Indonesia
NovelToon NovelToon
BERMAIN API DENGAN CINTA

BERMAIN API DENGAN CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Obsesi
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

Bagi Cinta (24 tahun), moralitas tidak ada harganya jika dibandingkan dengan uang. Menggunakan paras cantik dan tubuh indahnya, penipu ulung ini selalu berhasil meloloskan diri setelah mengeruk harta korbannya.

Hingga suatu hari, sebuah tawaran senilai 10 Miliar Rupiah datang dari Nyonya Valen, seorang wanita kalangan elit. Misinya terdengar mudah: goda Tuan Maxim, jadilah selingkuhannya, dan buat pria itu setuju untuk bercerai.

Cinta mengira ini hanyalah pekerjaan biasa di mana dia yang memegang kendali penuh sebagai pemburu. Namun, dia keliru. Begitu terjebak di dalam mansion mewah Maxim, Cinta baru menyadari bahwa dia bukan sedang memburu, melainkan sedang masuk ke dalam sangkar emas. Nyonya Valen tidak sedang menyewanya, melainkan menumbalkannya untuk melepaskan diri dari jeratan seorang pria posesif yang sangat berbahaya.

Ketika semua jalan keluar telah tertutup, akankah Cinta berhasil meloloskan diri, atau justru terbakar oleh api permainan yang dia nyalakan sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERMIAN API DENGAN CINTA Bab 30: Jebakan Kata di Balik Topeng yang Hilang

BERMIAN API DENGAN CINTA

Bab 30: Jebakan Kata di Balik Topeng yang Hilang

Klik.

Pinto kayu jati berukir mewah dengan sistem pengaman elektronik itu terbuka perlahan, menyingkap interior kamar penthouse VVIP di lantai teratas Hotel Grand Kencana. Namun, atmosfer di dalam ruangan luas itu tidak serta-merta mendinginkan suasana. Sebaliknya, ketegangan seksual dan gairah posesif yang pekat justru semakin membeludak, membakar habis sisa-sisa udara bersih di ambang pintu masuk.

Maxim sama sekali tidak melepaskan tautan bibirnya.

Sesosok pria berkuasa itu terus melumat habis bibir merah menyala milik Cinta dengan dominasi yang luar biasa rakus. Tangan kekar sang CEO mencengkeram erat tengkuk Cinta, memenjarakan kepala wanita itu agar tidak bisa menjauh barang satu milimeter pun, sementara tangan lainnya mengunci pinggang ramping Cinta hingga tubuh mereka menempel tanpa jarak.

Ciuman itu begitu panas, menuntut, dan sarat akan amarah yang menggelegar. Maxim benar-benar sudah lupa daratan. Otak gila kendalinya telah lumpuh total oleh kombinasi rasa cemburu dan obsesi ekstrem. Pada detik-detik yang krusial ini, dia sepenuhnya lupa bahwa dia datang malam ini sebagai Tuan Maxim—sang penguasa Kencana Property Group yang dingin dan disegani. Sifat protektifnya yang meledak akibat insiden di kafe membuat insting bawah sadarnya mengambil alih seluruh ego kepemimpinannya, menuntunnya bertindak persis seperti Ethan, pria bertopeng yang selalu kelaparan akan sentuhan fisik wanitanya setiap kali mereka mengunci diri di dalam kamar hotel.

Namun, ada satu hal yang luput dari perhitungan sang serigala.

Di dalam dekapan kasarnya, tubuh Cinta perlahan-lahan menegang kencang bak patung pualam. Kedua belah bibirnya mengatup rapat, mengunci akses bagi lumatan lapar Maxim. Cinta sama sekali tidak membalas ciuman itu seperti yang biasa dia lakukan saat dia ingin memanipulasi pria-pria kaya di masa lalunya. Kedua telapak tangan lentiknya tidak lagi mengusap dada bidang Maxim, melainkan tertahan kaku di atas kain kemeja kerja sang bos, memberikan penolakan pasif yang sangat kentara. Jas biru dongker milik Maxim yang sejak di kafe menyelimuti bahu Cinta akhirnya merosot lepas dari tubuhnya, jatuh begitu saja ke atas karpet beludru abu-abu tebal tanpa dipedulikan oleh siapa pun.

