Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dijebak dan difitnah oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa melarikan diri dalam keadaan terluka, Reno terpaksa menyembunyikan identitas aslinya dan menjadi menantu numpang yang dihina di keluarga Pramudya. Di mata ibu mertua dan orang-orang kota, ia hanyalah pria miskin tak berguna yang hanya bisa mencuci piring dan menerima makian.
Namun, tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa penyamaran miskin itu adalah cara Reno menguji hatinya sekaligus memulihkan teknik kultivasi kuno "Sutra Naga Kuno" demi menyelesaikan ujian kesembilan dari organisasinya.
Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya yang matrealistis memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan wanita itu dengan seorang tuan muda kaya yang sombong, Brandon Pratama. Di hari yang sama ketika surat cerai dilemparkan ke wajahnya, masa pengasingan Reno resmi berakhir! Kelompok elit terkaya dan terkuat di dunia—Grup Naga Hitam—berlutut menyambut kembali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31: WARISAN KAISAR NAGA
Cahaya keemasan yang memancar dari singgasana naga perlahan memudar, menyisakan kehangatan yang menenangkan di dalam aula utama Istana Dewa Abadi.
Reno membuka matanya perlahan, merasakan aliran energi spiritual yang sangat pekat dan murni mengalir di dalam meridian tubuhnya.
Seluruh kelelahan dan luka-luka ringan akibat pertarungan melawan Mo Tian dan Aliansi Iblis Agung telah hilang tanpa berbekas.
Dia menatap tato naga emas di lengan kanannya, yang kini memancarkan cahaya keemasan yang lebih terang dan hidup dari sebelumnya.
'Waduh... rasanya kayak habis spa di salon bintang lima di bumi,' batin Reno sambil meregangkan otot-otot tubuhnya.
Dia bangkit dari singgasana, merapikan jas jas hitamnya yang kini kembali terlihat licin dan bersih sempurna.
"Warisan Kaisar Naga... ternyata jauh lebih dahsyat dari yang gue bayangkan," gumam Reno dengan senyum tipis puas di wajahnya.
'Gue bisa ngerasain kalau batas kultivasi gue sudah menembus Ranah Dewa Spiritual Puncak, sedikit lagi menuju ranah Dewa Sejati!' batin Reno mengepalkan tangannya penuh tenaga.
Reno melangkah turun dari singgasana, pandangannya tertuju pada mayat Mo Tian yang tergeletak di lantai aula yang hancur.
Dia menghembuskan napas panjang, tidak ada sedikit pun rasa kasihan di matanya menatap pengkhianat tersebut.
"Pengkhianatan ribuan tahun... akhirnya tuntas di tangan gue," pukas Reno dingin.
Tiba-tiba, dari kegelapan aula, muncul Ki Sanjaya yang berlari menghampiri Reno dengan wajah berseri-seri penuh kegembiraan.
Pustakawan tua itu langsung berlutut di hadapan Reno, membenturkan kepalanya ke lantai berulang kali.
"Tuan Muda Reno! Anda berhasil! Anda benar-benar pewaris sejati Kaisar Naga Langit!" jerit Ki Sanjaya histeris dengan air mata kebahagiaan menetes di pipinya.
"Dendam ribuan tahun akhirnya terbalaskan! Istana Dewa Abadi kembali ke tangan penguasa yang sah!" tambah Ki Sanjaya penuh nada haru.
Reno mengisyaratkan Ki Sanjaya untuk bangkit berdiri, menatap pria tua itu dengan pandangan lembut.
"Aki tenang aja. Mo Tian dan Aliansi Iblis Agung sudah nggak bakal ganggu tempat ini lagi," janji Reno mantap.
"Sekarang, tugas Aki adalah membantu gue buat ngurus tempat ini dan ngembaliin kejayaan Istana Dewa Abadi," tambahnya penuh tanggung jawab.
Ki Sanjaya mengangguk cepat, merasa kehormatan luar biasa bisa melayani pewaris Kaisar Naga kembali.
"Siap, Tuan Muda! Hamba pertaruhkan sisa nyawa hamba untuk membangun kembali Istana Dewa Abadi!" sahut Ki Sanjaya mantap.
Reno kemudian melirik Liu Ruyi yang berdiri di sudut aula, menonton adegan itu dengan tatapan penuh kagum dan rasa hormat yang mendalam.
Dia menyadari, Reno bukan sekadar kuat, tapi dia memiliki takdir untuk menjadi penguasa tunggal di Alam Dewa Abadi.
