Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dijebak dan difitnah oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa melarikan diri dalam keadaan terluka, Reno terpaksa menyembunyikan identitas aslinya dan menjadi menantu numpang yang dihina di keluarga Pramudya. Di mata ibu mertua dan orang-orang kota, ia hanyalah pria miskin tak berguna yang hanya bisa mencuci piring dan menerima makian.
Namun, tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa penyamaran miskin itu adalah cara Reno menguji hatinya sekaligus memulihkan teknik kultivasi kuno "Sutra Naga Kuno" demi menyelesaikan ujian kesembilan dari organisasinya.
Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya yang matrealistis memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan wanita itu dengan seorang tuan muda kaya yang sombong, Brandon Pratama. Di hari yang sama ketika surat cerai dilemparkan ke wajahnya, masa pengasingan Reno resmi berakhir! Kelompok elit terkaya dan terkuat di dunia—Grup Naga Hitam—berlutut menyambut kembali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30: CAHAYA ISTANA UTAMA
Reno berdiri tegak di tengah reruntuhan aula utama, menatap tumpukan puing marmer tempat Mo Tian tertimbun.
Debu-debu pertarungan perlahan mengendap, menyisakan kesunyian yang mencekam di dalam Istana Dewa Abadi.
Tato naga emas di lengan kanan Reno perlahan meredup sinarnya, kembali ke wujud semulanya.
Energi batin Sutra Naga Kuno di tubuhnya terasa sangat stabil dan penuh, efek dari menyerap Inti Kaisar Iblis tadi.
'Waduh... capek juga nyapu naga iblis gila ini. Niatnya liburan kultivasi malah jadi tur bersih-bersih alam ekstrim,' batin Reno sambil menghela napas panjang.
Reno merapikan jas jas hitamnya, memastikan tidak ada noda darah iblis yang menempel di pakaian favoritnya itu.
Brakkkk!
Tiba-tiba, puing-puing marmer meledak dahsyat ke segala arah.
Mo Tian kembali merangkak bangun dari reruntuhan, namun kondisi tubuhnya sangat memprihatinkan.
Seluruh sisik hitam di tubuhnya hancur berantakan, sayap kelelawarnya patah sebelah, dan napasnya memburu parah memuntahkan darah hitam.
Dia menatap Reno dengan tatapan yang sudah kehilangan akal sehatnya, murni didorong oleh dendam dan keputusasaan tingkat tinggi.
"Belum mampus juga lu, Naga Gendut?" cibir Reno dengan pandangan malas.
"Nyawa lu beneran alot kayak karet ban bekas," tambah Reno tertawa mengejek keras.
Penghinaan Reno adalah tetes terakhir yang menghancurkan kewarasan Mo Tian.
Dia mengepalkan kedua tangannya rapat-rapat, memanggil sisa-sisa energi kegelapan di tubuhnya yang sudah sekarat.
"Reno Wijaya! G-Gue... Gue nggak bakal biarin lu menang!" jerit Mo Tian histeris dengan suara parau.
"Gue panggil kekuatan 'Transformasi Iblis Agung'! Gue bakal telan kota ini beserta isinya!" jerit Mo Tian gila, meskipun tubuhnya sudah tidak sanggup lagi menahan beban kekuatan tersebut.
Brakkkk!
Tubuh Mo Tian kembali membengkak, namun kali ini terlihat sangat tidak stabil dan penuh retakan energi kegelapan yang siap meledak.
"Mati lu!" jerit Mo Tian histeris seraya menerjang Reno kembali.
*Wusss! Wusss! Wusss!*
Reno bergerak lincah menghindar, meliuk-liuk di antara sambaran petir bagaikan seekor naga emas yang menari di tengah badai.
Setiap kali cakar beracun itu berhasil menyentuh pelindung emasnya, suara desisan keras terdengar dan energi Sutra Naga Kuno Reno bergetar hebat menahan hantaman tersebut.
'Sial... energi iblis di sini ternyata lebih kuat dari yang gue bayangkan. Pelindung gue mulai retak,' batin Reno mengernyitkan dahi.
"Bermain sama api... eh, iblis itu nggak baik, Naga Gendut," pukas Reno mengejek keras.
Reno mengepalkan tangan kanannya, memicu ledakan energi emas murni Sutra Naga Kuno tingkat puncak yang jauh lebih dahsyat.
Aura naga emas raksasa sepanjang seribu meter kembali menampakkan wujudnya di atas langit dataran salju, mengaum keras membelah langit hitam!
*Roarrrr!*
"Teknik Naga Kuno: Pukulan Pemecah Bintang!" seru Reno melayangkan pukulan lurus ke udara.
Brakkkk!
Prospek kepalan tangan naga emas melesat cepat, menghantam tepat di tengah dada Mo Tian.
*Boommm!*
Gelombang kejut raksasa tercipta, meratakan ribuan Pasukan Langit Utara dan menghancurkan tembok istana hingga hancur berhamburan.
"Arghhhhh!"
Mo Tian menjerit melengking saat seluruh tulang di dada dan tangannya hancur berkeping-keping.
Tubuh besarnya meledak dari dalam, memuntahkan tumpukan daging dan darah hitam yang menjijikkan ke segala arah.
*Croottt!*
Sisa-sisa tubuh Mo Tian berserakan di aula, hancur total tanpa sisa.
Reno menarik kembali tangannya, memadamkan aura keemasan Sutra Naga Kuno.
Dia menatap tumpukan daging iblis yang menjijikkan dengan pandangan datar.
"Jijik banget. Habis ini gue harus mandi pakai sabun seember," pukas Reno menggerutu pelan.
