Indonesia
NovelToon NovelToon
AMIRA MENANTU TERBUANG

AMIRA MENANTU TERBUANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: santi damayanti

Dua tahun menikah
berpisah setelah akad bahkan belum pernah malam pertama
amira menunggu dengan sabar
mengabdi kepada keluarga suami
tapi setelah dua tahun berpisah
kata yang pertama dari suaminya adam "Amira aku akan menikah lagi"
bagaimana kelanjutannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11 MENAFKAHI PACAR

"Adam... apa yang kamu sembunyikan dari Ibu?!" tanya Mirna dengan mata melotot, menatap anak kesayangannya itu dengan menuntut.

Amira menyandarkan punggungnya santai, menatap Adam tanpa belas kasihan. "Mas Adam mau sampai kapan berkelit? Aku masih memegang rapi seluruh bukti mutasi rekeningku."

Amira merogoh ponselnya, lalu menggeser layar dan memperlihatkan deretan bukti transferan bulanan dari Adam. "Mas Adam hanya memberiku 10 juta rupiah per bulan."

"Tidak mungkin!" potong Mila kesal. "Ditransfer 10 juta mana cukup buat hidup serumah?! Tadi saja sudah kepotong 11 juta! Listrik, makan sembako, dan kebutuhan lain-lain pakai uang siapa, hah?! Masa pakai uang kamu?!"

"Ya memang pakai uangku... Sama seperti uang Mbak Mila yang ngutang terus ke aku tapi tidak pernah dibayar," sahut Amira santai.

Wajah Mila mendadak pucat. "Aku tidak pernah ngutang sama kamu ya!"

"Baiklah... Besok aku unggah di Instagram bukti transferanku ke Mbak Mila, biar Mas Doni tahu," amcam Amira mengedipkan mata.

"Diam kamu, Amira!" bentak Mila panik setengah mati.

Ridwan ikut mengernyit tak percaya. "Amira, jangan berbohong! Mana mungkin kamu nombokin uang keluarga?!"

"Lalu siapa yang nombokin? Mas Ridwan? Atau Mbak Lusi?" sindir Amira menohok.

"Kalau begitu, bukti mutasi rekening itu pasti palsu!" sergah Sonia tak mau kalah.

Amira menghela napas jengkel. "Mas Adam, bicaralah. Kalau kamu terus diam, aku akan mencetak bukti transferan ini dalam ukuran jumbo dan kujadikan baliho di depan gang!"

Adam memejamkan mata erat-erat. Wajahnya makin pucat dipojokkan seperti itu. "Iya! Aku memang cuma kirim 10 juta per bulan pada Amira!" aku Adam putus asa. "Aku sudah menghitung semuanya. Uang 10 juta itu lebih dari cukup untuk biaya hidup Bapak, Ibu, Sonia, dan Amira... Tapi ternyata..."

Suara Adam menggantung. Ruang tamu mendadak hening seketika.

Semua orang terbelalak. Kenyataan menghantam muka mereka: apa yang dikatakan Amira seratus persen benar! Selama dua tahun ini, Amira-lah yang diam-diam menutupi seluruh kekurangan uang keluarga mereka. Rasa malu sempat terlintas di wajah Mirna dan anak-anaknya, tetapi gengsi menutup rapat mulut mereka untuk meminta maaf. Bagi mereka, Amira hanyalah anak yatim piatu sebatang kara yang tak layak mendapat penghormatan.

Namun, fokus Ridwan mendadak bergeser. Otak liciknya berputar cepat.

"Apa yang kamu lakukan itu sudah benar, Adam!" seloroh Ridwan tiba-tiba dengan senyum merekah.

"Apanya yang benar, Mas?" tanya Lusi bingung.

"Kalau Adam cuma kirim 10 juta ke Amira, berarti sisa 20 juta per bulan masih dipegang Adam, kan?! Berarti Adam menabung 20 juta tiap bulan!" jelas Ridwan berapi-api.

