Indonesia
NovelToon NovelToon
Keluarga Suamiku Adalah Masalahku

Keluarga Suamiku Adalah Masalahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ovelia.shin

Nadira menikah dengan Arga karena percaya bahwa laki-laki itu akan menjadi tempatnya pulang. Namun setelah menikah, ia sadar bahwa yang ia nikahi bukan hanya Arga—melainkan seluruh keluarganya.
Ibu mertua yang selalu merasa berhak mengatur kehidupan mereka. Adik ipar yang iri dan gemar mengadu domba.

Akankah Nadira tetap bersabar menghadapi sikap keluarga suaminya.Sementara Arga sang suami tak bisa bersikap tegas.Karena baginya Nadira dan keluarga sangat penting bagi hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ovelia.shin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

RAHASIA DI BALIK PINTU

Nadira masih berdiri di lorong ketika pintu kamar Bu Ratih tertutup.

Jantungnya berdetak lebih cepat.

Ia tidak bisa mendengar jelas apa yang sedang dibicarakan di dalam, tetapi suara Rani terdengar beberapa kali meninggi.

“Ibu, aku tidak bermaksud—”

“Diam!”

Suara Bu Ratih terdengar tegas.

Nadira mendekat beberapa langkah.

Namun sebelum sempat mendengar lebih banyak, suara langkah terdengar dari belakang.

“Nadira?”

Ia berbalik.

Arga.

Pria itu baru keluar dari kamar mandi dan tampak heran melihat istrinya berdiri di lorong tengah malam.

“Kamu belum tidur?”

Nadira menggeleng.

“Belum.”

“Kenapa?”

Nadira menatap pintu kamar ibunya.

“Adikmu masuk ke kamarku.”

Arga langsung berubah serius.

“Rani?”

“Dia bilang salah kamar.”

“Lalu?”

“Dia membawa kunci cadangan.”

Arga terdiam.

“Kunci cadangan?”

Nadira mengangguk.

“Dan ketika aku bertanya kenapa dia masuk ke kamarku malam gelang itu hilang, dia panik.”

Arga mengusap wajahnya.

“Mungkin ada penjelasan lain.”

Nadira tersenyum getir.

“Selalu ada penjelasan lain kalau menyangkut keluargamu.”

“Nadira…”

“Aku tidak sedang mencari musuh, Arga.”

Ia menatap suaminya.

“Aku cuma ingin tahu siapa yang menjebakku.”

Arga terdiam cukup lama.

Kemudian ia mendekat.

“Kalau memang Rani terlibat, aku akan bicara dengannya.”

“Besok?”

“Sekarang.”

Arga hendak berjalan menuju kamar ibunya, tetapi Nadira menahan lengannya.

“Jangan.”

“Kenapa?”

“Karena kalau kamu masuk sekarang, mereka akan punya waktu untuk menyusun cerita.”

Arga menatap Nadira.

“Kamu berpikir sejauh itu?”

“Aku terpaksa.”

Kalimat itu membuat Arga terdiam.

Beberapa detik kemudian, pintu kamar Bu Ratih terbuka.

Rani keluar.

Matanya merah.

Begitu melihat Arga, ia langsung menghampirinya.

“Kak…”

Arga menatap adiknya.

“Apa yang sebenarnya terjadi?”

Rani menggigit bibir.

“Aku cuma ingin mengambil sesuatu dari kamar Nadira.”

“Apa?”

Rani tidak menjawab.

“Rani.”

“Aku kehilangan sesuatu.”

“Apa?”

Rani menatap Nadira sekilas.

“Kalung.”

Nadira mengernyit.

“Kalung?”

“Iya.”

“Kenapa mencarinya di kamarku?”

“Aku pikir mungkin tertinggal.”

“Dan kamu membawa kunci?”

Rani diam.

Arga mulai terlihat kesal.

“Rani, jawab.”

“Aku punya kunci itu karena Ibu yang memberikannya.”

Semua orang terdiam.

Nadira menatap Bu Ratih.

Perempuan itu baru keluar dari kamar.

“Aku memang memberinya.”

“Untuk apa, Bu?” tanya Arga.

Bu Ratih menghela napas.

“Karena Ibu khawatir.”

“Khawatir apa?”

“Khawatir barang-barang Rani kembali hilang.”

Arga mengerutkan dahi.

“Maksud Ibu?”

Bu Ratih menatap Nadira.

“Sejak dia datang, beberapa barang Rani sering tidak ditemukan.”

Nadira hampir tertawa.

“Jadi sekarang saya juga dituduh mencuri barang Rani?”

“Tidak ada yang menuduhmu.”

“Tatapan Ibu sudah cukup jelas.”

Arga menghela napas.

“Sudah. Kita semua tidur dulu.”

Nadira menatapnya tak percaya.

“Lagi?”

Arga diam.

“Setiap kali ada masalah, jawabanmu selalu sama.”

“Nadira…”

“Tidur dulu. Besok kita bicara.”

Nadira mengangguk pelan.

“Baik.”

Ia berbalik menuju kamar.

Namun sebelum masuk, ia berhenti.

“Arga.”

“Ya?”

“Besok aku akan pergi ke rumah orang tuaku.”

Wajah Arga langsung berubah.

“Untuk apa?”

“Untuk sementara.”

“Kenapa?”

“Karena aku butuh tempat di mana aku tidak perlu terus-menerus membuktikan bahwa aku bukan pencuri.”

Arga mendekat.

“Kamu tidak perlu pergi.”

Nadira menatapnya dalam-dalam.

“Kalau begitu, untuk pertama kalinya dalam pernikahan kita, pilih aku.”

Arga terdiam.

Nadira masuk dan menutup pintu.

Di balik pintu, ia mengeluarkan ponselnya.

Ada satu pesan masuk dari nomor tidak dikenal.

Jangan percaya siapa pun di rumah itu. Termasuk Arga.

Nadira membeku.

Pesan kedua masuk beberapa detik kemudian.

Kalau ingin tahu siapa yang memasukkan gelang itu ke kamarmu, besok pukul sepuluh malam datang sendirian ke gudang belakang.

Nadira menatap layar ponselnya.

Untuk pertama kalinya malam itu, rasa takut benar-benar menyelimuti dirinya.

Karena orang yang mengirim pesan itu tahu semuanya.

Bahkan sesuatu yang belum pernah Nadira ceritakan kepada siapa pun.

Dan yang lebih mengerikan, orang itu mungkin sedang mengawasinya dari dalam rumah.

1
tanjiro azuma
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!