Indonesia
NovelToon NovelToon
Naga Tersembunyi Di Kota Metropolitan

Naga Tersembunyi Di Kota Metropolitan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dikelilingi wanita cantik / Epik Petualangan
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Raka Wijaya, mantan komandan unit rahasia Garuda Hitam, dinyatakan tewas dalam misi yang sebenarnya adalah pengkhianatan dari dalam. Untuk melindungi orang-orang yang ia cintai, ia memilih hidup dalam bayang-bayang: menyamar sebagai sopir pribadi yang lemah dan tak berdaya di keluarga mertuanya sendiri — keluarga konglomerat Wijayakusuma yang meremehkannya habis-habisan. Tapi kota metropolitan penuh intrik, dan masa lalunya tidak akan tinggal diam selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 — Gelas yang Tidak Boleh Diminum

Raka bergerak cepat melintasi zona tamu umum, menjaga langkahnya tetap terlihat seperti petugas keamanan yang merespons keributan biasa, bukan seseorang yang berlari menuju ancaman nyata.

Kerumunan kecil sudah berkumpul di dekat meja tamu kehormatan — seorang pelayan muda tergeletak di lantai, napasnya tersengal, tangan kanannya masih menggenggam sisa nampan berisi gelas-gelas sampanye yang kini berserakan pecah di karpet merah.

"Dia cuma pusing, kepanasan mungkin," seorang tamu berkata, mencoba menenangkan suasana.

Tapi Raka melihat detail yang lain — bercak kecil kebiruan mulai muncul di ujung jari pelayan itu, tempat kulitnya sempat bersentuhan dengan cairan yang tumpah dari salah satu gelas yang pecah.

"Cinta, jangan sentuh gelas manapun di meja itu," Raka membisikkan peringatan lewat earpiece secepat mungkin, sambil berlutut pura-pura membantu pelayan yang pingsan, diam-diam memeriksa denyut nadinya — cepat, tidak beraturan, tanda yang tak biasa untuk sekadar kelelahan.

"Aku dengar," jawab Cinta, suaranya tegang tapi terkendali, menjauh perlahan dari meja tanpa membuat tamu lain curiga.

"Panggil paramedis hotel," Raka memerintah tegas ke arah staf terdekat, suaranya cukup keras untuk terdengar wajar sebagai instruksi petugas keamanan yang sigap. Ia melirik cepat ke arah nampan yang tersisa — satu gelas sampanye masih utuh di sana, belum sempat terjatuh, tepat berada di jalur yang seharusnya menuju meja utama tempat Handoko duduk.

"Wulan, aku butuh identifikasi cepat," bisik Raka, mengambil gelas itu dengan sarung tangan yang biasa ia kenakan sebagai bagian seragam keamanan, menjauh sedikit dari kerumunan seolah membawa barang bukti insiden biasa.

"Aku tidak punya alat uji lab portabel, Raka," jawab Wulan cepat, "tapi lihat dari gejala pelayan itu — kebiruan di ujung jari, detak jantung cepat lalu kolaps mendadak — pola itu cocok dengan racun kontak cepat, bukan racun yang harus ditelan. Kalau begitu, minumannya sendiri mungkin aman diminum, tapi permukaan luar gelasnya yang dilapisi racun."

Raka menatap gelas di tangannya lebih dekat, menemukan lapisan tipis nyaris tak terlihat di bibir gelas — sesuatu yang hanya bisa dikenali oleh seseorang yang pernah dilatih mengenali metode pembunuhan senyap seperti ini.

"Racun kontak," gumamnya pelan. "Siapa pun yang meminum dari gelas ini, atau menyentuh bibir gelasnya dengan kulit terbuka, akan mengalami hal yang sama seperti pelayan itu — dalam beberapa menit."

"Itu bukan serangan acak," suara Bara masuk, tegang. "Gelas itu ditujukan khusus ke meja utama. Kalau Handoko yang meminumnya di depan seluruh tamu dan wartawan—"

"—maka kematiannya akan terlihat seperti insiden medis mendadak, bukan pembunuhan," selesai Raka, dadanya dingin menyadari besarnya rencana yang nyaris berhasil. "Setiawan tidak butuh aku menolak tawarannya untuk memicu rencana cadangan. Ini sudah disiapkan sejak awal, terlepas dari jawabanku."

Ia menyelipkan gelas itu ke dalam kantong bukti kecil yang biasa dibawa petugas keamanan untuk insiden semacam ini, menggantinya diam-diam dengan gelas kosong dari troli lain sebelum siapa pun sempat menyadari pertukaran itu.

Beberapa menit kemudian, paramedis hotel tiba, membawa pelayan yang pingsan itu keluar dengan tandu, situasi berangsur tenang seperti insiden medis biasa yang cepat ditangani — persis seperti yang diinginkan siapa pun yang merancang serangan ini.

Handoko sendiri, tidak menyadari betapa dekat ia baru saja berada dari ajal, kembali duduk di kursinya, menunggu sesi penandatanganan resmi yang akan dimulai sebentar lagi, wajahnya masih dihiasi kepuasan seorang pebisnis yang merasa kesepakatan besar hidupnya sedang berada di puncak kesuksesan.

Raka berdiri kembali di posisinya, menekan earpiece, suaranya nyaris tak terdengar di tengah musik latar ballroom yang kembali mengalun tenang. "Bara. Wulan. Kita punya bukti fisik sekarang — gelas dengan racun kontak, jelas ditujukan untuk Handoko. Tapi kita tidak bisa membawanya ke polisi tanpa membuka siapa kita sebenarnya, dan tanpa bukti itu jatuh ke tangan yang salah lebih dulu."

"Prioritas sekarang keluarkan Cinta dan keluarganya dari gedung ini secepat mungkin," jawab Wulan tegas. "Penandatanganan bisa ditunda alasan medis — insiden pelayan pingsan sudah cukup jadi alasan sah untuk menunda tanpa mencurigakan."

Raka menatap ke arah meja utama, ke arah Cinta yang duduk tegang di samping ayahnya, mata mereka sempat bertemu sekilas dari kejauhan — pesan tanpa kata yang hanya bisa dipahami dua orang yang baru saja lolos dari bencana yang nyaris tak terlihat oleh siapa pun di ruangan itu.

Di sudut lain ballroom, tanpa disadari siapa pun, Kolonel Setiawan berdiri tenang sambil menyesap minumannya sendiri, mengamati kekacauan kecil yang baru saja mereda dengan senyum tipis yang tak pernah benar-benar mencapai matanya — senyum seseorang yang baru saja mengirim pesan jelas, terlepas dari berhasil atau tidaknya rencana itu malam ini.

Kali ini kau berhasil menyelamatkannya, Naga Hitam, pikirnya dalam hati, menatap jauh ke arah Raka tanpa perlu menoleh langsung. Tapi lain kali, aku tidak akan sebaik hati memberi peringatan lebih dulu.

1
Eka P
c
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!