Saraf-saraf di otak Cinta yang terlatih sebagai penipu ulung kini bekerja dengan kecepatan penuh di balik mata jelinya yang terbuka lebar di sela-sela ciuman mereka. Gelombang keanehan yang dia rasakan sejak di dalam mobil kini berubah menjadi sebuah kepastian yang mengerikan.

Gaya lumatan ini. Cara dia menggigit kecil bibir bawahku dengan frustrasi. Embusan napasnya yang memburu serak tepat di depan wajahku... semuanya terlalu identik.

Cinta mengingat kembali memori malam panas di kamar suite nomor 402 beberapa malam lalu. Saat itu, Ethan menciumnya dengan intensitas, ritme, dan keputusasaan yang persis sama seperti yang dilakukan Maxim padanya detik ini. Kebetulan ini sudah berada di luar batas kewajaran. Tidak mungkin dua pria berbeda memiliki aroma tubuh, postur kekar, dan gaya berciuman yang kembar identik. Terlebih lagi, pria ini baru saja membawa dirinya ke kamar penthouse VVIP Hotel Grand Kencana—tempat yang paling privat dan terisolasi yang hanya diketahui oleh dirinya dan Ethan.

Tidak mungkin... Ini sangat gila... batin Cinta menjerit histeris, jantungnya berdentum begitu keras hingga terasa menyakitkan di dalam rongga dadanya. Pria gila kendali yang berkuasa di atas takhta bisnis Kencana Property Group ini... apakah dia adalah Ethan-ku? Pria yang kubayar dua juta rupiah karena mengira wajah tampannya bisa dibeli dengan materi?!

Sadar bahwa wanitanya sama sekali tidak memberikan respons dan bertingkah sekaku es, Maxim perlahan-lahan menarik mundur wajahnya. Tautan bibir mereka terputus dengan benang saliva tipis yang samar. Napas Maxim memburu hebat, dadanya naik turun dengan cepat mencoba meredam gejolak panas di tubuhnya. Sepasang manik mata hitamnya yang menggelap total menatap lekat-lekat pada wajah Cinta yang tampak pucat dengan bibir yang sedikit bengkak.

Di bawah temaramnya lampu dinding bernuansa kuning hangat, keheningan di antara mereka berdua mendadak terasa begitu mencekam.

Cinta menatap lurus ke dalam sepasang mata hitam Maxim dengan kilat kecurigaan yang teramat dalam dan tajam. Kemeja sutra putih gadingnya yang robek di bagian bahu mengekspos kulit mulusnya yang kontras di bawah cahaya remang. Namun Cinta tidak peduli lagi dengan penampilannya yang berantakan. Sebagai wanita manipulatif, dia tahu dia harus mengunci kebenaran malam ini juga. Dia harus melempar sebuah umpan berbahaya—sebuah jebakan kata instan untuk memancing reaksi spontan dari pria di hadapannya.

Cinta memaksakan sebuah senyuman miring yang penuh intrik psikologis di bibirnya. Dia sengaja mencondongkan tubuh rampingnya, mengikis jarak di antara mereka hingga deru napas mereka kembali beradu. Dengan gerakan yang sangat lambat, dia mengulurkan jemari lentiknya, menelusuri rahang kokoh Maxim yang tegas, lalu berbisik dengan nada suara yang sengaja diturunkan satu oktav—menggunakan intonasi manja, rendah, dan mendayu yang biasa dia gunakan sebagai 'Vera' saat merayu Ethan di ranjang.

"Kamarnya sangat indah..." bisik Cinta, matanya menyipit penuh selubung misteri. "Apakah kamu merindukanku... Ethan?"

Mendengar nama itu dibisikkan tepat di depan wajahnya, akal sehat Maxim yang memang sudah berada di ambang batas kewarasan benar-benar runtuh total. Kabut gairah dan ego posesifnya yang ekstrem telah menutup seluruh memori tentang statusnya sebagai CEO Kencana Property Group malam ini. Dia sama sekali tidak tersadar dari blundernya. Dia tidak menarik diri. Dia tidak membeku ketakutan karena kedoknya terancam.

