Indonesia
NovelToon NovelToon
Terperangkap Dalam Cinta Pria Beristri

Terperangkap Dalam Cinta Pria Beristri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Konflik etika / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

Anindya, wanita muda yang tulus dan sederhana, tanpa sengaja terjebak dalam cinta kepada Reynand — pria berwibawa yang sudah memiliki istri bernama Gisella. Di mata publik, rumah tangga mereka tampak sempurna. Namun saat kebenaran mulai terkuak satu per satu, tidak ada yang benar-benar tahu apa yang terjadi di balik pintu tertutup. Akankah Anindya pergi sebelum terlambat, atau ia akan tetap bertahan — terperangkap dalam cinta yang ternyata jauh lebih rumit dari yang ia kira?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15

‎"Kugh! Ukh!" Anindya terbatuk hebat, wajahnya seketika memerah.

‎‎"Anindya!"

‎‎Reynand segera berdiri. Dalam dua langkah ia telah berada di hadapan wanita itu. Tangannya terulur, menepuk punggung Anindya dengan gerakan pelan dan berirama teratur, menenangkan.

‎‎"Pelan... minumlah perlahan," ucapnya rendah, namun kekhawatiran dalam suaranya tidak dapat disembunyikan.

‎‎Anindya mengangguk berulang kali sambil tetap terbatuk. Butiran air mata menetes karena rasa sesak di kerongkongannya. Secara refleks ia menyambut tisu yang disodorkan oleh Reynand.

‎‎Beberapa saat berlalu, batuknya pun mereda. Dadanya masih naik turun tak beraturan.

‎‎"Ma—maafkan saya, Pak..." bisiknya sambil menunduk dalam, pipinya merah padam. "Saya... saya terkejut."

‎‎Reynand menarik kembali tangannya, lalu duduk kembali di sofa tunggal. Jarak di antara mereka masih terasa dekat. Ia menatap Anindya cukup lama.

‎‎"Terkejut?" ulangnya pelan. "Karena pertanyaannya, atau karena yang ditanyakan?"

‎‎Anindya tersentak seketika, jantungnya berpacu seakan hendak melompat keluar.

‎‎"Ti—tidak, Pak. Saya... saya tidak memiliki kekasih." Jawabannya terucap cepat, hampir seperti refleks.

‎‎Suasana kembali hening.

‎‎Reynand mengusap dagunya, tatapannya tampak mendalam, sulit dibaca.

‎‎"Begitu," ucapnya singkat.

‎‎Ia kemudian mengambil map yang tergeletak di meja, membalik halaman terakhir, dan menandatanganinya dalam diam. Terdengar bunyi goresan pena di atas kertas.

‎‎"Sudah selesai." Ia mendorong map itu ke arah Anindya. "Bawa kembali. Sampaikan kepada Bu Lita bahwa aku telah menandatanganinya."

‎‎Anindya menerima map tersebut dengan kedua tangan. "B—baik, Pak."

‎‎Ia berdiri, tubuhnya terasa kaku. Keinginan untuk segera meninggalkan ruangan yang terasa tiba-tiba menjadi begitu hangat itu menguasai dirinya.

‎‎"Saya permisi, Pak." Anindya membungkuk sopan.

‎‎Tepat saat tangannya menyentuh gagang pintu, suara Reynand kembali terdengar, menghentikan langkahnya.

‎‎"Anindya..."

‎‎Anindya menoleh.

‎‎Reynand masih duduk di tempatnya, menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.

‎‎"Terima kasih sudah datang."

‎‎Anindya terdiam sejenak, dadanya terasa sesak.

‎‎"Sama-sama, Pak."

‎‎Ia menarik napas panjang, lalu memutar gagang pintu dan membukanya perlahan.

‎‎Namun langkahnya terhenti seketika. Matanya membelalak, napasnya tertahan di kerongkongan.

‎‎Di ambang pintu, tepat di hadapannya, berdiri Aditya dan Marissa. Mereka tampak baru saja hendak menekan tombol bel, dan kini menatap Anindya dengan pandangan yang bercampur antara terkejut dan menyelidik.

‎‎"Kau... apa yang kau lakukan di apartemen putraku, hah?!" tanya Marissa dengan suara meninggi penuh kemarahan yang tak disembunyikan.

‎‎Anindya mundur selangkah, tubuhnya menegang. Ia membuka mulut hendak menjelaskan, namun kata-kata tertahan di kerongkongannya.