'Alya... semoga kamu nggak mimpi buruk di bumi,' batin Reno tersenyum hangat mengingat istrinya.
Tiba-tiba, dari sisa-sisa kehancuran tubuh Mo Tian, muncul sebuah mutiara kecil berwarna hitam pekat yang memancarkan energi kegelapan sangat murni.
Mutiara itu adalah Inti Kaisar Iblis, harta karun langka yang sangat dicari oleh para praktisi kultivasi energi kegelapan.
"Waduh... ternyata Naga Gendut ini bawa barang bagus," pukas Reno sambil menyunggingkan senyum tipis.
Reno mengambil Inti Kaisar Iblis tersebut dan langsung menelannya sekaligus.
Brakkkk!
Energi kegelapan hitam murni meledak dahsyat di dalam tubuh Reno saat inti tersebut bereaksi.
Tato naga di lengan kanannya memancarkan cahaya keemasan yang sangat terang, menyerap seluruh energi kegelapan dalam hitungan detik.
'Energi batin gue... kembali ke kondisi puncak! Bahkan Sutra Naga Kuno gue sedikit meningkat!' batin Reno mengepalkan tangannya penuh tenaga.
Reno menatap ke arah utara di mana Istana Dewa Abadi berada di balik awan misterius.
Perjalanannya ke Istana Dewa Abadi masih sangat jauh, dan dia butuh lebih banyak kekuatan untuk menavigasi alam ini.
"Mo Tian... Aliansi Iblis Agung... bersiaplah," gumam Reno dingin.
"Naga Emas sejati... sudah kembali buat nuntut balas."
Di saat yang sama, di Istana Dewa Abadi yang tersegel.
Di dalam aula utama yang gelap gulita, Mo Tian mendadak membuka matanya.
Pancaran aura Kaisar Spiritual Tingkat Puncak milik Mo Tian meledak, menghancurkan pilar-pilar batu di sekitarnya.
"Aura Jenderal Langit Utara... sudah padam..." bentak Mo Tian murka.
"Kota Langit Utara... sudah runtuh..." racau Mo Tian gila.
"Reno Wijaya! Lu benar-bener cari mati!" teriak Mo Tian histeris.
"Aliansi Iblis Agung... Bangunlah! Naga emas sejati sudah tiba di gerbang istana kita!" komando Mo Tian gila penuh amarah yang membara.
Reno melangkah masuk ke dalam area istana yang kini telah runtuh, meninggalkan reruntuhan formasi di belakangnya.
Aula utama istana itu gelap gulita, hanya disinari oleh cahaya bulan merah yang masuk dari atap yang hancur.
Tato naga emas di lengan kanan Reno memancarkan cahaya keemasan yang sangat terang, bergetar hebat seakan merespon tekad Reno.
Di saat yang sama, dari kegelapan aula, muncul sesosok pria bermata tiga dengan mahkota tengkorak—Mo Tian—berdiri dengan aura pembunuh yang sangat pekat.
"Hahaha! Sudah ribuan tahun tidak ada sampah dari bumi yang berani membuka gerbang ini!" gelak tawa Mo Tian pecah kegirangan.
"Aura darah pemuda ini... sangat murni! Ini adalah bahan tumbal terbaik untuk Penguasa Iblis kami!" seru Mo Tian murka luar biasa.
"Berani-beraninya sampah dunia bawah menyebut nama Penguasa Mo Tian dengan tidak hormat!" teriak Mo Tian penuh nada intimidasi.
Reno bersedekap dada, menatap Mo Tian dari atas sampai bawah dengan pandangan remeh.
"Gue cuma numpang lewat buat nyari seseorang bernama Mo Tian," sahut Reno santai.
"Pengkhianat itu ada di dalam Istana Dewa Abadi kan?" tanya Reno datar tanpa dosa.
Deggg...!
Mo Tian terbelalak kaget mendengar Reno menyebut nama Mo Tian dengan begitu santai.
"Mati lu, Pemuda Sombong!" jerit Mo Tian murka luar biasa.
Brakkkk!
Mo Tian melompat turun dari singgasana, mengayunkan pedang iblis raksasanya dengan mengerahkan seluruh kekuatan Ranah Kaisar Spiritual Puncak.
Tebasan pedang iblis itu membelah udara, menciptakan gelombang kejut api membara yang mampu melelehkan dataran salju dalam sekejap.
*Wusss! Wusss! Wusss!*
Namun, di mata Reno, tebasan pedang iblis itu tidak ada bedanya dengan mainan kembang api anak kecil.
Reno tidak bergeser satu senti pun dari posisi berdirinya.
Ketika mata pedang iblis tajam itu berada hanya berjarak beberapa milimeter dari dada Reno...
Reno membuka mulutnya, membalas raungan pedang iblis tersebut dengan satu kali dehaman halus yang berisi aura Sutra Naga Kuno.
"Ehem!"
Brakkkk!
Gelombang kejut keemasan meledak hebat dari tubuh Reno!
*Pranggg!*
Pedang iblis raksasa milik Mo Tian hancur berkeping-keping menjadi abu besi di udara!
Mo Tian terbelalak lebar, memuntahkan darah segar saat gelombang suara dehaman Reno menghantam dadanya secara langsung.
"Guaaarkkk!"
Tubuh Mo Tian yang kekar melesat mundur bagaikan peluru, menabrak tembok istana hingga hancur berhamburan.
Brakkk!
Mo Tian tersungkur di atas lantai marmer dengan tulang-tulang rusuk yang retak parah, dadanya terengah-engah penuh ketakutan yang belum pernah ia rasakan seumur hidup.
"L-Lu... Lu ini monster jenis apa?!" jerit Mo Tian gemetaran setengah mati.