Indonesia
NovelToon NovelToon
Pernikahan Bisnis

Pernikahan Bisnis

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Pernikahan megapahit antara Raden Mas Arya Sena Soerjoatmodjo dan Lilianne Prameswari Djojodiningrat murni dirancang demi menyatukan kerajaan bisnis dua keluarga old money. Tanpa cinta, Arya yang dingin dan angkuh memandang ikatan ini sebatas transaksi bisnis, sementara Lilianne tumbuh sebagai putri manja yang impulsif dan gemar berfoya-foya. Tinggal di bawah satu atap justru menyulut perang dingin dan benturan ego antara tradisi serta kebebasan. Namun, saat intrik korporasi mulai mengancam dinasti mereka, Arya dan Lilianne terpaksa bersatu, perlahan meruntuhkan tembok gengsi dan membuka hati satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 29

***

Sepeninggal Gayatri, keheningan di kamar utama terasa memadat. Suasana canggung yang pekat berhembus di udara, menyisakan dua insan yang masih dibalut rasa salah tingkah usai godaan sang matriark.

Arya menghembuskan napas panjang. Jemari kekarnya menjangkau wadah porselen kecil pemberian ibunya yang tergeletak di meja samping tempat tidur. Pria jangkung itu menaiki tepi ranjang, berlutut di samping Lilianne dengan raut wajah kaku namun sarat akan kepatuhan murni.

"Lilianne..." bisik Arya parau. "Saya harus menjalankan titah Ibu."

Lilianne mendadak tegang. Wajah cantiknya merona merah jambu secara drastis. Jemari lentiknya refleks meremas pinggiran selimut tebal. "M-Mas Arya... aku bisa mengoleskannya sendiri di kamar mandi nanti."

"Tidak," pangkas Arya rendah namun teramat lembut, manik matanya yang sepekat malam menatap lurus ke dalam sepasang mata hijau istrinya. "Ibu bilang saya yang harus bertanggung jawab atas rasa sakitmu. Jangan menolak, Bunga liliku."

Dengan kehati-hatian yang luar biasa, Arya merapatkan tubuhnya. Tangannya terulur menyibak kain gaun tidur satin champagne yang membungkus tubuh molek Lilianne, menyingkap lebam kemerahan di leher, bahu, hingga paha mulus sang permaisuri.

Arya mengambil seoles salep beraroma herbal dingin itu ke jemarinya, lalu menempelkannya perlahan di leher Lilianne. Sentuhan hangat jemari tegap Arya bertabrakan dengan sensasi dingin salep, membuat Lilianne refleks menahan napas seraya meremas kain selimut.

Fuuuh...

Arya menundukkan kepala, meniup lembut area leher Lilianne persis seperti instruksi ibunya. Udara hangat dari napas bariton Arya yang berembus di kulit mulusnya seketika mengalirkan desiran aneh yang melumpuhkan saraf Lilianne.

"Bagaimana? Terasa lebih dingin?" tanya Arya halus, menatap wajah mewahnya dari jarak begitu dekat.

"I-iya... sudah lebih nyaman, Mas..." bisik Lilianne terbata, berusaha mengalihkan pandangannya dari tatapan intens suaminya.

Namun, momen puncak ketegangan romantis itu tiba tatkala jemari Arya perlahan merayap turun menyingkap selimut hingga batas pinggul. Rahang tegas Arya menegang hebat, peluh halus membasahi pelipisnya saat menyadari luka memar dan rasa ngilu terparah berada di area paling sensitif dan privat milik istrinya.

Lilianne membelalakkan matanya sempurna, memalingkan wajahnya rapat-rapat ke arah jendela seraya menutup matanya sekuat tenaga. Wajahnya membakar hangat oleh rasa malu yang tak tertahankan.

"Mas Arya... tolong pelan-pelan..." cicit Lilianne hampir tak terdengar, suaranya tercekat di tenggorokan.

"Saya berjanji akan sangat perlahan, Sayang," erang Arya serak. Tangannya yang gemetaran mengoleskan salep dingin itu secara amat telaten dan presisi di area sensitif Lilianne.

"A-ah... hnggh!" desah Lilianne refleks melengking halus tatkala sensasi dingin salep itu menyapu rasa perihnya.

