Genta, pemuda udik dari gunung dengan kemampuan medis legendaris, turun ke kota metropolitan untuk menikahi Kiara Prameswari, CEO cantik dan dingin dari keluarga konglomerat, sesuai wasiat gurunya. Alih-alih sambutan hangat, Genta justru dihina dan dianggap benalu oleh Kiara dan keluarganya yang tidak tahu bahwa di balik penampilannya yang lusuh, Genta didampingi oleh "Sistem Pewaris Tabib Sakti" yang memungkinkannya menyembuhkan penyakit mustahil. Terjebak dalam pernikahan politik yang dingin, Genta harus menggunakan ilmu medis magis dan bantuan sistemnya untuk menampar balik semua orang yang meremehkannya, menyelamatkan nyawa, dan membangun kekuasaannya sendiri di rimba kota.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28
Genta menatap lurus ke arah pria kekar itu dengan pandangan meremehkan yang sangat kentara.
"Kau terlalu banyak bicara ular tua, cepat keluarkan seluruh kemampuanmu agar aku bisa segera pulang makan siang."
Ketua Sekte menggeram marah mendengar hinaan telak dari pemuda yang baru menetas itu.
"Sombong sekali kau! Aku akan membuatmu merasakan neraka yang sebenarnya dengan Jurus Ular Kematian Seribu Racun!"
Pria kekar itu tiba-tiba merobek jubahnya sendiri, memperlihatkan otot dadanya yang dipenuhi rajah ular hidup.
Aura berwarna hijau kehitaman meledak dari pori-pori kulitnya, merusak tanah dan mengeringkan rumput liar di sekitarnya dalam sekejap.
Ketua Sekte itu melesat maju dengan kecepatan yang menyamai Genta, kedua tangannya berubah warna menjadi hitam legam seperti besi beracun.
Wush!
Dia melayangkan cengkeraman mematikan ke arah jantung Genta, mencoba merobek dada pemuda itu secara langsung.
Genta tidak menangkis dengan tangannya, dia justru memiringkan tubuhnya dan menendang dada Ketua Sekte itu dengan lututnya.
Bugh!
Ketua Sekte itu terpental mundur beberapa langkah, namun dia tidak terluka sedikitpun karena tubuhnya dilapisi aura pelindung racun.
"Hahaha! Percuma saja! Fisikku sudah kebal terhadap semua serangan fisik setelah aku berendam dalam bisa ular selama dua puluh tahun!" tawa Ketua Sekte itu sombong.
"Begitu tangan beracunku menyentuh kulitmu, kau akan meleleh menjadi cairan darah bernanah!"
Genta mendengus pelan, dia sama sekali tidak merasa terancam dengan kulit tebal musuhnya itu.
"Kulit kotor itu hanya kebal terhadap pukulan fisik biasa, mari kita lihat apakah kau kebal terhadap hukuman dari langit."
[Sistem, lepaskan segel penuh dari Jarum Emas Seribu Jiwa sekarang juga!]
[Perintah diterima. Segel Jarum Emas Seribu Jiwa dilepaskan sepenuhnya.]
Cahaya keemasan yang luar biasa menyilaukan meledak dari telapak tangan Genta.
Sembilan puluh sembilan batang jarum emas melayang di udara, berputar mengelilingi tubuh Genta seperti konstelasi bintang suci.
Aura suci dari jarum-jarum itu seketika menekan aura racun hitam milik Ketua Sekte hingga menyusut drastis.
Mata Ketua Sekte membelalak ngeri, dia langsung mengenali pusaka mengerikan yang melayang di depan matanya itu.
"I-itu Jarum Emas Seribu Jiwa! Pusaka legendaris milik Tabib Dewa dari Gunung Rinjani!" jerit Ketua Sekte dengan suara gemetar ketakutan.
"Bagaimana mungkin benda pusaka itu ada di tanganmu?! Siapa kau sebenarnya?!"
Genta tidak menjawab, dia hanya menjentikkan jari telunjuk dan jari tengahnya ke depan dengan sangat elegan.
"Tembus dan hancurkan."
Syuuung!
Sembilan puluh sembilan jarum emas itu melesat bersamaan bagaikan hujan meteor yang jatuh dari langit.
Kecepatan dan kekuatan tusukannya tidak bisa dihalangi oleh aura pelindung racun sehebat apapun.
Trasss! Jleb! Jleb!
Jarum-jarum suci itu menembus titik-titik meridian di seluruh tubuh Ketua Sekte Ular Hitam tanpa ampun.
Energi emas pembasmi kejahatan langsung mengalir deras ke dalam aliran darah pria kekar itu, membakar habis seluruh racun yang dia kumpulkan selama puluhan tahun.
"Arrrggghhh!"
