Indonesia
NovelToon NovelToon
Di Bawah Nama Yang Di Pilih Takdir

Di Bawah Nama Yang Di Pilih Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:322
Nilai: 5
Nama Author: Yun Wangshu

" aku akan menerima ujian takdirku selagi aku mampu ,namun jika takdir tak menginginkan ku maka aku akan menyerah dan pergii " arabella ayunisa

" lakukanlah apapun yang ingin takdir lakukan,tapi ku mohon tolong jangan hapus arabella dalam garis takdirku " ludwighe staindfol


pernikahan yang diawali dengan perjodohan diantara ludwighe dan arabella membawa perubahan pada garis takdir , kehidupan yang awalnya kacau pada akhirnya menemukan sedikit harapannya ,
namun setiap kehidupan selalu memiliki ujian takdirnya sendiri ,dan itulah yang terjadi pada pernikahan Antara ludwighe dan arabella.

akankah arabella mampu membawa cinta untuk pernikahan nya ataukah pada akhirnya Bella akan menyerah pada cinta itu sendiri.

ayo baca cerita selengkapnya,dan ikuti kisah merubah takdir ludwighe dan bella

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yun Wangshu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB : 5

Di sebuah mansion mewah dengan gaya eropa, seorang pria tampan tengah duduk memandang wajah seorang gadis yang tengah tertidur dengan tenangnya.

" kenapa kau harus mencintai orang lain hmm" ucap pria tersebut yang ternyata adalah Gavin.ia mengelus lembut surai indah sang wanita yaitu dara .

" aku mencintaimu dara sayang ,itulah kenapa aku tak pernah melarang mu mengejar cintamu ,tapi saat melihatmu Menangis karna cinta itu rasanya aku ingin menghancurkan dunia ini " ucap Davin tatapan matanya tajam dan rahangnya mengeras mengingat daranya menangisi pria lain.

" istirahat lah sayang ,kuharap esok saat bangun kau akan mencintaiku hmm" bisik Davin di telinga dara, dengan lembut ia kecup kening wanitanya.lalu ikut berbaring di samping sang pujaan hatinya.davin bawa dara ke dalam pelukan hangatnya memastikan bahwa dunia luar tidak akan menggangu tidur wanitanya itu.

" selamat malam sayang" ucap Davin sebelum kemudian ia memejamkan matanya dan menyusul sang pujaan hati ke alam mimpi.

Sedangkan di apartemen ludwighe saat ini mommy Maria dan Sintia berpamitan untuk kembali ke mansion sebab hari sudah malam .

" sayang mommy pamit pulang dulu ya ,kamu jaga diri baik-baik jangan terlalu kelelahan ya sayang " ucap mommy Maria pada Bella

" iya mom makasih ya udah datang bawa Sintia juga jadi aku ada temannya deh " ucap Bella yang di balas anggukan kepala oleh mommy Maria

" mbak ,Sintia pamit dulu ya ,kapan - kapan Sintia janji deh mampir lebih lama bahkan mungkin menginap " ucap Sintia pada Bella .dan mereka pun berpelukan .

" iya tia ,hati - hati ya kamu, mommy juga hati - hati" ucap Bella sembari tersenyum.

Dan kemudian mommy Maria beserta Sintia pun pergi meninggalkan apartemen ludwighe.

Bella merasakan sedih saat adik ipar dan mommy mertuanya itu pulang ke mansion utama ,ada rasa kesepian di hatinya namun, Bella hanya mampu menahannya .

" mommy dan Tia sudah pulang " tanya ludwighe saat Bella masuk ke dalam kamar .

" sudah mas " jawab Bella , ludwighe memang tidak di bolehkan keluar dari kamar oleh mommy Maria sebab ia masih sakit .

" istirahat lah kamu kelihatan lelah " ucap ludwighe.matanya menatap Bella dengan perhatian. Bella mengangguk dan naik ke sisi ranjang tempatnya tidur .