Arya menahan napas, meniup lembut area sensitif tersebut dengan napas hangatnya yang teratur—Fuuuh... fuuuh...—berjuang mati-matian menahan gelombang gairah alami demi mengutamakan kesembuhan sang permaisuri. Momen intim dan sensitif itu mengikat batin mereka jauh lebih dalam daripada sekadar penyatuan fisik semalam.

**

Beberapa hari kemudian...

Kondisi fisik Lilianne telah pulih total. Rasa ngilu dan pincang di kakinya sirna sepenuhnya, digantikan oleh kesegaran tubuh yang terpancar dari kulit mulusnya. Pagi itu, Lilianne melangkah anggun menikmati udara segar di paviliun kaca yang menghadap ke kebun bunga mansion.

Tiba-tiba, gema suara lengkingan heboh terdengar membelah ketenangan lorong utama.

"Lilianne! Oh my God, Lili!"

Dua wanita bergaun haute couture melangkah terburu-buru menghampirinya. Clarissa dan Valeria—dua sahabat karib Lilianne sesama putri bangsawan dan socialite kelas atas—mendadak muncul dengan raut wajah penuh kekhawatiran yang menggebu-gebu.

"Lili! Kamu ke mana saja seminggu ini?!" seru Clarissa histeris seraya langsung memeluk Lilianne erat. "Telepon tidak diangkat, pesan tidak dibalas! Kami pikir kamu diculik oleh aliansi bisnis Soerjoatmodjo!"

Lilianne terkekeh anggun, membalas pelukan sahabatnya. "Aku hanya sedang beristirahat total, Clarissa. Ada sedikit urusan mansion yang harus kubereskan."

Valeria melipat kedua tangannya di dada dengan raut wajah bersungut-sungut. "Restorasi mansion atau gara-gara gosip murahan di luar sana? Lili, kamu tahu tidak? Jagat socialite Jakarta sedang riuh oleh berita bohong!"

Clarissa mengangguk cepat. "Benar! Ada majalah yang berani menulis artikel sampah bahwa rumah tanggamu retak karena ada pihak ketiga di masa lalu Arya yang kembali! Mereka bahkan menyudutkan namamu!"

Lilianne hanya menyunggingkan senyuman tipis yang teramat tenang. "Gosip media selalu seperti itu, bukan?"

"Tapi aku tidak terima!" pangkas Valeria berapi-api, dadanya naik turun emosi. "Kemarin malam di charity gala, saat beberapa wanita bermulut busuk mencoba membicarakan gosip itu di depan umum, aku langsung maju dan menepis berita itu tepat di depan muka mereka! Aku bilang, 'Saya ada di lokasi jamuan malam kemarin dan melihat sendiri betapa Pak Arya menyembah Nyonya Lilianne!' Mereka seketika tertutup mulutnya!"

Mendengar kecerewetan Valeria yang begitu protektif, Lilianne dan Clarissa tidak sanggup menahan tawa halus mereka.

"Terima kasih atas pembelaanmu yang sangat dramatis itu, Valeria," goda Lilianne dengan nada suara yang begitu manis.

Namun, sebelum obrolan mereka berlanjut, deru langkah kaki yang tegap dan berwibawa terdengar melintasi pintu kaca paviliun. Dua pria tinggi berjas kustom savile row melangkah masuk.

Gabriel dan Rafael Djojodiningrat—kedua kakak kandung Lilianne—berdiri anggun di ambang pintu.

"Lilianne," sapa Gabriel dengan suara bariton tuanya yang tenang namun tegas.

Lilianne berpaling seraya menyunggingkan senyum hangat. "Mas Gabriel? Mas Rafael? Kenapa kalian ke sini pagi-pagi?"

Rafael melangkah mendekat seraya mengacak pelan rambut blonde adiknya dengan kasih sayang. "Kami tidak bisa terbang kembali ke London dengan tenang sebelum melihat langsung kondisi adik bungsu kami dengan mata kepala sendiri. Apalagi setelah insiden peracunan pelayan itu..."

Seketika itu juga, atmosfer di paviliun kaca berubah drastis.

Clarissa dan Valeria, yang tadinya sangat heboh dan vokal, mendadak membeku kaku di tempat. Kedua gadis socialite yang biasanya lincah itu seketika merapikan gaun mereka, berdiri tegap dengan gestur yang sangat canggung dan kikuk di hadapan dua pangeran klan Djojodiningrat yang terkenal amat berkuasa dan dingin tersebut.