‎‎Belum sempat ia bersuara, langkah cepat terdengar dari belakang. Reynand muncul di sampingnya, berdiri tegak menempatkan dirinya di antara Anindya dan kedua orang tuanya.

‎‎"Ma," tegurnya tegas, namun suaranya tetap terkendali. "Jangan menuduh tanpa alasan."

‎‎"Lalu kenapa perempuan ini ada di sini, Reynand?!" seru Marissa tidak terima.

‎‎"Dia adalah sekretarisku," jawab Reynand lantang dan jelas, menatap ibunya tepat di mata. "Dia datang untuk mengantarkan dokumen yang harus segera kutandatangani. Murni urusan pekerjaan. Tidak ada yang lain."

‎‎Aditya yang sedari tadi diam di samping istrinya mengerutkan kening, menatap Anindya sekilas lalu kembali menatap putranya.

‎‎"Pekerjaan?" tanyanya pelan namun menyelidik. "Hingga ke rumah pribadi, Reynand?"

‎‎Reynand mengangguk mantap, tangannya secara halus memberi isyarat agar Anindya tetap berdiri di belakangnya.

‎‎"Pekerjaan yang mendesak, Pa. Jika kalian ragu, dokumennya ada di tangannya. Lihat saja sendiri."

‎‎Anindya menggenggam map di pelukannya erat-erat, jantungnya berdegup kencang. Ia menunduk sopan, berusaha tidak terlihat menyusahkan.

‎‎"Mohon maaf, Tuan, Nyonya..." suaranya terdengar pelan dan gemetar. "Saya hanya menjalankan tugas..."

‎‎Marissa menatapnya tajam, lalu mengalihkan pandangan ke putranya dengan wajah yang belum sepenuhnya tenang. Lalu Aditya melangkah maju selangkah, wajahnya serius dan tenang namun penuh beban.

‎‎"Reynand, ada hal serius yang perlu kita bicarakan." ucapnya berat.

‎‎Reynand mengangguk pelan, memahami nada suara ayahnya. Ia menoleh ke samping, menatap Anindya yang masih berdiri menunduk dengan gugup.

‎‎"Anindya, silakan kembali ke kantor. Sampaikan kepada Bu Lita dokumennya sudah kutandatangani," ucapnya lembut namun tegas.

‎‎"Baik, Pak. Permisi, Tuan, Nyonya." Anindya membungkuk secepatnya, lalu berjalan melewati mereka dengan langkah tergesa, menuju pintu lift yang tak jauh dari sana.

‎‎Setelah sosok wanita itu hilang di balik pintu lift, keheningan menyelimuti lorong sejenak. Reynand mengundang kedua orang tuanya masuk, lalu menutup pintu rapat di belakang mereka.

‎‎Ketiganya duduk di ruang tengah yang luas itu. Aditya dan Marissa berdampingan di sofa utama, sementara Reynand duduk berhadapan dengan mereka, punggungnya tegak namun wajahnya tampak lelah.

‎‎Aditya meletakkan kedua tangannya di pangkuan, menarik napas panjang sebelum membuka pembicaraan.

‎‎"Keluarga Wijaya datang ke rumah tadi pagi," buka Aditya pelan namun tegas. "Hendra sangat marah, Reynand. Dia merasa putrinya dipermalukan."

‎‎Reynand menghela napas panjang, menunduk sesaat.

‎‎"Aku tahu," jawabnya pelan. "Dan surat penarikan dukungan finansialnya mungkin akan aku terima sebentar lagi."

‎‎Marissa yang sedari tadi menahan diri akhirnya bersuara, nada bicaranya bercampur kecemasan dan ketegasan.

‎‎"Kalau kamu tahu, lalu kenapa kau masih bertindak seperti ini? Menjauh dari Gisella, mengajukan perceraian... dan sekarang sekretarismu datang ke sini sendirian... Bagaimana jika diketahui keluarga Wijaya?"

‎‎Reynand mengangkat wajahnya, menatap kedua orang tuanya bergantian dengan pandangan yang mantap.

‎‎"Ada hal yang tidak kalian ketahui," ucapnya tenang namun tegas. "Dan itu alasan mengapa aku tidak bisa lagi melanjutkan pernikahan ini."

‎‎Aditya mengerutkan kening, mencondongkan tubuh sedikit ke depan.

‎‎"Hal apa, Nak? Jelaskan pada kami."