" ohh iya apa mas sudah makan dan minum obat " tanya Bella saat dia ingat bahwa ia belum memberi makan suaminya .

" sudah tadi mommy yang berikan " jawab ludwighe.

Huuff ... Bella menghembus kan nafas lega .

" ya sudah ayo sekarang mas juga istirahat,biar besok lebih pulih keadaan nya " ucap Bella .

" hmm iya " jawab ludwighe,ia membaringkan tubuhnya dengan di samping Bella . ludwighe tertidur dengan cepat sebab efek obat yang di minumnya dan Bella tertidur sebab tubuhnya sudah sangat lelah seharian ini mengurus suaminya hingga tak ada waktu istirahat.

hingga tak membutuhkan waktu lama kedua pasutri itu pun tenggelam dalam alam mimpi mereka .

Keesokan paginya matahari bersinar sangat terang cahayanya menyinari seluruh ibu kota.

pagi ini ludwighe sudah rapi menggunakan baju kantornya .ya ,hari ini ludwighe memutuskan untuk ke kantor sebab ia merasa tubuhnya sudah kembali pulih. Rasa pusing di kepalanya sudah tak ada lagi begitu pun dengan rasa sakit di tubuhnya sudah menghilang seutuhnya berkat Perawatan dari istrinya itu.

Setelah memastikan penampilannya sempurna, ludwighe memutuskan untuk turun ke bawah untuk melihat istrinya itu.

Bella yang telah selesai menata hidangan nya pun berniat memanggil sang suami namun, suara langkah kaki seseorang yang menuruni tangga menghentikan niat Bella tersebut sebab sang suami telah turun dengan sendirinya lengkap dengan pakaian formal nya .

" loh mas ,kamu mau ke kantor" tanya Bella dengan raut wajah khawatir nya itu.

" hmm " jawab ludwighe

" tapi kn mas masih belum sembuh sepenuhnya ,nanti kalau mas sakit lagi gmn" ucap Bella ia sungguh khawatir pada suaminya itu.

" tidak ,aku sudah sembuh sepenuhnya.tenang saja tak perlu khawatir" jawab ludwighe,lalu ia menarik salah satu kursi dan mendudukkan tubuhnya di sna .

" ayo sarapan ,nanti aku telat ke kantor kalau kau terus berdiam diri di situ" ucap ludwighe

Bella pun mulai mengisi piring sang suami dengan banyak lauk dan pauk ,baru lah kemudian ia mengisi piringnya sendiri .

Bella sangat bahagia karna akhirnya ludwighe mau makan masakannya .mereka berdua makan dengan suasana yang hening,hingga beberapa menit kemudian sesi sarapan pun selesai.ludwige menegak minumnya sebelum berdiri dari kursinya .

" aku sudah selesai ,aku berangkat ke kantor " ucap ludwighe dengan wajah datarnya namun ada kelembutan di matanya .

" iya mas ,hati - hati ya ,kalau capek istirahat aja jangan di paksain" ucap Bella sembari membenarkan letak dasi suami nya yang sedikit miring. Ludwighe mengangguk dan kemudian beranjak ke luar.

______________________________

di kantor LESTER COMPANY GROUP

saat ini Bagas tengah pusing sebab sudah tugasnya sangat banyak ,bagas berharap hari ini bosnya itu datang ke kantor dan menyelamatkannnya dari dokumen - dokumen yang menyebalkan bagi Bagas,dan di tengah kekalutannya Bagas harus mengahadapi masalah yaitu..

Brughhh.... Seseorang menabrak Bagas hingga dokumen yang di pegangnya jatuh berserakan di lantai.

" apa kau tidak punya mata hah " ucap Bagas dengan geram jam memarahi orang yang menabraknya itu.

" ma- af pak saya gak sengaja " ucap orang itu yang ternyata adalah seorang gadis ,ia buru-buru memunguti semua berkas yang jatuh dan memberikannya pada Bagas .

