Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang Dengan Bos Mafia

Cinta Terlarang Dengan Bos Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Tolong... tolong saya... ada yang mengejar saya..." bisik Elara dengan suara parau dan napas yang membakar kulit dada pria itu.

​Detik berikutnya, dua pria yang mengejar Elara mendobrak keluar dari semak-semak. Mereka menghentikan langkah seketika saat melihat pemandangan di depan mereka. Namun, sebelum salah satu dari mereka sempat membuka mulut untuk meminta maaf atau melarikan diri, Haidar—sang bos mafia yang memimpin wilayah tersebut—beralih pandang. Mata tajamnya yang sedingin es menatap kedua pria pengganggu itu. Tanpa rasa ragu atau sepatah kata pun, Haidar mengarahkan moncong pistolnya ke bawah dan menembak pergelangan kaki pria terdepan.

​DOR!

​Suara dentuman senjata api memecah keheningan hutan. Pria yang tertembak itu menjerit histeris, terhuyung jatuh ke tanah sambil memegang kakinya yang hancur, sebelum akhirnya merangkak mundur bersama temannya dengan wajah pucat pasi sambil terus membungkuk dan berteriak meminta maaf hysterical kepada Haidar. Mereka tahu betul siapa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ISTANA DENGAN RANTAI TAK TERLIHAT

Pagi yang paling ditakuti Elara akhirnya tiba tanpa ampun. Cahaya matahari menerobos masuk melalui jendela besar di kamar rias gedung pernikahan paling megah di pusat kota. Di depan cermin bersepuh emas, Elara berdiri mematung. Gaun pengantin berwarna putih bersih berhias ribuan kristal melingkupi tubuhnya, tampak begitu kontras dengan jiwanya yang hampa dan remuk redam.

​Para perias wajah sibuk memoleskan perona dan lipstik untuk menutupi jejak-jejak kesedihan di wajahnya, termasuk memudarkan sisa memar tipis di pipinya akibat tamparan sang ayah beberapa hari lalu. Dari luar, Elara terlihat seperti putri kerajaan yang siap melangkah ke pelaminan. Namun di dalam hatinya, gaun ini terasa tak ubahnya kain kafan yang membungkus kebebasan dan masa depannya.

​Di ballroom utama gedung tersebut, lantunan musik klasik menggema lembut, menyambut ratusan tamu undangan yang terdiri dari para pejabat, pengusaha papan atas, dan kolega bisnis senior. Ayah Elara berdiri di sudut ruangan dengan senyum lebar yang dipaksakan, menyalami para tamu seolah-olah ia baru saja memenangkan sebuah pencapaian besar, bukan sedang menjual putri kandungnya sendiri demi melunasi utang perusahaan.

​Pintu jati raksasa di ujung lorong perlahan terbuka. Elara melangkah keluar dengan pandangan lurus ke depan. Di ujung altar, seorang pria tua berusia lima puluhan dengan rambut beruban dan tatapan menilai sudah menunggunya dengan senyum tipis yang mengerikan.

​Setiap pijakan kaki Elara di atas karpet merah terasa seperti melangkah di atas bara api. Dada Elara bergemuruh hebat, menahan gelombang tangis dan rasa mual yang mendesak naik ke tenggorokannya. Namun, mengingat ancaman sang ayah dan kehancuran total keluarganya, Elara memaksakan bibirnya membentuk garis lurus yang tenang. Dengan teguh, ia menyembunyikan raut wajah kesedihan dan ketakutannya di balik topeng kecantikan yang dingin, bersiap menyerahkan seluruh sisa jalannya pada takdir gelap yang sudah di depan mata.

Ijab kabul dan resepsi megah itu akhirnya selesai. Janji suci yang terucap di hadapan ratusan pasang mata kolega bisnis terasa seperti ikatan rantai dingin yang mengunci rapat masa depan Elara. Hari ini, secara sah dan hukum, Elara resmi menjadi istri dari Pak Surya—pria paruh baya seusia ayahnya yang membelinya dengan imbalan suntikan dana segar untuk menyelamatkan perusahaan keluarga yang nyaris gulung tikar.

​Mobil sedan hitam mewah milik Pak Surya membelah jalanan kota hingga akhirnya berhenti di pelataran sebuah mansion megah berarsitektur megah namun terasa dingin. Elara melangkah turun dengan gaun pengantin yang kini terasa teramat berat, mengamati bangunan megah di hadapannya yang akan menjadi penjara barunya. Ayah dan ibunya telah pulang lebih dulu dengan perasaan lega, sama sekali tidak menyadari rahasia kelam yang tersimpan di balik pintu jati mansion ini.

​Saat Pak Surya melangkah masuk mendahuluinya, dua orang wanita paruh baya berpenampilan elegan dan mengenakan perhiasan mencolok langsung menyambutnya dengan senyuman hangat dan pelukan mesra. Elara mematung di ambang pintu, matanya membelalak kaget. Tanpa pernah diberitahukan sebelumnya oleh sang ayah maupun Pak Surya sendiri, pria tua itu ternyata sudah memiliki dua orang istri yang tinggal bersama di dalam satu atap.

​Kehangatan di wajah kedua wanita itu menguap seketika begitu pandangan mereka beralih dan mendarat pada Elara. Tatapan mata mereka mendadak berubah menjadi sangat tajam, dingin, dan sarat akan kebencian serta rasa terancam melihat kehadiran wanita muda yang jauh lebih cantik dan belia di antara mereka.

​Pak Surya merangkul kedua istrinya santai, lalu menoleh ke arah Elara dengan senyum culas tanpa sedikit pun rasa bersalah.

​"Dia hanya pelengkap di rumah ini," kata Pak Surya dengan nada suara datar tanpa beban, menunjuk Elara dengan dagunya. "Buat dia sebagai pembantu kalian berdua. Ajari dia cara melayani rumah ini dengan benar."

​Kedua istri tua itu saling melempar kerlingan puas dengan senyum sinis yang mengembang di bibir mereka, sementara Elara hanya bisa berdiri mematung. Dadanya sesak, menyadari bahwa kehidupannya yang baru bukannya menjadi tempat bernaung, melainkan neraka lain yang siap menyiksanya habis-habisan.

1
Ira safitri
sangat bagus 🥰🥰
Waaaaaa_: Terimakasih😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!