didunia ini dimana sihir adalah segalanya, sedangkan Kyle Rouseyn dianggap sebagai yang terlemah dalam bidang sihir
Kyle adalah murid kelas 2 akademi sihir reveign yang terkenal karna menghasilkan banyak kandidat hero, semua murid dan orang orang menganggap kyle tidak akan pernah bisa menjadi hero. kyle tidak memperdulikannya, dia terus berusaha untuk membuktikan dirinya bisa menjadi hero
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon satria satsu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
celia yang jujur dengan perasaannya
Setelah itu, lisia bersiap untuk pulang karna sudah malam. Sebelum pulang, ia dihampiri ibunya kyle
"Lisia, aku mohon tolong jaga kyle"
"Dia sangat suka memaksakan diri" ujar ibunya kyle
"Ya, aku akan menjaga kyle sebisa ku" balas lisia sambil tersenyum
Tiba tiba kyle menghampiri ibunya dan lisia yang sedang bicara
"Apa yang sedang kalian bicara kan?" tanya kyle
"Tidak ada kok, hanya sedang berbincang saja" jawab ibunya dan lisia secara bersamaan
"Baiklah jika begitu" ujar kyle
Lalu setelah itu, lisia akhirnya pulang dari rumah kyle
"Dia gadis yang baik, kyle" ucap ibunya sambil melihat lisia dari kejauhan
"Kurasa ibu benar, tapi dia sangat pemalu kayaknya" balas kyle sambil tersenyum
Besoknya saat di akademi, kyle melihat lisia yang berdiri diam di gerbang akademi. Kyle menghampirinya
"Kau menunggu siapa, lisia?" tanya kyle
"Tentu saja menunggumu" jawab lisia dengan suara yang cukup keras
"Ayo ke kelas" ujar kyle
"Ya, ayo pergi ke kelas" balas lisia
Setelah itu, kyle dan lisia berjalan bersama menuju ke kelas mereka. Saat di lorong, semua murid menatap mereka
"Kyle, semua murid menatap kita" ujar lisia sambil malu malu
"Tidak perlu malu, kita kan saling suka" balas kyle sambil tersenyum
Wajahnya lisia memerah sampai ke telinga setelah mendengar itu dari kyle
"Baiklah jika begitu" ujar lisia
Saat kyle dan lisia sampai di kelas, mereka di tatap oleh semua murid di kelas
"Kalian sudah punya hubungan apa?" tanya salah satu murid di kelas
"Kami sedang berpacaran, itu saja" jawab kyle dengan santai
Semua murid yang mendengar itu langsung terdiam dan tidak bisa berkata apa apa lagi, setelah beberapa menit diam....ada seorang murid yang bilang sesuatu
"Selamat atas hubungan kalian" ucap salah satu murid
Celia masih terdiam dari tadi setelah mendengar bahwa kyle sedang berpacaran dengan lisia
"Aku keduluan ya, tapi aku tidak akan menyerah" ucap celia dalam hati
Lalu ada guru yang masuk dan pelajaran pun di mulai. Saat bel isitirahat berbunyi, kyle yang baru saja berdiri dari tempat duduknya
Tidak sengaja disenggol oleh celia hingga kyle terjatuh ke arah lisia
Bibir kyle dan lisia saling bersentuhan, waktu serasa berhenti saat kejadian itu. Kyle langsung berdiri dan wajahnya jadi sangat merah
"Maaf lisia, aku tidak sengaja" ujar kyle dengan gugup dan malu malu
"Aku tahu, dan tidak apa apa kok" balas lisia dengan perasaan senang meski malu malu
Celia yang melihat itu jadi cemburu dan iri ke lisia
"Sialan kau lisia, berani beraninya mencuri ciumannya kyle" ucap celia dalam hati
Setelah momen itu, lisia dan kyle jadi malu malu saat bertemu dan berbicara satu sama lain
Saat bel pulang sekolah berbunyi, kyle masih dikelas karna menunggu lisia yang masih ada urusan
Setelah urusan itu selesai, lisia kembali ke kelas untuk mengambil tasnya dan menghampiri kyle
"Kyle, ayo pulang" ujar lisia sambil tersenyum
"Ya, ayo pulang" ucap kyle
"Maaf ya jika kau tadi menunggu ku cukup lama" ujar lisia dengan nada bersalah
"Tidak apa apa, itu bukan masalah besar kok" balas kyle sambil menenangkan lisia
