menceritakan perjalanan hubungan rumit antara Nadin, William (kakak iparnya), dan Jason (sahabatnya di Belanda), serta pengungkapan identitas ganda Nadin yang mengejutkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Smarrr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penguasa Belanda
"*Ya Sayang, bener banget, Kak Stev, belum kenal Om Felix aja, kalau sudah kenal pasti akrab" ucap Jason yang menambahkan panggilan sayang di depan William dan itu membuat suasana hati William semakin panas saat berada di mobil bersama Nadin dan Jason*
*"Kak Stev?" tanya Stevanie terkejut dengan panggilan Jason pada nya*
*"Jangan panggil Aku Kakak, kayak nya umur kekasih mu kurang lebih dengan umur Aku dan William" ucap Stevanie tak nyaman*
*"Oh ya bener, kita kan beda 5 tahun ya Sayang" ucap Nadin yang baru sadar jika umur kekasih nya sama dengan Kakak nya sendiri*
*"Nah kan bener, kalau gitu panggil aja Stevanie" ucap Stevanie tersenyum*
*"Ya deh Stevanie" sahut Jason tersenyum sambil mulai memarkirkan mobil nya di basement Apartemen Nadin*
*"Ayo Kak Stev" ajak Nadin yang langsung menarik tangan Stevanie untuk berjalan bersama*
Dengan nya sehingga Jason dan William berada di belakang kedua nya saat ini mengawasi mereka berdua tepat nya, kedua Pria tersebut hanya mengawasi Nadin dari belakang
*"Kapan kamu jadian sama Jason, Din?" tanya Stevanie penasaran*
*"Sejak balik ke sini Kak, ehmm, kira-kira 7 bulan kami sudah jadian" ucap Nadin mengingat hubungan nya saat ini dan Stevanie mengangguk*
*"Ayo masuk" ajak Nadin yang mulai membuka Apartemen milik nya yang di lantai ini hanya terdapat 2 unit saja*
*"Wow, keren banget, jadi ini unit mu dan itu unit Tante Lisa?" tanya Stevanie*
*"Ya bener banget, ini unit Nadin dan itu milik Tante" sahut Lisa yang juga baru tiba bersama Mami Stevanie dan juga Nadin*
*"Ayo masuk Kak, Nadin udah masakkan banyak sejak pagi tadi untuk kalian" sahut Lisa tersenyum*
*"Kayak nya sejak tinggal di sini kamu jadi rajin belajar masak Din" ucap Mami saat mulai menyantap makanan nya saat ini*
*"Iya Kak, Nadin sampai mengambil kelas memasak saat waktu senggang di Apartemen, maka nya sekarang dia jadi pintar masak, tau gak Kak, sejak Aku hamil empat bulan, Aku selalu sarapan minta Nadin yang buatin, soal nya Aku sempat mual terus menerus tapi kalau Nadin yang buatin sarapan, selalu habis Kak" cerita Lisa*
*"Ya ampun, jangan-jangan nanti Anak mu bakalan mirip sama Tante nya" sahut Mami tersenyum*
*"Yaitu Kak" ucap Stevanie*
*"Sayang, kayak nya Aku harus balik ke kantor deh" bisik Jason saat ini di sebelah Nadin*
*"Oh ya Sayang, kalau gitu, kamu pamit dulu aja ke mereka, ntar ku antar sampai bawah" ucap Nadin yang tau jadwal Sang Kekasih yang sangat sibuk*
Setelah selesai berpamitan pada semua nya, Jason yang di temani Nadin mulai memasuki lift dan turun ke bawah
*"Sayang, seperti nya Kakak Ipar mu sangat tidak senang pada ku" ucap Jason*
*"Biarin aja Sayang, gak usah di perdulikan" ucap Nadin dengan sangat cuek karena dia juga memperhatikan sikap William sejak tadi walau hanya beberapa kali bertatapan tanpa sengaja tadi*
*"Apa malam nanti kamu bisa mengantar ku ke Markas, Sayang?" tanya Nadin*
*"Bisa, Aku lagi luang, semua pekerjaan di Markas ku, sudah ku berikan pada Hans, Aku hanya mengontrol nya dari jarak jauh" sahut Jason*
*"Ooh begitu rupa nya, pantas saja kekasih ku terlihat banyak sekali waktu untuk ku" ucap Nadin dengan nada menggoda*
*"Jika itu menyangkut tentang mu, Aku selalu ada untuk mu Sayang" sahut Jason tersenyum*
*"Seperti nya dia mengikuti kita, Apa kamu ngerasain juga Sayang?" tanya Jason terkekeh*
*"Iya Sayang, Aku ngerasain dari tadi, tapi Aku tak perduli" ucap Nadin cuek*
*"Apa perlu Aku menghajarnya Sayang?" tanya Jason*
*"Gak perlu Sayang, kamu kan tau gimana kemampuan ku" ucap Nadin yang saat ini telah berada di Basement mobil, kemudian Nadin melingkarkan tangan nya di leher Jason dan mulai menyesap bi b1 r Jason yang sangat di sukai nya tersebut, begitu pun Jason yang sudah siap kedua tangan nya melingkar di pinggang Nadin dan membalas civman memabukkan yang Nadin berikan pada nya hingga kedua nya saling menyesap satu sama lain dalam waktu beberapa menit*
Setelah puas ber civman, Jason mulai masuk ke dalam mobil dan Nadin ingin kembali ke dalam lift untuk menuju Apartemen nya, kemudian Nadin memelankan langkah kaki nya, karena dia merasa Orang tersebut semakin mendekat
Dan...
