Indonesia
NovelToon NovelToon
Balas Dendam Sang Mawar Hitam

Balas Dendam Sang Mawar Hitam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Bertahun-tahun setelah sebuah pembantaian menghapus keluarga Black Rose dari dunia mafia, Elena kembali dengan identitas sebagai seorang pelayan.

Tidak seorang pun tahu siapa dirinya atau alasan sebenarnya ia memasuki keluarga Bianchi.

Namun, putra pertama keluarga Bianchi, Leon mulai mencurigai wanita itu. Kebiasaan aneh dan tato yang wanita itu miliki, membangkitkan potongan ingatan dari masa lalu yang tidak pernah bisa ia pahami.

Sampai sebuah kesalahpahaman memaksa mereka untuk menikah.

Leon melihat kesempatan untuk mengawasi Elena lebih dekat. Sementara Elena menerima pernikahan itu demi satu tujuan yaitu membalas dendam.

Dua orang dengan tujuan tersembunyi terikat dalam satu pernikahan.

Dan, tanpa mereka sadari, pernikahan itu akan membuka rahasia yang menghubungkan masa lalu mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Pertama

Pesta kembali berlanjut setelah Leon dan Elena resmi menjadi suami istri.

Satu per satu tamu undangan naik ke pelaminan untuk memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai. Mereka tersenyum, menjabat tangan, bahkan sesekali melontarkan pujian tentang pasangan yang baru saja menikah itu.

Tapi, Leon dan Elena sama-sama tahu bahwa tidak semua senyuman mereka tulus.

Di balik keramahan yang mereka tunjukkan, terselip tatapan penuh hinaan dan rasa ingin tahu terhadap skandal yang membawa mereka sampai ke altar.

Elena tidak terlalu memedulikannya. Baginya, tatapan dan bisikan orang lain tidak lebih penting daripada tujuan yang sedang ia kejar.

Tapi, Leon berbeda. Setiap senyuman sinis yang ditujukan kepadanya tertanam kuat dalam ingatannya.

Hari ini seharusnya menjadi hari yang membanggakan. Sebagai putra sulung keluarga Bianchi, ia seharusnya berdiri di hadapan para tamu dengan kepala tegak dan menerima ucapan selamat atas pencapaiannya. Bukan berdiri di altar karena sebuah skandal.

Leon mengepalkan tangan di sisi tubuhnya. Ia mengingat wajah-wajah yang tersenyum penuh hinaan kepadanya.

Satu per satu, tidak akan ada yang ia lupakan.

Waktu terus berlalu. Tanpa terasa, langit di luar ballroom telah berubah gelap.

Para tamu yang sejak siang memenuhi ruangan mulai meninggalkan tempat itu. Suara musik perlahan mereda, meja-meja yang sebelumnya dipenuhi hidangan mulai kosong, dan suasana meriah berubah menjadi sunyi.

Kini, hanya tersisa keluarga inti yang ada di sana.

Victor dan Maria kemudian menghampiri Leon dan Elena.

"Sekali lagi, selamat atas pernikahanmu, Leon," ujar Victor dengan senyum puas. "Kamu benar-benar membuat Daddy bangga karena berani bertanggung jawab atas kesalahanmu."

Leon tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap ayahnya dalam diam. Tapi, beberapa detik kemudian, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum miring.

"Thanks, Dad," ucap Leon. "Tapi, aku harap, Daddy tidak akan menyesali keputusan ini."

Senyum di wajah Victor perlahan memudar. Tatapan keduanya bertemu, membuat udara di sekitar mereka, seketika menegang.

Maria yang menyadari perubahan suasana segera angkat bicara.

"Em... Hari sudah malam." Ia mencoba tersenyum, kemudian mengalihkan pandangan pada Elena. "Kamu pasti lelah, kan, Elena? Kami sudah menyiapkan kamar untuk kalian. Jadi, malam ini kalian menginap saja di sini."

"Aku tidak mau," jawab Leon terdengar tegas dan tanpa kompromi.

Maria terdiam. Tapi, sebelum ia sempat membalas, Daniel melangkah maju.

"Jangan begitu, Kak," ucap Daniel sambil tersenyum tipis. Senyuman yang sejak dulu paling Leon benci .

"Bagaimanapun juga, kalian sudah resmi menikah. Setidaknya, hargai usaha kami yang sudah menyiapkan kamar pengantin untuk kalian."

Rahang Leon mengeras. Tangannya mengepal erat. Ia tahu, Daniel sengaja memancing emosinya. Tapi, Leon mencoba menahan diri.

"Daniel benar," timpal Victor. Tatapannya beralih pada Elena. "Kamu istirahatlah malam ini. Besok pagi, jangan lupa pulang ke kediaman keluarga Bianchi."

Elena mengangguk pelan. "Baik, Tuan."

"Aku tetap tidak akan menginap." Leon berbalik, hendak pergi. Tapi, suara Victor menghentikan langkahnya.

