Indonesia
NovelToon NovelToon
Dimana Papaku, Ma?

Dimana Papaku, Ma?

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / CEO / Mafia
Popularitas:33.7k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

"Dimana Papaku, Ma?"

Pertanyaan seorang bocah cilik bernama Arka Daru Hutama itu membuat wanita dewasa bagaikan tersambar petir. Raut wajah perempuan bernama Ariska Sandra Hutami seketika pucat karena mendengar pertanyaan sederhana itu. Pada akhirnya pertanyaan itu takkan pernah mendapatkan jawaban pasti sampai takdir kembali mempertemukan Ariska dengan sosok seorang laki-laki yang mirip dengan Arka.

Siapakah sosok laki-laki itu? Apakah pertemuan mereka itu bisa menguak cerita masa lalu yang terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ajakan

"Arka, jawab Mama. Apa maksudnya tanggungjawab?" tanya Ariska dengan tatapan menuntut. Percakapan antara Arka dan dua orang asing itu membuat dia kebingungan.

"Tanggungjawab karena kita sudah dibuat kelja pagi-pagi, Mama. Bayangkan tadi jam 7 pagi, waktunya salapan. Disuluh kelja, halganya mahal dong. Udah Mama tenang aja, selahkan semuanya sama Alka." ucap Arka menenangkan Ariska.

"Tidak apa, Nak. Kami tak masalah," ucap Papa Bayu dengan santainya.

Papa Bayu pun melihat nomor rekening yang tercantum pada meja kasir. Dia segera mengirimkan uang yang diminta oleh Arka. Untuk cucunya itu tidak masalah mengeluarkan banyak uang. Apalagi Arka sudah tahu jika mereka adalah Oma dan Opanya. Ariska tetap curiga dengan mereka. Ada perasaan aneh dan takut yang timbul secara bersamaan. Tidak mungkin orang asing bisa membeli sesuatu dengan melebihkan uangnya sampai puluhan juta.

"Jangan-jangan tokoku mau dibuat tempat cuci-cuci," gumam Ariska dengan pikiran negatifnya.

"Kalau dilihat-lihat, muka orang ini kok ada miripnya sama si Arka." lanjutnya dengan tatapan intensnya.

Ting...

"Sudah masuk ya, Nak." ucap Papa Bayu menunjukkan bukti transfer pada ponselnya. Ariska yang melihat itu langsung memeriksa ponselnya dan benar dikirim seratus juta.

"Astaga... Ini beneran?" gumam Ariska sambil menggelengkan kepalanya tak percaya.

"Lihat, Tante Aliska." seru Azura yang penasaran dengan uang seratus juta.

"Nolnya satu, dua,... Delapan," serunya antusias sambil menghitung dengan jari kecilnya.

"Pintar sekali," puji Papa Bayu pada Azura.

"Telimakasih, Opa tampan."

Hahaha...

Azura mengerlingkan sebelah matanya saat dipuji oleh Papa Bayu. Kedua pipinya juga memerah. Hal itu membuat Arka menatapnya sinis. Bisa-bisanya Azura malah genit sama Papa Bayu. Sedangkan pria tua itu juga tampak senang karena ocehan Azura. Toko sudah mulai dibuka, Ariska akhirnya mau untuk menerima uang seratus juta itu. Ariska hanya khawatir jika nanti malah dikira pemerasan dan membuat toko ini bermasalah.

"Panggil saja Oma dan Opa," ucap Mama Anisa pada semua orang di sana dengan senyumnya. Apalagi mereka merasa aneh dipanggil Tuan dan Nyonya.

"Mama, ayo ke mall. Alka mau beli sepatu," seru Arka setelah mendapatkan uang seratus juta.

"Nanti siang ya, Nak. Ini kan Mama harus bekerja dulu," ucap Ariska memberi pengertian. Tidak biasanya Arka akan meminta pergi di saat tahu ini sudah jadwalnya untuk bekerja.

"Maunya sek..."

"Biar saya dan istri yang antar mereka kalau kamu sibuk, Nak." sela Papa Bayu yang seakan ingin memanfaatkan kesempatan yang ada untuk pergi bersama cucunya. Ariska tampak terkejut dengan tawaran itu.

"Iya benal, Ma. Alka bisa pelgi sama Oma dan Opa saja," seru Arka setuju dengan usulan Papa Bayu.

"Tap..."

"Tenang saja. Kami tidak akan menculik Arka kok," ucap Papa Bayu meyakinkan bahwa dia tidak akan melakukan hal yang macam-macam.

Melihat Ariska tampak khawatir dan ragu-ragu, itu adalah hal yang wajar bagi seorang Ibu. Anaknya pergi bersama dengan orang asing yang baru dikenalnya hari ini. Arka menunjukkan sepatunya yang sudah tipis dan terbuka bagian depannya. Ariska yang sibuk bekerja tentu tidak memperhatikan itu. Apalagi Arka juga jarang memakai sepatu jika keluar rumah. Ariska shock melihat sepatu anaknya yang sudah tidak layak dipakai. Ariska sangat malu saat semua itu diketahui oleh Mama Anisa dan Papa Bayu.

"Sepatunya Alka minta makan itu. Kelapalan," ucap Azura sambil meringis pelan.

