Indonesia
NovelToon NovelToon
Segalanya Kamu (Kontrak Pernikahan Dengan Sahabatku) Part Of Rafa Dan Aluna

Segalanya Kamu (Kontrak Pernikahan Dengan Sahabatku) Part Of Rafa Dan Aluna

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Enemy to Lovers
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Hasriani

“Nikah sama aku saja, Aluna.”

Seharusnya Aluna tertawa saat mendengar sahabatnya mengucapkan kalimat itu.
Bagaimanapun, Rafa adalah Rafa, sahabat yang sudah tumbuh bersamanya hampir seumur hidup.

Namun satu ajakan pernikahan membawa mereka pada sebuah kontrak yang perlahan mengubah segalanya.

Di antara persahabatan yang terlalu berharga untuk dipertaruhkan dan perasaan yang tak pernah berani diungkapkan, Aluna mulai menyadari satu hal

mungkin selama ini, ada seseorang yang telah menjadikan dirinya segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CV Pertama

Aluna cukup lama berada di kantor Rafa. Laki-laki itu bahkan terus merengek agar ia tetap tinggal bersamanya sampai jam pulang kantor hampir tiba.

Rasanya Rafa benar-benar tidak ingin berpisah dari gadis itu.

***

Setibanya di rumah, Aluna langsung membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan pakaian rumahan yang lebih santai.

Setelah itu, ia naik ke tempat tidur dan berbaring di sana sambil meraih ponselnya yang berada di atas nakas.

Sebuah notifikasi pesan langsung menarik perhatiannya.

Pesan dari Lila.

Senyum Aluna seketika mengembang saat melihat sahabatnya mengirimkan sebuah file kepadanya. Dengan cepat ia membuka file tersebut dan memperhatikan isi dokumen yang dikirimkan oleh Lila.

CV.

CV miliknya.

Lila benar-benar sahabat yang bisa diandalkan, Aluna sebelumnya sempat kesulitan karena tidak tau harus membuat CV yang seperti apa, ia curhat pada Lila dikantor Rafa tadi lewat pesan teks dan sekarang malah sudah jadi.

Untuk pertama kalinya, Aluna memiliki sebuah CV yang benar-benar siap digunakan untuk melamar pekerjaan.

Matanya berbinar melihat dokumen tersebut.

Tanpa berpikir lama, ia langsung menekan ikon telepon di samping nama Lila.

“Halo, La! Makasih banyak yaaa, lo terbaik deh!”

Aluna bahkan tidak bisa menyembunyikan rasa antusiasnya saat panggilan itu tersambung.

“Sama-sama, Al,” jawab Lila dari seberang sana. “Gimana? Udah fix sama yang itu atau masih mau diedit lagi?”

Lila memastikan CV yang dibuatkannya sudah sesuai dengan keinginan Aluna dan tidak ada bagian yang perlu diperbaiki.

“Ini udah pas banget, La. Thanks ya udah mau gue repotin.”

Aluna masih terus memperhatikan dokumen itu. Entah kenapa, jantungnya berdebar hanya karena melihat nama dan data dirinya tertulis di dalam sebuah CV.

Terlebih, Lila juga sudah mengirimkan beberapa daftar perusahaan yang sedang membuka lowongan pekerjaan.

“Santai aja, Al. Kayak sama siapa aja lo.”

Lila tersenyum mendengar suara Aluna yang terdengar begitu senang.

“Love you, La.”

Lila kembali tersenyum mendengar ungkapan cinta tiba-tiba dari sahabatnya.

“Yee, love you too deh. Gue mau mandi dulu ya, baru pulang dari kantor nih.”

“Oke, sana mandi dulu. Bau asem, hahaha.”

“Udah tau bau asem, masih mau nyobain juga terjun kerja.”

Lila meledek Aluna balik, mengingat sahabatnya itu begitu antusias ingin bekerja.

“Biarin, blee. Sana mandi.”

“Iya, iya. Gue matiin teleponnya ya.”

Panggilan itu pun terputus.

Aluna kembali membuka file CV miliknya. Ia terus menatap dokumen tersebut dengan perasaan berbunga-bunga.

“Yeyyy...”

Senyumnya semakin lebar.

“Besok tinggal kirim CV aja ke tiga perusahaan ini.”

Aluna begitu antusias dengan rencananya. Rasanya, untuk pertama kali setelah sekian lama, ia memiliki sesuatu yang benar-benar ingin ia perjuangkan sendiri.

Ia kembali menatap daftar perusahaan rekomendasi dari Lila.

Namun, setelah mempertimbangkannya beberapa saat, Aluna justru mulai membuka satu per satu situs perusahaan tersebut malam itu juga.

“Kalau bisa sekarang, kenapa harus nunggu besok?” gumamnya yang sudah sangat tidak sabaran.

Dengan semangat, Aluna mulai mengirimkan CV-nya secara daring ke tiga perusahaan yang direkomendasikan oleh Lila.