"Leon! Jangan membuat masalah di hari pernikahanmu sendiri."

Leon menoleh perlahan dengan senyum tipis yang kembali muncul di wajahnya.

"Justru karena ini hari pernikahanku, Daddy tidak seharusnya memaksaku melakukan sesuatu yang tidak aku inginkan."

Daniel segera merangkul bahu Leon. "Mungkin, kakak hanya malu. Bagaimana kalau malam ini kita minum-minum? Biar kakak ipar ke kamar lebih dulu."

Leon melirik tajam Daniel. Tapi, dia hanya bisa mengikuti langkah pria itu saat menariknya ke pantry. Sementara, Elena di antar pelayan ke kamar yang sudah di siapkan.

Begitu memasuki presidential suite, Elena langsung tertegun melihat dekorasi kamar mereka.

Kelopak-kelopak bunga bertaburan di atas ranjang. Selimut dibentuk menyerupai dua ekor angsa yang saling berhadapan, sementara harum aromaterapi memenuhi ruangan. Cahaya lampu yang temaram membuat suasana kamar terasa begitu romantis.

Tapi, semua itu tentu untuk pasangan yang benar-benar saling mencintai.

Elena mendengus pelan. "Mereka niat sekali menyiapkan semua ini."

Ia mengangkat sedikit bagian bawah gaunnya, lalu berjalan mencari sakelar lampu.

Klik!

Begitu seluruh lampu menyala, suasana romantis itu seketika berubah biasa saja.

Elena melepaskan sepatu hak tingginya dan menghembuskan napas lega.

"Ah... Akhirnya."

Ia berjalan menuju meja rias, kemudian mulai melepaskan satu per satu aksesori yang sejak tadi terasa membebani tubuhnya.

"Ya ampun, kepalaku pusing memakai benda-benda ini."

Semuanya ia letakkan di atas meja rias. Setelah itu, Elena melepaskan hiasan rambutnya, sehingga rambutnya langsung terurai bebas di bahunya.

"Hah... Jauh lebih nyaman."

Elena berdiri, lalu berusaha membuka gaun pengantinnya. Tapi, saat tangannya meraih resleting di bagian belakang, ia langsung mengernyit.

"Kenapa susah sekali?" Ia mencoba menariknya sekali lagi. Tetap tidak bergerak. Elena mencoba lebih kuat, tapi gagal.

Ia mendengus kesal. "Bagaimana ini?"

Tepat saat Elena masih sibuk berusaha membuka gaunnya, pintu kamar tiba-tiba terbuka.

Leon masuk beberapa langkah tapi, pandangannya langsung tertuju pada dekorasi kamar.

Ia terdiam dengan alis yang terangkat. Tapi, perhatian Leon segera beralih saat melihat Elena yang tampak kesulitan membuka gaunnya.

Leon melipat kedua tangannya di depan dada dengan senyum miring yang muncul di wajahnya.

"Trik murahan."

Elena menatapnya melalui pantulan cermin. "Apa maksudmu?"

"Kamu sengaja berpura-pura kesulitan membuka gaun itu agar aku membantumu, kan?" Leon berjalan mendekat beberapa langkah. "Lalu, kita akan berada dalam situasi yang canggung dan romantis. Begitu?"

Elena menatapnya dengan wajah datar sebelum tersenyum sinis.

"Sepertinya, Anda terlalu banyak menonton film romantis, Tuan Leon."

Leon menggeram pelan. Ia memalingkan wajahnya namun, tatapannya justru tertuju pada pisau buah yang terletak di atas meja.

Sebuah ide berbahaya muncul di kepalanya.

"Baiklah." Leon meraih pisau tersebut. "Aku akan membantumu."

Elena langsung waspada.

Leon mendekat dengan pisau di tangannya. Dan, begitu berada beberapa langkah di belakang Elena, Leon tiba-tiba mengayunkan tangannya.

Tapi, serangan itu sudah terbaca. Elena bergerak cepat ke samping sehingga pisau itu menggores udara.

"Refleks yang bagus," ujar Leon sambil memutar pisau di tangannya. "Tapi, dengan gaun seperti itu, apa kamu pikir bisa terus menghindar?"

Elena terdiam. Bukannya takut, wanita itu justru tersenyum.

"Kita lihat saja nanti."

Tanpa ragu, Elena meraih bagian bawah gaunnya dan merobek sebagian kain yang menghalangi gerakannya.

Kini, kedua kakinya bisa bergerak lebih bebas.

Leon menggeram. Tanpa membuang waktu, ia kembali menyerang, tapi Elena dengan lincah menghindar.

Pertarungan pun pecah di dalam kamar.

Mereka bergerak cepat, saling menyerang dan menghindar. Meja, kursi, dan berbagai perabotan di sekitar, mereka gunakan sebagai penghalang.

Vas bunga terjatuh, bantal berserakan, kelopak bunga yang sebelumnya tertata indah kini berhamburan di lantai.

