Indonesia
NovelToon NovelToon
Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Status: tamat
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

🏆🥇 Juara 1, Yaww 2026 Periode 1, Kategori 2 💞 dan Juara Tema Kreatif.



Tasya tidak pernah memilih takdirnya. Dijual oleh keluarga pamannya demi menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut, ia melarikan diri dari sebuah kamar hotel mewah, tanpa tahu bahwa pria asing yang ia tinggalkan malam itu adalah Alex Roman Vasillo, pewaris keluarga mafia paling berkuasa di Jerman.

Tujuh tahun berlalu, setelah dia melarikan diri dari Berlin menuju Indonesia, tanah kelahiran Kakeknya.

Tasya hidup tenang di Indonesia bersama dua anak kembarnya, Kenzo dan Kenzi, yang tak pernah tahu siapa ayah mereka sebenarnya.

Sampai suatu hari, di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta yang berada di bawah naungan keluarga Vasillo, seorang bocah enam tahun dengan percaya diri memanggil seorang pria berjas mahal, pria itu Alex Roman Vasillo.

“Daddy!”

"Hah?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16

Beberapa menit kemudian mobil Mario berhenti di depan pintu IGD rumah sakit. Begitu mobil berhenti, Tasya langsung membuka pintu dan turun lebih dulu. Wajahnya terlihat tegang sejak sepanjang perjalanan.

Mario segera menyusul di belakangnya. Sambil berjalan cepat menuju pintu masuk, Mario berkata pelan,

“Nona Tasya.”

Tasya menoleh sekilas, Mario melanjutkan,

“Tuan Alex dan kedua anak Anda sudah tiba di sini.”

Langkah Tasya sedikit melambat.

“Di mana mereka sekarang?”

“Di depan ruang IGD.” Mario tidak mengatakan lebih jauh.

Ia belum memberi tahu Tasya tentang kondisi Kenzi yang tadi sempat mengalami reaksi alergi. Keduanya kemudian berjalan cepat menyusuri lorong rumah sakit. Beberapa detik kemudian mereka sampai di depan ruang IGD. Lampu di atas pintu masih menyala.

Di kursi tunggu depan ruangan itu duduk seorang anak kecil dengan wajah serius. Begitu melihat sosok Tasya dari kejauhan, mata Kenzo langsung membesar.

“Mommy!” Anak itu langsung berdiri lalu berlari ke arah Tasya.

Tasya langsung berlutut dan memeluk anaknya.

“Kenzo!”

Tangannya langsung memeriksa wajah dan bahu anak itu.

“Di mana Kenzi?”

Suara Tasya mulai terdengar cemas.

“Apa dia bersama kakek?" Ia menatap anaknya dengan khawatir.

“Dan kamu … kamu baik-baik saja?”

Tasya takut anaknya trauma karena kejadian dengan Alex tadi. Kenzo terdiam sebentar, matanya melirik ke arah lorong di belakang ibunya.

Alex sedang berjalan mendekat, langkahnya tenang seperti biasa.

Di sisi lain Mario juga menoleh lalu langsung menyapa dengan hormat.

“Tuan Alex.”

Alex hanya mengangguk sedikit.

Sementara itu Kenzo kembali menatap ibunya. Wajahnya terlihat lebih serius dari biasanya. Tasya semakin cemas melihat reaksi anaknya.

Ia menggenggam bahu Kenzo.

“Kenzo … jawab Mommy.”

Namun, Kenzo masih melirik ke arah Alex yang kini sudah hampir sampai di depan mereka. Suasana di lorong rumah sakit itu kembali dipenuhi ketegangan.

Lorong depan IGD menjadi semakin tegang. Kenzo menatap ibunya lalu berkata dengan pelan,

“Kenzi ada di dalam, Mom.”

Tasya langsung menegang, Kenzo melanjutkan dengan jujur,

“Tadi waktu di tempat Tuan Alex … Kenzi mengalami reaksi alergi. Jadi dia harus dirawat sementara.”

Ia menunjuk ke arah pintu IGD.

“Tapi Mommy nggak perlu cemas … Tuan Alex dan aku sudah membawa Kenzi tepat waktu.”

Mendengar kalimat itu, wajah Tasya langsung berubah. Ia perlahan berdiri dari posisi jongkoknya. Lalu, berbalik menatap Alex dengan tatapan tajam penuh kemarahan.

Alex yang berdiri beberapa langkah dari mereka menatapnya tanpa bicara. Langkah Tasya bergerak mendekat.

Plak!

Tangannya melayang menampar pipi Alex dengan keras. Suara tamparan itu menggema di lorong rumah sakit. Beberapa pria berseragam hitam langsung bergerak maju dengan cepat. Beberapa bahkan sudah mengangkat pistol mereka mengarah ke Tasya. Namun, Mario segera berdiri di depan Tasya. Tangannya terangkat menghalangi mereka.

“Turunkan senjata kalian,” ucap Mario tegas.

Para bodyguard ragu, Kenzo yang melihat itu langsung melebarkan matanya.