"Iya. Dia sukanya dagingmu, ompong dua." ucap Arka sambil memainkan sepatunya yang rusak itu seperti akan memakan Azura.

Ahaha...

"Badan Azula ini telalu besal untuk dimakan sama mulut sepatu cimit begini," ucap Azura sambil tertawa. Rasanya tidak mungkin jika bagian sepatu yang terbuka itu bisa makan dirinya.

"Mama kelja saja, bial Alka diantal sama Oma dan Opa. Kalau meleka macam-macam, Alka pukul pakai ini."

Arka menunjukkan raket nyamuk kecil yang dipegangnya. Itu akan dirinya gunakan jika nanti Mama Anisa dan Papa Bayu berniat menyakitinya. Akhirnya Ariska menganggukkan kepalanya kemudian pergi ke rumah sebentar. Dia akan mengambilkan tas kecil milik Arka dan sepatu lainnya. Sebenarnya Arka mempunyai banyak sepatu, tapi juga sudah sempit karena bocah laki-laki itu memang jarang menggunakannya dan cepat besar. Entah apa yang direncanakan oleh anaknya itu sampai hari ini minta dibelikan sepatu.

"Arka, di dalam tas ini ada bubuk cabe dan saus. Kalau mereka macam-macam, semprot ke matanya lalu teriak minta tolong." bisik Ariska pada anaknya sambil menunjuk tas kecil yang dibawanya.

"Siap, Mama. Aman," ucap Arka dengan santainya.

"Mobil dan barang yang tadi, kami tinggal di sini sebagai jaminan. Kami akan pergi menggunakan taksi," ucap Papa Bayu agar Ariska juga tidak terlalu was-was. Bahkan Papa Bayu juga meninggalkan nomor ponsel istrinya agar nanti bisa menghubungi Mama Anisa.

"Pelmisi... Azula diajak ndak ini? Kok sedali tadi pada sibuk ngomong sendili," ucap Azura dengan tatapan polosnya membuat Mama Anisa terkekeh pelan.

"Coba tanya sama Arka. Boleh nggak kalau ikut ke mall," ucap Mama Anisa yang sangat gemas dengan Azura.

"Azura tidak usah ikut, di sini saja sama Tante. Nanti malah Oma dan Opanya repot," sela Lina yang tak ingin keponakannya malah merepotkan mereka.

"Tidak merepotkan kok. Kalau Azura ikut, Arka juga tidak kesepian." ucap Mama Anisa yang tahu kalau Lina tak enak hati jika Azura pergi bersama mereka.

"Benal, Tante Lina. Bial saja si ompong itu ikut. Kalau dia menyusahkan, nanti Alka buang dia di jalan tol." ucap Arka meyakinkan.

Heeeeee...

Azula bukan sampah ya,

Ndak ada yang bilang kamu itu sampah, ompong dua.

Daripada mereka berdebat tak jelas, Papa Bayu segera melerainya dengan menggendong Arka. Sedangkan Mama Anisa menggendong Azura. Terlihat sekali jika Ariska dan Lina terus melihat ke arah taksi yang melaju keluar dari area tempat tinggal mereka. Baru juga beberapa jam bertemu, tapi Arka dan Azura malah ikut orang asing itu. Pasti ada kekhawatiran kalau orang itu akan menculik atau menyakiti Arka dan Azura.

"Sepertinya Ibu dan Bapak tadi baik, Mbak. Buktinya malah meninggalkan mobil yang harganya ratusan juta ini di sini. Sekalian STNK juga lho," ucap Lina mencoba menenangkan hatinya dan Ariska.

"Iya. Dia juga pemilik villa di daerah bukit sana ternyata," Ariska membaca kartu nama Mama Anisa yang diberikan kepadanya.

"Semoga saja mereka memang orang baik. Lagian tadi Mbak Ariska juga sudah membawakan senjata buat Arka kan?" tanya Nana sambil terkekeh pelan.

"Iya dong. Kemana-mana Arka harus bawa senjata bubuk cabai dan teman-temannya," ucap Ariska sambil tertawa.

Ayo kerja. Biar bisa transfer uang seratus juta dengan mudahnya tanpa pikir,

Hahaha...

1
Daplun Kiwil
🤣🤣🤣🤣,,
tia
Tamba lagi thor updatenya
ririen handayani
😄😄😄😄👍👍👍👍👍👍
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 pitnes itu
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 maksud tuh kata2
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 apa pula itu darah kuning
E F
tq thor🙏😍
lg ya thor byk2🤭😄💪
Puspa Sella
Ya Allah bacanya sampai ngakak
Novita Sari
Alhamdulillah tinggal nunggu ariska memaafkan Frans, semoga Azura dibawa arka kemana arka pindah..mm
E F
😄😄
tq thor🙏😍
lanjutttt💪😄
tia
ending nya ngakak 🤣🤣🤣
E F
mana thor lanjutttt?????💪😍
Aniza
sabar frans,jngan nyerah buat minta maaf
kmu tu dulu pas diap kejadian kurang usaha nyari keberadaan ariska
ririen handayani
baru tau🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
😄😄😄😄😄😄😄
ririen handayani
kejamnya🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 gk kuat ya carlo
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
tia
👍👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!