Diana melihat suaminya mencium atasannya di mobil, kala hujan deras di depan rumah. Alih-alih minta maaf, Geo malah menceraikan Diana saat istrinya itu minta penjelasan. Bahkan kedua orang tua Geo menghina dan mengusir Diana dari rumah itu.
Tak hanya itu, Sandra wanita selingkuhan suaminya, yang ternyata adalah salah satu putri orang terpandang di kota itu, membayar orang untuk membakar toko orang tua Diana. Memaksa Diana mempercepat perceraian dan menyerahkan hak asuh anak mereka pada Geo.
Saat Diana merasa sangat putus asa dan terpuruk, karena tak punya sepeser pun untuk membayar biaya rumah sakit ibunya dan operasi ayahnya. Seorang pria datang mendekat dan berkata,
"Kamu Diana kan? mau menikah denganku? aku akan bayar semua pengobatan ayah dan ibumu. Juga mengambil kembali hak asuh putrimu!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Kinan terduduk lemas di bangku tunggu, tempat yang tadi diduduki oleh Diana. Dia berpikir kalau mungkin semua ini hanya musibah, tapi bagaimana bisa terjadi seperti ini? terjadi beruntun, dan dia merasa kalau dirinya sama sekali tidak pernah membuat kesalahan dalam pekerjaannya. Tapi, dia dipecat.
Kinan mengusap wajahnya kasar, dia benar-benar yakin kalau ini ulah Sandra yang tidak tahu malu itu. Sudah selingkuh dengan suami orang tapi masih juga berbuat seenaknya.
"Keterlaluan! lihat saja kalian pasangan selingkuh! kalian akan dapat karmanya suatu satu nanti!" geram Kinan mengepalkan tangannya dengan mata merah karena kesal.
Diana menaiki sebuah taksi online. Tujuannya adalah pergi ke rumah orang tua Geo. Karena memang dia tidak bisa menghubungi Geo sama sekali. Semua pesan yang dia kirim juga tidak di baca.
Air matanya masih terus mengalir, Diana sungguh tidak pernah menduganya. Dia masih berpikir kalau Geo mungkin masih punya sedikit hati nurani, meski dia sudah tidak memiliki Diana di hatinya. Tapi, sepertinya dia memang tidak bisa mengharapkan apapun lagi dari seseorang yang bahkan sudah menganggap Diana tak berguna seperti sampah.
Begitu taksi itu berhenti di depan gerbang rumah orang tua Geo. Diana bergegas turun, dan lagi-lagi gerimis mulai turun perlahan. Tapi hal itu tak membuat Diana menutupi kepalanya, dia sudah tidak bisa memperdulikan hal lain, dia hanya ingin tanda tangan surat cerainya dan menghindarkan orang-orang di dekatnya dari masalah yang akan dibuat oleh Sandra.
Tok tok tok
"Mas... Mas Geo!"
Ceklek
Tatapan mata Dewi begitu tajam dan terlihat sangat tidak senang.
"Mau apalagi kamu? Geo gak ada, Chia juga gak di sini!"
Diana menyeka air matanya.
"Bu, Bu dimana mas Geo? aku setuju bercerai. Aku akan keluar tanpa apa-apa, tapi jangan sakiti keluarga Kinan!"
"Kamu ngomong apasih?"
"Bu, dimana mas Geo. Aku akan tanda tangan!" kata Diana.
Pikiran Diana sungguh kacau. Bayangkan saja, dia masih shock dengan yang terjadi pada rumah tangganya, sedang berusaha memperjuangkan satu-satunya yang berharga dalam hidupnya, yaitu anaknya. Lalu Sandra membakar ruko orang tuanya, dan wanita itu sudah mengakuinya. Lalu tak puas hanya sampai disitu, Sandra juga mengusik keluar Kinan. Wildan yang sedang membantunya ditabrak, kecelakaan, masuk rumah sakit. Sahabatnya kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba. Apalagi yang bisa Diana pikirkan selain setuju untuk tanda tangan.
Jika tujuan Sandra memang untuk menekan Diana, wanita itu berhasil.
Mendengar ucapan Diana. Dewi terkekeh pelan, tawa kecil dari ibu mertua yang sudah dia rawat selama 3 tahun penuh ketika menderita penyakit stroke yang membuat Dewi setahun hanya bisa berbaring di tempat tidur, 1 tahun kemudian hanya bisa menggerakkan tangannya. Hingga setahun kemudian berangsur pulih, bisa bicara, bisa menggerakkan tangan dan kaki, dan butuh enam bulan untuk latihan jalan. Setiap pagi Diana yang memapah ibu mertuanya sampah bermandi keringat berlatih jalan di depan rumah sambil berjemur.
Diana yang melihat ibu mertuanya menertawakannya, merasa hatinya sangat sakit. Bukan menyesal karena telah berbakti sebagai menantu yang baik selama 7 tahun. Hanya saja, rasanya sangat sakit ketika seseorang yang kita harapkan sedikit saja perduli pada hubungan yang sudah terjalin lama, malah terkesan sangat meremehkan bahkan cenderung memandang dengan sebelah mata.