Ketua Sekte melolong luar biasa keras, suaranya terdengar seperti babi yang sedang disembelih hidup-hidup.
Tubuhnya yang tadinya kekar mendadak menyusut dengan cepat, kulitnya menjadi keriput, dan seluruh ilmunya musnah total.
Dia jatuh berlutut di tanah, memuntahkan darah hitam kental bercampur nanah dari mulutnya berkali-kali.
Hanya dalam waktu tiga detik, penguasa dunia hitam yang ditakuti seluruh kota itu berubah menjadi pria tua renta yang cacat dan tidak berdaya.
Genta melangkah pelan mendekati Ketua Sekte yang sedang menangis meraung-raung meratapi hilangnya seluruh kekuatannya.
Semua jarum emas itu dicabut kembali hanya dengan satu lambaian tangan dan menghilang ke dalam sistem.
"Ilmumu sudah musnah, hidupmu sekarang bahkan tidak lebih berharga dari pengemis jalanan," ucap Genta menatap dingin ke bawah.
Ketua Sekte itu mendongak dengan wajah penuh air mata keputusasaan dan ketakutan absolut.
"A-aku mengaku kalah! Kau benar-benar monster yang mewarisi kekuatan monster tua dari gunung itu!" rintihnya dengan napas tersengal.
"Tapi jangan senang dulu pemuda sombong, kau pikir menghancurkan sekteku akan menyelesaikan segalanya?!"
Ketua Sekte itu tertawa sumbang memuntahkan sisa darah di mulutnya.
"Pusaka jarum emas di tanganmu itu adalah incaran utama dari Aliansi Medis Gelap di ibu kota negara."
"Begitu mereka tahu kau memegang benda itu, mereka akan memburumu dan istrimu sampai ke ujung dunia!"
Genta sama sekali tidak terkejut mendengar ancaman kosong tersebut, dia justru tersenyum miring merasa sangat terhibur.
"Baguslah kalau begitu, aku tidak perlu repot-repot mencari mereka satu per satu jika mereka sendiri yang mengantar nyawa ke sini."
Tanpa belas kasihan sedikitpun, Genta menendang leher Ketua Sekte itu dengan kekuatan terukur untuk membuatnya pingsan dalam waktu yang sangat lama.
Bruk!
Ketua Sekte Ular Hitam jatuh terkapar tidak sadarkan diri, menandai kehancuran mutlak sindikat racun terbesar di kota ini.
Suara sirene polisi tiba-tiba terdengar meraung-raung dari kejauhan, semakin lama semakin mendekati lokasi pabrik terbengkalai tersebut.
Sepertinya Laras tidak bisa menahan rasa khawatirnya dan membawa pasukan besar menyusul Genta dari belakang.
Genta membersihkan debu di pundaknya, matanya menatap puluhan mobil polisi yang baru saja mendobrak masuk ke halaman pabrik.
Laras melompat turun dari mobil terdepan dengan senjata terhunus, wajahnya sangat panik mencari sosok Genta.
Namun pemandangan lautan manusia yang hancur lebur di depannya membuat rahang inspektur cantik itu nyaris lepas dari tempatnya.
"Y-ya Tuhan... apa kau yang melakukan semua ini sendirian Genta?" gumam Laras menatap takjub pria yang berdiri tanpa luka sedikitpun di tengah kekacauan itu.
Genta tersenyum santai dan berjalan menghampiri Laras dengan langkah yang sangat berwibawa.
"Aku sudah membersihkan sarangnya Nona Inspektur, sisanya kuserahkan padamu untuk menyapu kotoran ini ke dalam penjara."
"Sekarang aku harus pulang, istriku sudah menunggu di meja makan dan dia akan sangat cerewet jika aku terlambat."
Genta berjalan melewati Laras begitu saja, meninggalkan sang inspektur dan ratusan pasukannya yang masih mematung tidak percaya melihat hasil karya sang Tabib Sakti.
Di dalam kepala Genta, layar biru transparan menyala terang benderang merayakan pencapaian tertingginya di kota metropolitan ini.
[Ding!]
[Misi Pemusnahan Sekte Ular Hitam berhasil diselesaikan dengan hasil sempurna dan absolut.]
[Master secara resmi telah menundukkan seluruh kekuatan musuh di kota metropolitan.]
[Poin Reputasi Master bertambah 30.000 Poin!]
[Gelar Master ditingkatkan dari Penasihat Medis Tertinggi menjadi Raja Tabib Mutlak.]
Genta masuk kembali ke dalam mobilnya dengan senyum kepuasan yang luar biasa besar di bibirnya.
Kota ini sekarang sepenuhnya berada di bawah kendalinya, namun pertarungan sesungguhnya dengan iblis-iblis dari masa lalu gurunya baru saja akan dimulai.