Indonesia
NovelToon NovelToon
Assassin Terkuat Di Dunia Murim

Assassin Terkuat Di Dunia Murim

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bonggiw01

Aku Assasin Terkuat yang tak terkalahkan, bahkan setelah menjadi seorang kakek tua, tidak ada yang bisa membunuh ku.
"Hidup ku bosan. aku harap... aku bisa bertemu dengan musuh yang lebih kuat dari ku..."
Tenyata keinginan ku Terkabul!

Setelah aku mati oleh serangan jantung, Aku di hidup kan kembali di dunia Murim... di dunia yang banyak sekali Petarung yang sangat kuat.

ini perjalanan ku sebagai Assasin Terkuat di dunia modern, sekarang hidup di dunia murim.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bonggiw01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Di dalam ruangan megah yang dilingkupi aura kegelapan, obor-obor berwarna hijau menyala redup di dinding batu. 

Di tengah ruangan berdiri seorang pria berjubah hitam panjang.

Dialah Panglima Kegelapan, Azril.

“Aku sudah mendengar semua laporan dari kalian,” ucapnya. “Generasi saat ini cukup menjanjikan. Mereka memiliki potensi besar untuk menjadi pilar baru dalam peperangan.”

Para jenderal menundukkan kepala hormat, para komandan memperhatikan dengan wajah kaku.

Azril melanjutkan. “Meski mereka sudah melewati Pelatihan neraka Kultus Iblis, mereka masih mentah. Jiwa mereka belum terbiasa dengan pembantaian, hati mereka belum sepenuhnya dipenuhi kegelapan. Dan itu… kelemahan yang harus segera dibuang.”

Ruangan itu semakin hening.

“Karena itu,” lanjut Azril, “Dewan 13 Bayangan memerintahkan agar mereka dilatih dengan lebih keras. Generasi baru ini harus ditempa bukan hanya dengan darah, tapi dengan perang nyata. Mereka akan menjadi ujung tombak saat kita menumpas Aliansi Pedang Tujuh Langit.”

Lalu Azril mengangkat tangannya perlahan. “Untuk saat ini… cukup. Aku ingin menguji mereka sendiri. Kita akan adakan pertandingan antar wilayah. Biarkan mereka saling menghunuskan pedang, saling menumpahkan darah. Dari sana, kita akan melihat siapa yang pantas menjadi pemimpin generasi ini.”

“Laksanakan, Panglima!” seru ratusan pendekar Kultus Iblis yang hadir.

Pertemuan pun bubar.

Namun Ryan, yang bersembunyi dalam bayangan kabut, tetap diam. 

Tatapannya fokus pada sosok yang berdiri gagah di tengah ruangan.

‘Pria itu, jadi dia Panglima Kegelapan Kultus Iblis?. Tidak salah lagi, kekuatannya mungkin setara dengan Kakek Cyrus. Hanya dengan berdiri, ia sudah mampu membuat semua tunduk.’

Ryan mengingat wajah-wajah para pemimpin yang hadir satu per satu.

Namun sorot matanya berhenti pada satu orang... Komandan Risman.

‘Komandan Risman, Dia orang yang harus kutemui, ada hal yang ingin aku bicarakan dengan nya' pikir Ryan.

Tanpa suara, ia mengikuti Risman yang keluar dari ruangan utama menuju ruang pribadinya.

----------

Ruang kerja Risman gelap dan dipenuhi gulungan laporan serta peta. 

Risman menutup pintu dengan kasar, lalu menghela napas berat.

“Sialan…” ia menjatuhkan diri ke kursi. “Menjadi bawahan memang merepotkan. Padahal, kalau aku mau, aku bisa membunuh mereka semua sekarang juga…”

Ia mengambil catatan yang berisi daftar prajurit wilayah 05.

prajurit yang ada di bawah kendali nya. 

Wajahnya menyeringai, puas melihat catatan yang penuh coretan merah.

Namun tiba-tiba, sebuah suara terdengar dari kegelapan ruangan. 

“Sudah lama tidak bertemu, Komandan Risman.”

Risman tersentak, menoleh cepat. 

Dari bayangan, sosok Ryan muncul perlahan, matanya menyala tajam.

“Ryan?! Kau… masih hidup?!” Risman berdiri dengan kaget. “Kabar yang kudengar, kau sudah tewas di markas Clan Taring Naga! Tapi ternyata kau masih hidup!”

Ryan berjalan perlahan ke arahnya, “Aku tidak punya pilihan, komandan. Aku harus berpura-pura mati untuk mengungkap siapa pengkhianat di dalam Kultus ini”

Ekspresi Risman berubah. Dari keterkejutan menjadi senyuman sinis. “Hmm. Brilian sekali. Dengan kau berpura-pura mati, pengkhianat itu tidak akan menargetkanmu lagi dan kau bisa mencari bukti pengkhianat itu. Pintar sekali, Ryan.”

Ryan berhenti beberapa langkah di depannya, tatapannya menusuk. “Dan yang lebih pintar… adalah orang yang tahu semua ini, komandan Risman.”

Wajah Risman sedikit berubah. “Apa maksudmu?”

Dengan tenang, Ryan menjawab. “Ketika kau mengirimku misi untuk menghancurkan Cabang Clan Taring Naga… kau tahu apa yang terjadi?  Ternyata mereka sudah tahu akan kedatanganku. Mereka bahkan sudah menyiapkan jebakan sebelum aku tiba. Kau tahu apa artinya itu?”

