Indonesia
NovelToon NovelToon
Bumil Barbar Di Mansion Megah

Bumil Barbar Di Mansion Megah

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:971.8k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Aurelia baru saja akan menikmati masa mudanya sebagai gadis single yang bebas, sampai sebuah kecelakaan menyeret jiwanya ke tubuh Nadia Atmaja. Saat terbangun di ranjang rumah sakit, hal pertama yang ia rasakan bukanlah sakit kepala, melainkan beban berat di bagian perutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 16

***

Malam telah lama jatuh menyelimuti langit Jakarta, namun lampu-lampu di Mansion Hadiwinata hanya berpendar redup, seolah-olah sedang menghormati keheningan yang menyelimuti kamar utama. Di atas ranjang king size yang mewah, Nadia sudah terlelap sejak pukul delapan malam. Efek dari morning sickness yang brutal, ditambah rasa lemas luar biasa akibat serangan stamina kuda liar suaminya semalam, benar-benar telah menguras habis sisa energinya.

Aurelia, yang kini menghuni tubuh Nadia, merintih pelan dalam tidurnya. Ia merasa kehamilan ini adalah ujian fisik paling berat yang pernah ia lalui sepanjang dua kehidupannya. Ia tidur menyamping, memeluk bantal guling dengan wajah yang tampak sayu dan pucat, seolah beban dunia ikut masuk ke dalam mimpinya.

Cklek.

Pintu kamar terbuka dengan sangat hati-hati. Raditya melangkah masuk dengan langkah yang nyaris tak terdengar. Jas mahalnya sudah tersampir di lengan, dasinya telah lepas digantung di leher, dan dua kancing teratas kemeja putihnya terbuka—menampilkan raut lelah yang sangat jarang ia perlihatkan kepada dunia luar. Pandangannya langsung terkunci pada sosok di atas ranjang.

Ia berjalan mendekat, lalu berdiri mematung di sisi tempat tidur. Raditya menatap wajah Nadia yang damai namun tampak kelelahan. Pikirannya melayang pada laporan Bi Sum melalui telepon sore tadi.

"Ibu muntah-muntah lagi, Pak. Benar-benar parah. Sama sekali tidak bisa mencium bau nasi, katanya baunya seperti sampah. Beliau hanya mau makan daging steak mahal saja, Pak. Itu pun cuma sedikit," suara Bi Sum terdengar cemas saat itu.

Raditya mendengus pelan, sebuah senyum yang hampir tak kasat mata muncul di sudut bibirnya yang dingin. "Dasar bayi mahal," gumamnya dengan suara bariton yang rendah. "Belum lahir saja seleramu sudah persis seperti saya. Keras kepala, pemilih, dan sangat mahal."

Ia menunduk sedikit, memperhatikan bekas kemerahan di leher Nadia yang mulai memudar jejak keberingasannya di bawah shower semalam. Ada rasa bersalah yang tiba-tiba menyeruak di dadanya, sebuah perasaan asing yang biasanya ia tekan dalam-dalam.

Raditya mengulurkan tangan, jemarinya yang panjang bergerak hendak mengusap dahi Nadia yang sedikit berkeringat, namun ia menahannya di udara. Jaraknya hanya beberapa senti, tapi ia menariknya kembali. Sikap dinginnya kembali membentengi perasaannya. Baginya, empati berlebihan adalah celah, dan ia tidak boleh memiliki celah sedikit pun saat badai politik sedang mengintai di luar sana.

Drrrtt... drrrtt...

Ponsel di saku celananya bergetar, memecah kesunyian. Raditya segera berbalik, melangkah cepat menuju balkon kamar dan menutup pintu kaca rapat-rapat agar suaranya tidak mengusik tidur istrinya.

"Ya, Aldi? Katakan," jawab Raditya singkat begitu menempelkan ponsel di telinga.

"Pak, orang yang Anda tunggu sudah berada di lokasi rahasia. Bapak Atmaja meminta pertemuan segera. Beliau bilang, beliau tidak punya banyak waktu untuk menunggu anak muda yang sedang asyik di rumah," suara Aldi terdengar formal namun ada nada urgensi di sana.

Raditya menatap kegelapan taman mansion dari balkon, matanya seketika mendingin seperti es kutub. "Dia pikir dia siapa bisa mengatur waktu saya? Tua bangka itu selalu saja merasa di atas angin."

"Beliau sepertinya tahu kita sedang mengincar dalang di balik isu korupsi itu, Pak. Beliau ingin melakukan negosiasi sebelum Anda bergerak lebih jauh," tambah Aldi.

