Indonesia
NovelToon NovelToon
Dari Skripsi Jadi Ibu Tiri

Dari Skripsi Jadi Ibu Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Orang Disabilitas / Dosen
Popularitas:48.7k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Terancam Drop Out karena masa studi yang di ujung tanduk, Ruby menyusul Bara --dosen pembimbingnya hingga ke pelosok desa tempat pria itu melakukan penelitian. Misinya hanya satu, acc skripsi demi menyelamatkan masa depannya.

Sebuah kesalahpahaman konyol membuat mereka dituduh melanggar adat setempat. Tanpa opsi untuk bernegosiasi, Ruby dan Bara dipaksa menikah. Dalam semalam, status Ruby berbalik 180 derajat: dari mahasiswa abadi, menjadi istri sah sang dosen.

Kejutannya tak berhenti di situ. Bara bukan sekadar dosen senior dan dingin, dia adalah duda beranak dua dan salah satu anak Bara penyandang disabilitas.

"Satu dosen dingin, plus bonus dua krucil. Mirip promo beli satu dapat tiga.”

Ruby mendongak, menatap Bara yang menatapnya. "Jadi, ibu tiri! Siapa takut? Lagipula, menghadapi bab empat Pak Bara aja saya bertahan, apalagi cuma ngadepin mereka berdua!"

“Mas, panggil saya mas Bara.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penasaran

BAb 6

 

“Siapa yang menikah, papi?”

Bara menoleh ke arah pintu, begitu pun dengan kedua orangtuanya. Jelita mendorong pintu lebih lebar, rupanya ia mencuri dengar pembicaraan para orang dewasa, entah sengaja atau tidak sengaja.

“Sayang,” ucap Bara lalu berdiri.

“Jelita,” panggil Husnah.

Rendra menghela pelan. “Jelaskan ke mereka, jangan ditunda lagi.”

“Papi menikah dengan siapa? Tante Nilam, kan?”

Bara berjongkok di hadapan putrinya, butuh effort untuk menjelaskan masalah itu pada kedua anaknya. Kedekatan Jelita dengan Nilam, adik dari mendiang istrinya membuat sang putri rupanya memiliki ekspektasi lain.

“Sayang ….”

“Tante Nilam ‘kan?”

Bara berdiri lalu mengusap kepala Jelita. “Kita bicara di luar, panggil abangmu.”

Bertempat di sofa ruang keluarga, Jelita dan Adly duduk bersisian. Bara menempati sofa tunggal, menekan tombol remote televisi yang sejak tadi menyiarkan layanan streaming film anak-anak. Rendra tidak ikut campur, masih berada di ruangan tadi. Memberi kesempatan pada Bara untuk mengatasi masalah di rumah tangganya. Begitupun dengan Husnah, memilih ke dapur mengawasi bibi menyiapkan makan malam.

“Ada apa, pih?”

“Papi menikah lagi,” sahut Jelita dengan tangan bersedekap.

Adly menatap Bara heran tapi tidak terkejut. Dorongan agar papinya menikah lagi sudah lama dan sudah sering ia dengar dari opa dan oma. Bahkan Jelita pernah dibully dan sedih karena di beberapa acara sekolah yang mengharuskan didampingi orangtua, hanya Papinya yang hadir atau oma dan opa.

“Papi sudah menikah lagi, kalau kalian sudah dewasa akan paham mengapa orang dewasa harus menikah,” cetus Bara tanpa basa basi. “dan dia bukan tante Nilam, namanya Ruby. Kalian belum pernah bertemu, tapi secepatnya akan bertemu.”

“Kenapa bukan tante Nilam,” ujar Jelita. “Dia bukan orang lain, adiknya mamih. Oma juga setuju kalau Papi menikahi tante Nilam. Namanya turun, turun ….”

“Turun ranjang,” potong Adly.

“Dari mana kalian tahu istilah itu?” Adly menunduk dan Jelita menggeleng. “Papi paham, tidak akan mudah menerima orang baru di rumah ini," tutur Bara hati-hati. "Percayalah, keputusan ini tidak akan pernah mengubah posisi kalian. Kalian selalu dan selamanya menjadi prioritas utama dalam hidup Papi."

Jelita menunduk, wajahnya cemberut. "Jelita cuma takut... takut nanti Papai berubah. KAlau istri papi punya anak, Papi jadi beda sama kita."

"Tidak akan, Sayang," Bara mencondongkan tubuhnya meraih tangan Jelita dan  menggenggamnya erat. "Rasa sayang Papi ke kalian itu tidak bisa dikurangi atau dibagi-bagi. Tante Ruby masuk ke kehidupan kita bukan untuk mengurangi kasih sayang yang ada, tapi justru untuk menambahkannya. Dia tahu betul betapa berharganya kalian buat Papi.” Meski dalam hati Bara sanksi kalau Ruby bisa mencurahkan kasih sayang untuk anak-anak, dengan dirinya pun masih perang dingin. Sepertinya waktu yang akan merubah segalanya, hanya butuh kesabaran.

Berbeda dengan Jelita yang langsung mengeluarkan isi hati dan emosinya, Adly hanya diam, raut dan tatapan wajahnya biasa saja bahkan cenderung dingin. Memang begitu sikapnya, Bara pernah mengkonsultasikan pada dokter spesialis tumbuh kembang anak. khawatir ada hubungannya dengan kondisi disabilitas sang putra. Namun, kesimpulan dokter, semuanya masih aman dan normal.