Ryan menarik katana perlahan, bilahnya berkilau dingin. 

Dalam sekejap, ujungnya sudah menempel di leher Risman.

“Artinya, kau yang membocorkan informasi itu.”

Risman tidak mundur. Ia malah tersenyum tipis, seolah menikmati tuduhan itu. 

“Teori yang menarik. Tapi apa buktimu? Semua orang tahu aku hanya pemberi perintah. Kalau pun kau hampir mati, apa urusannya denganku?”

Ryan menekan katana sedikit, hingga goresan tipis muncul di leher Risman.

“Jangan pura-pura bodoh, komandan. Kau mengenalku lebih dari siapapun. Kau tahu aku pasti menerima misi itu. Dan bersamaan dengan itu, kau memberikan informasi pada Clan Taring Naga. Tidak hanya itu… kau juga yang mengatur penyergapan terhadap semua anggota wilayah 05. Kau ingin menghapus kami semua, bukan?” Suaranya semakin dingin.

Risman tertawa pelan. Lalu semakin keras. “Hahahaha! Luar biasa! Instingmu memang tajam, Ryan. Bahkan sampai berpura-pura mati hanya untuk memastikan dugaannya! Hebat, sungguh hebat! Aku benar-benar salut padamu!”

Tatapannya berubah liar, penuh tantangan. “Tapi… lalu apa? Kau pikir orang-orang di sini akan percaya padamu? Kau hanyalah pemimpin wilayah rendahan. Sedangkan aku seorang komandan! Ucapanmu tak akan ada artinya di hadapan mereka!”

Ryan menyipitkan mata, bibirnya melengkung tipis. “Benarkah seperti itu?”

BRAAAAKK!

Pintu ruangan hancur berantakan. 

Dari balik kepulan debu dan kayu yang pecah, sosok tinggi besar masuk dengan langkah berat.

Panglima Kegelapan Azril.

Aura kegelapan yang ia bawa membuat ruangan seakan membeku. 

Tatapannya langsung tertuju pada Risman.

“Awalnya aku tidak percaya kalau kau pengkhianat, Risman,” ucap nya. “Tapi setelah mendengar pengakuanmu sendiri… kini tak ada lagi keraguan.”

Wajah Risman berubah pucat. “Pa… Panglima?! Bagaimana… bagaimana bisa Anda ada di sini?! Dan bagaimana Anda bisa mendengar-”

Azril menatapnya tajam. “Aku selalu mendengar, segala bisikan pengkhianatan di dalam barisan ini.”

Situasi ruangan itu menjadi mencekam. 

Katana Ryan menekan leher Risman semakin dalam, garis merah tipis muncul, dan setetes darah mengalir perlahan di bilah pedang. 

Wajah Ryan tetap dingin, matanya tidak berkedip.

“Kau pasti penasaran,” gumam Ryan pelan, “Bagaimana bisa Panglima Kegelapan Azril ada di sini bukan?”

Risman terdiam.

“Awalnya aku tidak percaya pada bisikan bocah ini,” ucap Azril, langkah kakinya menghentak lantai batu. “Aku bahkan berniat menghajarnya karena lancang. Namun ternyata… bajingan ini benar-benar pengkhianat. Dan kau mengatakannya sendiri dengan mulutmu.”

Risman langsung merunduk sedikit, keringat dingin muncul di pelipisnya. “Panglima Azril! Saya bisa menjelaskan segalanya! Saya tidak bermaksud mengkhianati Kultus! Saya melakukan ini hanya untuk Kultus menjadi lebih kuat!” 

Ryan terkekeh pelan. “Ho… mencoba mengelak meski sudah tertangkap basah. Kau benar-benar seekor ular yang pandai bersilat lidah.”

Wajah Risman berubah beringas. “Bocah bajingan! Justru kau yang pengkhianat! Kau berpura-pura mati lalu muncul kembali untuk menuduhku? Tidak masuk akal!”

Azril mendengus dingin. “Risman… kau rendahan. Aku menyesal pernah mempercayaimu. Kau tidak layak memegang kepercayaan. Dan bagi pengkhianat… hukumannya hanya satu. Kematian.”

Urat leher Risman menegang, kedua tangannya mengepal hingga buku jarinya memutih. 

Tatapannya penuh kebencian pada Ryan. “Bocah bajingan… seharusnya dulu aku membunuhmu dengan tanganku sendiri!”

"Benar, seharusnya kau membunuh ku, Komandan" ucap Ryan.

Lalu.....

SRAAAAK!

Kepala Risman terlempar ke udara.

Namun ternyata, Ryan hanya menebas air. tubuh Risman seketika mencair menjadi Ari.

“Apa? Kenapa jadi air!?” Ryan terkejut.

1
Endi Tu Endy
dari awal lagi kah
Terserah
gass thor 🍻
V.MaryGrace
lanjut thorr
Terserah
ninggalin jejak dulu
Ed Troivan
update terus💪👍
The Rizki: kenalan yuk
total 1 replies
Ed Troivan
Lumayan ceritanya thorku 💪
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
xebeck D ron
awal lagi nih?
ZAHRANI
keren mantap jiwa thor👍👍
Heroik gg
katanya season 2 bang kok balik season 1
Anonim
👍
Betesyon Betesyon
ini cerita nya di mulai dari awal lagi kah?
RR
lagi pindahan atau lagi tes ombak nih bang😁, semangat terus pokonya dahh
ZAHRANI: bang jangan sampek hiatus😭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!