Sebagai seorang wanita karir dengan gaji milyaran pertahun, Raisya tidak keberatan membantu keluarga suami nya.
Termasuk membiayai kebutuhan keluarga kakak ipar nya, serta biaya kuliah adik ipar nya. Bahkan semua kekuarga suami nya minta tinggal bersama di rumah nya, Raisya tidak keberatan.
Tapi saat Neta hamil di luar nikah, mertua nya meminta Raisya untuk mengadakan acara pernikahan mewah untuk putri nya.
Raisya menolak keinginan mertua nya, sehinga semua kebaikan Raisya selama ini langsung lenyap dalam waktu sekejap.
Mertua dan keluarga suami nya Raisya bahkan dengan tega membawa wanita lain sebagai calon madu untuk Raisya, agar dia mau menuruti keinginan mereka.
Raisya menolak dan memilih untuk berpisah, tapi malah Raisya yang di usir dari rumah nya sendiri.
Raisya tidak tinggal diam di tindas oleh suami dan keluarga nya, dia membalas semua nya dengan menghentikan semua bantuan keuangan yang selama ini dia berikan, dan dia mengusir mereka semua dari rumah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
05
"Ma, Raisya semakin keterlaluan. Masa minta uang 5 juta saja buat biaya sekolah Bela aja Raisya gak mau kasih!" Cika berkata pada Mama Rika.
"Mama juga kesel banget sama Raisya, entah kenapa tuh anak akhir - akhir ini kok perasaan Mama dia udah mulai pelit!" Mama Rika pun berkata dengan kesal.
"Ini gak bisa di biarin Ma, lagi pula pernikahan ku kan butuh biaya yang besar. Gimana kalau Raisya gak mau bayar biaya resepsi nya?" Tanya Neta ikut kesal.
"Kamu tenang saja, pokok nya kamu terima beres. Masalah biaya biarlah itu menjadi urusan Raisya!" Jawab Mama Rika.
"Ma, Raisya masih gak bisa di telpon. Sedangkan pihak sekolah minta hari ini juga di lunasi biaya nya!" Cika berkata pada Mama Rika.
"Ma, gimana kalau sekarang kita ambil aja sesuatu di kamar nya Raisya. Aku pengen belanja nih, tapi Raisya sampai saat ini gak kasih aku uang!" Tiba - tiba Neta memberikan usul pada mereka.
"Betul juga itu, Ma. Lagi pula kita kan udah minta dari kemarin, tapi Raisya gak kasih uang nya. Gak salah dong jika ambil sesuatu milik nya sebagai ganti nya!" Cika ikut menimpali.
"Betul juga itu!" Jawab Mama Rika.
"Ayo, kita periksa kamar nya!" Ajak Neta dengan antusias.
Ketiga wanita yang berbeda usia tersebut bergegas menuju ke lantai atas, mereka menuju ke kamar nya Raisya dan Dimas. Ketiga nya mulai membuka satu persatu lemari milik Raisya, mencari sesuatu yang bisa di jadikan uang.
"Ma, lihat lah ini!" Pekik Neta saat dia berhasil menemukan sesuatu di sana.
"Apa itu?" Tanya Mama Rika.
Mama Rika Cika bergegas menghampiri Neta, mata mereka terbelalak saat melihat ada banyak perhiasan milik Raisya di dalam kotak itu.
"Wah, ternyata mbak Raisya punya banyak perhiasan. Pasti harga nya mahal!" Neta berkata sambil tersenyum.
"Kita ambil saja semua nya, Ma!" Usul Cika dengan serakah nya.
"Jangan Cika, jika kita ambil semua nya maka Raisya pasti akan curiga!" Cegah Mama Rika.
"Tapi sayang kan Ma, lagi pula Raisya udah pelit banget sama kita!" Ujar Cika lagi.
"Jangan sekarang, nanti kalau memang dia tidak bisa lagi kita kendalikan. Baru kita ambil semua nya!" Jawab Mama Rika.
"Ma, hari ini aku pengen belanja. Kalau gak di turuti, anak ku bisa ileran nanti!" Neta berkata pada Mama nya.
"Kita ambil ini saja yang ini, pasti harga nya mahal juka kita jua lagi. Uang nya akan kita gunakan untuk bersenang - senang!" Mama Rika berkata sambil mengambil sebuah cincin berlian milik Raisya.
"Apakah ini cukup Ma?" Tanya Cika lagi.
"Ini pasti cukup, ini adalah berlian!" Jawab Mama Rika dengan yakin.
"Udah ayo kita bereskan lagi, entar ketahuan oleh Raisya lagi!" Ajak Neta dengan cepat.
