KEPUTUSAN DI BALIK KETENANGAN MALAM

​Mobil SUV hitam itu membelah malam dengan kecepatan tinggi, merayap masuk melewati gerbang besi menjulang tinggi yang dijaga ketat oleh para pria berjas hitam. Mansion milik Haidar berdiri megah di atas bukit, terisolasi dari hiruk-pikuk kota dan dikelilingi tembok beton yang tak tertembus. Ketika mesin mobil akhirnya mati di pelataran utama, Haidar tidak membuang waktu. Ia membuka pintu belakang, meraih tubuh Elara yang terus gelisah, lalu menggendongnya dalam papahan rapat menuju pintu masuk utama.

​Para pelayan dan pengawal di dalam mansion langsung menundukkan kepala penuh hormat, tak berani menatap atau mempertanyakan siapa wanita muda yang berada dalam dekapan bos mereka. Haidar melangkah lebar menaiki tangga melingkar berbahan marmer hitam menuju lantai atas—wilayah privat yang hanya boleh dimasuki oleh dirinya sendiri.

​Di dalam dekapannya, kondisi Elara kian tidak terkendali. Efek zat kimia keras yang bersarang di aliran darahnya telah menghancurkan seluruh benteng kesadaran dan rasa malunya. Rasa panas yang membakar dari dalam membuat kulitnya meremang, dan ia merasa seolah tenggelam dalam lautan hawa panas yang tak tertahankan. Tubuh mungilnya terus meliuk gelisah dalam garapan lengan kekar Haidar.

​"Tolong... tolong saya... panas..." bisik Elara dengan suara parau yang hampir tenggelam dalam rintihan kecil.

​Jari-jemari Elara yang gemetar bergerak liar. Tanpa sadar, jemarinya meraba kemeja yang ia kenakan sendiri dan menanggalkan beberapa kancing bagian atas dengan terburu-buru, berusaha mencari celah udara dingin untuk meredakan rasa terbakar di dadanya. Namun rasa dingin yang diterimanya tak jua cukup. Kontak fisik dengan tubuh Haidar yang kokoh justru menjadi satu-satunya titik tumpu yang dicari oleh insting dasarnya.

​Ketika Haidar mendorong pintu kamar utamanya dan melangkah masuk, Elara mendongakkan wajahnya. Mata sayunya yang setengah tertutup menatap garis rahang tegas pria itu di bawah remang lampu kamar. Dipicu oleh halusinasi dan dorongan kuat akibat obat, Elara memberanikan diri mendekatkan wajahnya. Ia menyandarkan kepalanya di bahu Haidar, lalu menyapukan bibirnya di lekuk leher pria itu, memberikan kecupan-kecupan halus yang putus-putus sambil terus bergumam meminta tolong.

​Haidar menghentikan langkahnya seketika di tengah ruangan. Rahangnya mengeras, dan urat-urat di leher serta tangannya menegang. Sentuhan dingin dan napas memburu dari gadis di dekapannya mengirimkan desiran aneh yang jarang ia rasakan, namun sebagai seorang pemimpinan mafia yang terbiasa mengendalikan situasi paling berbahaya sekalipun, kontrol dirinya sangat kuat. Ia tahu betul gadis ini sama sekali tidak berada dalam kesadaran penuh, melainkan korban dari niat jahat orang lain.

​Dengan gerakan tegas namun tidak kasar, Haidar merebahkan tubuh Elara di atas tempat tidur berukuran king-size bernuansa gelap di tengah kamar. Elara mencoba meraih lengan Haidar kembali, tidak ingin ditinggalkan dalam kehampaan panas yang menyiksanya, namun Haidar menahan kedua pergelangan tangan gadis itu dengan satu genggaman tangannya yang besar.

​Haidar menatap dalam-dalam ke dalam manik mata Elara yang kabur dan penuh keputusasaan.

​"Tenangkan dirimu," suara Haidar terdengar berat, dalam, dan dingin, memotong kesunyian kamar bagai bilah pisau. "Kau berada di tempat yang aman. Tapi jika kau terus bertindak seperti ini, kau tidak akan menyukai konsekuensinya."

