Indonesia
NovelToon NovelToon
The Mafia’S Possession

The Mafia’S Possession

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Roman-Angst Mafia / Cinta setelah menikah
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Jauhi suami saya!"

Teriakan melengking di sebuah kafe elit Manhattan itu meremukkan dunia Pearl Glow Hurt dalam sekejap.

Pria bertutur kata lembut yang dicintainya ternyata seorang penipu beristri. Demi menyelamatkan harga diri dari skandal yang memalu, Glow nekat membual bahwa kekasih aslinya bernama "Lean"—dan bersumpah akan mengelilingi New York untuk menemukan serta menikahi pria bernama Lean demi memvalidasi kebohongannya.

Pencarian impulsif itu membawa Glow ke sebuah bengkel kusam di Queens, memutuskannya berhadapan dengan Lean—seorang mekanik bersikap dingin yang mengintimidasi dan mengaku sebagai kanibal. Glow menganggap sosoknya hanyalah rakyat jelata bersikap sok misterius.
Namun, Glow tidak menyadari bahwa pria itu adalah Orion Leander Ashford, putra penguasa takhta kegelapan New York yang menjalankan bisnis senjata rahasia.
Ketika takdir bertabrakan di antara intrik dan bahaya, permainan nama Lean mendadak berubah menjadi pusaran cinta dan bahaya yang mengancam nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#23

Seminggu di Maladewa berlalu bagaikan mimpi di musim panas yang bergerak begitu cepat. Garis pantai berpasir putih dan air laut sejernih kristal kini berganti dengan pemandangan lanskap menara beton, deretan gedung pencakar langit yang menjulang tinggi, serta hiruk-pikuk kesibukan New York yang dingin.

Jet pribadi konsorsium Hurt baru saja mendarat mulus di landasan privat, menandai berakhirnya liburan bertajuk bulan madu yang dipenuhi dinamika percekcokan manis dan kejujuran tak terduga di antara kedua pengantin baru.

Saat melangkah keluar dari area terminal privat, Pearl Glow Hurt berjalan dengan keanggunan mutlak. Sikap tubuhnya begitu percaya diri—dagu terangkat tinggi, kaca mata hitam edisi terbatas bertengger di hidungnya, serta senyuman puas yang terukir di bibirnya.

Gaya melangkahnya seolah-olah ia baru saja pulang dari ajang karpet merah internasional untuk menerima piala Oscar atas keberhasilannya bertahan hidup bersama seorang pria yang ia juluki kanibal.

Namun, berlawanan dengan ketenangan dan keceriaan Glow, Orion Leander Ashford berjalan satu langkah di belakang istrinya dengan tingkat kewaspadaan tinggi.

Kemeja kasual yang dikenakan Lean membalut ketat bahu tegapnya. Di balik kacamata hitam yang menyembunyikan iris mata birunya yang setajam es, pandangan Lean menyapu setiap sudut area kedatangan privat. Setiap pergerakan bayangan di balik kaca gedung, kendaraan yang terparkir sejajar di sepanjang pelataran, hingga riak sekecil apa pun di sekitar mereka tak ada yang lolos dari pemantauan insting alaminya.

Sejak mereka menginjakkan kaki di apron bandara, Lean merasakan atmosfer yang salah. Ada tekanan tak kasatmata yang merayapi tengkuknya—sebuah perasaan familier bahwa ada mata-mata asing yang sedang mengintai dari kejauhan, mengikuti setiap jejak langkah mereka.

Ada yang membuntuti, batin Lean dingin. Rahangnya mengeras halus, sementara sebelah tangannya terselip santai di dalam saku celana—siap mencabut pisau taktis atau memberikan sinyal eksekusi dalam hitungan detik.

Namun, Lean sama sekali tidak membiarkan sedikit pun raut kewaspadaannya terbaca oleh Glow. Pria itu memilih menyembunyikan ancaman dunia bawah tanah itu di balik ekspresi datarnya yang biasa.

"Glow!"

Sebuah panggilan penuh kehangatan memotong keheningan saat mereka mendekati pelataran jemputan VIP. Seorang wanita bertubuh ramping dengan gaya pakaian kasual namun elegan berlari kecil menghampiri mereka dengan senyuman terkembang lebar.

Angelina—sahabat terdekat Glow—berdiri di sana, melambaikan tangannya dengan raut wajah penuh kerinduan.

"Angel!" jerit Glow gila, mengabaikan seluruh martabat anggunnya saat ia berlari kecil dan langsung menghambur memeluk erat tubuh sahabatnya itu. "Uh, aku sangat merindukanmu!"

"Aku juga sangat merindukanmu, glow!" balas Angelina seraya tertawa lepas, memeluk Glow kembali dengan hangat sebelum melepas lingkarannya dan menatap wajah sahabatnya dari atas ke bawah.

"Bagaimana perjalanan bulan madumu? Kau terlihat makin bersinar... dan sehat. Pria di belakangmu itu tidak memakanmu bulat-bulat, kan?"

