Indonesia
NovelToon NovelToon
Mafia Bucin

Mafia Bucin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:31.5k
Nilai: 5
Nama Author: Elis Kurniasih

Dijadikan ladang emas oleh sang paman. Fio yang semula setuju dijodohkan oleh anak politisi sekaligus pengusaha besar oleh pamannya memilih berontak.

Fio bersekutu dengan Gio, mafia yang ternyata sudah lama memendam perasaan padanya. Hingga, perlahan semua tabir keluarganya terungkap.

"Aku bukan laki - laki yang bisa menyentuh perempuan sembarang. Tapi, aku juga bukan laki - laki yang bisa menahan untuk tidak menyentuh kamu." -Giorgio Abraham-

Sequel Gairah Cinta Sang Pembalap

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elis Kurniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Percayalah

Klek

Klek

Gio sudah berada di atas. Dia mencoba membuka pintu. Namun, beberapa kali hendak membuka, tak berhasil.

“Si4l pintunya dikunci!” umpatnya kesal.

Telinga mendengar huru hara di dalam sana, hingga matanya menatap dari celah kesil pintu yang memang bentuk di atasnya terdapat gari – garis terbuka. Dia melihat kedua tangan Fio yang dipegang oleh dua pria serta dua orang lagi yang dengan senyum geli mencoba menghampiri.

“Fio,” teriaknya kencang. “Fiona.”

Gio tak terima wanitanya dikeroyok empat pria. Pintu yang terbuat dari besi itu dia tendang dengan kekuatan masimal. Jika memegang p1stol, sudah pasti dia menembak pintu ini dari tadi. Namun, tidak mudah memegang senjata api di negeri ini.

Amarah yang menguasai membuat kekuatan Gio di atas rata – rata.

Brak

Pintu itu terbuka.

Sontak, empat pria yang hendak mencelakai Fiona menoleh ke arahnya dan hawa takut menyergap. Mata Gio yang merah serta aura dingin di wajahnya membuat empat pria itu takut.

“Lepaskan! Atau semua tulang kalian patah.”

Klenteng

Tongkat besi yang dipegang dua orang yan hendak menyiksa Fio pun terlepas dari tangan mereka begitu saja. Sepertinya, mereka kenal dengan pria yang berdiri ini.

“Lari!” teriak salah satu orang dari mereka yang dipanggil Bos.

Dua pria yang memegang Fio pun langsung terlepas dan mereka hendak lari. Namun, Gio tidak melepaskan. Tubuh tinggi kekar yag berdiri di pintu menghalangi mereka untuk keluar. Sehingga, Gio dapat …

Bugh

Bugh

Bugh

Bugh

Memukul mereka satu persatu. Lalu, Gio menarik baju salah seorang pria itu hingga diangkat ke atas dan dibenturkan ke dinding.

“Tangan mana yang kau gunakan untuk memegang wanitaku, hah!”

Pria itu ciut. Dia takut. Bahkan, celananya sudah basah karena takut yang berlebihan.

“Tidak, Tidak. Saya hanya memegang tangannya. Saya tidak memukulnya. Demi Tuhan!”

Fio memegang pergelangan tangannya yang sakit karena cengkeraman kedua pria yang menahannya tadi.

Gio meletakkan tangan itu ke tembok dan memukulnya.

“Aaaaa …” jerit pria itu. Sepertinya tulang lunak di telapak tangannya remuk karena hantaman tangan Gio dan dinding yang menyandarnya.

“Tuan, tolong! Saya hanya disuruh orang.”

“Siapa yang menyuruhmu? Siapa?” tanyanya gahar.

“Perempuan.”

Gio menatap Fiona yang kini sudah tampak baik – baik saja sembari bertanya perempuan yang dimaksud pria ini.

Pria ini tinggal sendiri. Pria yang dipanggil bos ini malah sudah ditinggal lari tiga pengikutnya. Saat, Gio menarik dan mengangkatnya ke atas, tiga anak buahnya malah memilih menyelamatkan diri mereka masing – masing.

“Perempuan?” tanya Gio yang diangguki langsung oleh pria dengan tubuh yang masih menempel di dinding dengan kaki menjuntai tak menapak ke lantai.

“Tolong, lepaskan saya!” lagi – lagi, pria itu memohon.

Padahal, sebelumnya dia sangat arogan dan menyebalkan.

“Apa dia, Dara?” Kini, Fio yang bicara. Dia sudah mendekat sembari mengingat – ingat. “Perempuan dengan gaun malam terbuka berwarna merah muda yang duduk di kursi dua puluh tiga?”

“Iya, benar.” Pria itu lega karena Fio ternyata kenal dengan orang yang menyuruhnya.

“Gi, lepaskan!” pinta Fio pada Gio.

“Tidak bisa. Dia sudah memukulmu, memegangmu, dan ….”

“Lalu, kamu ingin membunvhnya? Ini bukan Itali.”

Sontak, Gio menurunkan pria itu hingga kakinya kembali menapak bumi.

“Terima kasih. Terima kasih.”

Pria itu langsung pergi dan kembali lari terbirit – birit.

Kemudian, Gio menoleh pada Fio. “Siapa Dara? Kamu kenal?’

Fio mengangguk.

Dahi Gio mengernyit. “Aku akan buat perhitungan.”

“Tidak.” Fio menahan tangan Gio hingga tanpa disadari pegangan lembut itu terasa sebuah sentuhan yang tidak biasa.

Gio menoleh pada lengannya yang masih dipegang Fio. Sontak, Fio menurunkan tangannya.

“Jangan salah faham! Aku …”

“Ya, aku mengerti,” jawab Gio santai. “Kembali ke ruangan vvip, mereka sudah menunggumu.”