"Nona Ruyi," panggil Reno pendek.
Liu Ruyi tersentak kaget, langsung melangkah mendekat dan membungkuk penuh hormat di hadapan Reno.
"Ya, Tuan Muda Reno? Ada yang bisa Rumah Pelelangan Batu Hitam bantu untuk Anda?" tanya Liu Ruyi penuh semangat bisnis.
Reno menyunggingkan senyum tipis, menatap Liu Ruyi dengan pandangan penuh misteri.
"Gue butuh bantuan lu buat nyebarin berita ke seluruh Alam Dewa Abadi," pukas Reno santai.
"Umumin kalau Istana Dewa Abadi sudah memiliki penguasa baru, dan pengkhianat Mo Tian sudah tewas di tangan gue," tambah Reno tegas.
"Siapapun yang berani menentang kekuasaan gue... bakal berakhir sama kayak naga iblis gila itu," ancam Reno dingin.
Liu Ruyi tertegun sejenak, melihat ketegasan dan kewibawaan di mata Reno, dia langsung mengangguk patuh.
"Baik, Tuan Muda. Berita ini bakal guncang Alam Dewa Abadi dalam hitungan jam!" sahut Liu Ruyi penuh antusiasme bisnis.
Setelah memberikan instruksi kepada Ki Sanjaya dan Liu Ruyi, Reno melangkah keluar dari aula utama Istana Dewa Abadi.
Dia berdiri di atas balkon istana yang megah, menatap pemandangan indah Alam Dewa Abadi yang membentang luas di bawah naungan awan merah.
Pemandangan pulau-pulau karang melayang, air terjun cahaya spiritual, dan kota-kota praktisi yang ramai kini berada di bawah genggaman kekuasaannya.
Reno menarik napas panjang, menghirup udara spiritual yang segar dan murni.
'Dunia ini... sudah terlalu kecil buat gue. Niatnya liburan kultivasi, malah jadi tur penaklukan alam tinggi,' batin Reno tersenyum kecil.
Reno kemudian merogoh ponsel pintarnya, mengirimkan pesan singkat berisi ucapan cinta dan kerinduan untuk Alya di Bumi.
"Alya... semoga kamu nggak mimpi buruk di bumi. Aku kangen kamu," gumam Reno lembut mengingat istrinya.
Tiba-tiba, tato naga emas di lengan kanan Reno memancarkan sinar keemasan yang sangat terang, bergetar hebat seakan merespon tekad Reno.
Sebuah suara bisikan kuno yang sangat berat dan misterius bergema di dalam pikiran Reno:
*"Selamat... Penguasa Baru... Pintu Menuju Alam Dewa Sejati... Telah Terbuka..."*
Reno tertegun sejenak, menyunggingkan senyum tipis penuh percaya diri menatap cakrawala Alam Dewa Abadi.
Alam Dewa Abadi... Mo Tian... Aliansi Iblis Agung... hanyalah pemanasan bagi naga emas sejati.
Tantangan dan misteri alam kultivasi yang jauh lebih tinggi kini menunggunya di balik segel dimensi tersebut.
"Alam Dewa Sejati... Dewa Sejati... bersiaplah," gumam Reno dingin.
"Naga Emas sejati... sudah kembali buat nuntut balas."
Di saat yang sama, di Alam Dewa Sejati.
Di dalam sebuah kuil kuno yang megah di atas puncak gunung tertinggi, sesosok pria berambut putih dengan zirah emas yang memancarkan aura Dewa Sejati yang sangat pekat sedang duduk bermeditasi.
Dia adalah Dewa Langit Utara—salah satu dari Empat Dewa Sejati yang menguasai Alam Dewa Sejati.
Dewa Langit Utara mendadak membuka matanya, pancaran aura Dewa Sejati di tubuhnya meledak dahsyat, menghancurkan pilar-pilar batu di sekitarnya.
"Aura Kunci Segel Alam Dewa... sudah bereaksi..." bentak Dewa Langit Utara murka.
"Pewaris Sutra Naga Kuno... sudah mencapai Alam Dewa Abadi..." racau Dewa Langit Utara gila.
"Reno Wijaya! Lu benar-benar cari mati!" teriak Dewa Langit Utara histeris.
"Aliansi Dewa Sejati... Bangunlah! Naga emas sejati sudah tiba di gerbang istana kita!" komando Dewa Langit Utara gila penuh amarah yang membara.