Seketika, mata semua orang di ruangan itu berbinar-binar penuh keserakahan.

"Wah! Berarti Mas Adam punya tabungan sekitar 500 juta rupiah!" seru Sonia yang sedari tadi diam karena sadar ia menikmati fasilitas terbanyak.

"Luar biasa kamu, Dam!" puji Lusi mengacungkan jempol. "Kamu pintar sekali! Tidak memberikan semua pendapatanmu pada Amira. Kalau diserahkan ke Amira, pasti uang sebanyak itu sudah habis tidak berbekas!"

"Kamu memang saudaraku yang paling pandai, Dam!" jilat Mila dengan nada manis yang dibuat-buat. "Bulan depan Mbak butuh uang 40 juta, tolong pinjamkan ya... Daripada Mbak pinjam ke bank, mending pinjam ke adik sendiri. Toko sembakoku lagi makin ramai. Kalau kamu suntik modal 40 juta, pasti makin maju! Nanti tiap bulan Mbak cicil."

"Adam! Aku juga butuh uang 50 juta!" potong Lusi tak mau ketinggalan. "Aku mau buka usaha salon! Daripada uangmu habis tidak jelas—apalagi setelah Amira tahu—mending kerja sama denganku. Aku pengelolanya, kamu pemodalnya. Tiap bulan kamu tinggal terima bersih tanpa perlu kerja!"

"Benar, Dam! Mas setuju sekali sama ide istri Mas!" sahut Ridwan penuh semangat.

"Mas... aku juga mau pinjam 30 juta..." bisik Sonia pelan.

Namun, Ridwan, Mila, dan Lusi langsung menatap Sonia dengan tatapan tajam nan mematikan. Sonia mendadak ciut. "Gak... gak jadi, Mas," gumamnya pelan.

Ibu Mirna ikut memegang tangan Adam. "Dam... beli tanah itu investasi paling aman. Mending uang itu kamu belikan sawah. Kalaupun gagal, sawah bisa dijual lagi dan harganya naik terus. Jadi sebaiknya Ibu saja yang memegang dan mengelola uang 500 juta itu! Jangan sampai Amira yang pegang, bisa habis semua!"

Amira yang duduk di sudut ruangan hanya menyimak kegilaan keluarga itu tanpa bersuara. Ia tidak peduli Adam punya uang atau tidak. Ia hanya ingin cepat-cepat diceraikan!

Namun, melihat drama perebutan uang gaib yang tak kunjung usai, Amira mulai hilang kesabaran. Kalau begini terus, apa aku bakar saja rumah ini biar bisa langsung diceraikan saat ini juga? batin Amira gemas. Ia mengelus dadanya sendiri. Jangan Amira... itu tindakan kriminal, nasihatnya pada diri sendiri.

Di sisi lain, wajah Adam makin memudar warnanya. Keringat dingin menetes di pelipisnya. Uang 500 juta rupiah?! Uang dari mana?!

Niat awal Adam pulang ke rumah ini sebenarnya adalah untuk meminta uang tabungan dari Amira. Dalam hitungan matematisnya, uang 10 juta itu pasti menyisakan 1 juta per bulan, sehingga Amira harusnya punya tabungan sekitar 20 juta. Ditambah tabungan pribadinya yang tersisa 15 juta, cukuplah untuk biaya hidup bulan madunya bersama Alya. Namun, kenyataan di depannya justru berbalik menjadi mimpi buruk.

Mila menyodorkan secarik kertas ke depan dada Adam. "Ini nomor rekeningku, Dam... Ibu sudah setuju aku pinjam 40 juta!"

"Ibu juga sudah setuju meminjamkan 50 juta untuk Lusi!" sergah Ridwan menegaskan.

Adam menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Aku... aku tidak punya tabungan sebanyak itu," ucapnya dengan suara amat pelan.

