Seorang CEO Berkerja Di Cafe

Seorang CEO Berkerja Di Cafe

BAB 1 CAFE!!

"Kenapa masih kerja di Cafe, ayahmu tidak suka dengan perkerjaan mu itu". Tanya asisten pribadi nya, Joni

    Joni adalah seorang Asisten sekaligus teman dekat Brayen, sudah setia semenjak mereka kecil hingga sampai sekarang pun masih bersama walaupun beda posisi

"aku tidak mau ayahku tahu kalau aku kerja di cafe, dan aku menghindar dari perjodohan itu, aku belum siap untuk itu". jawabnya sambil merapikan pakaian kemeja Cafenya

" Kalau orang-orang cafe tahu, bosnya siapa dan seandainya mereka tahu kalau kau itu CEO terkenal pasti kaget mereka tuh". Ucap Joni

"Maka dari itu mereka jangan sampai tahu, awas aja kamu keceplosan, bilang... , hei brayen setiwangsa temanku, bos ku, jangan bicara seperti itu,". Minta Brayen tegas.

" iya, ok".

    Joni hanya menghela nafas bingung melihat kelakuan bosnya, entah apa tujuan dia itu. sampai sekarang masih bertanya-tanya

   Brayen melangkah melewati Joni, di ikuti oleh Joni dari belakangnya.

    Kemudian Brayen sudah mulai berkerja melayani pelanggan dengan antusias tersenyum ramah pada mereka yang akan memesan yang mereka inginkan. Brayen melangkah jalan untuk mengambil pesanan. Tidak lama brayen kembali sambil membawakan sebuah makanan dan minuman yang mereka pesan, meletakkan di atas meja di hadapan mereka dengan ekpresi tersenyum manis.

    Brayen terus berkerja pagi, siang hingga malam, sering waktu terus berjalan tanpa henti, semakin banyak pelanggan pada datang untuk makan di Cafe.

   Hingga waktu sudah jam pkl 10 malam, ia melepaskan baju kemeja mengganti dengan kaos polos berwarna biru tua, Ia melangkah jalan keluar dari dalam Cafe, Terlihat sudah kosong hanya dirinya saja yang belum pulang. Brayen bergegas menghampiri mobil yang terparkir di sisi jalan sana yang sudah ada Joni yang lagi menunggu di dalam mobil.

    Brayen masuk kedalam mobil samping Joni yang akan menyetir untuknya, tidak lupa menutup pintu. Mobil pun jalan meninggalkan tempat Cafe.

Di perjalanan____

"Ayahmu meminta kamu untuk pulang ke rumah, ada acara makan malam dengan keluarga teman ayahmu itu" Joni berkata sambil menyetir mobil menatap kedepan jalan.

"Makan malam? Untuk apa? ". Tanya Brayen

" Aku tidak tahu, tapi ayahmu meminta ku untuk menyampaikan pesannya padamu". Jawab Joni

"Males... aku tidak mau ke rumah". Ucap brayen

" Sebaiknya, ikuti kemauan ayahmu, sebelum nanti mengerahkan ajudan-ajudannya memaksamu untuk datang, tinggal pilih saja untukmu". Ujar Joni

"Astaga... se repot itu kah... hanya sekedar makan malam saja, apa begitu pentingnya? ".

" Bukan masalah penting, tapi menghargai ayahmu".

"Menghargai bagaimana? , dulu aku selalu mengikuti apa yang dia mau, sekarang giliran ku, melakukan apa pun untuk sendiri". Tegas Brayen

"Brayen!! jangan keras kepala deh... ini hanya sebuah saran saja, ikuti saja dulu, tidak membuatmu susah juga, iya kan? ".

" ok, aku akan datang, Puas ". Ucap brayen dengan nada sentil di sertai kesel.

    Mobil yang mereka tumpangi pun melaju cepat di tengah jalan melintas dengan mulus.

Brrrmmmm

Surrrrr

******

******

******

    Paginya, Brayen berolahraga di taman dengan mengenakan pakaian baju olahraganya, dengan sepatu putih tapi terlihat bagus dan bersih, mengenakan pakaian kaos olahraga terlihat stuktur tubuhnya begitu kekar berkasa otot-otot legan dan dada nya begitu gagah, hingga semua para wanita yang lewat berolahraga sambil lari terlihat mengagumi dan terpesona terhadap Brayen yang wajah tegas, pekas dan kekar membuat mata tidak berkedip.

