Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Identitas Tersembunyi / Mafia / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Arabelle Vasillo kabur dari rumah demi membuktikan bahwa dirinya bisa hidup mandiri tanpa bantuan keluarga. Dengan waktu satu tahun sebagai taruhan, ia membuka warung sarapan sederhana dan berusaha menjalani hidup biasa.

Namun, hidup tenangnya berakhir saat tanpa sengaja memecahkan kaca mobil Nathan Pradipta Anderson, seorang duda kaya dan berpengaruh yang memiliki tiga anak super nakal, Elang, Theo, dan Alya.

Dari satu kesalahan kecil, Arabelle justru terjebak dalam kehidupan keluarga Anderson yang penuh kekacauan, rahasia, dan konflik. Bisakah Arabelle bertahan menghadapi duda dingin dan tiga anak nakalnya, atau justru mereka akan mengubah hidupnya selamanya?

"Menikah denganku dan jadi ibu tiri dari ketiga anakku, maka hutangmu ku anggap lunas,"

Arabelle, hanya tersenyum menanggapi ucapan Nathan, tetapi Arabelle justru tak punya pilihan lain, semenjak hidup mandiri semua kartunya dan fasilitasnya telah dia serahkan pada keluarganya.

"Oke, deal! Setahun tidak lebih!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

Mobil berhenti tepat di depan gedung Instalasi Gawat Darurat. Belum sempat mesin benar-benar mati, Ara sudah membuka pintu lebih dulu.

"Ayo cepat!" Serunya.

Elang dan Alya langsung menyusul dari belakang. Mereka bertiga berlari memasuki rumah sakit yang masih cukup ramai meskipun malam telah larut. Langkah kaki mereka menggema di lantai keramik.

Ara langsung menuju meja resepsionis.

"Permisi!"

Seorang perawat yang sedang bertugas menoleh.

"Ada yang bisa saya bantu?"

"Pasien atas nama Theo Anderson." Ucap Ara cepat.

Perawat itu segera memeriksa data di komputer.

Beberapa detik kemudian ia mengangguk.

"Pasien baru saja selesai pemeriksaan awal."

"Di mana?" Tanya Ara.

Perawat menunjuk salah satu lorong.

"Ruang observasi nomor tujuh."

"Terima kasih." Ara bahkan tidak menunggu lebih lama. Ia langsung berjalan cepat mengikuti arah yang ditunjukkan. Elang dan Alya mengekor di belakangnya.

Semakin dekat ke ruang observasi, langkah Ara justru semakin cepat. Namun, di balik wajah tegasnya, dadanya sedang berdebar tidak karuan. Ia terus berusaha terlihat tenang. Tidak ingin Elang dan Alya ikut panik. Tetapi sebenarnya pikirannya dipenuhi berbagai kemungkinan buruk.

'Bagaimana kalau Theo mengalami cedera serius? Bagaimana kalau kepalanya terbentur? Bagaimana kalau kakinya patah? Bagaimana kalau...' Ara langsung menghentikan pikirannya sendiri.

'Jangan berpikir macam-macam. Tidak akan terjadi apa-apa. Bocah itu keras kepala sekali. Pasti baik-baik saja.'

Namun, semakin ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri, semakin kuat rasa cemas itu muncul. Tak lama kemudian mereka tiba di depan ruang observasi nomor tujuh.

Pintu putih itu tertutup rapat. Lampu di atasnya masih menyala. Ara mengembuskan napas panjang. Lalu mengulurkan tangan untuk membuka pintu. Seseorang menahan pergelangan tangannya.

Ara langsung menoleh. Elang, pemuda itu berdiri di sampingnya. Wajahnya terlihat serius.

Kening Ara langsung berkerut.

"Ada apa?" Tanya Ara.

Elang tidak langsung menjawab. Tatapannya bergeser ke pintu di depan mereka. Lalu kembali pada Ara. Alya yang berdiri di belakang ikut menahan napas. Ia penasaran apa yang akan dikatakan kakaknya.

Beberapa detik berlalu. Akhirnya Elang membuka mulut.

"Nanti..." Ucapnya pelan.

Ara menunggu, Elang menghela napas.

"Theo memang salah."

Ara mengernyit.

"Tapi..." Suara Elang semakin pelan. "Jangan marahi dia sekarang."

Keheningan langsung menyelimuti lorong rumah sakit.

Alya membelalak. Ia tidak menyangka Elang akan mengatakan itu. Ara sendiri terlihat sedikit terkejut. Elang jarang membela Theo secara terang-terangan. Apalagi meminta sesuatu pada Ara. Pemuda itu menundukkan pandangannya sesaat.

