Indonesia
NovelToon NovelToon
Sang Pembantai Dewa

Sang Pembantai Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sarmadi

BANGKIT TANPA WARISAN.
Pemuda jenius terlahir tanpa dantian. di hina dan di hianati. pada suatu hidup dan mati ia baru menyadari diri nya telah merubah jantung di dada nya hingga menjadi jantung abadi. semua itu karena tekat nya hingga membuat rasa takut yang menghiasi hidup nya menjadi Entitas yang tidak berbentuk. hingga menyatu dengan jantung di dada nya. membuat jantung itu dikenal sebagai jantung dao yang tak terhancurkan,
kini jantung dao yang tak terhancurkan itu menggantikan dantian yang tidak ia miliki, dengan jantung dao yang tak terhancurkan, dia mampu bangkit dengan menginjak lautan darah musuh yang menghalangi jalan menjadi yang tak terkalahkan.

👉👉Tolong baca dulu sampai 10 bab, jika tertarik terimakasih. jika tidak pun terimakasih telah membantu karya ini meski tidak sebaik yang lain 🙏🙏🙏 Saya doakan kalian pada sehat, Amiin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarmadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 11 penampilan tubuh baru yefan

Di dalam ruang kegelapan yang seakan abadi, sebuah titik cahaya putih melayang-layang tanpa arah. Cahaya itu berkedip lemah—sesekali meredup, sesekali kembali membayang, terombang-ambing di batas antara ada dan tiada.

Itulah sisa-sisa jiwa Yefan.

"Ibu... Ibu, maafkan aku. Ibu tenang saja, aku pasti membawa hadiah untuk Ibu... Ayah, aku ingin ikut..."

Potongan memori masa lalu berputar kembali di benaknya tanpa henti, memanggil kenangan yang paling membekas.

"Yan'er, Ibu hanya memiliki Yan'er dalam hidup ini. Ibu menunggumu pulang..."

Bisikan lembut ibunya berulang kali mengiang, mengusik lubuk jiwa Yefan.

Namun, di saat titik cahaya itu berada di ambang kemusnahan total, helai-helai energi kehidupan mendadak menerobos kegelapan abadi dari segala penjuru. Energi itu melilit jiwanya yang sekarat dan memulihkan dan memperbaiki kesadarannya secara paksa—seolah entitas gaib tersebut tengah menentang takdir kematian.

Apa yang terjadi? gumam Yefan tatkala merasakan hangatnya energi kehidupan menyelimuti dirinya. Ia dapat merasakan jiwanya yang compang-camping perlahan-lahan dipadatkan kembali.

Apakah aku... tidak mati? Bagaimana mungkin ada keajaiban seperti ini di dunia? Ataukah ini hanya ilusi terakhir sebelum ajalku tiba?

Namun, seiring berjalannya waktu, jiwa Yefan kian stabil dan kukuh. Kesadaran itu semakin menguatkan keyakinannya bahwa ini bukanlah ilusi. Yefan menatap tubuh jiwanya yang transparan, menyaksikan bagaimana wujud jiwanya memadat perlahan.

Apa sebenarnya yang terjadi? Dari mana asal energi kehidupan ini? Dan di mana aku berada?

Yefan mencoba melangkahkan kakinya, menyusuri alur energi kehidupan itu dengan harapan menemukan batas kegelapan. Namun, tak peduli sejauh apa ia melangkah, kegelapan di hadapannya seolah tak bertepi, menyisakan kekosongan yang membingungkan.

Mungkinkah ini semua berkaitan dengan jantungku itu? Jika benar... bukankah ini tindakan yang menantang hukum alam?

Yefan memejamkan mata, memfokuskan seluruh indranya untuk meneliti asal-usul energi yang memperbaiki jiwanya.

Benar... ini adalah jantungku sendiri.

Energi kehidupan itu sama sekali tidak menolak penyelidikannya. Sebaliknya, ia menyambut Yefan dengan kehangatan yang akrab. Sebuah ikatan batin yang amat kuat terjalin seketika. Yefan akhirnya menyadari bahwa jiwanya saat ini tengah bersemayam di dalam jantungnya sendiri.

Namun, kejutan itu justru melahirkan perenungan mendalam.

Bagaimana bisa jantungku berubah menjadi entitas yang begitu mengerikan hingga sanggup menarik jiwaku kembali dari gerbang neraka?

Aku tahu ini adalah kesempatan kedua dalam hidupku... tapi aku tak tahu cara menggunakannya. Bagaimana aku bisa keluar dari sini?

