Diceraikan saat hamil dan dibiarkan mati, Clarissa bangkit dalam tubuh Elena—gadis bangsawan super kaya.
Kini Clarissa menguasai dunia, membuang status wanita tertindas, dan naik ke puncak tertinggi. Saat sang mantan suami datang merangkak memohon ampun di kakinya, Elena tersenyum sinis:
"Mantan suami, lihatlah aku sekarang! Kamu bahkan tidak pantas menyentuh ujung gaunku!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vyyy ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jebakan di Pesta Teh Sosialita
Aroma harum teh Earl Grey berkualitas tinggi berpadu dengan wewangian bunga anggrek mahal yang menghiasi aula utama 'The Amethyst Club'. Tempat ini merupakan kelab sosial paling eksklusif di Secilia City, di mana hanya wanita-wanita dengan garis keturunan bangsawan murni atau istri dari para konglomerat papan atas yang bisa menginjakkan kaki mereka di sini. Dentingan halus sendok perak yang beradu dengan cangkir porselen Inggris terdengar bersahutan, mengiringi tawa renyah yang penuh dengan kepalsuan dari para nyonya sosialita.
Di tengah-tengah aula, duduk Nyonya Besar Secilia—ibu kandung Adrian—yang mengenakan gaun beludru ungu tua yang megah. Wajahnya yang dihiasi riasan tebal tampak angkuh saat ia dikelilingi oleh para pengikutnya. Di sampingnya, duduk Keysha yang sore itu tampil sangat anggun dengan gaun merah muda berenda, mencoba menampilkan citra seorang wanita polos nan terhormat yang baru saja pindah ke kota ini.
"Nyonya Besar Secilia, saya benar-benar merasa prihatin dengan apa yang menimpa keluarga Anda belakangan ini," ucap Keysha dengan nada suara yang sengaja dilembutkan, memancing perhatian dari meja-meja di sekeliling mereka. Dia memasang wajah sedih yang dibuat-buat, sembari memegang jemari Nyonya Besar Secilia dengan sangat akrab.
Nyonya Besar Secilia mengerutkan keningnya, harga dirinya langsung terusik. "Prihatin? Apa maksudmu, Keysha? Keluarga Secilia adalah salah satu fondasi utama kota ini. Tidak ada hal yang perlu diprihatinkan."
Keysha menghela napas panjang, sebuah gestur yang sangat teatrikal untuk mematangkan umbannya. "Ah, maafkan kelancangan saya, Nyonya Besar. Saya mengira Anda sudah mengetahui berita yang sedang beredar di kalangan luar. Ini tentang menantu Anda... Elena."
Mendengar nama Elena disebut, atmosfer di meja utama langsung mendingin. Semua nyonya sosialita yang berada di dekat sana langsung menghentikan obrolan mereka, menajamkan telinga demi mendengarkan gosip segar yang paling dinantikan. Sudah bukan rahasia lagi jika Nyonya Besar Secilia sangat membenci Elena yang dianggap tidak membawa keuntungan bisnis bagi keluarga mereka.
"Ada apa dengan wanita pembawa sial itu?!" ketus Nyonya Besar Secilia, matanya berkilat penuh amarah yang tertahan.
Keysha mendekatkan wajahnya, menurunkan volume suaranya namun tetap memastikan agar suaranya bisa terdengar oleh meja di sekitarnya. "Beberapa malam yang lalu, di sebuah pesta bisnis... saya melihat dengan mata kepala saya sendiri bagaimana Elena bertingkah sangat tidak pantas. Dia mengenakan perhiasan yang sangat mahal pemberian dari pria lain, dan dia... dia berjalan bergandengan tangan dengan sangat mesra bersama Duke Xavier von Obsidian di depan umum."
Suara hirupan napas kaget langsung terdengar bersahutan di seluruh penjuru aula. Gosip perselingkuhan yang melibatkan nama penguasa bayangan distrik finansial adalah bom atom di dunia sosialita.
"Bukan hanya itu," Keysha melanjutkan aksinya, air mata palsunya mulai menggenang di pelupis mata untuk meyakinkan audiens. "Saya mendengar kabar dari pihak internal perbankan bahwa Elena menggunakan kartu kredit milik Tuan Muda Adrian untuk membiayai pertemuannya di hotel mewah bersama Duke Xavier. Dia mengkhianati pernikahan sucinya demi mendapatkan perlindungan finansial dari Obsidian Group. Sungguh memalukan..."
