Sebuah rumah yang menyimpan rahasia besar selama ratusan tahun kini mulai membuat penghuninya terganggu.
Tak hanya gangguan mistis, pemiliknya juga mulai sakit sakitan dan mulai menyadari ada yang aneh dengan rumah yang dia tinggali itu.
Akankah pemilik rumah itu berhasil memecahkan misteri di dalam rumah yang sudah puluhan tahun dia tempati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Erni lemah
"Jayden, berikan selendang yang kamu pegang, akan aku buktikan pada sosok putih ini kalau yang namanya keabadian itu tidak ada untuk kita semua kecuali Tuhan" ucap Rukmini.
Meski ragu, Jayden memberikan selendang putih yang dia pegang, Rukmini langsung mengeluarkan energinya untuk membakar selendang itu. Sosok putih tak tinggal diam, dia dan tangan nyonya meneer yang terulur juga mengeluarkan energi mereka untuk menyerang Sahara, Rukmini dan Hala karena ternyata energi nyonya meneer ini terlihat berbeda, energi itu adalah campuran antara mahluk halus dan manusia yang punya ilmu tinggi.
"Apa dia manusia yang bersatu dengan Iblis" gumam Rukmini heran.
"Dimas, Hatta bawa Jayden dan Jessica pergi dari sini, kami yang akan mengurus tempat ini, di sini terlalu berbahaya" ucap Rukmini
"Tapi nek, energi Mahluk itu berbeda dengan yang sering kita lihat" ucap Dimas
"Tidak apa apa, kami akan segera Pergi kalau ada keanehan terjadi" jawab Rukmini
Bruk.
"Aduh, Sahara pusing..." lirih Sahara tiba tiba saja terjatuh.
"Kamu kenapa?" tanya Hala khawatir
"Sahara tidak tahu, rasanya lemas" jawab Sahara
"Tutup hidung kamu, sepetinya asap belerang ini beracun, makan buah Cherry ini" ucap Hala memberikan satu buah Cherry untuk Sahara yang tiba tiba saja menjadi lemah.
"Pergilah nak" ucap Rukmini
Meskipun Dimas tidak tega meninggalkan para jin pelindung itu, tapi Dimas harus menyelamatkan Jessica dan Jayden juga karena keduanya pasti di incar oleh nyonya meneer yang masih belum bisa keluar sepenuhnya dari tempat itu. Apalagi Dimas juga masih belum menemukan cara untuk melenyapkan sosok nyonya meneer itu.
"Jangan biarkan Jessica pergi, mata Ratri itu harus kembali padaku!" teriak nyonya meneer begitu menggelegar.
Ermi berusaha menghentikan Jayden tapi Hala menghalanginya, dia menyerang Erni menggunakan api yang dia keluarkan dari telapak tangannya.
"Apa maksudnya dengan mata Ratri?" tanya Rukmini yang masih berusaha membakar selendang Erni, tapi asap belerang itu terus membuat api yang di hasilkan Rukmini padam.
"Mungkinkah mata baru yang di dapatkan Jessica itu adalah mata Ratri?" tanya Hala
"Tapi ini sudah seratus tahun, bagaimana mungkin itu terjadi, mata itu pasti sudah hilang jika Ratri meninggal kan" jawab Rukmini
"Bisa nenek, Ratri itu pasti di alam gaib, dia hidup di sana dan memberikan matanya untuk Jessica" ucap Sahara
"Itu artinya tidak menutup kemungkinan Patricia dan Vincent juga masih hidup, bukankah Hannan melihat seorang nenek tua di dalam sana" gumam Rukmini
"Kemungkinan hidup mereka kecil, tapi aku yakin mereka punya ilmu untuk membuat mata itu masih bisa tetap utuh dan di berikan pada Jessica" jawab Hala
"Dan jika mata itu di berikan pada Jessica, itu artinya Ratri percaya Jessica bisa menjaga matanya dan bisa membuat Jessica melihat lagi" ucap Rukmini
Setelah menghalangi sosok putih itu dan memastikan Dimas juga yang lain menjauh dari area perkebunan yang sekarang sudah memasuki waktu suruf, Rukmini, Hala dan Sahara kini berkonsentrasi untuk menutup kembali portal yang sudah sedikit terbuka bahkan jika bisa dia ingin memasukkan sosok putih itu yang masih bisa terbang kesana kemari meskipun selendang miliknya sudah di genggam Rukmini.
"Kita butuh energi yang lebih banyak" ucap Hala
"Gandra!" panggil Sahara
"Aku di sini ratuku, aku akan membantu kalian" jawab Gandra
"Gandra.... Gandra ku..." gumam sosok putih itu berbinar ketika dia tahu ada bau Gandra di sana.