"Tolong jangan ingatkan aku pada kelakuan anehnya selama di sana," cetus Glow seraya memutar matanya dengan dramatis, meski rona merah tipis mendadak muncul di pipinya yang tertutup riasan. "Dia benar-benar membuat kepala dan hatiku mau meledak setiap hari!"

Angelina terkekeh geli melihat reaksi sahabatnya, lalu melirik tipis ke arah Lean yang berdiri tegap beberapa langkah di belakang Glow. Sebagai wanita yang cerdas, Angelina sempat menangkap kilatan tajam yang teramat pekat dari balik kacamata hitam suami sahabatnya itu.

"Selamat siang, Tuan Bengkel," sapa Angelina pura-pura sopan, menganggukkan kepalanya tipis.

Lean hanya membalas dengan anggukan singkat yang dingin. "Siang."

Namun, di balik sapaan formal itu, insting membunuh Lean mendadak berteriak lebih keras. Udara di sekitar pelataran parkir privat itu berubah menjadi begitu pekat secara mendadak.

Lean menangkap pendar pantulan cahaya kecil yang mencurigakan dari arah atap bangunan garasi bertingkat yang terletak dua ratus meter di seberang mereka.

Kaca pembesar pebidik sniper.

"Glow, masuk ke mobil sekarang," perintah Lean dengan suara yang mendadak berubah sangat rendah, dalam, dan tanpa bantahan sedikit pun.

Glow menoleh dengan dahi berkerut kesal. "Lean! Aku baru saja bertemu dengan Angel! Bisa tidak kau jangan merusak momen bahagia ini dengan sikapmu yang—"

DOR!

Suara letusan senjata api yang dilengkapi peredam suara bergema halus namun mematikan, membelah udara New York.

Sebuah peluru berkaliber tinggi meluncur membelah angin dengan kecepatan supersonik. Mungkin Target utamanya adalah dada kiri dari salah satu tiga orang itu—sebuah tembakan terencana yang dimaksudkan untuk menghabisi seseorang di tempat.

Namun, tepat di pecahan detik yang sama, Lean yang sudah menyadari arah lintasan peluru bergerak dengan refleks monster.

Tanpa memikirkan keselamatan dirinya sendiri, Lean melempar tubuhnya ke depan, mendekap dan menindih tubuh Glow ke lantai beton pelataran demi melindungi istrinya dari jangkauan proyektil mematikan tersebut.

Pergerakan tiba-tiba yang menyelamatkan Lean dan Glow itu justru membawa dampak tak terduga. Peluru yang semula mengincar Lean dan Glow Didepan meleset dari sasaran utamanya, melintas cepat di udara, dan...

ZRRRTT!

"AAAGHH!"

Jeritan kesakitan yang melengking pecah di udara saat peluru tajam itu menyambar dan merobek jaringan kulit serta otot di lengan atas Angelina. Darah segar berwarna merah pekat seketika menyembur, membasahi kain kemeja putih yang dikenakannya dan menetes deras ke lantai beton.

"ANGEL!" jerit Glow histeris.

Dunia di sekitar Glow seolah runtuh seketika. Matanya membelalak sempurna, dipenuhi rasa horor yang luar biasa saat melihat sahabat karibnya limbung dan jatuh bertumpu pada lututnya sambil memegang lengannya yang mengucurkan darah segar.

"Angel! Ya Tuhan! Darah! Angel, kau terluka!" jerit Glow lagi dengan suara gemetar hebat, air mata seketika merebak di pelupuk matanya. Ia berusaha merangkak mendekati Angelina, tubuhnya gemetar dahsyat akibat guncangan trauma melihat pendar darah di depan matanya sendiri.

Lean yang masih berada di atas tubuh Glow seketika menahan bahu istrinya dengan cengkeraman kuat, mengurung Glow agar tetap berada dalam posisi merunduk di balik perlindungan bodi mobil SUV lapis baja milik mereka.

Di dalam benak Lean, amarah yang membara meledak bagaikan gunung berapi. Iris mata birunya berkilat merah dipenuhi niat membunuh yang teramat pekat. Pria itu menatap luruh ke arah titik koordinat sang penembak runduk di kejauhan.

Apa mereka Anak buah Reynal Space... atau penyusup dari kelompok lain yang mencoba mengacaukan wilayahku.

Lean meraih ponsel khusus di saku celananya dengan gerakan kilat, menekan tombol panggil cepat tanpa mengalihkan pandangannya dari area sekitarnya.

Di kejauhan, lima anggota pasukan elit Ashford yang menyamar sebagai pengawal pribadi dan tim pengawas rahasia sudah bersiap keluar dari kendaraan cadangan dengan senjata laras panjang.

"Tahan posisi! Jangan mendekat!" perintah Lean tegas melalui sambungan radio terenkripsi di telinganya.

Lean mengeluarkan instruksi dingin itu dengan pertimbangan yang teramat matang.