Di tengah ketidakpastian itu, Yefan hanya bisa terdiam. Beberapa kali ia mencoba memanggil dan berkomunikasi dengan jantungnya, namun tak ada respons.

Sementara itu, di sebuah sudut yang terpisah jauh...

Malam merayap dingin. Angin kencang bertiup kencang, membawa serta butiran salju yang menampar dinding gubuk bambu reot hingga berderit rapuh. Di dalam gubuk yang terancam roboh itu, seorang wanita paruh baya duduk bersandar. Kain merah pudar melilit bahunya yang kurus. Matanya yang kabur dan lelah menatap lurus ke arah pintu rumah yang terpapar angin.

Meski hawa dingin menusuk tulang, wanita itu tak bergerak sedikit pun dari posisinya—seakan rasa dingin tak lagi berarti baginya.

"Yan'er... kapan kamu akan pulang? Ibu di sini menunggumu..." bisiknya bergetar, sarat akan duka, kerinduan, dan penantian panjang yang tak kunjung usai.

Entah berapa lama waktu telah berlalu. Di dalam ruangan yang gelap gulita, sangat sulit untuk merasakan berlalunya waktu. Yefan yang tanpa henti mencoba memahami kondisinya saat ini tiba-tiba menyadari sesuatu.

Takut... ya, takut.

Sebab setelah kematian Sang Ayah, hidupku sangat sulit untuk merasakan takut. Mungkin apa yang terjadi dengan diriku saat ini berkaitan dengan rasa takut yang perlahan-lahan menghilang dari hidupku tanpa kusadari.

Benar, itu dia! gumamnya.

Untuk apa rasa takut mengiringi hidup seseorang yang memiliki keinginan besar untuk menjadi seorang yang berdiri di puncak? Meski keinginan itu dipatahkan oleh kelahiran yang tidak memiliki dantian, bahkan seekor makhluk yang lebih kecil dari cacing dan sangat lemah sekalipun, di lubuk hati mereka yang terdalam tetap memiliki keinginan besar untuk melawan langit.

Aku, Yefan! Terlahir tanpa dantian, terlahir tanpa harapan menjadi seorang kultivator, tidak akan pernah takut sedikit pun kepada siapa saja yang menghalangi perjalananku, bahkan jika langit itu sendiri!

Takdirku berada di tanganku sendiri!

BOMM!

Tiba-tiba, untaian entitas misterius perlahan keluar dari tubuh jiwa Yefan. Di dalam persepsinya, ia melihat bahwa entitas itu adalah sisa-sisa rasa takut yang mengiringi kehidupannya, yang perlahan-lahan berubah menjadi entitas tak berbentuk.

Kemudian, entitas itu bersatu dengan entitas serupa di pangkal jantung, hingga membungkus jantung tersebut seluruhnya dan berasimilasi.

BOOMMM!

Tiba-tiba, jantung Yefan bergetar seolah-olah merespons.

Jantung yang pada awalnya berwarna merah pekat kini memancarkan cahaya ungu kehitaman setelah entitas tak berbentuk tersebut menyatu sepenuhnya dengannya. Hal itu membuat hubungan antara Yefan dan jantungnya terikat menjadi sempurna.

Dengan sisa rasa takut yang tak lagi ada dalam hidupnya, kini jantung itu akhirnya dapat ia kendalikan sepenuhnya.

Ternyata benar... sisa rasa takut di dalam dirikulah yang menghalangi semua ini, batin Yefan.

Setelah itu, Yefan perlahan-lahan membuka kedua matanya yang tajam dengan senyuman yang terpampang di wajah tampannya.

Kini Yefan merasakan bahwa jantungnya memiliki kemampuan di luar nalar. Melalui hubungannya dengan jantung tersebut, Yefan merasakan dirinya berada di tengah-tengah lautan tengkorak dari berbagai ras yang memancarkan energi yin—yaitu energi kebencian—hingga membentuk awan hitam yang sangat tebal di atmosfer.

Tentu saja, bagi para kultivator di bawah Alam Roh, energi yin tersebut dapat mengikis tubuh dan jiwa mereka hingga mati mengenaskan. Namun, di hadapan jantung Yefan, energi itu tak berdaya, seolah-olah bertemu dengan musuh alaminya.

Jantung Yefan secara otomatis menyerap energi yin di sekitarnya tanpa hambatan, lalu mengompresinya hingga menjadi energi kehidupan yang disalurkan menuju jiwanya.

Setelah beberapa waktu berlalu, pada akhirnya jiwa Yefan pulih sepenuhnya. Ia merasakan kekuatan hidupnya kembali seperti semula.

