Indonesia
NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Red_Purple

‎Dua tahun pernikahan yang Nara jalani bersama dengan Arga mulai terasa hambar ketika Arga memilih untuk sibuk dengan pekerjaan. Hingga suatu malam dia menyaksikan suaminya itu tengah berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri.

‎Saat dunianya terasa gelap, sosok Aditya Narendra yang merupakan sahabat baik Arga muncul sebagai pelindungnya. Rendra selalu ada di sisi Nara, memberikan dukungan dan perhatian yang telah lama tidak dia dapatkan dari suaminya.

‎Sentuhan lembut dan kata-kata hangat Rendra menjadi obat yang menyembuhkan luka dalam hatinya, sekaligus membawanya pada permainan penuh gairah pria itu. Namun, Nara tak menyadari bahwa di balik kebaikan Rendra tersembunyi sebuah rahasia besar.

‎"Jawab pertanyaanku, Nara. Lebih puas denganku, atau dengan suamimu yang selalu meninggalkanmu sendirian?" ~ Aditya Narendra.

‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14

‎Nara terpaku diam membelakangi suaminya, tidak menoleh sama sekali. Hening yang mencekam menyelimuti ruangan itu, jauh lebih menakutkan daripada teriakan atau amarah.

‎‎"Mas Arga..." suara Nara terdengar datar, dingin, dan tanpa emosi. "Apa yang Mas harapkan setelah semua yang terjadi? Memecat Alya bukan berarti menghapus semua luka yang sudah Mas ukir di hatiku."

‎‎Nara memutar tubuhnya, menatap wajah Arga yang penuh harap dengan tatapan kosong dan membeku. Tidak ada lagi cinta, tidak ada lagi kemarahan, hanya ada kehampaan yang menusuk.

‎‎"Kesempatan?" Nara menggeleng pelan, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum getir yang menyakitkan. "Aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri saat suamiku bermain gila dengan sekretarisnya diruangan kantornya, dan sekarang kamu bicara tentang kesempatan?"

‎‎Nara melangkah mundur sedikit, "Buatku, semuanya sudah selesai. Rasa sayang dan percayaku pada Mas mati seketika saat aku menyaksikan pengkhianatanmu, Mas. Memecat dia sekarang juga sudah percuma, tidak ada yang perlu diperbaiki lagi diantara kita."

‎‎"Nara, tolong jangan begini..." suara Arga terdengar putus asa, tangannya terulur ingin menyentuh tangan istrinya namun segera ditepis kasar oleh Nara.

‎‎"Jangan sentuh aku!" tegur Nara dingin, matanya menatap tajam. "Aku bilang aku lelah, Mas. Aku lelah berdebat, lelah menangis, dan lelah menghadapi drama kehidupan rumah tangga kita!"

‎‎Nara menarik napas panjang, mencoba menenangkan gejolak di dalam dadanya, "Mulai sekarang, biarkan kita hidup masing-masing dulu. Aku butuh ketenangan, dan aku harap Mas mengerti dan tidak menggangguku."

‎Nara berbalik dan berjalan meninggalkan Arga yang terpaku diam di tempatnya. Sementara Arga hanya tertegun dengan tangan gemetar. Dia sadar, kali ini dia benar-benar hampir kehilangan segalanya akibat dari perbuatannya sendiri yang tidak bisa menahan nafsunya saat Alya menggodanya dulu.

‎"Brengsek...! Aku benar-benar brengsek!" Arga melayangkan pukulan ke udara, suaranya terdengar parau dan hancur.

‎‎Sementara itu, Nara menyandarkan punggungnya ke pintu yang baru saja dia tutup. Matanya terpejam erat, berusaha menahan air mata yang ingin tumpah. Hatinya masih sakit, masih perih. Diantara rasa sakit itu, tiba-tiba bayangan wajah Rendra dan kata-kata tulus yang pria itu ucapkan saat di villa tadi muncul di benaknya, memberikan sedikit kehangatan di tengah dinginnya kenyataan pahit yang sedang dia hadapi.

