Indonesia
NovelToon NovelToon
Dicerai Suami Dinikahi Bosnya

Dicerai Suami Dinikahi Bosnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Diana melihat suaminya mencium atasannya di mobil, kala hujan deras di depan rumah. Alih-alih minta maaf, Geo malah menceraikan Diana saat istrinya itu minta penjelasan. Bahkan kedua orang tua Geo menghina dan mengusir Diana dari rumah itu.

Tak hanya itu, Sandra wanita selingkuhan suaminya, yang ternyata adalah salah satu putri orang terpandang di kota itu, membayar orang untuk membakar toko orang tua Diana. Memaksa Diana mempercepat perceraian dan menyerahkan hak asuh anak mereka pada Geo.

Saat Diana merasa sangat putus asa dan terpuruk, karena tak punya sepeser pun untuk membayar biaya rumah sakit ibunya dan operasi ayahnya. Seorang pria datang mendekat dan berkata,

"Kamu Diana kan? mau menikah denganku? aku akan bayar semua pengobatan ayah dan ibumu. Juga mengambil kembali hak asuh putrimu!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Ravi masih menatap Diana. Mata Diana berkaca-kaca, Ravi jadi sangat khawatir.

"Diana, kamu kenapa? ada yang sakit? tidak nyaman?" tanya Ravi.

Diana ingin menangis, hatinya sangat terharu. Sampai dia tidak bisa mengatakan apapun.

Semakin mata Diana basah, Ravi semakin bingung dan sangat khawatir.

"Di... diana..." Ravi sampai tergagap ingin menyentuh lengan Diana.

Grepp

Diana memeluk Ravi, dan menangis di dada pria itu. Ravi segera membalas pelukan itu, tapi dia masih sangat cemas.

"Kenapa?" tanya Ravi lirih.

"Kenapa kamu baik sekali padaku, mas?" lirih Diana yang tak bisa menghentikan tangisannya.

Selama 10 tahun mengenal Geo, selama 7 tahun menjadi istri pria itu. Mana pernah pria itu memberikan hadiah untuk moment yang tidak seberapa penting. Apalagi sebuah cincin. Pakaian saja, Diana harus minta. Membeli perhiasan juga hanya untuk keperluan makan malam perusahaan, atau undangan pernikahan teman kerja. Selain itu, meskipun Diana hanya kebetulan melihat-lihat perhiasan saat mereka berjalan-jalan di mall, maka sebelum Diana berhenti, ibu mertuanya biasanya akan mengatakan 'jangan matrealistis, jadi istri harus pintar pilih mana kebutuhan utama mana yang gak penting' padahal cuma melihat.

Geo juga akan segera menarik tangan Diana, lalu pergi ke tempat lain. Seperti itu yang terjadi selama ini.

Tapi, dengan Ravi. Diana benar-benar dihujani dengan uang dan perhiasan, barang-barang mewah yang bahkan dia tidak pernah bermimpi mendapatkannya. Bukan itu saja, semua kata-kata Ravi, dan perhatiannya membuat Diana sangat takut, takut kalau semua ini tidak nyata.

Ravi menghela nafas lega, tadinya dia mengira kalau dia mungkin sudah menyinggung Diana, atau melakukan sesuatu yang tidak Diana suka. Ravi mengusap punggung Diana dengan sangat lembut.

"Aku mencintaimu, Diana. Apa seperti ini saja sudah baik? aku bahkan merasa belum melakukan apapun..."

Diana menarik dirinya dan menatap Ravi. Apanya yang belum melakukan apapun? Ravi sudah banyak membantunya, sampai Diana tak bisa menghitungnya. Sudah seperti itu masih bilang belum baik? Diana belum pernah bertemu dengan seseorang seperti Ravi itu.

"Kamu sangat baik..." ucapnya pelan.

Ravi tersenyum dan menyeka perlahan air mata di wajah cantik Diana.

"Hanya padamu" ucapnya membuat Diana kembali tak bisa berkata-kata.

Ravi meraih tangan Diana perlahan.

"Aku pakaikan ya? jangan dilepas sebelum aku beli berlian yang lebih besar!"

Diana tersenyum kecil, baginya berlian di cincin itu sudah sangat besar, masih mau membelikannya yang lebih besar lagi.