Tapi akhirnya, Leon berhasil menangkap tubuh Elena dan mendorongnya hingga terjatuh ke lantai.

"Akh!"

Elena meringis saat pinggangnya terbentur. Tapi ia tidak menyerah. Saat Leon lengah, Elena bangkit dan melompat ke punggungnya.

Tangannya melingkar erat di leher Leon, sambil menggigit leher bagian samping pria itu.

"Argh!" Leon berteriak kesakitan. Ia bergerak cepat, berusaha melepaskan Elena. Tapi, wanita itu mencengkeramnya dengan kuat, sehingga Leon kesulitan bernapas.

Akhirnya, Leon menjatuhkan tubuhnya ke belakang tepat di atas ranjang. Tapi, Elena segera melepaskan cengkeramannya dan berguling ke samping sebelum tubuh Leon menimpanya.

Keduanya kembali berdiri. Napas mereka sama-sama memburu.

Leon mengusap lehernya yang terasa sakit, kemudian memutar kepalanya perlahan.

"Ternyata kamu hebat juga."

Elena tersenyum tipis, tetapi tatapannya tetap waspada.

"Aku hanya tidak ingin mati konyol di malam pertama pernikahan kita."

Leon terdiam. Tatapannya berubah sejenak, seolah-olah menyadari sesuatu. Lalu, ia menarik napas panjang.

"Aku lelah. Kita bisa melanjutkan ini lain waktu."

Leon kemudian berjalan menuju ranjang dan membersihkan sisa-sisa kelopak bunga yang berserakan di atasnya, lalu merapikan bantal yang berantakan.

Melihat kesempatan itu, Elena langsung naik ke ranjang dan merebahkan tubuhnya.

Leon tersentak. "Apa yang kamu lakukan?"

Elena menarik selimut hingga menutupi tubuhnya. "Tidur." Elena memejamkan matanya. "Aku seorang wanita. Anda tidak mungkin menyuruhku tidur di sofa, kan?"

"Kamu..."

Leon kehilangan kata-kata, menatap Elena yang sudah memejamkan mata seolah tidak peduli dengan keberadaannya.

Leon menghela napas panjang. Ia akhirnya mengambil bantal, membawanya ke sofa, lalu menjatuhkan tubuhnya di sana.

Sebelum memejamkan mata, Leon sempat menatap Elena dari kejauhan.

Pernikahan ini adalah aib baginya. Tapi, semakin ia bersama wanita itu, semakin besar pula rasa ingin tahunya.

Elena Laurent, jelas bukan wanita biasa.

Dan, ia bertekad akan mencari tahu siapa sebenarnya wanita yang kini menjadi istrinya dan apa tujuannya?

1
Kustri
pengen'a kasih yg hitam spy sesuai... sayang'a gk ada🌹
+44
bentar lagi.. aku mencintaimu 🌚
Alissia
cemburu bilang dong jangan di geden gengsinya🤣🤣
Kustri
☕lah thor biar kalap UP'a😉
🇦 🇵 🇷 🇾👎
bucin lho kn cmbr kn😃
🇦 🇵 🇷 🇾👎: bnr😫😫😫
total 2 replies
Kustri
cemburu bilang boss! 🤣
💖💖💖
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Gengsi keknya, kak🤭
total 1 replies
Kustri
eummm.... ternyata leon bukan anak kandung victor
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Iyesss
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cp kh mrk
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Coba tebak!😌
total 1 replies
Kustri
owh owh siapa diaaa....
nyogok biar dobel up🤭
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Hari ini, udah q kasih double 😌
total 1 replies
Kustri
mgkin benar the reavan pelaku'a 20th yg lalu leon umur brp🤔
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Gak jauh sama Si El
total 1 replies
Kustri
siapa yg ngasih senjata ke elena!
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Aq/Grin/🤭
total 1 replies
Kustri
mgkin maria dijodohkan & daniel anak kekasih victor🤔
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Bukan gitu 🤧
total 1 replies
Kustri
itu viona apa perawan tua? apa dia gk ada kerjaan lain? apa gk punya tmpt tinggal?
huh benalu menyusahkan👊
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Dia udah berkeluarga 😃. Habis pesta, makanya nginep dulu di rumah mas Piktor🤭
total 1 replies
Kustri
wkwkkkk... kau laki" sejati, gk mgkin akan melewatkan itu🤣🤣🤣
Kustri
tenang leon bs jd el akan membantumu dlm sgl hal
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Atau, sebaliknya 😃
total 1 replies
Kustri
betul kata leon, qu jg bertanya" dr mana keahlian el didpt klo sehari" ada dipanti... tlg beri penjelasan sedikit thor mgkin 1 part u/perjalanan el🥺
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Belum ada penjelasan, tapi udah ada dugaan kalau identitas di palsukan 😌
total 1 replies
Kustri
eummm... daniel si munaf, serakah & pecundang👊👊👊
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
🇦 🇵 🇷 🇾👎
sk crtvny
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Thankiyu, kak 💜
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!