‎‎"Rendra..." bisiknya lirih, dia melangkahkan kakinya ke arah meja rias, meletakkan tasnya diatas meja dan mengeluarkan bunga pemberian Rendra dari sana.

‎‎Nara memandang bunga itu dengan tatapan nanar. Bunga itu seolah menjadi saksi bisu akan adanya cinta lain yang begitu tulus menantinya di luar sana, disaat dia sedang mendapatkan duri dan luka dari rumah tangganya sendiri.

‎‎"Rendra..." bisiknya lagi, kali ini suaranya bergetar penuh makna. "Kenapa harus sekarang? Apa aku pantas mendapatkan cinta darimu?"

-

-

-

‎Suasana di ruangan kerja Rendra terlihat tenang siang itu. Namun ketenangan itu seketika buyar saat pintu ruangannya didorong terbuka kasar, dan masuklah Arga dengan wajah lesu dan aura putus asa yang sangat terasa.

‎‎Rendra yang sedang sibuk memeriksa berkas-berkas di mejanya mendongak, melihat kedatangan sahabatnya yang tiba-tiba itu. Tatapan Rendra berubah dingin dan sulit dibaca, meski di dalam hatinya dia sudah bisa menebak apa tujuan pria itu datang.

‎‎"Ga?" sapanya singkat, tidak beranjak dari kursi kerjanya. "Ada apa? Tumben datang ke sini. Tidak sibuk kah?"

‎‎Arga tidak menjawab. Dia berjalan gontai, lalu menjatuhkan tubuhnya ke sofa yang ada di sudut ruangan. Tangannya mencengkeram rambutnya sendiri kuat-kuat kebelakang.

‎‎"Ren... aku hancur, Ren. Aku benar-benar hancur." suara Arga terdengar parau, kepalanya tertunduk dalam.

‎‎Rendra meletakkan pulpennya diatas meja. Dia menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, menatap Arga dengan tatapan tajam yang menyembunyikan ribuan rasa di dalamnya, rasa kesal, rasa iba, namun juga rasa memiliki hak yang lebih besar atas wanita yang sedang menjadi bahan pembicaraan ini.

‎‎"Apa lagi sekarang?" tanya Rendra datar, suaranya terdengar tenang namun menusuk. "Bukankah kamu bilang sudah memecat sekertarismu? Lalu apa lagi yang kurang?"

‎‎Arga mengangkat wajahnya, matanya berkaca-kaca. "Itulah masalahnya, Ren. Aku sudah memecatnya, aku sudah buang wanita itu dari hidupku. Tapi Nara... Nara tetap saja dingin. Dia bahkan tidak mau menatap mataku, tidak mau aku sentuh, dan dia mengunci dirinya di kamar tamu."

‎‎"Dia bilang semuanya sudah selesai. Dia bilang rasa sayangnya padaku sudah mati. Apa yang harus aku lakukan, Ren? Aku takut... aku takut benar-benar kehilangan dia. Aku tidak bisa hidup tanpa Nara!" suara Arga meninggi, campuran antara marah dan putus asa.

‎‎Rendra diam mendengarkan, mengetukkan jari-jarinya diatas meja sambil menatap wajah putus asa Arga.

‎‎"Kesalahan yang sudah kamu lakukan itu bukan kesalahan kecil, Ga. Kamu mengkhianati kepercayaan wanita yang paling mencintaimu. Luka semacam itu tidak bisa sembuh hanya dengan kata 'maaf' atau dengan memecat satu orang." Rendra akhirnya bersuara, nadanya rendah dan berat. Dia berdiri dari kursinya, lalu berjalan mendekati Arga dan berdiri di hadapan sahabatnya itu.

‎‎"Nara bahkan menyaksikan sendiri perbuatan kalian berdua, pasti akan sulit baginya untuk melupakan kejadian itu." tatapan Rendra tajam menusuk, membuat Arga semakin menunduk bersalah. "Seharusnya kamu bisa menahan dirimu, Ga. Jika sudah seperti ini, kata maaf pun percuma."