Nadin langsung di tarik Pria itu menuju halaman samping Apartemen milik nya
*"Lepaskan Aku Kak William" ucap Nadin dengan nada dingin nya dan menarik tangan nya yang berada di genggaman William, namun tangan Nadin sama sekali tak terlepas dari genggaman William yang sangat erat tersebut*
...FLASHBACK 7 BULAN LALU...
Setelah kepergian Nadin, William yang memiliki sikap cuek dan dingin, membuat nya lebih sangat dingin kembali, aura kepemimpinan nya sangat dominan hingga siapa pun yang menjadi lawan dalam bisnis nya akan dia hancurkan hingga tanpa sisa
Stevanie yang melihat perubahan sikap dan sifat William hanya bisa diam dan memantau dari jarak jauh saja, karena sejak kepergian Nadin, William hanya akan pulang dari Kantor nya tengah malam dan kembali bekerja pagi hari, sehingga membuat Stevanie tak bisa mengobrol banyak dengan William dan itu selalu terus menerus hingga satu hari sebelum kedatangan Sang Mertua William kembali ke Mansion mereka berdua
"Stev, William, besok kalian berdua siap-siap, Mami mau bawa kalian berdua ikut ke Belanda, kita akan menghadiri acara kehamilan Tante Lisa, dia hamil pertama jadi harus di adakan acara" ucap Mami
"Tapi Mi, besok Aku ada kerjaan" ucap Stevanie yang langsung menolak
*"Gak ada penolakkan, besok hingga 3 hari ke depan, Mami mau kalian berdua kosong kan jadwal" ucap Mami dengan nada yang tak bisa di bantah*
". Gimana William, apa kamu bisa ikut?" tanya Sang Mertua
*"Bisa Mi, Aku akan memberitahu Sekretaris ku untuk mengosongkan waktu ku selama 3 hari ke depan" sahut William*
*"Tuh Stev, William aja bisa, udah besok kalian berkemas, kita akan berangkat pakai pesawat Pribadi milik Om mu, jadi Mami harap besok kalian sudah menyiapkan barang dan kita langsung berangkat" ucap Mami tanpa mau di bantah*
". Iya Mi" sahut Stevanie dan William bersamaan
...KEMBALI KE SAAT INI...
*Kak, lepas" ucap Nadin setengah berteriak dan William mulai melepasnya namun saat mulai di lepas tarikkan tangan Nadin, William langsung memeluk Nadin dengan sangat erat*
*"Din, Kakak merindukan mu, Sangat merindukan mu" ucap William dengan suara bergetar dan itu membuat hati Nadin yang paling dalam, mulai kembali merasakan getaran yang dulu nya hilang perlahan, sekarang kembali lagi*
*"Kak, bahaya kalau di liat sama Kak Stevanie" ucap Nadin*
*"Please Din, sebentar aja, Kakak lama tak melihat mu" ucap William saat ini dan Nadin yang bingung ingin melakukan apa saat ini, hanya bisa diam dan menunggu William melepaskan pelukkan dari tubvh nya*
*"Apa kamu pernah merindukan Kakak selama 7 bulan ini Din?" tanya William yang bersuara dan masih terdengar oleh Nadin jika suara William saat ini bergetar di pelukkan nya*
pertama novel "SENTUHAN KAKA IPAR" Novel ini akan diperbarui secara berkala di aplikasi ini. Aku Post bab baru setiap malem jam 12 malem ya. Selamat datang di halaman
tolong berikan dukungan kalian dengan cara memasukkan novel ini ke dalam rak buku(library), memberikan tanda suka (like), dan membagikan komentar hangat kalian! SetSetiap komentar dan dukungan dari kalian adalah kekuatan terbesar bagi saya untuk terus melanjutkan kisah ini sampai tuntas
tolong berikan dukungan kalian dengan cara memasukkan novel ini ke dalam rak buku(library), memberikan tanda suka (like), dan membagikan komentar hangat kalian! SetSetiap komentar dan dukungan dari kalian adalah kekuatan terbesar bagi saya untuk terus melanjutkan kisah ini sampai tuntas