"Kita nggak tahu seberapa parah kondisinya." Lanjutnya.

"Kalau dia sadar nanti..." Elang terdiam sejenak. "Jangan marahi dia dulu."

Ara menatap Elang tanpa berkedip. Ia bisa melihat kecemasan di wajah pemuda itu. Kecemasan seorang kakak yang khawatir pada adiknya.

Beberapa saat kemudian ia menghela napas panjang.

"Elang..." Panggilnya pelan.

"Hm?"

"Aku datang ke sini bukan untuk marah." Suara Ara terdengar jauh lebih lembut dibanding biasanya.

"Aku cuma mau memastikan Theo baik-baik saja."

Untuk sesaat Elang terdiam. Entah kenapa dadanya terasa sedikit lega mendengar jawaban itu. Sementara Ara kembali menatap pintu ruang observasi. Tangannya perlahan meraih gagang pintu.

Pintu ruang observasi perlahan terbuka. Ara melangkah masuk lebih dulu. Diikuti Elang dan Alya dari belakang.

Namun, sebelum mereka sempat melihat kondisi Theo, suara tawa dua orang pemuda terdengar cukup keras dari dalam ruangan.

"Hahaha! Muka lo tadi lucu banget, Theo!"

"Untung cuma lecet, kalau nggak habis lo!" Tawa itu langsung terhenti begitu mereka melihat siapa yang baru masuk.

Ruangan mendadak sunyi. Ken yang sedang duduk di kursi langsung membeku. Almond yang sedang memegang minuman bahkan hampir menjatuhkan botolnya. Keduanya menatap Ara seperti melihat hantu.

"W-Wanita itu..." Gumam Ken.

1
Endah Lestary
agak aneh pemikiran anak tirinya dibuat seperti abg...ga mungkin diusia mereka bersikap seperti bocah....
syska
ᴛʜᴏʀ.. ɪᴊɪɴ ɢᴀʙᴜɴɢ ᴅᴏɴᴋ ᴅɪ ɢʀᴜᴘ ᴋɪsᴀʜ ᴅʀ. ᴋᴇɴ sᴀᴍᴀ ᴀʟʏᴀ.
.😍😍
Aisyah Alfatih: boleh kak boleh DM Ig Aisyah alfatih, atau masuk grup di sini nanti ada Wanya kakak
total 1 replies
lenny sukmasari
Luar biasa
tutut wahyuningsih
cerita nya 👍👍❤️❤️❤️
syska
ᴋᴇʀᴇᴇᴇɴɴɴɴ...
sʏᴜᴋᴀᴀᴀᴀᴀ ʙᴀɴɢᴇᴛ ᴄᴇʀɪᴛᴀɴʏᴀ.... 😍😍
Riana bere bere
suka banget sama setiap alur ceritanya...
Aisyah Alfatih: makasih kakak 💞
total 1 replies
Anelia Jg
good bgtt
Aisyah Alfatih: makasih kakak 💞
total 1 replies
Anelia Jg
siang thor mau gabung dong byr brp
Aisyah Alfatih: boleh kakak 🙏 bayarnya tergantung kakaknya bacanya yang mana, boleh langsng DM wa saya ya kak
total 1 replies
Sinta Dewi
ceritanya bagus Thor 😀
Uma
bagus
Enung Nurlaela
dari novel ini bnyak sekali ilmu yg didapat,author nya Ter the best ❤️❤️❤️
Aisyah Alfatih: makasih banyak kakak 🙏😭😭
total 1 replies
Fideli Deli
Thor boleh gabungin di grup kisah dokter Ken dan Alya dong🙏
Aisyah Alfatih: boleh kakak, langsung wa aku ya kak
total 1 replies
Itin
nah kan benar Ken.... 😬😬🤣🤣
Itin
Makin yakin saya kalo ini Ken...
tapi dia belum tau kalo yg mau dijodohin sama Alya
Itin
aku tebak yang mau dijodohin sama Alya si Ken... 😍😍
Alfia Amira
kamu yg bikin repot Lex 😂😂😂😂
QiDi
ken....
Itin
Reno nih...
Ga bakalan lolos... walau pake helm full face tetap keluarga Vasillo bisa ketemu kamu.
Alfia Amira
bayangkan , Kakak ipar lebih muda dari adik ipar 🤣🤣🤣🤣🤣
aksari
theo terbaik
👍👍👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!