Jika ia menyuruh seluruh unit pasukan berdarah dingin milik Ashford keluar dan melakukan pembantaian terbuka di tempat ini, ia tahu betul apa yang akan terjadi: Glow akan ketakutan setengah mati padanya.

Istrinya—seorang gadis kaya yang manja dan feminim—saat ini sudah berada di ambang histeris hanya karena melihat luka tembak di lengan sahabatnya. Lean tidak bisa membiarkan Glow melihat sisi monster dunia hitamnya yang sebenarnya.

"Tetap di posisi perimeter," lanjut Lean dengan nada suara yang membekukan darah melalui earpiece-nya. "Arahkan unit dua untuk memburu pebidik di atap garasi barat. Habisi dia tanpa sisa, jangan biarkan ada yang hidup. Dan pastikan area ini tetap bersih dari media."

"Diterima, Tuan Muda," sahut suara dingin Eric dari seberang saluran sebelum sambungan terputus.

Lean menyimpan ponselnya kembali, lalu memutar tubuhnya untuk memeluk Glow yang kini menangis gemetar di dadanya.

"Lean... Angel... darahnya banyak sekali..." isak Glow dengan napas tersengal histeris, jemari mungilnya mencengkeram erat kemeja Lean seolah mencari pegangan di tengah badai ketakutan. "Tolong dia, Lean! Kumohon tolong Angel!"

Melihat istrinya begitu histeris dan gemetar di dalam pelukannya, ada denyut asing di dada Lean yang terasa mencubit pelan—rasa tidak tega yang belum pernah dirasakan oleh sang penguasa dunia hitam itu sebelumnya.

Lean mengusap bagian belakang kepala Glow dengan sangat lembut, menekan wajah istrinya ke dalam dada bidangnya agar Glow tidak lagi melihat genangan darah di lantai.

"Tenang, Pearl. Dengar suaraku," bisik Lean rendah, suaranya mendadak berubah begitu hangat dan menenangkan di tengah kekacauan tersebut. "Sahabatmu akan baik-baik saja. Aku ada di sini. Kau aman bersamaku."

Pria yang biasanya tak tersentuh itu membiarkan kemejanya basah oleh air mata Glow. Sembari mendekap erat istrinya yang masih ketakutan, Lean menolehkan kepalanya menatap Angelina yang kini ditangani cepat oleh pengawal pribadi untuk dimasukkan ke dalam mobil.

Tatapan mata biru Lean kembali berubah mematikan—sebuah janji darah bahwa siapa pun yang berani mengusik ketenangan orang-orang di sekitarnya hari ini, tidak akan pernah melihat matahari terbit esok hari.

1
Astrid Kucrit
gek sat set pria kanibal 🤣🤣
Astrid Kucrit: wkwkwkwowk 😂😂
total 2 replies
Astrid Kucrit
geli nggak glow 🤣🤣
Rosdianah 🌷: hahah 🤣
total 1 replies
Astrid Kucrit
jangan khawatir glow,suamimu sangat mencintaimu
Astrid Kucrit
seru nihh
Astrid Kucrit
hajar le 😂😂
Astrid Kucrit
siap2 pisah kamar 😂
Rosdianah 🌷: wkwkkw🤣
total 1 replies
Yusry Ajay
makin dag dig dug bacanya...keren Thor /Good/
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
hu... semangat 2 kk Thor 💪💪💪🤗
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii ma'aciww 🥳
total 1 replies
Astrid Kucrit
di hajar kamu glow 🤣🤣
Astrid Kucrit
selamat berbuka puasa 🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkwkw 🤣
total 1 replies
Yusry Ajay
gpp up dikit kk..yg penting tetap semangat 💪 berkarya 🤗🤗
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Bu Dewi
hari ini gak update tah kak..? bolak balik liat tapi belum ada update an/Smile//Smile//Smile/
pdhl penasaran ama kelanjutannya😍😍😍
Rosdianah 🌷: huhu author minta maaf ya kak 🙏🏻 author sedikit sibuk dunia nyata hari ini. besok up banyak 🫠
total 1 replies
Nita Nita
pada hal gampang buat glow tau siapa lean 😎
Rosdianah 🌷: wkwkw 🤭
total 1 replies
Hotmayanti Yanti
kayak Mr and Mrs Smith Thor😜😜😜
Rosdianah 🌷: ow iya kak, wkwk🤭
total 3 replies
Bu Dewi
update lagi dunkz kak😍😍😍😍😍
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Nita Nita
Glow bkn bisa nembak ya
safaana
cerita othor emang gak pernah gagal meskipun ada sedikit typo tapi ke tutup sama jln ceritanya semangat Thor semoga sehat selalu
Rosdianah 🌷: Ma'aciww banget kak🫶
total 1 replies
safaana
aku penasaran itu Leon Ama kakaknya di banting kemana Thor,,gak ada jejak
Rosdianah 🌷: nanti di bab selanjutnya kak 🙏🏻
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat 2 up Thor 💪💪
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
keren bgt🤗🤗orion...
Rosdianah 🌷: anak siapa itu🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!