‎‎"Aku memang bodoh, Ren... aku bodoh. Aku terlalu terbawa nafsu, aku buta..." isak Arga. "Tolong bantu aku, Ren. Kamu sahabatku satu-satunya. Bicaralah pada Nara, katakan padanya kalau aku benar-benar menyesal. Dia pasti mau mendengarkanmu. Aku tidak tahu harus meminta tolong pada siapa lagi selain kamu."

‎‎Arga menatap Rendra dengan penuh harap, sama sekali tidak menyadari bahwa pria di hadapannya ini adalah orang yang kini menyimpan cinta yang besar pada istrinya, dan orang yang justru menjadi tempat Nara bersandar saat dia menyakiti wanita itu.

‎‎"Aku akan coba bicara padanya, Ga." jawab Rendra lambat, pandangannya beralih menatap jendela kaca besar sejenak sebelum menatap wajah sahabatnya kembali. "Tapi aku tidak bisa janji apa-apa. Karena semua keputusan tetap ada pada Nara."

‎‎Arga menghela napas panjang, seolah beban di pundaknya sedikit berkurang meski rasa cemas itu masih menggelayuti hatinya. Dia mengangguk lemah, menatap sahabatnya dengan penuh rasa terima kasih yang bercampur putus asa.

‎‎"Terima kasih, Ren... terima kasih banyak. Aku tahu aku tidak pantas meminta bantuanmu setelah semua yang aku perbuat, tapi tolong... cobalah bujuk dia. Katakan padanya kalau aku masih sangat mencintainya, kalau aku siap melakukan apa saja asal dia mau kembali padaku."

‎‎Rendra hanya mengangguk singkat, namun sorot matanya berubah gelap dan tajam. Di dalam hatinya dia tersenyum penuh kemenangan. "Kamu benar-benar bodoh, Ga. Kamu sendiri yang sedang menyerahkan wanita yang paling kamu cintai ke dalam genggamanku."

‎‎"Baiklah, akan aku usahakan," ucap Rendra datar, tangannya terulur untuk menepuk bahu Arga. "Sekarang kamu pulang saja dulu. Tidak perlu memikirkan hal-hal yang membuatmu semakin stres. Biarkan aku yang urus sisanya."

‎‎"Terima kasih, Ren. Kamu memang sahabat terbaikku," ucap Arga tulus, benar-benar tidak menyadari duri yang siap menancap punggungnya kini ada dihadapannya.

‎‎Arga keluar dari ruangan itu, meninggalkan Rendra sendirian dengan pikiran yang kini berputar merancang strategi. Begitu pintu tertutup rapat, senyum tipis terbit di bibir Rendra. Dia berjalan kembali ke mejanya, lalu mengambil ponselnya yang tergeletak diatas meja. Jarinya dengan cepat mengetik pesan.

✉️‎ [Nara... kita baru sehari tidak bertemu, tapi aku sudah sangat merindukanmu seperti ini. Mau bertemu?]

-

-

-

Bersambung...