"Papi tidak minta kalian langsung menerima  dan memanggilnya 'Mama' hari ini," ungkap Bara. "Proses ini butuh waktu. Papi mohon bukalah sedikit pintu hati kalian. Beri kesempatan untuk kita menjadi keluarga yang lebih utuh dan bahagia."

Adly dan Jelita saling tatap, kembali menatap Bara dan mengangguk.

“Besok, papi bawa tante Ruby kemari.”

***

Bara menghempaskan tubuhnya di ranjang bersandar pada headboard. Baru saja mandi dan berganti piyama. Pikiran dan tubuhnya cukup lelah menghadapi masalah sejak tadi malam, malah ia tidak bisa tidur karena menjelang pernikahan dadakannya. Sempat memejamkan mata menjelang subuh, hanya 1 jam sudah terjaga lagi.

Ia menguap sambil membuka ponsel yang sejak tadi diabaikan. Membalas pesan teratas, urusan kampus juga merespon pembahasan di grup yang berurusan dengan jabatannya di kampus. Menggulir ke pesan lainnya, mendapati pesan dari Ruby.

...Ruby...

 

P

P

Pak

Pak Bara

Woy, suamiiiii 🤔

Ck, belum apa-apa udah diabaikan begini. Udah kayak pelakor hubungi laki orang

^^^Maaf, baru buka ponsel^^^

^^^Ada masalah?^^^

Pake nanya, dari awal kita ini masalah bapak Barata yang terhormat 🙄

^^^Sudah malam, istirahat. ^^^

^^^Saya lelah, besok kita bicara lagi^^^

Nggak bisa gitu dong

^^^Harusnya gimana? Saya ke tempat kamu terus temani kamu tidur^^^

Enak aja, emang cewek apaan

^^^Kita sudah menikah, remember^^^

Bodo amat

Bara menghela nafas, ternyata bukan Jelita saja yang suka tantrum. Istri kecilnya ini tantrum melebihi sang putri. Meletakan ponsel di atas nakas lalu mengganti lampu tidur dan menarik selimut setelah berbaring.

Di kamar berbeda, di lantai bawah. Jelita turun dari ranjang. Melangkah pelan keluar dari kamar menuju kamar Adly. Menekan handle pintu dan mendorong pelan. Bara melarang mereka mengunci pintu. Pun saat marah dan merajuk, hanya menutup rapat pintu kamar.

“Abang,” panggil Jelita memasuki kamar Adly. “Udah tidur?”

“Tadinya udah, tapi kamu datang jadi kebangun.” Adly beranjak duduk, meraba nakas mengambil kaca mata dan memakainya. “Lapar lagi?”

Jelita menggeleng lalu duduk di ranjang. “Tentang istrinya papi, menurut abang gimana?”

Adly menggaruk kepala, bibirnya berdecak pelan. “Gimana apanya sih.”

“Ya itu, istri papi, ibu tiri kita.”

“Terus kenapa? Harusnya kamu seneng dong. Ambil rapor bukan oma lagi, kegiatan parenting yang hadir benar-benar parents kita.”

“Tapi, bang.”

“Ta, ini udah malam, aku ngantuk. KAlau penasaran, besok bisa kamu buktikan. Papi ajak dia bertemu kita, besok.” Adly kembali melepas kacamatanya lalu berbaring membelakangi Jelita.

“Ish, abang,” rengek Jelita.

“Tidur Ta, pintunya tutup!”

Jelita menghentakan kakinya saat meninggalkan kamar Adly. “Aku bukan penasaran, tapi takut dia gak asyik jadi ibu kita. Gimana kalau dia galak, cerewet, sudah tua dan gak cantik, gimana coba. Nggak pantes dong buat papi.” 

1
Nur Wakidah
adik bayi segera otewe 🤭🤭🤭
sikepang
sabar y jelita bahan y masih baru di cek out dikerangjang kuning, ntar di adon adek baby y sama daddy dan bunda 🤣
tiara
hayo Ruby Jelita minta adik tuh
mery harwati
Meldy aq padamu 😛❤️
Terus jadi kompor mleduk bwt Bara Meldy 💪
'Nchie
semoga ada ke ajaiban untuk adly😭😭
Melania Kiaa
ehh gak sooan🙄
'Nchie
awas aja kamu ruby kalo adly udah sembuh boleh pulang🤣🤣yg ada kamu yg di makan bara🤣🤣
'Nchie
spesial pake telor ya by🤣🤣🤣
'Nchie
🤣😀jaelangkung
Melania Kiaa
yang ada malah papamu yang ketuaan dek🤭
Anonim
Ruby .....emang sok berani
Anonim
Iih ada jaelsngkung keluyuran 🤭
Anonim
Jangan sampai kenapa "Adly
Anonim
Tuhkan Ruby....kamu sih ....sok"an tantang Mas Bara .....
Dozky 2 Crazy
mas duda bisa gak cara penyampaian jgn lempeng banget🥲🥲
Dozky 2 Crazy
jangan kan adly kita ajj yg baca selalu dibikin ketawa sama ruby😁😁😁
Anonim
Ruby ngapain kamu tantangin Bara
Awas ya kamu .....🤭
Dozky 2 Crazy
makasih bunda udh ada buat adly 🥲🩷🩷
Anonim
Benar .....Ipar adalah iblis
Iccha Risa
ngebangun rumahtangga bersama mas Bara apalagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!