​Haidar menekan bel panggil di samping tempat tidur untuk memanggil dokter pribadi mansion agar segera menetralkan obat dalam tubuh Elara, sementara ia tetap berdiri mematungi gadis itu dalam kegelapan malam, menjaga agar Elara tidak menyakiti dirinya sendiri.

​Jari-jemari Haidar baru saja menyentuh permukaan layar ponselnya ketika sebuah tarikan kuat di sudut kemejanya menggagalkan niat pria itu. Elara, dengan sisa tenaga yang didorong oleh efek obat yang kian memuncak, bangkit terduduk secara impulsif. Matanya berair, menatap Haidar dengan pandangan penuh keputusasaan dan ketidakberdayaan yang teramat sangat. Rasa panas yang membakar seluruh aliran darahnya telah merobohkan seluruh pertahanan rasional yang ia miliki.

​"Tolong... jangan pergi... tolong saya, Tolong hilangkan rasa sakit ini..." bisik Elara terengah-engah, suaranya terdengar pecah dan memohon di tengah heningnya kamar berukuran luas tersebut.

​Elara mencengkeram lengan Haidar, menarik pria itu mendekat seolah-olah hanya pria di hadapannya inilah satu-satunya penawar atas siksaan aneh yang menggerogoti tubuhnya. Sentuhan itu tidak lagi sekadar refleks bertahan hidup, melainkan kepasrahan total dari seorang wanita yang tak tahu lagi harus berbuat apa.

​Haidar berdiri mematung seketika. Tatapan matanya yang tajam dan dingin menusuk tepat ke manik mata Elara yang penuh kabut. Selama bertahun-tahun memimpin dunia bawah tanah, Haidar adalah pria yang selalu memegang kendali penuh atas segala situasi dan emosinya. Namun, rintihan dan tatapan pasrah dari gadis yang asing ini perlahan meretakkan dinding kendali dirinya.

​Keheningan malam di kamar itu terasa makin menekan. Haidar menurunkan tangan yang memegang ponsel, menatap benda pipih itu sejenak sebelum akhirnya melemparkannya kembali ke atas meja samping tempat tidur dengan gerakan pelan namun mantap.

​Ia memiringkan tubuhnya, mendekatkan wajahnya hingga jarak di antara mereka terkikis habis. Hawa panas dari napas Elara menerpa permukaan kulitnya. Dengan suara rendah, berat, dan dipenuhi penekanan yang dalam, Haidar berbisik tepat di samping telinga Elara:

​"Jangan pernah menyesali apa yang kau minta malam ini."

​Bisikan itu menjadi garis batas terakhir yang melintasi malam mereka. Tanpa ragu lagi, Haidar menyambut kepasrahan Elara, membiarkan malam mengambil alih seluruh kendali dan menuntaskan apa yang bergejolak di antara mereka di balik pintu mansion yang terkunci rapat.

Episodes
1 BAYANG-BAYANG JEBAKAN DAN MALAM YANG GELAP
2 KEPUTUSAN DI BALIK KETENANGAN MALAM
3 KEPUTUSAN DAN JEJAK LUKISAN MALAM
4 RATAPAN DI BALIK PINTU TERKUNCI
5 NAMA YANG TERTINGGAL DI KANVAS MALAM
6 ISTANA DENGAN RANTAI TAK TERLIHAT
7 PATUH DALAM INTRIK
8 TANDA-TANDA YANG MENAKUTKAN
9 AMARAH SANG BOS MAFIA
10 HILANG TANPA JEJAK
11 SECERCAH KEBENARAN DI BALIK PINTU
12 DUA GARIS DAN HAK MILIK MUTLAK
13 KEPUTUSAN DAN JANJI SEDERHANA
14 HANGATNYA PAGI YANG BEDA
15 IRING-IRINGAN SANG PENGUASA
16 BUKTI DI BALIK LENGAN KEMEJA
17 KELEGAAN DI AMBANG PINTU
18 ANGGUN DALAM BALUTAN HITAM
19 KECUPAN DAN KEHANGATAN MALAM
20 PERTEMUAN YANG TAK DIUNDANG
21 PENOLAKAN DAN KETEGASAN SANG BOS
22 BATAS KESABARAN SANG BOS
23 KEHILANGAN YANG MENGHANCURKAN
24 TANGISAN YANG MEMECAH KEHENINGAN
25 HARAPAN DI BALIK DUKA
26 PERMINTAAN SEDERHANA
27 DENDAM DAN KEKESALAN DI PINGGIRAN KOTA
28 TELEPON DARI TETUA
29 PUTUSNYA TALI HARAPAN
30 RESTU DARI KELUARGA
31 AWAL YANG BARU
32 ANCAMAN DI BALIK KETENANGAN
33 PANGGILAN DI TENGAH PERJALANAN
34 PERMAINAN SANG MUSUH
35 AKHIR SANG MUSUH
36 RAHASIA DALAM PELUKAN
37 KETENANGAN SETELAH BADAI
38 PENGKHIANATAN DI DALAM DINDING BESI
39 ANCAMAN DI RUANG REMANG
40 RAHASIA DI BALIK PINTU TERTUTUP
41 AMARAH SANG PENGUASA
42 KEBENARAN YANG TERBONGKAR
43 PERHITUNGAN TERAKHIR
44 DI BALIK PINTU YANG TERKUNCI
45 KABAR YANG MENGUBAH DUNIA
46 PERHATIAN YANG MELIMPAH
47 SEMANGKUK HANGAT DAN PELUKAN KELUARGA
48 DUA DETAK JANTUNG
49 TANGISAN DIBALIK RASA MANIS
50 JANJI DI UJUNG SENJA
Episodes