"Akhirnya, kamu tahu diri! tunggu disini!"
Dewi bicara dengan nada keras, acuh dan sangat dingin.
Diana masih menelan semua rasa sakit dan kepedihan itu dengan susah payah. Bahkan dia tidak diijinkan masuk, ketika hujan turun semakin deras di luar.
Pintu kembali terbuka, yang keluar bukan Dewi, tapi Geo.
Diana sungguh tak menyangka, ibu mertuanya itu berbohong padanya. Geo bukan tidak ada di rumah itu, pastinya Chia juga berada di dalam. Hanya saja Diana memang sudah tidak boleh bertemu dengan mereka, bahkan tidak diijinkan masuk ke rumah yang dulu selalu menunggunya untuk merawat ibu mertuanya yang tidak bisa apa-apa.
"Tanda tangan!"
Geo bicara sangat dingin, dan langsung menyerahkan kertas yang berisi perjanjian perceraian dengan Diana tidak punya hak apapun itu.
"Kamu tahu apa yang Sandra lakukan, mas?" tanya Diana.
Entah kenapa Diana masih berusaha bertanya. Hanya saja dia ingin tahu, adakah sedikit saja perasaan Geo seperti perasaannya pada orang tua Geo. Perduli, dan menganggap mertua seperti orang tuanya sendiri.
"Hehh, aku kan sudah bilang padamu. Sandra itu orangnya tidak sabaran! salahmu sendiri tidak dengarkan aku!"
"Tapi ayah sama ibu sampai masuk rumah sakit. Mereka gak salah apa-apa..."
"Gak usah banyak omong, Diana! kamu mau yang lebih buruk terjadi?" sela Geo.
"Mas, mereka orang tuaku. Aku selalu menganggap orang tuamu seperti orang tuaku sendiri. Ruko mereka dibakar..."
"Cepat tanda tangan!" potong Geo lagi, "masalah orang tuamu. Gak ada hubungannya sama salah sama aku! mereka bukan orang tuaku. Cepat tanda tangan, sebelum Sandra lebih marah!"
Diana terdiam, dia menatap pria yang pernah mengisi penuh hatinya selama 7 tahun itu. Dia menatap pria yang dulu selalu mengatakan akan melindungi dan menjaganya sampai mereka berdua menua bersama. Dia menatap untuk terakhir kalinya, pria yang selalu mengatakan kalau dia tidak akan melakukan semua yang sudah Diana korbankan demi rumah tangga mereka.
Sekarang Diana tahu, kalau semua ucapan itu hanya omong kosong. Sejak dulu, Geo tidak pernah mau mengalah dan tidak pernah mau kalah dari Diana. Itu kenyataannya.
Srett
Diana meraih dengan cepat surat yang ada di tahan Geo. Dia membaliknya dengan membaca sekilas satu persatu. Semuanya hanya berisi omong kosong. Hanya berisi semua yang merugikan Diana, dan menguntungkan Geo.
Diana menandatangani surat itu dan melemparkannya pada Geo.
"Aku benar-benar menyesal, pernah mencintai kamu, Geo!"
Diana berlari pergi dari rumah itu. Hatinya patah, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Diana kembali ke rumah sakit, pergi ke bagian administrasi. Bertanya tentang operasi ayahnya. Dia tidak punya apapun saat ini, dia hanya punya 15 juta tabungan milik ayah dan ibunya. Ruko habis, rumah tidak ada. Mobil juga terbakar. Dia sungguh tak memiliki apapun lagi sekarang.
"Biaya operasi, intubasi, ICU, komplikasi, transfusi darahh dan operasi lanjutan diperkirakan sekitar 200 sampai 300 juta, Bu!" ujar petugas administrasi.
Diana terdiam, dia benar-benar membeku di depan meja administrasi. 200 juta... darimana dia bisa mendapatkan uang sebanyak itu?
"Operasi sudah dijadwalkan oleh dokter Arifin, deposit wajib dibayar terlebih dahulu sekitar 50 juta!"
Diana masih diam, di tangannya hanya ada 15 juta.
'Aku harus bagaimana?' lirihnya bingung.
***
Bersambung...
mana pemilik nya lagi🤣
karyawan aja pada sok ngehina pemilik 🫣
ni orang kepalanya kepentok kali ya
Trus amnesia
eh liat kita sangkanya kita orang yg paling dicintainya 🤣🤣
lah kalau tetibaan dia inget lagi,gimana donk😔
pasti bingung..
ini orang ,mesti gimana ya balesnya?
pandai ny cuma mengeluh aj dy
hitung2 pembalasan dari diana
dia aja bisa seenaknya ngerebut ank lu dengan ga tau malu nya
bisa ngapain lagi ntar nya..
tebak aja
seruu kan hidup lo🤣🤣
marah?
lah emang fakta,gimana donk
udah mokondo ga tau malu lagi🫣🤣
apa yg kau harapkan ketika dia harus Jadi pemimpin banyak orang
ya...ga bakalan mampu lah