Setelah menyematkan cincin berlian itu di jari manis Diana. Ravi menatap Diana cukup lama.

"Kata John, kamu punya sesuatu untukku?"

Diana langsung membuka mulutnya,

"Iya mas, tapi... mungkin tidak sebanding dengan..."

"Asal itu darimu. Itu adalah hadiah paling berharga di dunia ini!" sela Ravi.

Diana menatap Ravi lagi, kenapa semua yang keluar dari mulut pria itu manis sekali. Apa mulutnya pabrik madu? Diana benar-benar heran.

Diana dan Ravi pergi ke kamar mereka, Diana memberikan dasi yang dia sengaja beli untuk Ravi. Ketika pria itu menerima hadiah dari istrinya, matanya berkaca-kaca. John sudah ceritakan semuanya. Hadiah itu di dapatkan dengan tidak mudah. Bukan masalah uangnya, tapi untuk membelikan Ravi dasi, Diana harus menerima penghinaan dari orang-orang yang telah banyak menyakiti istrinya itu.

"Terima kasih, ini hadiah terbaik yang pernah aku dapatkan seumur hidupku!"

Ravi kembali memeluk Diana, kali ini lebih erat dari sebelumnya. Diana juga membalasnya, dia bisa merasakannya kalau semua ucapan yang dikatakan Ravi itu sangat tulus.

**

Keesokan harinya, Diana keluar dari kamarnya. Ya, mereka masih tidur di kamar yang terpisah. Ravi ingin memberikan waktu pada Diana, supaya bisa menerimanya karena memang sudah bersedia membuka hati untuk Ravi, bukan karena merasa berhutang budi.

"Selamat pagi" sapa pria tampan dengan senyum yang begitu hangat dan dasi di tangan kirinya.

"Selamat pagi, mas"

"Bisa pasangkan untukku?" tanya Ravi memberikan dasi itu pada Diana.

Diana tersenyum dan mengambil dasi itu. Tapi Ravi memang lebih tinggi dari Diana. Jadi, wanita itu sampai harus berjinjit...

Mata Diana melebar, tangannya berhenti bergerak. Ketika pria di depannya membungkukkan tubuhnya di depan Diana.

"Kalau kamu berjinjit, nanti kakimu sakit" kata Ravi pelan.

Kalimat itu sederhana, sangat sederhana memang. Tapi bagi Diana, itu seperti sebuah perhatian yang begitu besar. Diana tersenyum dan memakaikan dasi itu dengan baik dan rapi.

"Sudah" kata Diana.

Ravi berdiri lagi dengan benar, dan menyentuh dasi itu.

"Bagaimana? aku tampan kan?" tanya pria itu dengan senyum lebar di wajahnya.

Diana juga tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum.

"Sangat tampan" sahut Diana memberikan jempolnya.

"Nyonya, tuan... sarapan sudah siap!" kata kepala pelayan menghampiri mereka.

Keduanya pergi sarapan bersama.

"Diana, mau ikut ke perusahaan?" tanyanya yang membuat Diana terkejut.

"Aku? ke perusahaan...?"

Ravi mengangguk.

"Biar semua orang tahu, kamu adalah pemilik perusahaan itu!"

Diana mengangkat bahunya. Dia pemilik perusahaan itu?

"Aku?"

"Semua hartaku milikmu, sudah dipindah atas namamu. Termasuk perusahaan itu. Itu milik mu, sahamnya 52 persen sudah aku pindahkan atas namamu! jadi, bagaimana? mau lihat bagaimana perusahaan mu?" tanya Ravi lagi.

Diana sungguh kaget. Tapi, kalau dia tanya kenapa Ravi sangat baik padanya, maka jawabannya adalah karena Ravi sangat mencintai istrinya. Tapi sebuah perusahaan? itu benar-benar tak pernah Diana bayangkan.

"Aku..."

"Diana, aku ingin tunjukkan pada orang-orang yang menghina kamu kemarin. Jangankan sebuah dasi, sebuah perusahaan saja bisa kamu beli!"

Diana terdiam, Ravi melakukan semua itu untuknya. Diana pun mengangguk setuju.

"Baiklah, nyonya Wiratama. Aku akan menunggu berganti pakaian!"