"E-eh... Halo, Mas Gabriel... Mas Rafael..." cicit Clarissa pelan dengan senyuman canggung yang dipaksakan.

Valeria bahkan refleks mundur setengah digit, menundukkan kepalanya halus dengan rona merah tipis yang tiba-tiba merayap di pipinya. "S-selamat pagi, Pangeran Djojodiningrat..."

Gabriel menyipitkan netra tajamnya, memberikan bungkukan kepala yang sangat formal dan kaku. "Selamat pagi, Miss Clarissa, Miss Valeria. Terima kasih telah menemani adik kami."

Rafael mengamati dua sahabat adiknya itu seraya menyunggingkan senyuman miring yang begitu menawan, membuat rona merah di wajah Valeria kian membakar.

Melihat kecangguhan luar biasa yang mendadak melingkupi dua sahabat hebohnya dan kedua kakaknya yang protektif, sudut bibir Lilianne terangkat membentuk senyuman miring yang amat jahil. Binar hijau matanya berkilat penuh godaan berkelas.

Lilianne melangkah santai ke tengah-tengah mereka, menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

"Wah... kenapa atmosfer di sini mendadak berubah sangat formal?" goda Lilianne dengan nada suara yang dibuat-buat polos. "Clarissa, Valeria... bukankah tadi kalian bilang sangat ingin berkenalan lebih dekat dengan kedua kakakku saat di restoran kemarin? Kenapa sekarang malah kaku seperti patung?"

Wajah Clarissa dan Valeria seketika membelalak sempurna!

"Lili!" jerit Valeria pelan dan tertahan dengan raut panik luar biasa.

"Dan Mas Gabriel... Mas Rafael..." sambung Lilianne seraya menoleh menatap kedua kakaknya dengan lirikan menohok. "Bukankah kalian bilang di London bahwa kalian butuh pasangan berbakat dari klan terpandang untuk mendampingi acara charity bulan depan? Mumpung Clarissa dan Valeria ada di sini, bagaimana kalau kalian mengobrol secara privat?"

Gabriel terbatuk kecil seraya merapikan jasnya karena salah tingkah, sementara Rafael terkekeh rendah menatap kejahilan adik bungsunya yang kini telah sepenuhnya kembali ceria dan memegang kendali atas situasi di sekitarnya.

Bersambung....

1
Mita Paramita
😍😍😍
Mita Paramita
Arya jadi suami siaga 😍😍😍
Helen@Ellen@Len'z
up byk ya 💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪thor 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Anonim
crazy up thor
falea sezi
sesuai janji q kirim bunga tuh🤭 lanjut banyakkk Thor
Heresnanaa_: wahhh, terimakasih Kaka, stay tune ya 🥹😚
total 1 replies
falea sezi
lanjut q kirim hadiah
Heresnanaa_: wahhh, maaciw kakak, stay tune ya beb🙏😚
total 1 replies
falea sezi
cantik tp otak kosong🤣 lu nyingkirin widya g mau kesaing🤣 tp lu g mau gantiin tugas dia layani laki lo🤣🤣 aneh gt ini cwek manja bisa nya apa shoping doank😒
falea sezi
nah gini🤣 aduin ke bumertua🤣 emank babu g tau diri si widya
falea sezi
harusnya di belikan buat anak yatim🤣 biar suami mu kagum 🤭
falea sezi
g suka cwek sombongnya kayak lily ini 🤣🤣 berharap dia itu lemah lembut cegil tp bukan sok jd cowok penasaran🤣
falea sezi
nyimak dlu klo bagus q krim bunga🤭
Mita Paramita
so sweet 😍😍😍
Mita Paramita
Liliane masih syok udah di unboxing paksa 😭 tinggal Arya nih yang mesti ngejar cinta Liliane
Arix Zhufa
up
Mita Paramita
akhirnya Arya unboxing Liliane 😍😍😍
Mita Paramita
Widya backstabbing 🤣🤣🤣
i got you 🔥🔥🔥
Mita Paramita
nice statement Liliane 😍
Mita Paramita
berkelas banget balasan Liliane ke ulat bulu Widya 🤣🤣🤣🤣
Mita Paramita
lanjut Thor 😍😍😍
ceritanya bagus berkelas 🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!