Sebaliknya, stimulus dari panggilan dan sentuhan "Vera" di lehernya justru mengaktifkan insting bawah sadar mode "Ethan" yang selama ini selalu tunduk dan tergila-gila pada wanita manipulatif di hadapannya.

Bukannya menjauh, Maxim justru menggeram rendah di dalam tenggorokannya. Suara kekehan yang serak dan sarat akan gairah liar menggema lambat. Kedua tangan kekarnya yang berada di pinggang Cinta mendadak bergerak semakin agresif. Tanpa peringatan, Maxim mengeratkan pelukannya di pinggang Cinta dengan sentakan kuat, menarik tubuh ramping sekretarisnya itu hingga perut dan dada mereka kembali bertubrukan dengan keras.

Maxim menundukkan kepalanya, mengubur wajah tampannya di ceruk leher jenjang Cinta yang putih mulus, menghirup dalam-dalam aroma parfum black opium yang memabukkan dari kulit wanitanya.

"Aku merindukanmu setengah mati, Kakak Cantik..." bisik Maxim dengan suara bariton yang mendadak berubah menjadi lebih serak, rendah, dan penuh dengan nada manja yang sensual—suara khas yang hanya dimiliki oleh Ethan di atas ranjang.

Jemari kasar Maxim bergerak naik, meremas perlahan kulit bahu Cinta yang terekspos di balik kemejanya yang robek, menyalurkan desiran panas yang membakar saraf tubuh mereka. Seringai dominan yang penuh kepuasan erotis terukir di wajah tanpa topengnya saat dia kembali mendongak, menatap lurus ke dalam sepasang mata jeli Cinta yang kini sudah terbelalak sempurna karena syok.

"Jika Tuan Maxim yang sok suci di kantor itu membuatmu dongkol sepanjang sore..." bisik Maxim lagi, bibirnya sengaja bergesekan perlahan dengan sudut bibir Cinta yang terluka, memberikan hembusan napas yang teramat intim. "Maka lupakan bajingan itu malam ini. Aku akan memuaskanmu sampai subuh menjelang, Vera... persis seperti yang kamu minta di pesanmu kemarin."

BOOM!

Dunia Cinta rasanya runtuh dan meledak tanpa sisa detik itu juga. Seluruh sistem saraf di tubuhnya mendadak lumpuh total oleh gelombang syok yang luar biasa dahsyat. Kata-kata Maxim yang mengalir tanpa beban barusan bertindak bagai palu godam yang menghantam seluruh kesadarannya hingga hancur berkeping-keping.

Kakak Cantik? Vera? Dia... pria ini...

Mata Cinta menatap wajah tampan di hadapannya dengan pandangan yang dipenuhi kengerian sekaligus ketidakpercayaan yang teramat sangat. Pria gila kendali yang duduk di kursi eksekutif pualam siang tadi, pria paling berkuasa yang baru saja menghancurkan saham perusahaan orang di kafe setengah jam yang lalu... ternyata adalah Ethan. Pria bertopeng yang selama ini dia anggap sebagai mainan sewaan murahan yang bisa dia kendalikan sesuka hati dengan uang dua juta rupiah!

Sandiwara besar ini ternyata tidak pernah dipimpin oleh dirinya. Sejak awal, dialah domba bodoh yang bermain-main dengan api di dalam kandang sang pemilik tunggal.

1
Lea
bagus GK ngebosenin ceritanya
Lea
lanjut
Lea
bagus..lanjut
Meysha Talitha Putri
bagus
Park ha: makasih 😍🙏🙏
total 1 replies
Fauzianurul 08
cepat² up yaaa
Park ha: 🤭🤭 aku usahain 2 bab sehari kak... gimnaa pendapat ceritanya? kalau berkenan kasih pendapat...
total 1 replies
the virtuso
izin mampir
Park ha: makasih udah mampir🙏🙏😍
total 1 replies
Abid Din
kak CPT update
Park ha: ok siap...tbw jangan lupa like kasih ulasan kritik saran... makasih😍🙏
total 1 replies
falea sezi
q kirim hadiah lanjut banyak thor
falea sezi
lanjutt
Park ha
moga suka wkkwkwk
falea sezi
nyimakk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!