"Wanita jalang murahan!" bentak Nyonya Besar Secilia sembari menggebrak meja marmer hingga cangkir tehnya terguling dan isinya membasahi taplak meja putih. Wajah tua itu memerah padam menahan malu yang teramat sangat. "Berani-beraninya dia mengotori marga Secilia dengan kelakuan menjijikkan seperti itu! Aku akan memastikan Adrian menceraikannya dan menendangnya ke jalanan malam ini juga!"
Keysha menundukkan kepalanya, menyembunyikan sebuah senyuman ular yang sangat licik di balik telapak tangannya. Rencananya berjalan dengan sangat sempurna. Reputasi Elena akan hancur lebur di tangan ibu mertuanya sendiri sebelum matahari terbenam.
"Marga siapa yang baru saja Anda sebut sebagai sampah, Nyonya Besar Secilia?"
Sebuah suara merdu, jernih, namun dipenuhi oleh penekanan dingin yang luar biasa tajam mendadak bergema dari arah pintu masuk aula. Suara itu begitu berwibawa hingga sanggup menghentikan seluruh detak kehidupan di dalam 'The Amethyst Club' seketika.
Semua orang di dalam ruangan otomatis menoleh ke arah sumber suara.
Elena von Secilia berdiri tegak di ambang pintu ganda aula. Sore itu, dia tampil memukau dengan mengenakan setelan blazer formal berwarna hitam legam yang dipadukan dengan celana panjang senada buatan perancang busana ternama dunia. Rambut peraknya yang panjang dibiarkan terurai lurus ke bawah, memantulkan cahaya lampu gantung kristal dengan sangat indah. Di lehernya, melingkar sebuah kalung permata safir biru berukuran raksasa—kalung yang sama yang diceritakan Keysha beberapa detik lalu.
Aura yang dipancarkan Elena saat ini begitu dominan, dingin, dan penuh dengan otoritas yang mutlak, membuat seluruh nyonya sosialita di dalam ruangan terpaksa menahan napas karena terintimidasi. Di belakang Elena, melangkah Sekretaris Hendra—sekretaris pribadi Adrian—dan tiga orang pengacara senior berjas rapi dari 'Obsidian Group'.
"E-Elena... berani sekali kamu menunjukkan wajah kotor dan tidak tahu malumu itu di tempat ini!" teriak Nyonya Besar Secilia sembari menunjuk wajah menantunya dengan jari yang gemetar karena marah.
Elena melangkah maju dengan sangat anggun. Langkah sepatu hak tingginya terdengar konstan di atas lantai marmer yang sunyi. Dia mengabaikan ibu mertuanya dan mengunci pandangan mata safir birunya langsung ke arah Keysha yang kini mulai merasa ada sesuatu yang salah dengan atmosfer di ruangan ini.
"Tutup mulut Anda sejenak, Nyonya Besar, sebelum Anda membuat keluarga Secilia semakin terlihat konyol di depan publik," ucap Elena dengan nada suara yang sangat tenang namun sanggup membungkam Nyonya Besar Secilia seketika.
Elena berhenti tepat dua langkah di depan meja utama. Dia melirik ke arah Keysha yang wajah manisnya kini mulai memucat.
"Nona Keysha dari Aris Group," Elena mengulas senyuman sinis yang teramat tipis di bibir merahnya. "Cerita dongeng yang Anda karang sore ini benar-benar sangat menghibur. Perselingkuhan? Menggunakan kartu kredit Adrian untuk menyewa hotel mewah bersama Duke Xavier? Sungguh sebuah imajinasi yang luar biasa dari seorang wanita yang perusahaannya sedang berada di ambang kebangkrutan total."
"A-Aku tidak berbohong! Semua orang melihatmu bersama Duke Xavier malam itu!" seru Keysha, mencoba mempertahankan kebohongannya meski suaranya kini mulai bergetar hebat karena ketakutan melihat pengacara-pengacara besar di belakang Elena.
