggal di rumah ini, ini tidak tahu apa yang terjadi dan sesuka hatinya membuat peraturan ini dan itu," ucap Alvino.
"Gadis itu juga, setiap hari semakin berani kepadaku, selalu saja punya jawaban, selalu mengelak, selalu merasa benar," ucap Alvino tidak berhenti mengoceh.
Sementara Kyarra memilih untuk langsung beristirahat di atas sofa, untung saja di kamar itu ada sofa dan menurutnya jauh lebih baik tidur di sofa daripada di lantai, tidak ada alas untuk tidur di lantai dan lagi pula dia tidak akan menyiksa tubuhnya bisa-bisa akan pegal-pegal.
Bersambung......