Seorang wanita malang yang terusir dari rumahnya sendiri tiba-tiba saja terikat dengan sistem sang pengubah takdir setelah ditabrak mobil oleh saudari tirinya sendiri.
Mendapati dirinya tak mati dan malah terhubung dengan sistem sang pengubah takdir, akhirnya dia pun memilih untuk membuat kesepakatan dengan sistem tersebut. "Jika kau tak setuju dengan syaratku maka pergilah aku juga sudah tidak ingin hidup lagi" mendengar itu sistem yang baru pertama kali aktif pun langsung menyetujui semua syaratnya karena dia tak mau lenyap sebelum sempat menyelesaikan tugas apapun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae Linge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamu Yang Bodoh
Mendengar isi hati Elisa Su, Harun Li pun sempat hampir menjatuhkan cangkir teh yang sedang berada ditangannya sedangkan pangeran mahkota terlihat melebarkan matanya tak percaya, melihat itu Elisa Su pun semakin merasa tak puas "Kenapa tiba-tiba mata pangeran mahkota melotot seperti itu, apa jangan-jangan dia menjadi bodoh setelah memakan hidangan yang telah disajikan oleh pengawalku" ucap Elisa Su di dalam hatinya setelah melihat mata pangeran mahkota yang tiba-tiba saja langsung melotot keluar tanpa sebab apapun.
"Kamu yang bodoh, seluruh keluargamu yang bodoh" maki pangeran mahkota di dalam hatinya sembari mengepalkan tangannya karena menahan amarahnya, melihat itu Harun Li pun berdehem pelan "Ekhm, nona sebenarnya yang kami ingin tanyakan kepada nona terkait dengan pil penambah umur, apakah nona tau dimana kami bisa mendapatkan pil tersebut" ucap Harun Li yang berhasil membuat Elisa Su pun menegakkan tubuhnya sembari menatap ke arah Harun Li dengan mata yang berbinar "Ini dia sumber uangku" ucap Elisa Su di dalam hatinya dengan nada bahagia, mendengar itu pangeran mahkota pun berdecak kesal sedangkan Harun Li pun tersenyum tipis ketika melihat reaksi Elisa Su itu.
"Maaf kedua tuan muda bisakah saya tau dari mana kalian berdua mendengar tentang pil tersebut, lalu kenapa kalian juga menghubungkan pil tersebut dengan saya yang hanya seorang wanita lemah ini" ucap Elisa Su dengan ekspresi terkejut seolah-olah baru mengetahui tentang pil tersebut setelah itu berganti dengan ekspresi yang seolah-olah mengatakan jika dia tak tau apa-apa tentang pil itu, sedangkan di dalam hatinya dia pun sedang tertawa jahil "Hahaha, apa kalian pikir aku akan menjual pil tersebut dengan mudah kepada kalian, tentu saja itu tidak mungkin karena bagaimana pun caranya aku harus mendapatkan uang yang lebih banyak lagi dari kalian" ucap El di dalam hatinya sembari diam-diam menatap ke arah keduanya dengan tatapan liciknya.
"Benar-benar membuat emosi" ucap keduanya di dalam hati masing-masing, "Maaf nona kami belum memberikan penjelasan sebelumnya sebenarnya kami mengetahui semua itu dari jenderal Su dan dia juga yang menyuruh kami untuk menemui nona dan menanyakan langsung semuanya kepada nona" ucap Harun Li dengan sangat tenang hingga membuat Elisa Su pun tanpa sadar menganggukkan kepalanya paham, melihat kebohongan Harun Li yang sangat lancar itu membuat pangeran mahkota pun menatap tak percaya ke arah Harun Li "Benar-benar penipu yang tak tau malu" ucap pangeran mahkota di dalam hatinya lalu dia pun memutuskan untuk meminum tehnya kembali.
"Benar-benar ayah murahan yang sangat merepotkan, baiklah karena kalian sendiri yang datang maka aku pun tak akan sungkan lagi, apalagi ini berhubungan dengan ayah murahan itu tentu saja aku tak boleh bersikap lunak" ucap Elisa Su di dalam hatinya sembari menatap keduanya secara bergantian dengan senyum smirknya hingga membuat kedua tua muda itu pun bergidik ngeri dan tanpa sadar meneguk kuat ludanya sendiri. "Sialan kalau tau begini mana mungkin aku menggunakan nama jenderal Su" ucap Harun Li di dalam hatinya dengan penuh penyesalan karena dia sudah dapat membayangkan bagaimana uangnya akan dikuras hingga kering oleh nona muda yang ada dihadapannya ini.