"Apa maksudnya Gandra ku" sinis Sahara
"Aku tidak tahu ratuku, mungkin dia penggemar ku dari masa lalu" jawab Gandra
"Pangeran Gandra, aku.. Aku Erni kekasihmu" ucap Erni tiba tiba saja berhenti menyerang dan mendekati Gandra.
Bruk.
"Jangan mendekat, hanya Sahara kekasihku dan dia juga Istriku! Ratuku!" bentak Gandra mendorong Erni hingga tubuh Erni terpental jauh.
"Tidak... Ini aku Erni, aku bahkan bersedia menjual jiwaku pada dukun itu agar aku bisa bersamamu, aku tidak bisa keluar dari perkebunan ini selama seratus tahun, baru setelah Jayden datang aku bisa keluar tapi... Tapi kenapa kamu tidak mau menerimaku?" tanya Erni
"Malah jadi perdebatan masa lalu, selesaikan dulu Gandra, Sahara tidak mau ada masa lalu Gandra menghantui rumah tangga kita yang harmonis" gerutu Sahara bersila karena tubuhnya sekarang sudah tidak lemas lagi.
"Erni! Tugasmu adalah tunduk padaku! Jangan berani kamu berkhianat atau keabadian itu tidak akan pernah kita dapatkan!" bentak nyonya meneer.
"Nyonya....tapi... Gandra..." lirihnya
Srak.
"Aakhhh!"
Sosok putih itu kembali di tarik oleh tangan nyonya meneer dan di Jambak hingga rambutnya mengeluarkan asap hitam.
"Ingat tugasmu, bawakan mata terakhir untukku atau Jessica! Dan setelah itu Gandra akan kamu miliki!" bentak nyonya meneer.
"Dih.. Pede sekali anda! Heh Patricia buduk! Makanya gaul dong kali kali lihat sosial media, Gandra itu sudah menikah, sudah punya tiga anak jin dan satu anak angkat manusia, jangan macam macam kamu ya dengan suami Sahara, tak kemplang palamu peyang!" kesal Sahara melempar bola api dari mulutnya ke arah tangan nyonya meneer.
Bola itu memang menghantam tangan nyonya meneer, tapi tidak bisa melukai nyonya meneer dengan parah, hanya kepulan asap saja yang terlihat tanpa bisa menggoreng kulitnya yang memang di penuhi luka bakar.
"Aarrggghhh! Aku tidak peduli, kalian hanya penghalang kecil untukku! Ratri saja bisa aku kurung dan aku jadikan budak, mana mungkin kalian yang lemah bisa mengalahkan aku!" sinis nyonya meneer
"Kamu bahkan tidak bisa keluar Patricia, nyonya meneer atau mungkin Mevrouw, julukan itu hanya pantas di miliki Ratri sekarang karena dialah istri Vincent" sinis Rukmini
"Vincent! Vincent sudah membuatku marah! Dia sudah membuat aku tidak bisa memiliki lahan perkebunan ini! Dia sudah berani mengacaukan ritualku untuk mengambil raga Ratri! tapi aku tidak marah lagi, karena aku sudah membunuh Vincent, dia mati dan Ratri juga mati di tanganku, matanya saja yang masih hidup" sinis nyonya meneer
Alis Rukmini mengernyit, dia tahu kalau Vincent itu sama sekali tidak menginginkan perkebunan, tapi kenapa Patricia mengatakan kalau Vincent tidak mengijinkan Patricia untuk memiliki perkebunan itu. Ada sesuatu yang lain dan nanti Rukmini aja bicara berdua dengan Kharissa.
Mereka kembali bertarung, kali ini kelompok Rukmini di untungkan karena meskipun tangan Patricia terus mengeluarkan energinya untuk menyerang, tapi Erni sudah terlihat kalah setelah di tolak oleh Gandra, itu membuat Patricia kesal hingga akhirnya dia menarik Erni ke dalam portal lalu portal itu kembali tertutup.
"Apa dia kabur dari pertarungan, sebenarnya sosok seperti apa dia" gumam Hala memeriksa portal yang kembali tertutup itu tapi dia tidak bisa menemukan jalan masuk lain.
"Tangannya itu tangan laki laki" ucap Gandra
"Maksud kamu?" tanya Rukmini
"Tangannya mirip tangan kuli bangunan mungkin" jawab Sahara
"Bukan begitu ratuku, bentuk tangannya mirip bentuk tangan laki laki, terlalu besar untuk ukuran tangan perempuan" jawab Gandra gemas mengecup pipi Sahara.
"Hihihihi.. Kirain" salting Sahara memeluk Gandra
"Ayo kita kembali untuk melihat Jessica" ajak Rukmini dan semuanya setuju.
ma'af thor mau nanya itu nyonya meneer sudah berdiri sejak taun berapa🤭🤭🤭