Diana mengikuti apa yang Ravi katakan. Dia ganti pakaian dengan setelan blouse dan rok panjang dengan gaya klasik senada dengan warna tas yang sudah disiapkan oleh Ravi. Sebenarnya yang menyiapkan buka Ravi, ada penata gaya yang mix and match setiap setelan dan gaun dengan aksesorisnya di ruang ganti yang terpisah dari kamar Diana. Ruangan itu sudah seperti butik. Sangat luas dan sangat lengkap.

Begitu Diana selesai, Diana menghampiri Ravi yang sedang bicara dengan John yang baru datang.

"Selamat pagi nyonya!"

"Selamat pagi tuan John..."

"Diana, panggil saja dia John!" sela Ravi.

Diana mengangguk paham. Ravi menyodorkan sikunya, supaya di gandeng oleh Diana.

"Mari nyonya Wiratama!" katanya tegas.

Diana pun menggandeng tangan Ravi dan segera keluar dari rumah. Mereka akan segera pergi ke perusahaan, John sudah menyiapkan semuanya. Para karyawan saat ini bahkan sudah dikumpulkan di lobby perusahaan. Entah bagaimana ekspresi Sandra dan Geo nanti setelah tahu kebenarannya.

***

Bersambung...

1
Maulidia Okta
sandra Kalo lihat ternyata suami bossa-nya adalah Diana... bisa nangis darah tu.... apalagi si geo..... nyesel kan.... jadinya
mimief
kejang kejang lah liat Diana di perusahaan
mana pemilik nya lagi🤣
karyawan aja pada sok ngehina pemilik 🫣
mimief
cuman...mang takut ya
ni orang kepalanya kepentok kali ya
Trus amnesia
eh liat kita sangkanya kita orang yg paling dicintainya 🤣🤣
lah kalau tetibaan dia inget lagi,gimana donk😔
mimief
lah aku pun
pasti bingung..
ini orang ,mesti gimana ya balesnya?
yula
💪💪💪💪💪thor
Noer Row_ling: gomawo ❤️
total 1 replies
Maulidia Okta
bang ravi, at jugaa mau donk perhiasanya...
Noer Row_ling: aku pun
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ya makanya banyak² bersyukur Dewi, sudah tau dah tua masih aja tak tau diri
Noer Row_ling: ho'oh bener itu
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Itang 🤔
Noer Row_ling: salah kak, mohon maaf lahir dan batin kaburrr
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Dewi ngapain sedih, itukan menantu yang katamu sempurna 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: betuulll
total 2 replies
🔵incha💘🏡s⃝ᴿ◌⑅⃝ͩ●
emg enak sokorrrr😄
Noer Row_ling: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Muft Smoker
krn bu Dewi gx pandai bersyukur bibi nova ,,
pandai ny cuma mengeluh aj dy
Muft Smoker: betul ,, betul ,, betul ,,
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sombong 😡
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
sunaryati jarum
Ya diterima dan dijalani Bu Dewi karena sudah pilihan kamu dan Geo
Noer Row_ling: iya kan ya
total 1 replies
Maulidia Okta
yaa dinikmati aja Ya bu Dewi....
hitung2 pembalasan dari diana
Noer Row_ling: iya jalur lain ya kan
total 1 replies
mimief
makan tuh mantu kaya
dia aja bisa seenaknya ngerebut ank lu dengan ga tau malu nya
bisa ngapain lagi ntar nya..
tebak aja
seruu kan hidup lo🤣🤣
mimief: 🤣🤣🤣🤣🫣🫣
perlu panggil babeh ga si
biar kasih paham Ama dia
total 4 replies
mimief
lah.. tersinggung pak?
marah?
lah emang fakta,gimana donk
udah mokondo ga tau malu lagi🫣🤣
Noer Row_ling: nah iya
total 1 replies
yula
💪💪💪💪💪thor lanjut
Noer Row_ling: gomawo ❤️
total 1 replies
yula
💪💪💪💪💪thor
Noer Row_ling: ❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Muft Smoker
krn km bodoh geo ,, 😉😁
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 5 replies
mimief
cuman jadi pemimpin keluarga nya aja ga becus
apa yg kau harapkan ketika dia harus Jadi pemimpin banyak orang
ya...ga bakalan mampu lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!