Zaman baru di mulai setelah perang langit besar berakhir. Memusnahkan dua ras terkuat di tiga dunia , darah para dewa dan iblis mengotori dunia manusia. Di tengah tengah badai petir merah dan hujan darah , suara Isak tangis anak kecil pecah di antara puing puing patung dewa yang kepalanya telah patah. Ia bernama Shen Yan , membawa kekuatan kuno mata dewa yang berbahaya. Desas desus mengatakan "Jika mata dewa terbangun sepenuhnya maka dunia akan di lahirkan kembali atau membawa dunia dalam kehancuran".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elz., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5 : Kematian Kakek Bao Lao
Bab 5 : Kematian Kakek Bao lao
_________
Suara keributan terdengar di seluruh kota , orang orang berlari mengabarkan berita buruk yang datang dari luar Gerbang Kota. Itu membuat kehebohan di jalanan kota , memancing banyak penduduk yang keluar dengan rasa penasaran.
"Tim pencari harta di serang Pemburu Langit!"
Seorang pemuda memberi tahu semua orang bahwa kelompok pemuda dan orang tua yang terdiri dari 15 pemburu harta telah tewas di tangan para Pemburu Langit di kaki Pegunungan Phoenix. Semuanya tewas tanpa terkecuali , pemuda ini mengetahui berita itu dari seorang pengembara yang tak sengaja bertemu dengannya memberikan beberapa bukti plakat Paviliun Seribu Harta. Berita itu dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru kota.
_________
"Kreeeeek"
Pintu kayu rumah Shen Yan berderit pelan , beberapa wanita tua masuk ke dalam halaman rumah Shen Yan dengan ekspresi sedih. Mereka membawa beberapa bahan makanan dan beberapa uang roh lalu di tinggalkan di atas batu lebar di halaman. Shen Yan mengamati mereka , beberapa orang itu datang dan pergi tanpa kata. Membuatnya sedikit cemas.
"Kakek!" gumam Shen Yan pelan.
Ia mencoba berjalan keluar dari rumahnya , suara tangisan terdengar di berbagai rumah yang menandakan sesuatu telah terjadi di luar gerbang kota. Ia lalu memakai penutup matanya , melangkah ke jalanan kota yang ramai. Beberapa orang menatapnya dengan iba , bisikan bisikan simpati terdengar di telinganya. Shen Yan akhirnya bisa memastikan bahwa kakeknya tidak akan pernah kembali.
"Kakek , aku pasti akan membalaskan kematianmu! Aku berterimakasih atas kasih sayang mu selama ini!" gumam Shen Yan.
Hari ini banyak orang kehilangan anggota keluarganya , 15 orang pemburu harta tewas menyebabkan kota ini berkabung. Beberapa orang di antaranya adalah pemuda pemuda jenius kota yang menjadi harapan kota ini. Kakek Bao lao adalah salah satu korban yang tugasnya membantu membawa perbekalan.
Tepat di tengah kota , Bai Xuewei menyerukan perintah berkumpul di alun alun kota malam ini untuk melakukan penghormatan terakhir dengan upacara kematian.
"Bocah itu! Jika tidak ada yang merawatnya , ia akan mati kelaparan!" gumam Bai Xuewei.
Ia lalu melesat ke atas , berdiri di atas atap bangunan tinggi berlantai 3. Dari tempat itu ia menatap rumah kecil di sudut kota yang nampak sepi. Ia memikirkan nasib Shen Yan ketika di tinggal orang yang merawatnya. Ia lalu melesat ke arah rumah Shen Yan dengan cepat.
Sementara itu Shen Yan sedang bersiap siap untuk berkumpul di alun alun kota , ia membawa beberapa uang roh pemberian para wanita yang datang sebelumnya.
"Ada yang datang!" batin Shen Yan.
Benar saja tapak kaki mendarat dengan lembut di atas atap genteng hitam tetangganya. Ia adalah Bai Xuewei yang berdiri mengamati Shen Yan di halaman depan rumahnya , sementara itu Shen Yan bersikap seperti tak tahu kedatangan Bai Xuewei. Wanita pemimpin kota ini turun dan menunggu Shen Yan , ia benar benar berniat mengantarnya ke alun alun kota.
Aroma wanginya langsung membungkus tempat ini , Bai Xuewei menyapa Shen Yan pelan. Ia lalu memberikan sekotak kue untuk Shen Yan.
"Kau pasti sudah tahu , bukan?" ucap Bai Xuewei.
"Ternyata kakak yang datang. Iya aku sudah tahu dari orang orang!" jawab Shen Yan lirih.
"Ayo pergi bersama kakak!"
Shen Yan mengangguk , Bai Xuewei lalu membawa Shen Yan terbang menuju ke alun alun kota dengan cepat.
"Anak ini tidak terkejut saat aku membawanya terbang!" batin Bai Xuewei.
[Alun Alun Kota]
Semua orang telah berkumpul di alun alun kota , sebuah altar besar sudah di siapkan di atasnya. Seorang pendeta tua memimpin upacara itu dengan ritual khusus.
"Tap Tap"
Bai Xuewei tiba di lokasi dengan menggandeng tangan Shen Yan di sampingnya. Pemandangan itu sempat membuat semua orang penasaran , bagaimana mungkin anak kecil miskin itu mendapat perhatian khusus dari Pemimpin Kota yang selama ini di kenal dingin.