‎‎Reynand menghela napas panjang, pandangannya menerawang ke ruang yang sunyi.

‎"Meski sudah tiga tahun kami menikah... perasaan itu tak pernah tumbuh di hatiku," ucapnya pelan namun tegas. "Aku tidak ingin menyiksa Gisella lebih lama lagi dengan kebersamaan yang hampa. Sejak awal, pernikahan ini hanyalah urusan bisnis. Aku sudah berusaha... berusaha mencintainya. Namun hati tidak dapat dipaksakan."

‎‎Marissa mencondongkan tubuh, suaranya lembut namun penuh harap.

‎‎"Nak, cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu. Cobalah... kalian punya anak. Mama yakin, dengan hadirnya anak, rumah tangga kalian akan lebih hangat, dan kalian akan menyadari bahwa cinta itu ada."

‎‎Reynand menggeleng perlahan, senyum tipis yang tampak getir tersungging di bibirnya.

‎‎"Tidak, Ma..." suaranya rendah namun mantap. "Karena sekarang hatiku sudah jatuh kepada orang lain."

‎‎Keheningan seketika menyelimuti ruangan. Aditya dan Marissa saling berpandangan, mata mereka membelalak tak menyangka. Marissa kembali menatap putranya.

‎‎"Wanita... wanita itu siapa, Reynand?" tanyanya bergetar.

‎‎Reynand terdiam sejenak, menarik napas dalam-dalam sebelum akhirnya mengangkat wajah dan menatap orang tuanya kembali.

‎‎"Anindya."

-

-

-

Bersambung...

1
〈⎳ FT. Zira
erai kan gak harus kedua belah pihak setuju
〈⎳ FT. Zira
ancamanya aja yg gak efisien🤧
〈⎳ FT. Zira
sebutannya tetep pelakor ya walau mereka saling suka dan terjebak keadaan.. mulut netizen kan emng paling bener🤧🤧
〈⎳ FT. Zira
Rey sih gak bakal mundur nin
Bunda HB
bu lady yg trhormat ank mu tdr dgn pria lain yg bernama Gavin .di namakan istri gatal...makanya di cerai sama suami nya 😅😅
🔥Violetta🔥: Astaga 🤣🤣 lady Gaga 🤭🤣✌️
total 1 replies
Fay
Kutunggu lanjutannya thor biar semangat ku kasi vote deh💪💪
🔥Violetta🔥: Wah terimakasih banyak kakak 🙏😘
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
ehh... gak bisa komen.. lagi revisi katanya🤧🤧🤧
〈⎳ FT. Zira
dirimu punya hak apa nglarang, suami bukan/Slight//Slight/
〈⎳ FT. Zira
anakmu yg nyosor duluan loh nyonyaaa
〈⎳ FT. Zira
sengaja banget ngasih terapi jantung yak🤧
🍓ADIRA🍓
Ayooo cari tau Rey... 🧐
🍓ADIRA🍓
sepertinya si binik sama kekasih gelapnya 😂😂😂
🍓ADIRA🍓
yg salah y statusnya Reynand 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
MBOK YA JANGAN LANGSUNG PLAK TOH BUK 😎 TANYA DULU BAEK-BAEK GTU LOH 😠
🍓ADIRA🍓
iya iya yg lgi lope lope dah /Heart/🤣🤣
🍓ADIRA🍓
Terbawa perasaan sesaat??? plis deh ya buk 😎 Reynand itu bukan anak 17 tahun lagi loh 🙂‍↔️🙂‍↔️🙂‍↔️
🍓ADIRA🍓
maap sya klarifikasi y nyonya... anakmu itu loh yg demen ambil kesempatan dalam kesempitan dluan 😂😂😂🤣🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
kwkwkwk calon besan tak boleh galak^ loh NyoMar 😂😂😂
kymlove...
beresin dulu aja ray hubungan mu sama gisella... cari taulah tentang gisella biar kamu tau keburukkan gisella, jadi jika beneran cerai km punya alasan yg kuat. untuk menggugat... biar semua tidak menyalahkan anindya jadi pihak ketiga terus...
kymlove...
hadeh.... udah ketebak pasti bakalan nyalahin nindya.... tapi ibuuuu..... kalau nindya pergi siapa. yang bakalan nanggung pengobatan mu!!!! mbok ya tolong jangan cuma lihat jeleknya aja!!! emang anak ibuuu jg mau terjebak sm. suami orang!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!