   Brayen hanya berlari tidak menghiraukan setiap mata memperhatikan dirinya, ia acuh tidak acuh dengan berolahraga sendirian di halaman taman.

    Kemudian setelah berolahraga lari berkeliling taman, ia melangkah jalan di tepi jalan, tubuh kekar berkeringat, dengan rasa capek dan lelahnya berolahraga.

   Tidak lama kemudian Brayen berjalan memasuki kamar apartemen, rasanya tidak nyaman setelah berolahraga, seluruh badannya bau keringat, ia berniat untuk mandi, melangkah masuk ke kamar mandi

   Tidak lama, setelah sesudah mandi, kini brayen sudah bersiap untuk berkerja lagi dengan mengenakan pakaian kemeja Cafe terlihat gagah dan keren, melihat dirinya sendiri di kaca cermin yang besar, dengan rambut rapih terlihat tanpa. Setelah terlihat sudah siap, kini ia melangkah jalan keluar kamarnya.

   Sekarang Brayen sudah berada di cafe sedang melayani pelanggan dengan tersenyum manis pada mereka.

   Bersamaan itu terlihat seorang perempuan bersama satu temannya melangkah memasuki Cafe, Dia terlihat cantik sexy namun wajah nya terlihat tegas mata yang tajam seakan-akan dia memiliki sifat jutek, dia adalah Elina berusia 26 tahun sedangkan temannya bernama Sanfani seusianya

   Mereka duduk di kursi depan meja berhadapan, tidak lama seorang karyawan laki-laki datang untuk mencatat pesan yang mereka inginkan.

    Setelah dia catat berbalik melangkah pergi untuk mengambil pesanan.

   Kemudian mereka mengobrol sambil menunggu makanannya datang, terlihat asik seperti saling curhat satu sama lain,

   Saat brayen selesai melayani pelanggan terlintas tidak sengaja melihat dua wanita di sana yang sedang mengobrol asik, Wanita yang terlihat jutek itu sangat cantik hingga Brayen terpesona dengan sifat wanita di sana, brayen tidak menyangka akan bertemu lagi, setelah waktu itu ada sedikit masalah

    Tidak lama seorang karyawan laki-laki datang membawakan pesanan, namun saat ingin di hidangkan_____?

Bus....

    Tiba-tiba saja seorang perempuan datang mengambil gelas minuman yang di bawakan oleh karyawan cafe langsung menumpahkan minuman pada wajah wanita jutek itu yaitu Elina, di depan temannya

"HEI!! ". Sentak Elina di sertai terkejut

" RASAKAN ITU!! MAKANYA JADI ORANG JANGAN IKUT CAMPUR URUSAN KU! ". Tegasnya dengan nada lantang namun keras hingga terdengar para pelanggan yang lain di sana melihat keributan yang terjadi.

   ternyata yang berani menumpahkan Air minum adalah Adik dari Elina yaitu Dara usia 24 tahun

    Brayen yang melihat itu pun kaget, entah apa yang telah terjadi antara dua perempuan di sana. bergegas Melangkah jalan menghampiri mereka.

"KURANG AJAR KAMU!! ". Tiba-tiba saja Elina berubah menjadi amarah kesel.

" APA?? HAH? MAKANNYA JADI ORANG JANGAN SOK, BERMUKA DUA! SEENAK JIDAT, BILANG KE AYAH, HAH? ". Sentak Dara marah

"KAMU TIDAK TAHU, LAKI-LAKI YANG KAMU PERCAYA, ITU SEMUA HANYA BOHONG. AKU TIDAK TAHU DIA ITU SEPERTI APA! JANGAN JADI ORANG YANG BEGOK, DEH!! ". Tegas Elina dengan tatapan murka

" ALAH... AKAL-AKALAN KAMU SAJA.. PENGEN IYA KAN... HAH? NGAKU DEH.. TAHU.. KALAU ELOH... IRI SAMA GUA! ". Serentak Menekan

" IDIHH... ENGGAK SUDIH... IRI SAMA ELOH.. MENDING SUKA SAMA TEMBOK... LEBIH BAIK DAN PEDULI ". Ujar Elina

"Maaf nona sebaiknya jangan ada keributan di sini". Minta Brayen

" DIAM".

"DIAM".

     Di Jawab bersamaan oleh mereka dengan nada sentak, membuat Brayen terkejut mendengarnya. Seketika Brayen pun terdiam tidak bisa menghentikan mereka dengan kondisi mereka marahan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!