Elena memberikan isyarat kecil dengan jemarinya kepada Sekretaris Hendra. Hendra segera melangkah maju dan membuka sebuah map kulit, lalu menyalakan sebuah proyektor portabel yang langsung menampilkan dokumen audit keuangan resmi dari Secilia Group ke dinding putih aula pesta teh.
"Mari kita bicara menggunakan data legal, bukan asumsi murahan dari wanita yang tidak berpendidikan bisnis," ucap Elena, suaranya menggema penuh penekanan di seluruh ruangan. "Dokumen di dinding itu adalah laporan pengalihan dana tunai dari kartu sekunder Adrian. Dana itu tidak digunakan untuk menyewa hotel seperti yang difitnahkan oleh Nona Keysha. Melainkan digunakan secara sah untuk membeli instrumen saham di bursa efek distrik utara atas nama lembaga investasi 'Aethelgard Holdings' yang mana saya adalah pemilik mutlaknya."
Semua nyonya sosialita di dalam ruangan langsung menatap layar proyektor dengan mata terbelalak lebar. Angka-angka ratusan miliar yang tertera di sana sebagai keuntungan bersih Elena dalam semalam membuat mereka semua sadar bahwa wanita di depan mereka bukanlah seorang istri pajangan yang lemah, melainkan seorang raksasa keuangan baru di kota ini.
"Mengenai hubungan saya dengan Duke Xavier," Elena melanjutkan sembari melangkah selangkah lebih dekat ke arah Keysha, menatap wanita ular itu dari posisi yang lebih tinggi dengan pandangan penuh penghinaan yang teramat sangat. "Beliau hadir dalam hidup saya sebagai pelindung finansial resmi dan mitra kerja eksklusif dari Aethelgard Holdings. Dan perhiasan safir biru di leher saya ini... adalah hadiah resmi dari kepala keluarga Obsidian untuk menyambut permaisuri barunya."
Elena menoleh ke arah pengacara seniornya. "Pengacara Lin, silakan bacakan dokumen hukum kita."
"Baik, Nona Elena," ucap sang pengacara dengan suara lantang tanpa kompromi. "Sore ini, kami secara resmi mendaftarkan gugatan pidana atas kasus pencemaran nama baik, penyebaran rumor palsu tanpa bukti, serta upaya sabotase reputasi keluarga Obsidian dan Aethelgard Holdings yang dilakukan oleh Nona Keysha. Surat perintah penangkapan dari kepolisian distrik pusat akan segera tiba di tempat ini dalam waktu lima menit."
Mendengar kata 'surat perintah penangkapan', Keysha langsung kehilangan seluruh kekuatan di kakinya. Tubuhnya merosot turun dari kursi dan terjatuh lemas di atas lantai marmer, tepat di bawah ujung sepatu Elena. Wajah cantiknya kini dipenuhi oleh air mata ketakutan yang nyata, bukan lagi air mata buaya seperti tadi.
"Tidak... Arsenio! Tolong aku! Elena, maafkan aku! Aku mohon cabut gugatannya!" raung Keysha sembari mencoba meraih ujung celana Elena, namun pengawal wanita yang berjaga di belakang Elena langsung menepis tangan Keysha dengan kasar.
Elena menatap Keysha yang merangkak di bawah kakinya dengan senyuman kemenangan yang sedingin es kutub. "Ular yang mencoba meracuni singa... pada akhirnya hanya akan hancur di bawah cakar sang penguasa, Keysha. Nikmati sisa harimu di balik jeruji besi dingin, karena aku baru saja memulai permainan menghancurkan seluruh duniamu."
Slmt buat klian brdua....ga mst nunggu lma,clon pewaris udh hdir....
xavier pst mkin posesif.....
Elena slalu luarrrrr biasa....mreka pnts jd raja dn ratu brkuasa,scra spa pun yg mau mnjtuhkn mreka pst akan kalh...
yg 1 pnya kuasa,yg 1 otaknya emng jenius....
btw...slmt jd gembel buat mreka yg awlnya songong.....😛😛😛
aku udh mmpir...slm knal....
btw,aku ngebut bcanya krna pgn cpt komen.....😁😁😁....
brskap songonglh slagi klian bsa,abs tu siap2 mmhon sm orng yg klian hina....🙄🙄🙄