Cinta Terlarang Dengan Bos Mafia

Cinta Terlarang Dengan Bos Mafia

BAYANG-BAYANG JEBAKAN DAN MALAM YANG GELAP

​Dunia Elara runtuh bukan dengan suara ledakan yang memekakkan telinga, melainkan dengan dentang sendok teh yang menabrak cangkir porselen di meja makan keluarganya. Pagi itu, tawa yang biasanya menghiasi rumah megah berarsitektur Eropa klasik itu lenyap tanpa bekas, digantikan oleh hening yang mencekam dan aroma keputusasaan yang begitu pekat. Ayahnya, seorang pengusaha properti yang selama puluhan tahun dipuja sebagai salah satu pilar industri negara, duduk dengan bahu terkulai dan mata yang kehilangan binar kehidupan. Saham perusahaan hancur dalam semalam akibat pengkhianatan mitra bisnis, meninggalkan utang bernilai ratusan miliar yang siap menelan seluruh aset, kehormatan, dan masa depan keluarga mereka.

​Di tengah kehancuran itu, Elara dipaksa berdiri sebagai tameng terakhir. Tanpa ruang untuk bernegosiasi atau menawar, sebuah keputusan sepihak dijatuhkan ke atas pundaknya: ia harus menikah dengan seorang pria tua kaya raya yang sama sekali tidak pernah ia temui. Pria itu menuntut kepemilikan atas Elara sebagai jaminan pelunasan utang keluarga. Bagi ayahnya, ini adalah jalan keluar; bagi ibunya, ini adalah pengorbanan yang wajar demi mempertahankan martabat; namun bagi Elara, ini adalah vonis mati bagi jiwa dan impiannya.

​Dua hari sebelum hari pernikahan yang ditakuti itu tiba, dinding-dinding rumahnya terasa makin menyempit dan mencekik. Setiap kali memandang gaun pengantin putih yang menggantung di sudut kamarnya, dadanya terasa dihantam godam berat. Tak sanggup lagi menahan napas di dalam penjara yang dinamakan rumah, Elara memutuskan untuk melarikan diri sejenak malam itu. Ia membutuhkan udara segar, kebisingan yang mampu menulikan bisikan ketakutannya, dan tempat di mana tidak ada seorang pun yang mengenalnya sebagai putri pengusaha bangkrut yang dijual.

​Ia melangkah masuk ke sebuah klab malam eksklusif yang terletak di pinggiran kota, tempat dentuman musik bass menyengat lantai dan lampu sorot warna-warni memotong kegelapan. Elara duduk sendirian di sudut bar yang agak remang, memesan segelas minuman, dan membiarkan pikirannya tenggelam dalam riak cairan amber di hadapannya. Namun, dalam kepolosannya yang diselimuti kesedihan, Elara tidak menyadari bahwa kecantikan dan gestur tubuhnya yang ringkih telah menarik perhatian predator malam.

​Dua orang pria asing berpenampilan kumal dan bermata liar telah mengawasinya sejak ia melangkah masuk. Tanpa disadari Elara, saat ia memalingkan wajah untuk menatap panggung sebentar, salah satu dari pria itu dengan cekatan menjatuhkan butiran obat perangsang dosis tinggi ke dalam gelas minumannya. Saat Elara meneguk habis sisanya, jaring perangkap telah terpasang sempurna.

​Hanya butuh waktu sepuluh menit hingga efek racun kimia itu mulai menggerogoti kesadarannya. Rasa panas yang aneh tiba-tiba menjalar dari perut hingga ke lehernya, membuat napasnya memburu dan pandangannya mengabur. Menyadari ada yang tidak beres dengan tubuhnya, insting Elara berteriak agar ia segera pergi. Namun, saat ia berdiri dan melangkah keluar melalui pintu belakang klab untuk mencari udara dingin, kedua pria itu sudah membuntutinya dari belakang dengan seringai culas.

​Ketakutan mengalahkan rasa lemasnya. Elara berlari sekuat tenaga menembus kegelapan, meninggalkan area klab dan masuk makin dalam ke area hutan kota yang sepi dan lembap di belakang bangunan tersebut. Pepohonan tinggi menutupi cahaya bulan, meranting-ranting tajam menggores kulit tangannya, sementara suara langkah kaki kedua mengejarnya terdengar makin dekat. Rasanya paru-parunya ingin meledak, dan rasa panas di dalam tubuhnya membuat seluruh persendiannya gemetar hebat.

​Tiba-tiba, di balik rimbunnya semak-semak tebal, Elara melihat pancaran sinar lampu mobil yang samar dan beberapa bayangan hitam berdiri di sebuah area lapang. Tanpa berpikir panjang, Elara menembus semak-semak itu dan berlari menuju sumber cahaya, berteriak meminta pertolongan dengan sisa tenaga yang ia miliki.