“Dan, kamu juga menungguku?” Pertanyaan itu membuat Gio terdiam.

Tangan kanannya di masukkan ke dalam saku kanan. Gaya khas seorang Gio yang membuat hati Fio bergejolak tiap berada di dekatnya.

“Ya, tentu.”

Fio menarik napasnya kasar, lalu pergi meninggalkan Gio seorang diri. Namun, bu satu atau dua langkah dia bergerak, kakinya kembali tertahan dan menolehnya pelan.

“Wanitaku? Apa kamu tadi memanggilku begitu?”

Seketika, Gio menggeleng. “Tidak.”

Untuk hal ini, dia harus berbohong dulu. Kamudian, Fio bertanya diluar pembicaran sebelumnya.

“Aku tidak menemukan Gala dan selingkuhannya.”

“Itu artinya, Tuhan masih melindunginya.” Jawaban santai Gio membuat Fio mengerutkan bibirnya.

Fio tidak berkata lagi. Meski, secara logika tidak percaya karena bukti tidak ada di depan mata, tapi hatinya mengatakan bahwa apa yang dikatakan Gio benar.

Fio kembali berbalik untuk pergi. Namun, dia terhenti lagi dan kembali menatap mafia tampan itu. “Terima kasih karena sudah menolongku. Aku …”

“It’s oke. Itu gunanya aku. Apa pun yang kamu butuhkan, katakan saja. Aku pasti akan membantu.”

Fio menatapnya tajam.

“Tidak dengan imbalan. Sumpah. Aku akan selalu menolongmu tanpa permintaan. Percayalah.”

Percaya? Pada mafia? Entah, di mana logika Fiona. Akan tetapi, kepalanya memilih mengangguk dan hatinya memilih percaya.

“Kamu tahu aku masih tertahan di sini, dari mana?” tanyanya lagi.

“Feeling saja. Aku tahu kamu sedang dalam bahaya. Aku juga tahu, saat ini kamu sedang tidak baik – baik saja. Percayalah, ibumu pasti ditemukan.”

Deg

“Kamu tahu?”

Kedua mata mereka bertemu. Gio menatap Fio dalam dan ingin sekali memeluknya.

Dalam insiden itu, kawanan perampok menyekap Fio, gadis berusia delapan tahun di dalam kamar, lalu melenyapkan sang ayah, dan mebawa pergi ibunya. Hingga detik ini, Fio tidak pernah bertemu ibunya lagi. Polisi tidak bisa melacak keberadaan sang ibu.

Dalam persidangan dinyatakan bahwa sang ibu lari ketakutan. Namun, Fio tidak percaya. Dia sempat mendengar teriakannya yang semakin menjauh hingga dirinya ikut berteriak sembari memukul pintu.

Tidak ada yang melihat kejadian itu.

1
Arsyad Algifari.
untung fio udah di nikahi gio kalau jadi sama gala .bisa" di jadikan piala bergilir dasar keluarga gila .moga berbagai penyakit menempel pada kalian
May .Nst
dasar iblis.. anak sma bapak sma ja kelakuannya. kok namanya suci ya apa ibj nya fio ganti nama.. biar gak ketahuan
Neni Suryani
mudahan rara bisa mengenali fio,, lanjutkan ka elis 💪🥰🫶
Lestari melia Melia
keluarga gala gila semua iihhh najong
ryuka
itu mama kamu fioooo /Cry//Cry/
*kim_dan*
hhhmm,,, ternyata ank ma bapk sama2 bazingan,, pria2 brengzekkkk🤣🤣
Rumiyati Hanif
gila bpk am anak sama nya...diih ga takut pemyakit apa....bekas anak diembat juga.....
untung fio ga jdi tuh....eh jgn2 tuh bunda ny fio lagi...
Siti Kamsiah
fio pelayan baru itu mungkin adalah ibu mu,lanjut lagi kak Elis 💪💪🥰🥰
NUR..8537
good job kaka cantik 👍 makasih unt up.. nya 🙏smg Kaka sehat slalu 💪😘
NUR..8537
bersyukur km gak jd sm keluarga toxic gala.. fio🤭smg km msh ingat dg mama..mu fio🥹
Masita Masita
dah gilaa ni keluarga
Masita Masita
astaghfirullah...
ayah anak sama bejatnya...

Alhamdulillah up...
@alfaton🤴
astaghfirullah tanpa basa basi langsung saja terucap omongan luknut itu..... ortu macam apa kamu restu......Fiona itu ibumu .....demi seorang anak yang telah sekian lama tak bertemu.....apapun ia lakukan 😭😭
Nurul Hidayati
like father like son podo gendeng e 😁 semoga mereka dapat penyakit kelamin 🤭
Dien Elvina
bener² gila anak - bapak edan semua.. untung Fio gak jadi istri nya s Gala yg hobby nya suka celap celup sama kek bapak nya
Dien Elvina
nah nah itu pasti ibu Rara mama nya Fio ..apa Fio msh mengenalinya ya 🤔
kan secara dia udah lama gak ketemu mama nya
Rosa Lia
bp sm anak edan kabeh

ih tanggung trs sih k? fio ktm sm ibunya
Lestari melia Melia
mana gio kak elis
IG elis.kurniasih.5: maaf baru up kak 😁
total 1 replies
Rumiyati Hanif
gara2 gio nih ...mnja bnerr...ga jadi kn ketemu am bundanya...lnjut KK🥰
Rumiyati Hanif
waah seneng tuh minum obat dibntu isti mn lwt bibir istri lagi😁...
ketemu sama bunda nih ..
lnjut kk...aq ampe.ngebut baca saking ketnglan bnyak😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!