Ia berharap setidaknya salah satu dari perusahaan tersebut akan memberikan kesempatan untuknya.

Setelah semuanya selesai, Aluna mengembuskan napas panjang sambil tersenyum puas.

Kini, ia hanya bisa menunggu.

***

Keesokan harinya, setelah menghabiskan cukup banyak waktu memikirkan CV yang sudah dikirimkannya, Aluna akhirnya turun untuk sarapan bersama keluarganya.

“Sarapan, sayang,” ajak Mamanya saat melihat Aluna memasuki ruang makan.

Di sana, Papa dan kedua kakak laki-lakinya juga masih duduk di meja makan.

“Iya, Ma.”

Aluna menarik kursi yang berada di sebelah Papanya dan langsung duduk di sana.

Namun, belum sempat ia mengambil makanan, Andrew sudah lebih dulu menatapnya dengan ekspresi yang tidak menyenangkan.

Tatapan kakak keduanya itu begitu jelas menunjukkan ketidaksukaannya.

“Gak bosen lo tinggal di rumah mulu?”

Nada sarkas Andrew langsung terdengar di meja makan.

“Andrew...”

Mama mereka segera menegur putranya dengan tatapan peringatan.

Namun, Aluna sama sekali tidak menanggapi ucapan kakaknya.

Ia sudah terlalu lelah menghadapi Andrew.

“Kak Abra, minta selainya dong.”

Aluna justru mengulurkan tangannya ke arah kakak sulungnya, meminta selai cokelat tanpa sedikit pun menghiraukan Andrew.

“Roti aja? Makan makanan berat juga dong.”

Abra menawarkan makanan lain yang tersedia di atas meja.

“Gak mau. Maunya roti aja, soalnya udah gak mood.”

Aluna memutar bola matanya malas dan lanjut mengunyah roti yang sudah masuk ke dalam mulutnya itu.

“Cewek emang selalu nunggu mood ya?”

Abra bertanya dengan nada menggoda belum lagi ia gemas dengan pipi adiknya yang selalu terlihat penuh saat sedang mengunyah.

Aluna langsung mengangguk.

“Iya dong.”

Ia menggigit pinggiran roti yang sudah diolesi selai cokelat.

“Ya udah, terserah kamu.”

Abra tidak ingin memaksa adiknya.

Seperti biasa, Andrew kembali merasa seolah dirinya tidak dianggap.

Ia sudah berbicara dengan nada sarkas, tetapi Aluna justru memilih mengabaikannya dan tetap melanjutkan percakapannya dengan Abra.

“Aku berangkat duluan.”

Andrew tiba-tiba meletakkan sendoknya di atas piring. Makanannya masih hampir penuh.

“Loh, sarapannya masih banyak itu di piring.”

Papa mereka menegur.

“Udah gak selera. Aku jalan dulu.”

Andrew langsung berdiri dari tempat duduknya sebelum akhirnya berlalu dari ruang makan.

Sementara itu, Abra dan Aluna sama sekali tidak mempermasalahkannya.

Keduanya tetap melanjutkan sarapan seperti biasa.

***

Setelah selesai sarapan, Aluna kembali naik ke kamarnya.

Ia sebenarnya ingin masuk ke kamar mandi untuk bersiap-siap, tetapi sebuah notifikasi pesan tiba-tiba masuk ke ponselnya.

Aluna langsung menghentikan langkahnya.

Dengan cepat, ia menyambar ponsel tersebut dan membuka pesan baru dari nomor yang tidak dikenal.

Awalnya ia hanya menatap layar ponselnya dengan dahi berkerut.

Namun, beberapa detik kemudian, matanya perlahan membesar.

Jantungnya langsung berdegup semakin cepat.

Aluna bahkan hampir saja berteriak kegirangan.

Isi pesan tersebut mengatakan bahwa ia telah lolos seleksi tahap pertama.

Ia diminta datang ke kantor perusahaan untuk mengikuti tahap wawancara.

Aluna menutup mulutnya dengan salah satu tangan, berusaha menahan teriakan yang hampir keluar.

“Ya ampun...”

Ia kembali membaca pesan tersebut.

Sekali.

Dua kali.

Tiga kali.

Seolah masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dibacanya.

“AKU LOLOS!”

Aluna akhirnya tidak bisa menahan kegembiraannya.

Ia langsung melompat ke atas tempat tidurnya sambil memeluk ponselnya erat-erat.

Senyum lebar tidak pernah lepas dari wajahnya.

Bagi orang lain, mungkin itu hanya sebuah pesan biasa.

Hanya undangan untuk mengikuti tahap wawancara.

Namun, bagi Aluna...

Itu adalah kesempatan pertamanya untuk membuktikan bahwa ia juga mampu berdiri di atas kakinya sendiri.

Dan kali ini, ia tidak ingin membiarkan kesempatan itu pergi begitu saja.

1
Mira Hastati
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!