Mereka bertiga lalu mulai membereskan barang - barang yang tadi mereka buat berantakan, setelah itu mereka pun meninggal kan kamar nya Raisya.
Tanpa mereka sadari saat ketiga nya keluar dari kamar Raisya, bi Lilis melihat nya. Bi Lilis yang ingin membersihkan kamar nya Raisya langsung berhenti, saat dia menyadari ketiga nya ada di dalam.
'Ngapain mereka berada di dalam kamar nya Nyonya Raisya?' Bi Lilis berbisik di dalam hati.
Bi Lilis membatalkan niat nya untuk membersihkan kamar nya Raisya, dia menunggu mereka keluar. Bi Lilis memperhatikan mereka dari jarak yang cukup jauh, hingga mereka keluar dari dalam kamar nya Raisya.
"Mereka pasti mengambil sesuatu dari kamar nya Nyonya, ini tidak bisa di biarkan!" Guman bi Lilis sambil membersihkan kamar nya Raisya.
Mereka menjual cincin berlian milik Raisya sejarah 25 juta, uang itu pun mereka bagi 3 sama rata. Mereka pun berfoya- foya dengan uang hasil penjualan cincin itu.
******
Sore hari nya saat pulang dari kantor, Raisya melihat rumah dalam keadaan sepi. Dia tidak melihat keberadaan mertua nya dan juga yang lain nya.
"Bi, Mama dan yang lain nya kemana? Kok sepi banget?" Tanya Raisya pada bi Lilis.
"Nyonya dan yang lain nya lagi keluar, Nya!" Jawab bi Lilis.
"Apa mereka keluar sejak pagi?" Tanya Raisya lagi.
"Iya, tidak lama setelah Nyonya berangkat ke kantor mereka juga keluar!" Jawab Bi Lilis.
"Oh!" Jawab Raisya sambil menjatuhkan bokong nya di sofa.
"Nya, bibi mau bicara sesuatu sama Nyonya!" Bi Lilis berkata dengan suara lirih.
"Ada apa bi?" Tanya Raisya heran.
Raisya melihat raut wajah wanita tua di hadapan nya ini tampak tegang, Raisya merasa ada sesuatu yang tidak beres. Karena dia mengenal bi Lilis dengan baik, semenjak dia lahir ke dunia ini. Bi Lilis sudah ikut orang tua Raisya sebelum Raisya lahir ke dunia ini.
"Katakan bi, ada apa?" Desak Raisya.
"Tadi bibi lihat Nyonya Rika dan yang lain nya masuk ke dalam kamar Nyonya!" Jawab Bi Lilis demgan suara takut - takut.
"Apa? Mama dan yang lain nya masuk ke dalam kamar ku? Apa bibi tahu, apa yang mereka lakukan di sana?" Tanya Raisya.
"Tidak Nyonya, tapi saat mereka keluar seperti nya mereka sangat bahagia!" Jawab Bi Lilis lagi.
"Baik lah bi, terima kasih banyak karena telah memberi tahu ku!" Ucap Raisya.
Raisya bergegas pergi ka kamar nya, dia ingin tahu apa yang telah mereka lakukan di sana. Raisya melihat ke sekeliling, beberapa barang nya tampak sudah berpindah tempat.
"Hhmmm, seperti nya mereka mencari sesuatu yanh berharga di sini!" Guman Raisya.
Raisya membuka lemari pakaian nya, dia memperhatikan semua nya dengan teliti. seperti nya tidak ada yang hilang di sana, semua nya masih lengkap.
Raisya lalu beralih ke kotak perhiasan milik nya, dia membuka nya dan mata nya langsung tertuju pada tempat di mana dia menyusun cincin nya. Raisya menyadari salah satu cincin nya tidak ada di sana, cincin berlian yang dia beli di Paris 5 tahun yang lalu.
"Mereka mengambil cincin berlian milik ku, keterlaluan sekali. Baru satu kali aku tidak menuruti keinginan mereka, tapi mereka sudah berani mencuri perhiasan ku!" Raisya berkata dengan geram.
Raisya berfikir keras, bagai mana cara nya agar bisa membuktikan bahwa mereka yang telah mencuri perhiasan milik nya. Karena jika Raisya bicara langsung dengan mereka, maka mereka pasti akan mengelak.
"Aku harus melakukan sesuatu, karena aku yakin setelah ini mereka akan melakukan hal yang lebih dari ini!" Guman Raisya.
Raisya tersenyum, karena dia telah menemukan cara untuk membuat mereka tidak bisa berkutik lagi. Untuk masalah cincin ini, dia akan diam saja seolah- olah dia tidak tahu jika cincin itu hilang.
di dunia nyata ada gk ya modelan org2 bgni .. 😄