Indonesia
NovelToon NovelToon
Setelah Diselingkuhi, Aku Dinikahi CEO Misterius

Setelah Diselingkuhi, Aku Dinikahi CEO Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aren Vely

Alya Pramesti kehilangan segalanya dalam satu hari karier sebagai dokter yang dibangunnya bertahun-tahun hancur karena fitnah, dan tunangannya sendiri memilih berpaling ke pelukan wanita lain di depan matanya.

Di titik paling rendah dalam hidupnya, dia justru bertemu Raka Wirawan CEO dingin dan misterius yang menawarkan kesepakatan tak masuk akal: menjadi istri kontrak selama satu tahun. Bukan karena cinta, tapi demi memenuhi permintaan terakhir sang nenek yang sekarat.

Alya menerima, tanpa ekspektasi apa pun selain bertahan hidup dan membuktikan diri.

Namun semua berubah saat sebuah malam krisis memaksa Alya mengambil alih sebagai dokter menyelamatkan nyawa nenek Raka saat semua orang panik. Untuk pertama kalinya, pria yang selalu terlihat tanpa emosi itu melihat Alya bukan sekadar "istri di atas kertas", melainkan seseorang yang nilainya jauh lebih besar dari yang pernah disadari siapa pun termasuk orang-orang yang dulu membuang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aren Vely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyusun Siasat

pagi berikutnya, ruang kerja pribadi Raka berubah menjadi markas strategi kecil. Alya, Raka, Bagas, dan Aurora yang datang diam-diam melalui pintu belakang untuk menghindari kecurigaan duduk mengelilingi meja bundar, peta jaringan bisnis Om Wisnu terpampang di layar besar di dinding.

"Kalau kita hanya bertahan terus-menerus, dia akan terus mencari celah baru untuk menyerang," kata Alya, membuka diskusi dengan tegas. "Kita perlu bukti konkret atas pola kejahatannya, bukan cuma dugaan dan indikasi tidak langsung seperti sekarang."

"Aku setuju," kata Bagas, yang kini sepenuhnya berada di pihak keluarga Wirawan sejak pengakuannya beberapa minggu lalu. "Aku masih punya beberapa kontak di Meridian Capital yang mungkin bersedia bicara, terutama yang merasa tidak nyaman dengan cara kerja Om Wisnu selama ini."

Aurora mengangguk, menambahkan. "Dari yang aku dengar diam-diam dari staf keluarga, Om Wisnu punya kebiasaan menyimpan catatan detail setiap kesepakatan 'tidak resmi' yang dia buat, sebagai jaminan pribadi kalau-kalau rekan bisnisnya mencoba berkhianat. Dia terlalu perhitungan untuk tidak menyimpan bukti, meski itu bisa jadi kelemahannya sendiri kalau kita bisa mengaksesnya."

"Pertanyaannya," kata Raka, menyandarkan punggungnya ke kursi sambil berpikir keras, "bagaimana kita bisa mengakses catatan pribadi itu tanpa melanggar hukum, dan tanpa membuatnya semakin waspada sebelum kita punya bukti cukup kuat?"

Alya, yang sejak beberapa hari terakhir memikirkan langkah selanjutnya, akhirnya menyampaikan ide yang sudah dia susun matang-matang. "Bagaimana kalau kita menggunakan pendekatan yang sama seperti yang dia lakukan pada kita — mencari titik lemah dalam jaringannya sendiri. Setiap kerajaan bisnis yang dibangun dengan cara tidak etis biasanya punya orang-orang di dalam yang sebenarnya tidak nyaman dengan caranya, tapi terlalu takut untuk bicara."

"Whistleblower," gumam Bagas, matanya berbinar memahami arah pemikiran Alya. "Kita cari orang dalam yang bersedia bicara, dengan jaminan perlindungan hukum yang kuat."

"Tepat," kata Alya. "Yayasan kami sebenarnya sudah punya pengalaman menangani kasus-kasus whistleblower di dunia medis. Prinsipnya sama — orang-orang yang tahu kebenaran seringkali hanya butuh rasa aman untuk bicara, dan jaminan bahwa pengorbanan mereka tidak akan sia-sia."

Raka menatap istrinya dengan kekaguman yang tidak bisa dia sembunyikan. "Kau benar-benar memikirkan ini dengan matang."

Rencana itu mulai dijalankan dengan hati-hati dalam beberapa minggu berikutnya. Tim hukum Wirawan Group, dibantu Bagas yang memberikan daftar nama-nama karyawan Meridian Capital yang mungkin bersedia bekerja sama, mulai melakukan pendekatan diam-diam, menawarkan perlindungan hukum dan jaminan kerahasiaan penuh bagi siapa pun yang bersedia memberikan informasi.

Pendekatan pertama tidak membuahkan hasil — beberapa karyawan yang didekati terlalu takut kehilangan pekerjaan atau menghadapi ancaman balik dari Om Wisnu yang dikenal memiliki reputasi kejam terhadap siapa pun yang dianggap berkhianat. Namun kesabaran mereka akhirnya membuahkan hasil ketika seorang mantan sekretaris pribadi Om Wisnu, yang baru saja mengundurkan diri karena alasan yang tidak pernah dijelaskan secara terbuka, bersedia bertemu secara rahasia dengan tim hukum Wirawan.

Pertemuan itu berlangsung di sebuah rumah aman yang disewa khusus untuk keperluan ini, jauh dari kemungkinan pengawasan pihak lawan. Wanita paruh baya bernama Ibu Retno itu duduk gugup di hadapan tim hukum, tangannya gemetar memegang secangkir teh yang disediakan untuk menenangkannya.

"Aku bekerja untuk Pak Wisnu selama delapan tahun," katanya pelan, memulai kesaksiannya. "Aku tahu banyak hal yang seharusnya tidak aku ketahui, karena posisiku yang terlalu dekat dengan urusan pribadinya. Aku mengundurkan diri tiga bulan lalu, setelah dia memintaku memalsukan beberapa dokumen keuangan untuk menutupi jejak transaksi yang menurutku sudah keterlaluan."

"Apakah Anda bersedia memberikan kesaksian resmi, dengan perlindungan hukum penuh dari kami?" tanya kepala tim hukum Wirawan, hati-hati agar tidak terkesan memaksa.

Ibu Retno terdiam lama, matanya menerawang penuh ketakutan namun juga tekad. "Aku sudah lelah menyimpan semua ini sendirian. Ya, aku bersedia. Tapi aku butuh jaminan keamanan untuk diriku dan keluargaku. Pak Wisnu bukan orang yang akan tinggal diam kalau tahu aku berkhianat padanya."

"Kami akan memastikan keamanan penuh untuk Anda dan keluarga," jawab Raka, yang turut hadir dalam pertemuan itu meski duduk agak menjauh untuk tidak mengintimidasi. "Yayasan istri saya sudah berpengalaman menangani kasus perlindungan whistleblower. Anda akan mendapat pendampingan penuh."

Malam itu, setelah pertemuan bersejarah tersebut, Alya dan Raka duduk berdua di rumah, merasakan secercah harapan baru dalam perjuangan panjang mereka.

"Ini baru permulaan," kata Alya, "tapi setidaknya kita akhirnya punya seseorang yang bersedia bicara dari dalam."

Raka mengangguk, menggenggam tangan Alya erat. "Satu langkah lebih dekat untuk mengungkap kebenaran sepenuhnya, dan mengakhiri ancaman ini sekali dan untuk selamanya."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!