Setelah itu, Yefan mengamati energi yin di Jurang Keputusasaan yang bergolak dengan cahaya aneh di matanya.

"Kumpulkan!"

BUM!

Yefan mengerahkan kemampuan jantungnya untuk mengumpulkan energi yin di sekitar secara brutal, hingga membuat Jurang Keputusasaan bergetar hebat akibat energi yin dari segala penjuru diserap secara paksa.

Setelah beberapa waktu, energi yin itu menggulung di sekitar jantung Yefan hingga membentuk gundukan sebesar bukit pada umumnya.

"Padatkan!" geram Yefan.

BUM!

Entitas tak berbentuk memancar dari jantung, menyelimuti seluruh energi yin yang telah menumpuk seperti bukit. Perlahan-lahan, energi tersebut mulai dipadatkan.

Beberapa hari kemudian, energi yin di sekitar perlahan memadat hingga lebih dari separuhnya, menampilkan sosok buram yang terhalangi oleh energi yin di sekitarnya.

BOOMMM!

Aura pembantaian yang begitu mengerikan terpancar dari sosok itu, membuat energi yin di sekelilingnya terhempas ke segala arah hingga menampilkan sosok seorang pria tinggi berwajah tampan, dengan rambut hitam yang menjuntai hingga bahu serta jubah hitam yang melambai-lambai tertiup angin.

Kemudian, pria itu membuka kedua pupil matanya yang hitam pekat dan merasakan tubuhnya dipenuhi kekuatan, seolah-olah mampu menghancurkan segalanya. Energi hitam keungu-unguan yang membawa aura pembantaian terpancar dari telapak tangannya yang putih.

Transenden tahap awal!

Pria itu adalah Yefan.

Setelah mengamati penampilan tubuh barunya yang telah berbeda dari masa lalu, Yefan tersenyum.

"Meski tubuhku yang dulu telah berlalu, diriku yang dulu tetaplah diriku. Kini aku tidak lagi menjadi orang yang tidak mampu berkultivasi.

Dengan jantung ini sebagai pengganti dantian, aku akan menapaki jalanku yang belum pernah dilalui orang-orang sebelumku.

Xifeng, Fanyun, Yunlan... hutang darah kalian padaku akan aku balas seribu kali lipat!"

Teriakannya yang penuh amarah menggema, membuat energi yin di sekitar bergolak hebat, seakan-akan bahkan kegelapan itu sendiri takut terhadap pembalasannya.

(Bersambung)

1
Ed Troivan
plagiat kau
Rozer Cros: diam Diam diam, 🥹
total 3 replies
Fajar Fathur rizky
bikin yefan jadi alkemis tingkat tinggi yang mana kaisar tianming sendiri harus berlutut dan memberi hormat bikin nanti yefan bantai klan yujin dan hancurkan kaisar itu beserta keluarganya kaisar itu
Fajar Fathur rizky
cepat bikin yefan bantai jendral
Rozer Cros
mksh kk ketitik nya.
aku cuma mau jelasin. ini karya hasil Kranggan ku sendiri kk, dan ga PP kalo KK ga percaya juga. dan terimakasih atas dukungan nya untuk karya ini meski tidak sebaik yang lain. 🙏🙏
intsomi: itu buzzer,jangan di liat komenannya,abaikan saja
total 5 replies
Ed Troivan
Author plagiat, ngga bakal ditamatin
Ed Troivan
Pasti ini karya plagiatmu lagi author tolol, kau bisa-bisanya menerjemahkannya lalu kau ubah nama tokoh-tokohnya makanya nggak kau lanjut novel Sang Penakluk... 👍
Rozer Cros: terima kasih kk udah dukung karya ini meski tidak sebaik yang lain. semoga sehat selalu kk
total 1 replies
Ed Troivan
kok rantaul
Ed Troivan: nggak bertanggung jawab lu Thor
total 4 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
Fajar Fathur rizky
nanti bikin yefan bantai keluarga yunjin dengan cara paling kejam dan sadis
Fajar Fathur rizky
cepat bantai yanfeng bikin ranah kultivasi yefan langsung naik ke ranah yang lebih tinggi dari ranah yanfeng
Farhan Sadewa
gereget BNR lihat tingkah laku Yulin zou ini 🤭
Ed Troivan: Author tolol
total 1 replies
Farhan Sadewa
membuat penassran
Farhan Sadewa
penuh misteri👍
Ed Troivan: penuh misteri🤣 author gak jelas. palingan ilang lagi nanti karena nggak bisa plagitin lagi
total 1 replies
Farhan Sadewa
penasarn
Farhan Sadewa
jadi penasaran🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!