​Namun, pemandangan di hadapannya bukannya memberikan rasa aman, melainkan menyajikan kegetiran yang jauh lebih mengerikan. Di tengah area lapang itu, berdiri seorang pria berpostur tinggi tegap dengan mantel hitam panjang. Pria itu tengah menggenggam sebuah pistol bermoncong panjang, mengarahkannya tepat ke kepala seorang pria lain yang berlutut bersimbah darah di tanah—sebuah eksekusi dingin di tengah malam.

​Dalam kondisi panik luar biasa, terengah-engah, dan dipengaruhi obat yang makin merusak logikanya, Elara tidak memedulikan pistol atau bahaya maut di hadapannya. Ia hanya melihat seorang manusia yang bisa melindunginya dari dua pria di belakangnya. Elara menerobos maju, langsung merangkul dan memeluk pinggang pria pemegang pistol itu dari samping, menyandarkan tubuhnya yang gemetar hebat sambil terisak pelan.

​"Tolong... tolong saya... ada yang mengejar saya..." bisik Elara dengan suara parau dan napas yang membakar kulit dada pria itu.

​Detik berikutnya, dua pria yang mengejar Elara mendobrak keluar dari semak-semak. Mereka menghentikan langkah seketika saat melihat pemandangan di depan mereka. Namun, sebelum salah satu dari mereka sempat membuka mulut untuk meminta maaf atau melarikan diri, Haidar—sang bos mafia yang memimpin wilayah tersebut—beralih pandang. Mata tajamnya yang sedingin es menatap kedua pria pengganggu itu. Tanpa rasa ragu atau sepatah kata pun, Haidar mengarahkan moncong pistolnya ke bawah dan menembak pergelangan kaki pria terdepan.

​DOR!

​Suara dentuman senjata api memecah keheningan hutan. Pria yang tertembak itu menjerit histeris, terhuyung jatuh ke tanah sambil memegang kakinya yang hancur, sebelum akhirnya merangkak mundur bersama temannya dengan wajah pucat pasi sambil terus membungkuk dan berteriak meminta maaf hysterical kepada Haidar. Mereka tahu betul siapa pria berdarah dingin di hadapan mereka itu.

​Saat bau mesiu menyengat hidungnya dan ia menyadari sepenuhnya bahwa pria yang ia peluk adalah seorang pembunuh berdarah dingin yang memegang senjata api asli, ketakutan baru menyergap Elara. Ia mencoba melepaskan pelukannya dan melangkah mundur untuk kabur. Namun, reaksi obat di dalam tubuhnya mencapai puncaknya bersamaan dengan lonjakan adrenalin yang tiba-tiba anjlok. Kepalanya mendadak berputar hebat, pandangannya menjadi hitam pekat, dan tubuhnya ambruk kehilangan kesadaran.

​Sebelum tubuh Elara menyentuh tanah yang basah, lengan berotot milik Haidar bergerak cepat menahan pinggangnya. Haidar menatap wajah pucat gadis muda di pelukannya yang kini bernapas tidak teratur akibat efek obat. Tanpa mengacuhkan tawanan yang terluka atau anak buahnya yang bersiap menerima perintah lanjutan, Haidar mengangkat tubuh Elara dengan mudah ke dalam dekapan tangannya. Dengan langkah tenang namun penuh dominasi, ia memapah dan membawa gadis asing itu masuk ke dalam kursi belakang mobil SUV hitamnya, meluncur membelah kegelapan malam menuju mansion mewahnya.