1
Sisca Raharjo
keren ceritanya 😍😍😍😍
dome🌬️🌀🌀🌀
ga bisa berkata kata 🤣🤣🤣🤣
dah lah sama sama selingkuh
dome🌬️🌀🌀🌀
waduhhhh kacauuu.. rendraaa... rendraaaa.. boleh cinta tapi jangan sampai membuat orng yg kau cintai ikut merasakan menjadi seseorang yg berkhianat juga. banti beebaskan dl keterikatan antara arha dan nara. baru terserah kalian mau ajeb ajek apa iya iya...
dome🌬️🌀🌀🌀
yaaahhhh,,, jd ikutan selingkuh ini mah namanya. kalu kau sudah bener2 ga ada hati dan ga bisa kasih kesempatan buat arga lebih bik cerai dl saja nara.. jadi nama baikmu pun bagus ga tercoreng dengan kata perselingkuhan.... jngn ikutan kelakuan buruk arga yaa naraa
dome🌬️🌀🌀🌀
tolol bin goblok nih si Arga 🤣🤣🤣
kebodohan yg pertama selingkuh dan jinah sama sekretaris nya sendiri. lalu memint bantuan sama pesain vintamu sendiri. fan parrahnya ngasih jalan lebar buat rendra masuh kedalam rumah tangganya dan memanfaatkan celah hati iatrimu yg sedang sakit dan dia yg mengobati. kau tunggu tinggal penyesalannya saja🤣🤣🤣🤣
harusnya berusaha gigih kalau menyesal, ini mahh mau gampangnya aja. usaha yg keras yg gigih rebuh hati istri mu kembali, bukan malah minta tolong sama laki2 lain. emang cinta arga setengah2 ihhhh...
dome🌬️🌀🌀🌀
pwnyesalami audah expired yaa arga. harus dimusnahkan dan diganti sama yg baru. sori dori mori stroberi yee.. makn noh jalangmu. nara sudah ada oengganti yg tulus menunggu dia dengan sabar
dome🌬️🌀🌀🌀
wkwkwkwkwkwk... waduh gaswattt kepergok lagi ekheemmmm.... nara juga kepo banget sihhh kan jadi tau😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
hebat bnnget si rendra mengambil kesempatan disaat nara sedang patah hati , disaat itulah dia masuk dan menggoyahkan sedikit sisa perasaan nara yg tertinggal. makk jleb langsung kena. licik dan cerdas
dome🌬️🌀🌀🌀
gile aja nara mau jodohin adeknya dan rendra. sedanggkan rendraa saja sudah menunggumu semenjak dahulu.. wazeekkkkk🤣🤣🤣 sok melakolis🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
gercep bener bang Rendra 😁😁😁, sekali dikasih selah rendra sudah mode sat set jadi pebinor. baagusss.. bagusss..... ga layak nara dengan si bekas pejinah. selingkuh saja sudah katagori erlakuan yg sangat menyakitkan dan sulit dimaafkan ini lagi sampe jinah ape Kate dunieeeee... ogah bnget balik lagi. kalau masa lalu sih bisa kita jadikan ooelajaran mmasa lalu. lahh ini masih status suami selai selingkuh jinah pula. iyyuuuhhhhhh... g oake kata balik yg ada bakik badan dan byeee😁
dome🌬️🌀🌀🌀
kok iya bener khilaf fan bikin kesalahan sampe 6bulan🤣🤣🤣.. kocak nih si bambang. khilafnya dah akut pak. harus dieriksa dokter
dome🌬️🌀🌀🌀
waahhhh,,, tidak semudah itu ferguso. burung puyuhmi sudah masuk sarang burung yg lain. jijik amat bisa dengan mudah dimaafkan.. ogaah banget aku mah
nezoooooongggg
dome🌬️🌀🌀🌀
tanyakan pada menantu laknatmu pak wira...
mantumu sudah main serokan sama sampah jalanan pak.. sudah kotor
dome🌬️🌀🌀🌀
sory.. maaf mu ga laku arga. sekarang nikmatilah hasil perbuatan burukmu kepada istrimu. nikmatilah jalangmu.... 😤😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
kucing garong disodorin ikan asin yaa langsung mangap lah😂😂😂. apa lagi ada sambel tterasi tempe gorng lalpan sama sayur asem..beuuhhhh... dunia milik sendiri yg laen pada ngekos🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
NEZOOOONGGH lu arga, cinta lu kata. tuh mulut samma burung ga sinkron yaa. mulutmu berkata cinta tapi burungmu mematok yg lain😂😂😂

heloooooo...... halo... halooo
kalau lagi sakit minum obat Arga 😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
rendra: nara sedang apa kau sendirian disini.??
Nara: sedang ngitungin mobil ren, gabut ga ada kerjaan.
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
yg sabar bu' nar pak arha sedang sibuk sibuknya.
sibuk bercocok tanam diladang tetangga🤣🤣🤣🤣
rebut aja nara dr arga yg ga bis menjaga hati fa6n imronnya😁😁😁
xixixixi xixixi
fei h
inilah kata2 Rendra yg bikin jantungku tertusuk juga
Katherina Ajawaila
keren akhirnya kebudukkan mu terbuka semua Rendra, jahat pria lucifer😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!