" kau ,astaga lani dimana matamu itu hah.apa kau tidak melihat aku yang sebesar ini hah" ucap Bagas ia sungguh kesal saat ini.

" iya pak maaf ,saya sungguh tak sengaja menabrak anda pak" ucap lani ,matanya berkaca-kaca sebab Bagas memarahinya di depan umum .

" tak sengaja kau bilang ,apa jalan selebar ini tak terlihat hah ,percuma saja kau punya mata " ucap Bagas,ia sungguh emosi hingga tak membiarkan lani lepas begitu saja .

Lani yang awalnya mengalah pun jadi merasa sangat marah ia merasa di permalukan oleh Bagas dengan berani Rani menjawab tudingan Bagas padanya .

" saya sudah minta maaf pada anda kn pak ,lalu kenapa anda masih terus mempermalukan saya seperti ini " ucap lani ia mendongak menatap mata Bagas dengan berani ada amarah di matanya namun ada luka yang sangat jelas di sana.

Degg .. Bagas tersentak ia seolah sadar bahwa reaksinya tadi itu keterlaluan pada garis itu.sebab ia pun salah karna jalan terburu-buru.

" Saya minta maaf pak ,saya memang tidak menggunakan mata saya dengan benar ,sekali lagi maaf kan saya pak " ucap lani ,ia kemudian menunduk hormat dan dengan cepat berlalu dari sna ,air matanya jatuh saat ia berjalan melewati banyaknya karyawan yang menyaksikan kejadian tadi.

" hey lani tunggu .." panggil Bagas namun terlambat lani sudah pergi dan dia tak mau mendengarkan perkataannya Bagas .

" aakkhh sial ,apa yang aku lakukan dasar bodoh .kenapa aku harus sekasar itu padanya " ucap Bagas menyesali apa yang baru saja ia lakukan.

" permisi pak Bagas " ucap seorang pria paru baya

" ah ya " ucap Bagas

" maaf pak bapak di panggil ke ruangan pak CEO " ucap pria paruh baya tersebut .

" hmm baiklah , lanjutkan kerja kalian " ucap Bagas sebelum ia berlalu ke ruangan sang bos.

Tok tok tok

" masuk" ucap suara dari dalam ruangan

ceklek ... Bagas membuka pintu ruangan ludwighe dan tatapan matanya langsung terpaku pada seorang gadis manis yang juga ada di dalam ruangan,gadis itu adalah lani.

" permisi pak " ucap Bagas

" hmm ,masuk lah Bagas " ucap ludwighe.yang kemudian di turuti oleh Bagas ia melangkah mendekati meja sang bos lalu berdiri di depan sang bos , posisi nya berada tepat di samping lani.

" anda memanggil saya bos" tanya Bagas

" ya ,kau periksalah beberapa berkas penting yang di bawah lani ,saat semuanya beres makan berikan untuk ku tanda tangani ,tapi ingat kau harus mempelajari semua tiap berkas dengan teliti dan tanpa kesalahan sedikit pun " ucap ludwighe ia menatap Bagas yang sedari tadi terus curi - curi pandang ke arah lani ,dan lani pun hanya menunduk dan menegang saat bagas masuk ke ruangan nya tadi.

" baik bos ,akan saya pastikan tidak ada kesalahan sedikit pun " jawab Bagas .

" hmm keluarlah dan mulai lah kalian berdua mempelajari dokumen - dokumen itu " ucap ludwighe,kemudian Bagas keluar dan di ikuti oleh lani.

" sepertinya ada yang aneh dengan mereka ,apa mereka pacaran ya " ucap ludwighe dalam hati saat melihat bahwa Bagas dan lani sudah keluar dari ruangannya

" aahh biarkan lah , setidaknya aku tak perlu takut kalau bagas itu pecinta sesama jenis " ucap ludwighe lgii di dalam hatinya.

1
Anidya_i
smngat ya kakm😍
Yun Wangshu: makasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!