"Baiklah karena tuan muda sudah mengatakan seperti itu maka aku pun tak lagi berlama-lama" ucap Elisa Su sembari mengeluarkan dua botol tempat penyimpanan pil yang mana masing-masing di dalamnya terdapat lima pil penambah umur "Sebelumnya saya akan jelaskan dulu jika pil penambah umur ini sangat berbeda dengan pil penambah umur yang beredar, karena hanya dengan meminum pil ini seseorang dapat memiliki tambahan umur sebanyak lima puluh tahun, selain itu pil ini juga memiliki fungsi mengobati luka juga dapat mendetoks racun maupun penyakit yang ada dalam tubuh seseorang" ucap Elisa Su menjelaskan pil penambah umur tersebut, mendengar itu kedua tuan muda itu pun semakin menginginkan benda tersebut dan itu semua dapat dilihat oleh Elisa Su dari mata keduanya sehingga membuat Elisa Su pun tersenyum tipis tanpa disadari oleh keduanya lalu dengan tenang dia pun menegakkan tubuhnya.
"Lalu dengan khasiat sehebat itu, menurut kedua tuan muda berapakah harga yang pantas untuk setiap masing-masing pilnya" ucap Elisa su yang berhasil membuat keduanya pun menegang untuk sesaat "Sial, ku fikir dia akan menjual langsung kedua botol tersebut dengan harga yang telah dia tentukan, kalau begini benar-benar akan membuat kami berdua kesulitan" ucap pangeran mahkota juga Harun Li di dalam hati mereka masing-masing bahkan keduanya pun sempat terlihat saling menatap untuk sesaat.
"Baiklah kalau begitu, karena sebelumnya harga pil penambah umur di pelelangan dihargai enam ribu tael emas, maka saya akan menawarkan harga sebanyak tuj maksud saya delapan ribu tael emas, bagaimana menurut nona" ucap pangeran mahkota setelah menimbang-nimbang awalnya dia ingin mengatakan tujuh ribu tael emas namun dia pun segera menaikkan kembali harganya setelah mengingat jika El mengetahui dirinya telah berhasil menjual kembali pil tersebut dengan harga tujuh ribu tael emas kepada perdana menteri kiri Hu, mendengar ucapan pangeran mahkota wajah El pun terlihat dingin seolah-olah mengatakan jika pangeran mahkota telah meremehkan pilnya, melihat wajah El yang menjadi dingin seperti itu Harun Li pun segera berpikir cepat.
"Nona bagaimana jika harganya sepuluh ribu tael emas untuk setiap pilnya" ucap Harun Li yang awalnya ingin mengucapkan harga sembilan ribu tael emas namun ketika melihat El yang tak puas dengan harga yang ditawarkan putra mahkota tadi sehingga dia pun memilih untuk langsung menaikkan harga sebanyak dua ribu tael emas, mendengar itu El pun berdehem pelan untuk menutupi rasa bahagianya "Hahahaha, beruntung aku benar-benar beruntung, mereka berdua benar-benar pembawa kekayaan untukku, selain itu mereka berdua juga benar-benar sangat royal, padahal tadi aku hanya berharap jika merka akan menaikkan harga sebanyak lima ratus tael emas lagi saja dari harga yang ditawarkan putra mahkota, namun siapa sangka aku malah mendengar tawaran sebagus ini" ucap Elisa Su di dalam hatinya sembari tertawa bahagia. Mendengar ucapan Elisa Su, keduanya pun merasakan sakit di dalam hatinya karena akan segera kehilangan begitu banyak uang, setelah mengetahui kebenaran itu pangeran mahkota pun segera menatap tajam ke arah Harun Li.
"Baiklah karena kedua tuan muda telah menunjukkan ketulusan kalian maka aku pun dengan berat hati akan menyerahkan kedua botol yang berisi pil penambah umur ini kepada kalian dengan segera" ucap Elisa Su dengan wajah tak relanya sembari mendorong kedua botol tersebut ke arah mereka berdua, melihat itu keduanya pun ingin segera mengambil botol tersebut namun belum sempat mereka menyentuh kedua botol tersebut, kedua botol tersebut pun telah ditarik kembali oleh Elisa Su, melihat itu keduanya pun menatap heran ke arah Elisa, mendapatkan tatapan seperti itu Elisa Su pun hanya tersenyum lembut seolah-olah tengah memberikan kode kepada keduanya, melihat itu Harun Li yang paham pun langsung menyerahkan uang sebanyak lima puluh ribu tael emas kepadanya, melihat itu Elisa Su pun segera menerima uang tersebut dan langsung memberikan satu botol pil kepada Harun Li, melihat kejadian tersebut pangeran mahkota pun segera mengikuti tindakan Harun Li dan berhasil mendapatkan pilnya.
"Terimakasih banyak kedua tuan muda atas kemurahan hati kalian berdua" ucap Elisa Su dengan suara senang dan senyum lebar di wajahnya melihat itu keduanya pun ikut tersenyum dan ingin menganggukkan kepalanya ke arah Elisa Su namun tak jadi setelah mereka mendengar isi hatinya "Hahaha, benar-benar dua orang kaya yang bodoh, aku benar-benar sangat untung hari ini" ucap Elisa Su di dalam hatinya yang berhasil membuat pangeran mahkota dan Harun Li pun sangat marah hingga segera pergi dari tempat itu tanpa mengucapkan satu kata pun, melihat sikap keduanya Elisa Su pun hanya terlihat heran untuk sesaat lalu kemudian dia pun kembali fokus dengan uang-uangnya.