Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi Gadis Imut

Transmigrasi Gadis Imut

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia Utari

Lily adalah gadis biasa yang suka makan kue dan membaca novel, tiba-tiba masuk ke dalam dunia buku yang baru saja ia baca! Dan yang lebih parah—ia bukan menjadi tokoh utama, melainkan penjahat sampingan yang nasibnya berakhir sangat menyedihkan di akhir cerita.

Dengan wajah imut, sifat polos, dan hobi makan kue, Lily bertekad mengubah takdirnya. Tapi siapa sangka, rencana hidup tenangnya malah berubah jadi rumit—karena siswa paling dingin di sekolah, ketua OSIS yang tegas, dan bahkan pewaris perusahaan besar… semuanya jadi terpesona padanya!

"Kau ini sebenarnya makhluk apa?" tanya siswa dingin itu dengan wajah datar, tapi tangannya tak melepaskan pinggangnya.
Lily tersenyum polos sambil memegang kue: "Aku cuma gadis yang suka makan, Mas~"

Apakah Lily bisa selamat dari akhir cerita yang tragis? Atau malah menemukan kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia Utari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 15: Bersatu Menghadapi Badai

Malam itu, aku tidak tidur sama sekali. Aku duduk di meja belajar dengan tumpukan kertas catatan di depanku, mencoba mengingat setiap detail dari cerita yang kubaca sebelum masuk ke dunia ini. Dalam buku, penyebab kehancuran keluarga Lily adalah skandal keuangan yang direkayasa oleh saingan bisnis lama keluarga mereka—keluarga yang selama ini tersaingi dan ingin mengambil alih posisi mereka. Namun di dalam buku, tidak pernah disebutkan nama atau bukti konkretnya. Hanya disebutkan bahwa "semua terjadi begitu cepat hingga tidak ada yang sempat mencegahnya".

Tapi aku bukan karakter di dalam buku itu. Aku pembaca yang tahu pola ceritanya. Dan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi tanpa perlawanan.

Pagi harinya, aku berangkat ke sekolah lebih awal. Sesampainya di sana, aku langsung menemui Ethan dan Mark yang sudah menungguku di gerbang. Begitu melihat wajahku yang pucat dan mataku yang bengkak karena kurang tidur, keduanya segera menyadari ada sesuatu yang sangat salah.

"Lily, ada apa?" tanya Ethan segera mendekat, menyentuh bahuku dengan cemas. "Kau terlihat sangat buruk. Apakah ada yang terjadi di rumah?"

Aku mengangguk pelan, lalu menceritakan semuanya dari awal—masalah perusahaan, kerugian besar yang tak terjelaskan, tenggat waktu tiga hari, dan bahaya kehilangan seluruh harta benda keluarga. Aku tidak menyembunyikan apa pun, termasuk ketakutanku bahwa ini adalah awal dari akhir cerita yang tragis.

Mark mendengarkan dengan wajah semakin serius, tangannya mengepal erat di sisi tubuh. "Jadi kau yakin ini bukan kebetulan? Ada yang sengaja menjatuhkan keluargamu?"

"Ya," jawabku tegas. "Dan aku tahu siapa pelakunya, tapi aku butuh bukti. Aku butuh bantuan kalian. Aku tidak bisa melakukannya sendirian."

Ethan menggenggam tanganku erat, menatapku dengan tatapan penuh tekad dan kekuatan. "Kau tidak perlu melakukannya sendirian, Lily. Kita adalah tim. Aku akan membantumu. Keluargaku memiliki pengacara dan penasihat keuangan terbaik di kota ini. Ayahku pasti bisa membantu menyelidiki ke mana perginya uang itu dan siapa yang berada di balik semua ini."

"Dan aku juga," tambah Mark dengan tegas. "Keluargaku memiliki akses ke data keuangan perusahaan-perusahaan besar di kota ini karena posisi ayahku. Aku bisa membantu melacak transaksi mencurigakan yang mungkin tidak terlihat oleh orang biasa. Kita punya tiga hari. Tiga hari itu cukup kalau kita bekerja sama secepat mungkin."

Air mata menetes di pipiku, bukan karena sedih atau takut, tapi karena terharu dan bersyukur memiliki mereka berdua di sisiku. Di saat seluruh dunia seakan berbalik menentangku, ada dua orang yang berdiri tegak di sampingku, siap berjuang bersamaku tanpa pamrih.

"Terima kasih… terima kasih banyak," ucapku dengan suara yang bergetar. "Kalian tidak perlu melakukan ini demi aku, tapi…"

"Kami melakukannya karena kami menyayangimu," potong Ethan lembut namun tegas. "Dan keluarga Lily juga keluarga kami. Kita tidak akan membiarkan siapa pun menjatuhkannya."

Sejak pagi itu, kami berempat—aku, Ethan, Mark, dan Elena yang juga ikut membantu mengumpulkan informasi—bekerja tanpa kenal lelah. Ethan berbicara dengan ayahnya, yang segera mengirim tim akuntan dan pengacara terbaik untuk membantu keluarga Shen. Mark menyusuri data transaksi selama berbulan-bulan terakhir, mencari pola yang tidak wajar. Elena membantu mengumpulkan berita dan informasi tentang perusahaan saingan yang mungkin terlibat. Sementara aku, menemani Ayah di kantor, mencoba mengingat setiap detail dari cerita asli dan menyampaikannya kepada tim penyelidik sebagai petunjuk.

Hari demi hari berlalu dalam kecemasan dan kerja keras yang luar biasa. Namun di tengah badai itu, aku menyadari satu hal penting: takdir yang tertulis di buku itu bukanlah sesuatu yang mutlak dan tidak bisa diubah. Dengan keberanian, persahabatan yang tulus, dan cinta yang saling mendukung, kita bisa menulis ulang akhir cerita kita sendiri. Dan aku bertekad untuk menulis akhir yang bahagia—bukan hanya untukku, tapi untuk semua orang yang kusayangi.

1
little girl
terima kasih ya sudah mampir 😍😍
Dewiendahsetiowati
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!