Upacara itu berlangsung cukup lama , beberapa keluarga terlihat sangat terpukul namun tidak bisa membalas dengan cara apapun. Semua orang tahu pelaku yang menyebabkan kematian anggota keluarganya adalah para Pemburu Langit. Setelah itu satu demi satu orang meninggalkan area alun alun kota , mereka semua kembali ke rumahnya masing masing tak terkecuali Shen Yan.
Shen Yan pulang dengan hati yang kosong , biasanya ada tawa kecil kakeknya kini terasa hening. Malam ini ia tidur sendiri , tubuh tua yang biasanya ada di sampingnya kini telah hilang. Jika saat membuka matanya secangkir teh telah menyambutnya , kini pagi harinya Shen Yan hanya duduk termenung.
"Aku harus keluar dari tempat ini! Aku harus mendapatkan kekuatanku kembali dan pulang ke alam dewa!" gumam Shen Yan.
________
[Satu Bulan Kemudian]
Sebulan setelah masa berkabung , penduduk kota mulai melupakan kejadian satu bulan yang lalu dan bersiap menyambut kedatangan Sekte Puncak Terang yang akan melakukan perekrutan murid baru. Kesempatan seperti ini adalah cara mereka mengubah nasib.
Sebuah panggung batu dengan lantai marmer putih berbentuk persegi telah di siapkan oleh Bai Xuewei. Itu adalah tempat yang biasa digunakan oleh mereka untuk menyambut acara perekrutan murid baru. Beberapa bendera Sekte Puncak Terang juga telah berkibar di sekitarnya , dua orang kultivator tahap Inti Emas telah bersiap dan berdiri di atas panggung. Mereka mengeluarkan sebuah monumen batu spiritual yang mempunyai 9 lapisan menumpuk. Ini adalah alat yang digunakan oleh mereka untuk mengukur bakat dan kultivasi calon murid baru.
"Hari ini kami dari Sekte Puncak Terang ingin memberi kesempatan kepada anggota keluarga kalian bergabung dengan sekte kami!"
"Dung Dung Dung"
Suara genderang telah di bunyikan , seluruh keluarga besar berkumpul membawa putra dan putri mereka yang telah di siapkan untuk mencoba tantangan monumen batu spiritual. Antusias orang orang pun membuat acara ini terasa begitu spesial.
_________
Sementara itu di rumah kecil sudut kota , Shen Yan masih berlatih di dalam lautan kesadarannya. Meningkatkan kultivasinya selangkah demi selangkah.
"Apa apaan ini! Pemurnian Qi lapisan ke 6! Aku seperti nyamuk di alam dewa!"
Shen Yan terkejut saat ini kultivasinya hanya ada di tahap pemurnian Qi lapisan ke 6 , ia menggerutu dengan sangat kesal. Namun sebenarnya meskipun kultivasinya berada di tahap Pemurnian Qi , namun ingatan pengetahuannya ada di masa kejayaannya.
"Oh iya , kata kakak Bai sekarang waktunya mendaftar masuk ke sekte!"
Shen Yan berlari keluar dari rumahnya , ia menuju area perekrutan murid baru. Setelah di lokasi ia sangat terkejut karena lautan orang telah berada di depannya. Dengan tubuh kecilnya ia hampir kesulitan masuk ke dalam arena.
"Apakah ini yang terkahir?!"
Ucap salah satu kultivator inti emas bernama Mu zan yang menjadi perwakilan dari Sekte Puncak Terang. Bai Xuewei di sampingnya menyapu pandangannya mencari Shen Yan yang sebelumnya ia perintahkan untuk mendaftar. Ia tak menemukannya , namun saat genderang penutupan akan di bunyikan suara anak laki laki terdengar di barisan belakang penonton yang berdesakan.
"Aku ingin daftar! Aku ingin daftar!"
Sebuah tangan kecil melompat lompat di tengah lautan manusia yang hadir , itu membuat perhatian orang tertuju ke arahnya. Orang orang cukup terkejut saat mereka tahu siapa yang berteriak ingin mendaftar.
"Anak cacat mata itu apakah punya batu spiritual?!"
"Tak tahu diri! Syarat pendaftaran nya saja pasti tak punya!"
Puluhan orang bergumam tak percaya dengan Shen Yan yang ingin mendaftar. Namun Mu zan memberikan kesempatan anak itu untuk maju dan mengatakan biaya pendaftaran pengujian ini adalah 20 batu spiritual.
"Apa! 20 batu spritual? Aku satu batu saja tak punya!" gumam Shen Yan.
Ia melangkah mundur dan tertunduk. Kejadian ini sempat menjadi bahan tertawaan semua orang , keluarga keluarga besar yang datang pun ikut menghina Shen Yan karena merasa jijik dengan kepolosannya.
"Aku akan membayarnya!"
Suara wanita tiba tiba terdengar di antara riuh cacian yang menerpa Shen Yan. Dia adalah Bai xuewei sang pemimpin kota. Semua orang mendadak diam karena yang berbicara saat ini adalah Bai Xuewei.
"Karena nona Bai sudah berbicara , maka silahkan maju , nak!"
Ucap Mu zan sambil melebarkan tangannya.
________