Raditya mendesis tajam. "Negosiasi? Dia sudah menjual cucunya kepada saya, dan sekarang dia ingin bernegosiasi lagi? Culas sekali. Siapkan mobil. Saya berangkat sekarang. Pastikan tidak ada pengawal yang mencolok, saya tidak ingin membangunkan Nadia."

"Baik, Pak. Mobil sudah siap di depan gerbang samping."

Setelah mematikan telepon, Raditya menarik napas panjang, membiarkan udara malam yang dingin menenangkan kepalanya. Ia kembali masuk ke dalam kamar, berjalan sekali lagi ke arah ranjang. Ia menarik selimut sutra yang sedikit melorot, memastikan tubuh Nadia tertutup hangat hingga ke batas dada.

"Tidurlah yang nyenyak, Nadia," bisiknya hampir tak terdengar. "Biarkan saya yang membereskan kakekmu itu. Jangan bangun sampai saya kembali."

Tanpa suara, Raditya berbalik pergi. Ia meninggalkan kehangatan dan aroma melati di kamar itu, melangkah keluar menuju medan tempur yang penuh dengan intrik dan tipu muslihat old money. Di balik wajahnya yang tenang, singa dalam dirinya sudah siap untuk mencabik siapa pun yang berani mengusik ketenangannya—termasuk keluarga dari istrinya sendiri.

**

​Sebuah restoran tua bergaya kolonial yang sudah disewa sepenuhnya berdiri kokoh di kawasan Menteng. Di dalam sebuah ruang privat yang kedap suara, aroma cerutu mahal dan kayu jati tua menyeruak. Di sana, duduk seorang pria lanjut usia dengan rambut putih yang tertata rapi. Meskipun usianya sudah senja, aura otoritas sebagai mantan menteri masih terpancar kuat dari tatapannya yang tajam.

​Atmaja, kakek dari Nadia.

​Raditya melangkah masuk dengan langkah tegas yang bergema di lantai marmer. Ia menarik kursi kayu di depan Atmaja tanpa menunggu dipersilakan.

​"Kau terlambat sepuluh menit, Raditya," ucap Atmaja tanpa mengalihkan pandangan dari cerutu di tangannya. Suaranya berat, penuh dengan wibawa old money yang mapan.

​"Saya punya banyak urusan yang jauh lebih mendesak daripada sekadar minum teh di tengah malam, Pak Atmaja," balas Raditya dingin. Ia menyilangkan kakinya, menatap pria tua itu dengan pandangan menantang.

​Atmaja meletakkan cerutunya di asbak perak. "Bagaimana keadaan Nadia sekarang?"

​"Kenapa? Tiba-tiba merasa perlu menjadi kakek yang peduli?" Raditya terkekeh sinis, suaranya mengandung racun. "Jangan berlagak seolah Anda mencintainya. Bukankah Anda sendiri yang 'menjual' cucu Anda kepada saya melalui perjodohan bisnis ini untuk menyelamatkan beberapa aset Anda yang goyah saat itu? Kenapa sekarang Anda tiba-tiba mengusik hidupnya lagi dengan skandal korupsi bodoh itu?"

​Wajah Atmaja tetap tenang, tipikal politikus senior yang sudah kenyang makan asam garam. "Aku melakukan apa yang harus dilakukan oleh seorang kepala keluarga. Dan aku mengusiknya karena aku tahu kau tidak memperlakukannya dengan baik. Nadia yang kukenal adalah gadis pendiam, bukan wanita yang namanya menghiasi gosip pesta amal sebagai istri yang 'kewalahan' menghadapi suaminya."

​Rahang Raditya mengeras. "Jangan tiba-tiba menjadi pahlawan kesiangan untuk istri saya. Nadia sudah bukan bagian dari keluarga Atmaja sejak Anda menandatangani perjanjian pranikah itu. Dia adalah tanggung jawab saya. Milik saya. Ingat itu."

​Raditya memajukan tubuhnya, menatap Atmaja dengan mata yang berkilat berbahaya. "Sekarang katakan, apa yang sebenarnya Anda inginkan? Isu korupsi itu... Anda sengaja membiarkannya meledak agar saya turun tangan, bukan? Anda ingin saya membersihkan nama Anda dengan kekuatan Hadiwinata Group."

​Atmaja terdiam sejenak, lalu tawa terbahak-bahak keluar dari mulutnya. Suara tawa yang terdengar sangat manipulatif.