“Mommy!” Ia buru-buru memeluk pinggang Tasya dari samping. Namun, Tasya sama sekali tidak terlihat takut. Air mata sudah jatuh di pipinya tetapi tatapannya tetap tajam menatap Alex.

“Ini pertama dan terakhir kali saya berurusan dengan Anda!” Suara Tasya menggema keras di lorong.

“Jauhi keluarga saya!” Ia menunjuk Alex dengan penuh amarah.

“Anda memang orang kaya! Banyak uang! Dan terpandang di sini!”

Air matanya terus mengalir.

“Tapi Anda manusia yang tidak punya hati!” Semua orang di lorong itu terdiam. Bahkan, para bodyguard yang biasanya dingin pun terlihat terkejut.

“Anda tidak punya hak untuk menyakiti anak-anak saya!” Suara Tasya mulai bergetar.

“Bagi mereka Anda hanya orang luar!”

Ia menarik napas berat.

“Berhenti mengganggu hidup kami!”

Setelah mengatakan itu Tasya langsung menggenggam tangan Kenzo.

“Ayo!” Ia menarik anaknya untuk pergi dari tempat itu.

Namun, tepat saat mereka hendak melangkah pintu IGD terbuka. Seorang dokter keluar dari dalam ruangan.

“Siapa keluarga pasien Kenzi?”

Tasya dan Kenzo langsung berhenti, Dokter itu tersenyum menenangkan.

“Tenang saja, kondisinya sudah stabil.”

Tasya langsung menoleh cepat.

“Benarkah?”

Dokter mengangguk.

“Reaksi alerginya sudah kami tangani.”

Ia melanjutkan,

“Pasien akan segera dipindahkan ke ruang rawat inap.”

Mendengar itu, tubuh Tasya yang tegang akhirnya sedikit melemas. Kenzo juga menghembuskan napas lega.

Namun di belakang mereka, Alex masih berdiri diam. Bekas tamparan di pipinya masih terlihat samar. Tatapannya tertuju pada Tasya dengan perasaan yang sulit dijelaskan.

Lorong rumah sakit kembali dipenuhi suara roda ranjang pasien yang didorong keluar dari ruang IGD. Seorang perawat mendorong ranjang itu perlahan.

Di atasnya terbaring Kenzi. Wajah kecilnya terlihat pucat, di tangan kanannya terpasang infus. Tasya langsung berjalan cepat mendekat.

“Pelan … pelan sedikit,” ucapnya pada perawat dengan suara cemas.

Kenzo berjalan di sisi ranjang sambil menggenggam pagar ranjang kecil itu.

“Ken … kamu dengar Mommy?” bisik Tasya lembut.

Kenzi yang masih lemah hanya menggerakkan sedikit kelopak matanya.

Perawat kemudian berkata,

“Kami akan memindahkannya ke ruang rawat inap.” Tasya mengangguk dan mengikuti ranjang itu pergi.

Kenzo juga berjalan di sampingnya.

Di belakang mereka, Alex masih berdiri diam.

Tatapannya tidak lepas dari anak yang sedang didorong itu. Ketika matanya melihat jarum infus di tangan Kenzi, entah kenapa dadanya tiba-tiba terasa sesak.

Perasaan yang aneh dan tidak nyaman sangat asing baginya.

Mario yang berdiri di sampingnya memperhatikan ekspresi Alex dengan hati-hati. Setelah beberapa detik ia akhirnya bertanya pelan,

“Tuan Alex … Anda baik-baik saja?”

Alex tidak langsung menjawab. Matanya masih mengikuti sosok Tasya dan kedua anak itu yang semakin jauh di lorong.

Beberapa detik berlalu, barulah Alex berbicara pelan. Namun, kalimatnya membuat darah Mario langsung terasa dingin.

“Apa mungkin…” Alex berhenti sebentar, tatapannya masih tajam ke arah Tasya.

“Dia wanita tujuh tahun lalu yang aku suruh kamu cari?”

Mario langsung menoleh cepat, jantungnya berdegup keras. Alex melanjutkan dengan suara yang lebih pelan namun dingin.

“Wanita yang dulu … aku perintahkan untuk dibunuh.”

Mata Mario langsung melebar. Ia tidak menyangka Alex akan mengingat hal itu sekarang. Terlebih setelah melihat kemiripan wajah Kenzo dengan dirinya.

Mario menelan ludah, pikirannya langsung kacau. Alex adalah pria yang tidak pernah ragu mengambil keputusan kejam. Lalu, Alex akhirnya menoleh menatap Mario. Tatapannya tajam dan penuh kecurigaan.

“Apa kamu juga berpikir begitu?”

Mario terdiam, lorong rumah sakit tiba-tiba terasa sangat sunyi.

"Saya..."

"Atau kamu sudah mencurigai mereka dari kemarin?" tanya Alex, Mario terdiam menelan ludahnya.