Lalu kyle dan lisia berjalan pulang dari akademi, saat sudah di kota....kyle menanyakan sesuatu ke lisia
"Lisia, kau tidak ingin beli apa apa?, mumpung kita lagi di kota" tanya kyle
"Aku hanya ingin beli roti untuk camilan" jawab lisia
"Kalau begitu, ayo kuantar beli roti" ucap kyle
"Ayo, aku sudah menantikan momen ini" balas lisia sambil tersenyum
Lalu kyle mengantar lisia beli roti, setelah beli roti....mereka berjalan pulang ke rumahnya masing masing
Saat kyle sudah sampai di rumah, ia langsung masuk ke kamarnya
"Aku masih tidak percaya bahwa tadi telah mencium lisia" gumam kyle di kamarnya dan sambil memegang bibirnya
Lalu ibunya kyle masuk ke kamarnya kyle
"Kyle, kenapa kau dari tadi seperti kebingungan dan senyum senyum sendiri?" tanya ibunya dengan nada bingung
"Tadi ada momen yang membuatku deg deg an saat di akademi, dan sampai sekarang masih kepikiran" jawab kyle dengan santai
"Momen apa yang membuatmu deg deg an?" tanya ibunya
"Aku tadi tidak sengaja berciuman dengan lisia" bisik kyle ke ibunya
Ibunya tersentak setelah mendengarnya dari kyle
"Kau benar benar tidak sengaja kan?" tanya ibunya dengan nada cemas
"Ya, aku benar benar tidak sengaja" jawab kyle sambil menenangkan ibunya
"Baiklah jika begitu" ujar ibunya dengan nada yang sudah tidak cemas
Tiba tiba tiara masuk ke kamarnya kyle sambil tergesa gesa
"Kakak, ada seseorang yang mencarimu. Dia sekarang lagi di halaman" ujar tiara
"Siapa?" tanya kyle
"Kak celia, dia sekarang mencarimu" jawab tiara
"Baiklah aku ke halaman dulu" seru kyle sambil berjalan ke halaman
Saat sudah di halaman, ia melihat celia yang sudah menunggunya dengan wajah yang sedikit kesal
"Kau lama sekali, kyle" ujar celia
"Maaf maaf, ini saja aku sudah secepatnya kesini" balas kyle
"Aku ingin bilang sesuatu ke dirimu" ucap celia
"Kau ingin bilang apa kepadaku?" tanya kyle dengan nada bingung
"Sebenarnya, aku juga mencintaimu seperti lisia yang mencintaimu" jawab celia dengan nada tegas
"Maaf aku tidak bisa membalas perasaanmu, untuk sekarang hatiku sudah ada lisia" ucap kyle dengan nada yang serius
"Tidak apa apa, aku juga sudah tahu kalo perasaanku akan ditolak"
"Meski begitu, yang penting adalah aku sudah menyatakan perasaanku" balas celia sambil meneteskan air mata
Kyle hanya diam setelah mendengar itu, ia tidak bisa berkata apa apa
"Aku tetap berharap kau memilihku, tapi jika itu tidak terjadi. Aku akan merelakannya" ucap celia sambil menangis
"Mungkin suatu hari aku memilihmu, tapi aku tidak tahu kalo hari itu akan datang atau tidak" balas kyle
"Aku sangat iri dengan lisia, dia bisa membuatmu memilihnya. Aku ingin seperti lisia" ujar celia sambil masih terus menangis
"Sudahlah jangan menangis lagi, kau pasti akan dapat seseorang yang lebih baik dariku" ucap kyle sambil menenangkan celia
"Aku hanya ingin dirimu, bukan orang lain" seru celia sambil berlari pergi dari rumahnya kyle
"Celia butuh waktu untuk sendiri, aku akan membiarkan emosinya stabil dulu. Baru aku ajak bicara" gumam kyle
Setelah itu, kyle kembali masuk ke rumahnya. Saat sudah masuk, ia dihampiri oleh ibunya dan tiara
"Celia sudah pulang?" tanya ibunya
"Ya, celia baru saja pulang" jawab kyle dengan nada bersalah
Lalu kyle berjalan pergi menuju kamarnya, setelah masuk kamar....ia mengunci pintu kamarnya
"Aku harus bagaimana ini?" tanya kyle ke dirinya sendiri
Kyle masih merasa terus bersalah karna menolak celia
"Jika aku tidak menolaknya, aku hanya akan memberi harapan palsu untuk celia" gumam kyle
Lalu setelah itu, kyle tertidur karna terlalu banyak berpikir