​"Kau cerdas, Radit. Persis seperti ayahmu," Atmaja berhenti tertawa, matanya kembali dingin. "Isu itu memang digoreng oleh musuh politikku, tapi aku membiarkannya karena aku ingin melihat sejauh mana kau akan melindungi 'properti' berhargamu itu. Jika kau mencintainya, kau akan menghancurkan siapapun yang menyentuh nama baik keluarganya."

​"Saya tidak butuh alasan cinta untuk menghancurkan sampah-sampah itu," sahut Raditya tajam. "Saya melakukannya karena tidak ada seorang pun yang boleh menyentuh milik saya, termasuk Anda."

​Atmaja tersenyum tipis. "Kalau begitu, mari kita bicara bisnis. Aku punya data tentang siapa saja dalang di balik firma hukum yang mendukung ibumu untuk menjatuhkanku. Aku berikan datanya padamu, dan kau... kau pastikan Nadia tetap menjadi cucuku yang paling bersinar, bahkan jika itu artinya kau harus melawan ibumu sendiri."

​Raditya berdiri, merapikan kemejanya yang sedikit kusut. "Saya tidak pernah butuh izin Anda untuk melindungi istri saya. Simpan datamu. Saya sudah tahu semuanya."

​Raditya berbalik menuju pintu, namun langkahnya terhenti oleh ucapan Atmaja.

​"Satu hal lagi, Radit... Nadia yang sekarang... dia terlihat berbeda. Pastikan kau tahu siapa yang sebenarnya tidur di sampingmu setiap malam."

​Raditya tidak menoleh. Ia hanya mengepalkan tangannya kuat-kuat lalu melangkah keluar, meninggalkan ruangan yang penuh dengan aroma tipu muslihat itu. Di dalam kepalanya, bayangan wajah Nadia yang terlelap tadi kembali muncul, membuatnya bertanya-tanya dalam hati: Siapa sebenarnya kau, Nadia?

****

Bersambung...

1
Noey Aprilia
Arsen...siap2d gerebek emakmu....kl kthuan bbo bareng,bkln lngsng d sruh nikah....🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Ngalah kay....
jgn smp abangmu murka krna km nksir cwek incarannya....
partini
satu cewe jadi rebutan dua pangeran 🤭🤭🤭 ,kaya drama AI gadis cantik dan 2 alpha nikah sama ••••••
neng ade
jangan ada konflik di antara Arsen dan Kay, kasih cewek yang bisa membuat Kay tak Ter bayang² lagi pada Clara
Helen@Ellen@Len'z: benar🤣🤣🤣🤣🤣🤣bgt🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Noey Aprilia
Ancamn abangmu ga maen2 loh kay...
jd jgn coba2 godain clon kk iparmu,bsa2 km d lmpar k ktub utara...🤣🤣🤣....
tp ykin bgt kl arsen bkln bucin,posesif,plus kaku ky bpknya....
Al Bunda
ciwwciwaw...🤭🤭
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
siska ni ga punya kerjaan apa gimana sih perasaan nempel mulu sama tante nya, kayak jin aja 😌
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bude udah jd ibu tapi masa ga paham sih sama hormon ibu hamil 😒
Noey Aprilia
Kl arsen mh ykin anknya papa radit,scra sma2 kulkas....tp kay knp jd playboy????🤔🤔🤔....
hobinya tbar psona,iklan psta ggi sna sni....🤣🤣🤣...
btw,jgn brani godain cwek brusan y kay...lwanmu berat.....
Jessica Xie
adoh adoh jangan ada perpecahan persaudaraan ya thor
buat si kaysan jadi mak comblang yg menyatukan keduanya🤭
neng ade
cewek ituu calon kakak ipar mu Kay
Misti
Nambah seruuu henerasi dinasti hadiwinata
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
eh gimana siska itu anak dr ibunya raditya juga? bukannya di atas di bilang dia cuma sepupu aja ya? brati kan harusnya ibu nya raditya itu tante nya 🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wkwk aku suka ke-asbun-an ini 😆
neng ade
ciee, ciee, Abang Arsen udah terkena panah asmara nihh
neng ade
Abang Arsen lagi terpesona sama gadis incaran nya, fokus putra sulung dulu, kalau Kay rada genit dia pasti mudah dapetin wanita idaman nya
Dewi Ansyari
🤣🤣🤣mertua dan Siska kasihan kalau lawan Nadia yg sudah berubah🤣🤣🤣
Dewi Ansyari
🤣🤣🤣Radit kalah sama Bumil🤣🤣🤣
Dewi Ansyari
Radit kamu salah tempat untuk marah2😡😡😡
Dewi Ansyari
🤣🤣🤣🤣Aurelin di lawan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!