Episodes
1 BAYANG-BAYANG JEBAKAN DAN MALAM YANG GELAP
2 KEPUTUSAN DI BALIK KETENANGAN MALAM
3 KEPUTUSAN DAN JEJAK LUKISAN MALAM
4 RATAPAN DI BALIK PINTU TERKUNCI
5 NAMA YANG TERTINGGAL DI KANVAS MALAM
6 ISTANA DENGAN RANTAI TAK TERLIHAT
7 PATUH DALAM INTRIK
8 TANDA-TANDA YANG MENAKUTKAN
9 AMARAH SANG BOS MAFIA
10 HILANG TANPA JEJAK
11 SECERCAH KEBENARAN DI BALIK PINTU
12 DUA GARIS DAN HAK MILIK MUTLAK
13 KEPUTUSAN DAN JANJI SEDERHANA
14 HANGATNYA PAGI YANG BEDA
15 IRING-IRINGAN SANG PENGUASA
16 BUKTI DI BALIK LENGAN KEMEJA
17 KELEGAAN DI AMBANG PINTU
18 ANGGUN DALAM BALUTAN HITAM
19 KECUPAN DAN KEHANGATAN MALAM
20 PERTEMUAN YANG TAK DIUNDANG
21 PENOLAKAN DAN KETEGASAN SANG BOS
22 BATAS KESABARAN SANG BOS
23 KEHILANGAN YANG MENGHANCURKAN
24 TANGISAN YANG MEMECAH KEHENINGAN
25 HARAPAN DI BALIK DUKA
26 PERMINTAAN SEDERHANA
27 DENDAM DAN KEKESALAN DI PINGGIRAN KOTA
28 TELEPON DARI TETUA
29 PUTUSNYA TALI HARAPAN
30 RESTU DARI KELUARGA
31 AWAL YANG BARU
32 ANCAMAN DI BALIK KETENANGAN
33 PANGGILAN DI TENGAH PERJALANAN
34 PERMAINAN SANG MUSUH
35 AKHIR SANG MUSUH
36 RAHASIA DALAM PELUKAN
37 KETENANGAN SETELAH BADAI
38 PENGKHIANATAN DI DALAM DINDING BESI
39 ANCAMAN DI RUANG REMANG
40 RAHASIA DI BALIK PINTU TERTUTUP
41 AMARAH SANG PENGUASA
42 KEBENARAN YANG TERBONGKAR
43 PERHITUNGAN TERAKHIR
44 DI BALIK PINTU YANG TERKUNCI
45 KABAR YANG MENGUBAH DUNIA
46 PERHATIAN YANG MELIMPAH
47 SEMANGKUK HANGAT DAN PELUKAN KELUARGA
48 DUA DETAK JANTUNG
49 TANGISAN DIBALIK RASA MANIS
50 JANJI DI UJUNG SENJA
Episodes

Updated 50 Episodes

1
BAYANG-BAYANG JEBAKAN DAN MALAM YANG GELAP
2
KEPUTUSAN DI BALIK KETENANGAN MALAM
3
KEPUTUSAN DAN JEJAK LUKISAN MALAM
4
RATAPAN DI BALIK PINTU TERKUNCI
5
NAMA YANG TERTINGGAL DI KANVAS MALAM
6
ISTANA DENGAN RANTAI TAK TERLIHAT
7
PATUH DALAM INTRIK
8
TANDA-TANDA YANG MENAKUTKAN
9
AMARAH SANG BOS MAFIA
10
HILANG TANPA JEJAK
11
SECERCAH KEBENARAN DI BALIK PINTU
12
DUA GARIS DAN HAK MILIK MUTLAK
13
KEPUTUSAN DAN JANJI SEDERHANA
14
HANGATNYA PAGI YANG BEDA
15
IRING-IRINGAN SANG PENGUASA
16
BUKTI DI BALIK LENGAN KEMEJA
17
KELEGAAN DI AMBANG PINTU
18
ANGGUN DALAM BALUTAN HITAM
19
KECUPAN DAN KEHANGATAN MALAM
20
PERTEMUAN YANG TAK DIUNDANG
21
PENOLAKAN DAN KETEGASAN SANG BOS
22
BATAS KESABARAN SANG BOS
23
KEHILANGAN YANG MENGHANCURKAN
24
TANGISAN YANG MEMECAH KEHENINGAN
25
HARAPAN DI BALIK DUKA
26
PERMINTAAN SEDERHANA
27
DENDAM DAN KEKESALAN DI PINGGIRAN KOTA
28
TELEPON DARI TETUA
29
PUTUSNYA TALI HARAPAN
30
RESTU DARI KELUARGA
31
AWAL YANG BARU
32
ANCAMAN DI BALIK KETENANGAN
33
PANGGILAN DI TENGAH PERJALANAN
34
PERMAINAN SANG MUSUH
35
AKHIR SANG MUSUH
36
RAHASIA DALAM PELUKAN
37
KETENANGAN SETELAH BADAI
38
PENGKHIANATAN DI DALAM DINDING BESI
39
ANCAMAN DI RUANG REMANG
40
RAHASIA DI BALIK PINTU TERTUTUP
41
AMARAH SANG PENGUASA
42
KEBENARAN YANG TERBONGKAR
43
PERHITUNGAN TERAKHIR
44
DI BALIK PINTU YANG TERKUNCI
45
KABAR YANG MENGUBAH DUNIA
46
PERHATIAN YANG MELIMPAH
47
SEMANGKUK HANGAT DAN PELUKAN KELUARGA
48
DUA DETAK JANTUNG
49
TANGISAN DIBALIK RASA MANIS
50
JANJI DI UJUNG SENJA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!