"Apa?!" seru Ridwan, Mila, dan Sonia serempak.

"Tabunganku... cuma ada 15 juta rupiah," bisik Adam pasrah.

"Haaaaaa?!" teriakan histeris menggema di seluruh ruang tamu.

"Dua tahun merantau ke Jepang, kirim uang cuma 10 juta per bulan... Lalu sisa uang gajimu kamu kemanakan, Adam?!" hardik Mirna dengan napas memburu.

"Aku sudah mencukupi kehidupan Ibu dan rumah ini! Uang sisanya ya habis untuk kebutuhan hidupku di sana, Bu! Aku juga butuh makan dan tinggal di sana!" bentak Adam membela diri.

"Adam! Kamu keterlaluan ya!" tegur Ridwan menunjuk muka adiknya. "Bapak sampai rela menjual tanah warisan keluarga demi melunasi biaya keberangkatanmu ke Jepang! Dan setelah dua tahun merantau, kamu cuma punya sisa uang 15 juta?!"

"Berhenti menekan aku!" teriak Adam tak tahan lagi, emosinya meledak.

Mirna mencoba menenangkan suasana. "Kakakmu tidak menekanmu, Adam..." ucap Mirna dengan suara lembut yang dipaksakan. "Katakan sejujurnya pada Ibu... sisa gajimu puluhan juta itu kamu kemanakan?"

Adam menarik napas berat. Matanya melirik Alya yang duduk di sampingnya. Kemudian, dengan nekat, Adam menggenggam erat jemari Alya di depan semua orang.

"Tiap bulan... aku mentransfer uang 10 juta rupiah ke orang tua Alya, Bu," aku Adam jujur.

"Apaaaaaa?!"

Seluruh orang di ruangan itu tercengang setengah mati. Bahkan Amira sendiri ikut melebarkan matanya, tak menyangka keberanian dan kegilaan suaminya.

"Dan 5 juta lagi... untuk biaya hidup dan kebutuhan Alya selama di Jepang," tambah Adam tanpa rasa bersalah.

"Haaaaaaa?!"

1
sunaryati jarum
Semoga keluarga Amira
sunaryati jarum
Mulai jadi pemuas sang penguasa,Sonia
sunaryati jarum
O mau jadi wanita simpanan ,Sonia.Tapi Yamamoto tak akan pernah menyentuh Amira
@Mita🥰
wiiiih mungkin kakak nya Amira
@Mita🥰
pasti anak buah kakek Amira yang bikin unggah an Amira hilang
YuWie
anak siapakah kamu amir
sunaryati jarum
Mungkin kau putri pebisnis besar yang diculik dan ditinggalkan di panti asuhan
YuWie
rung sadar kan..malah tambah dodro..alias tambah kebangetan niat jahatnya
YuWie
benar kata pak polisi..bertele tele
Suanti
sonia tak pernah kapok klu kejadian lgi sm amira jgn mau pki jln damai jeblos kan aja ke penjara biar kapok 🤭
sunaryati jarum
Keluarga pak Diki tidak waras semua kecuali Pak Diki
@Mita🥰
ealah ..alah bukan nya sadar malah makin menjadi
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 nah sekarang tahu kan
Suanti
sdh lah amira jeblos kan aja sonia ke penjara byk btl cerita keluarga mantan mu yg toxin 🤣🤣
Suanti
beri hukuman setimpal amira jangan mau jln damai biar kan aja di penjara biar tau rasa mantan keluarga toxin 🤭🤣
YuWie
Luar biasa
santi damayanti: terimakasih kaka
total 1 replies
YuWie
bacottt..ciatt..tendang aja al
YuWie
ngerti anak yatim piatu malah diperas.. situ waras
Suanti
jgn2 pria tua itu bpk nya amira atau kakek nya, amira 🤣🤣
Suanti
dasar keluarga toxin selalu salah kan amira 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!