Updated 50 Episodes

1
BAYANG-BAYANG JEBAKAN DAN MALAM YANG GELAP
2
KEPUTUSAN DI BALIK KETENANGAN MALAM
3
KEPUTUSAN DAN JEJAK LUKISAN MALAM
4
RATAPAN DI BALIK PINTU TERKUNCI
5
NAMA YANG TERTINGGAL DI KANVAS MALAM
6
ISTANA DENGAN RANTAI TAK TERLIHAT
7
PATUH DALAM INTRIK
8
TANDA-TANDA YANG MENAKUTKAN
9
AMARAH SANG BOS MAFIA
10
HILANG TANPA JEJAK
11
SECERCAH KEBENARAN DI BALIK PINTU
12
DUA GARIS DAN HAK MILIK MUTLAK
13
KEPUTUSAN DAN JANJI SEDERHANA
14
HANGATNYA PAGI YANG BEDA
15
IRING-IRINGAN SANG PENGUASA
16
BUKTI DI BALIK LENGAN KEMEJA
17
KELEGAAN DI AMBANG PINTU
18
ANGGUN DALAM BALUTAN HITAM
19
KECUPAN DAN KEHANGATAN MALAM
20
PERTEMUAN YANG TAK DIUNDANG
21
PENOLAKAN DAN KETEGASAN SANG BOS
22
BATAS KESABARAN SANG BOS
23
KEHILANGAN YANG MENGHANCURKAN
24
TANGISAN YANG MEMECAH KEHENINGAN
25
HARAPAN DI BALIK DUKA
26
PERMINTAAN SEDERHANA
27
DENDAM DAN KEKESALAN DI PINGGIRAN KOTA
28
TELEPON DARI TETUA
29
PUTUSNYA TALI HARAPAN
30
RESTU DARI KELUARGA
31
AWAL YANG BARU
32
ANCAMAN DI BALIK KETENANGAN
33
PANGGILAN DI TENGAH PERJALANAN
34
PERMAINAN SANG MUSUH
35
AKHIR SANG MUSUH
36
RAHASIA DALAM PELUKAN
37
KETENANGAN SETELAH BADAI
38
PENGKHIANATAN DI DALAM DINDING BESI
39
ANCAMAN DI RUANG REMANG
40
RAHASIA DI BALIK PINTU TERTUTUP
41
AMARAH SANG PENGUASA
42
KEBENARAN YANG TERBONGKAR
43
PERHITUNGAN TERAKHIR
44
DI BALIK PINTU YANG TERKUNCI
45
KABAR YANG MENGUBAH DUNIA
46
PERHATIAN YANG MELIMPAH
47
SEMANGKUK HANGAT DAN PELUKAN KELUARGA
48
DUA DETAK JANTUNG
49
TANGISAN DIBALIK RASA MANIS
50
JANJI DI UJUNG SENJA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!