1
frida
good job Thor terus lah berkarya
echa purin
👍
Ari Sawitri
bukannya sdh 9bulan ya di bab sebelumnya kok prematur ?🤔🤔
Ari Sawitri
team keamanan tp bukan buat istri dan anak anaknya. begitu kejadian br ada team keamanan. ini orang kaya bener bukan sebenarnya 🤔🤭😅
Sri Wulandari
akhirnya karma sdh menantimu kini giliran qm & istrimu yg akan menanggung smua perbuatan mu d masa lalu Arlond siap² sj qm mendapatkan hukuman yg setimpal dg apa yg telah qm lakukan pd kakakmu sendiri Arland
Sri Wulandari
gara² ingin hidup lebih baik qm rela kehilangan cinta pertama mu & menikah dg Merlin & qm lebih memilih mencintainya dlm diam tp lihat sprti apa hidupmu skrng hanya d manfaatkan sj sm klrg istrimu bahkan anak yg d kandung istrimu bkn anakmu & keserakahan tlh menghancurkan hidup kalian smua
Sri Wulandari
senjata makan tuan karma lngsng d byr lewat putri mu dulu qm membunuh Arlan & istrinya skrng qm akan mengulangi lg perbuatan kalian itu & putrimu & calon bayinya jg merasakan akibat dr k jahatan kalian bahkan akibatnya bakal lebih fatal
Sri Wulandari
knp qm g mencoba mencari tau apa yg sbnrnya terjadi dg klrg mu Tasya karna smua saling berhubungan termasuk tentang k matian k dua orang tuamu jg dendam 2klrg hingga saat ini
Sri Wulandari
harusnya qm jg curiga & waspada dg sikap Arlond kakek Rockhi karna selama ini dia yg sllu berusaha keras menyakiti Tasya siapa tau dia jg terlibat dg Jessy
Sri Wulandari
semakin qm berusaha menjauhkan Alex dr Tasya hubungan mereka akan semakin dlm & terikat... Jessy
Sri Wulandari
harusnya kakek buyut takut dg keturunannya yg ini mereka bs sj menghancur perusahaan mu jg bs menstabilkan kembal begitu jg dg mommynya
Sri Wulandari
menghadapi orang sprti tuan Vasillo qm mmng harus bersikap tegas & berani klu tdk qm akan d tindas & d remehkan apalagi dendam antara klrg kalian yg blm bs d lupakan oleh sm² k dua klrg & qm skrng ibaratnya masuk k sarang harimau kembali g bs maju pun mati
Sri Wulandari
kasian Tasya g punya tempat yg aman utknya & twins....kakek Vasillo bs menerima twins tp tdk dg Tasya apalagi klu tau Tasya cucu kakek Rockhi
Sri Wulandari
seandainya dr awal kakek Rockhi mau menceritakan smua sm Tasya pasti g akan ada k salah pahaman sprti ini sedangkan Arlond dia sprti kompor meleduk yg siap membakar apa sj supaya smua lebih membara
Sri Wulandari
Alex sdh menduga klu kakek Rockhi pasti tdk akan tinggal diam membiarkan cucunya Tasya menikah dgnya....
mslh Alex semakin rumit yg satu perjodohan yg d tentukan kakek Vasillo yg satu pernikahannya dg Tasya akan d pisahkan oleh kakek Rockhi d tambah k datangan Arlond yg akan membawa mslh buat Tasya & twins😔
Sri Wulandari
kakek Vasilo datang makanya Tasya & twins d pulangkan k rumah kakek Rocki tp d sana justru tdk aman ada pamannya yg jahat dtng utk bls dendam smoga Alex bs melindungi Tasya & twins dr pamannya yg jahat & serakah itu....
klu kakek Vasilo aq rasa g akan mslh dg kehadiran Tasya & twins mungkin dia akan sangat bahagia karna ternyata dia memiliki 2 penerus .... marahnya mungkin hanya sementara karna penerusnya itu ternyata msh k turunan musuh bebuyutannya jd rumit tp.... kedatangan Arlond mungkin akan membuka rahasia penyebab dendam antara 2 klrg Vasilo & kakek Rockhi
Sri Wulandari
untung Tasya & twins sdh pindah k rumahnya Alex klu tdk dia pasti ketakutan lg melihat kedatangan pamannya yg hampir menjualnya dulu waktu d Berlin
Sri Wulandari
membuka hati utk daddy twins beri dia kesempatan sebenarnya Alex tdk sejahat seperti yg qm pikirkan dia hanya sedikit sombong & keras kepala sm sprti Kenzo....Alex bersikap keras karna dia punya banyak musuh yg siap menghancurkannya kpn sj makanya hidupnya g suka d usik siapapun apalagi dia pernah mengalami trauma kehilangan orang tua sprti qm makanya instingnya utk melindungi diri & klrg sangat kuat
Sri Wulandari
qm khan seorang peretas Tasya harusnya qm bs melacak Dion lewat perangkat elektronik yg dia gunakan atau melacak keberadaan mobilnya atau apalah yg bs d lacak lewat internet....lha ini qm sprti kehilangan kecerdasan mu....panik boleh tp bodoh jngn😔
Sri Wulandari
apakah itu suara Dion 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!