Mencintai sang wanita walaupun wanita punya seseorang yang di cintai nya, tapi dia tetap mencintai sang wanita, dan sang wanita tau kalo dia di cintai, hanya saja dia mempunyai kekasih……
“Kamu selingkuh?….
PLAKK!!
Menampar sang kekasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Junita Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1 Arvin dan Liam
Lilis dia Dari luar negeri, Mama nya dulu cerai sama papa saat dia masih kecil, dan Lilis di bawa Ibu nya keluar negeri, dan seminggu lalu mama nya meninggal jadi Papa yang mendengar kabar menyuruh Lilis datang Kekota aja, Dan Lilis pun menjual semua aset kecuali rumah, karena mana tau dia mau ke negeri ini kangen mama nya bisa dia kembali lagi, setelah menjual banyak aset Lilis pergi pulang ke kota sama adek nya yang masih Sd, Karena papa Lilis juga meninggal, mereka meninggal kecelakaan jadi yang selamat cuma adek Lilis itu pun karena papa yang cepat melempar adek keluar biar tidak ikut masuk jurang yang penuh sungai dalam itu, adek Lilis bernama Arvin, Dia pendiam setelah kecelakaan itu dia sangat pendiam.
Lilis tidak menyukai papannya karena tidak pernah melihat nya di luar negeri, jadi saat Lilis sampai di kota dia Hanya bicara santai tanpa meladeni istri atau mama tiri nya yang senyum menyapa nya.
Papa ikut masuk kamar Lilis buat bertanya karena sikap Lilis ke istrinya.
“Kenapa kamu Begitu sama mama kamu?” Tanya Papa bicara lembut
“Mama? Bukan kah karena dia Papa gak pernah liat aku di luar negeri sana? Hah?” Lilis natap papa nya dengan marah dan papa nya langsung terdiam
“Bukan papa gak mau
“Diam! Kalo papa keberatan saya di sini! Aku bisa pergi lagi di luar negeri!” Lilis natap papa nya
Papa nya menghela nafas
“Papa senang kamu di sini!” Papa nya lalu mengelus kepala Lilis lalu natap Arvin
“Liam juga seumuran adek Arvin, besok berangkat sama Liam aja, sopir yang ngantar” Papa ngelus kepala Arvin
“Baik!” Lilis ngangguk
“Yaudah! Kalo lapar turun aja! Mama mu udah masak dari pagi”
“Baik”
Papa lalu pergi keluar
Mama ternyata nguping, dia yang mendengar juga merasa bersalah
Lilis membuka lemari dan melihat berkas dan pakaian sekolah nya.
“Kak, lapar” Arvin megang tangan Lilis
“Baik kita makan” Lilis lalu membawa Arvin turun makan
Sampai di bawah ada mama, Liam sama Papa lagi ikut makan juga
“Kalian mau makan?” Mama memberi piring ke Lilis sama Arvin
“Wahhh aku punya adek! Punya kakak juga!” Liam orang yang cerewet, bahkan dia sering ribut sama mama nya
“Diam!” Papa nya natap Liam
Arvin ngambil piring yang di isi mama tiri buat sarapan, Arvin lalu makan dan Lilis juga makan.
“Kak!” Arvin menunjuk Udang di piring nya
“Kenapa? Apa tidak enak?” Tanya mama natap Arvin
“Enak kok!” Papa mencicipi Udang itu
Lilis lalu membuang piring Arvin dan membuat keluar semua nya kaget, lalu Lilis ngambil piring baru dan memberikan nya ke Arvin
“Kenapa?” Tanya papa
“Elergi!” Lilis bicara singkat lalu lanjut makan
“Kamu! Kamu ini!” Papa natap istri nya
“maaf kan Tante yaa!”
Arvin menangis menujuk mama tiri nya
“Baik-baik udah-udah” Lilis memeluk Arvin
Mama hanya menghela nafas sabar, dia pun mengelak udang dari meja lalu membawa nya ke dapur.
Lilis mengantar Arvin ke kamar nya, yang mana kamar nya luas dan kasur ada dua, satu buat Liam satu buat Arvin, bentukan gaya nya sama, seperti satu kamar tapi dua wilayah. Lemari penuh pakaian baru buat Arvin, Lilis terharu karena walaupun Arvin bukan anak kandung mereka, tapi tetap saja mereka memperlakukan dengan baik.
Arvin menggoyangkan tangan Lilis, ternyata Arvin bisu Dari setelah kecelakaan.
“Dengar ya! Keluarga di sini baik kok, liat! Kasur, pakaian semua nya di siap kan buat Arvin, jadi mereka juga orang baik” ucap Lilis menatap Arvin
Papa menguping sama istri nya mereka senyum mendengar nya
“Kakak juga kesal sebenarnya sama keluarga ini, tapi karena mereka baik sama Arvin kakak bisa lupakan masa lalu” Lilis senyum
Arvin lalu mengeluarkan buku lalu menulis
Aku hanya mau kakak
Papa sama mama melihat itu mereka kaget
“Kasihan sekali, masih kecil udah bisu!” Mama sampe mengeluarkan air mata melihat itu
“Kita harus merawat nya dengan baik” Papa natap istrinya
“Hmm” istri nya orang yang penyayang cuma cerewet
“Yaudah ayok kakak bacakan dongeng” Lilis selalu menggandeng Arvin dan menyelimuti Arvin
“Kakak baca cerita ya! Lalu tidur”
Arvin mengangguk, lalu Lilis membaca cerita dongeng, Liam melihat itu yang mana dia udah guling dari tadi hanya pura-pura tidur, karena dengar suara orang mau masuk kamar, Liam melihat adegan itu, dia jadi terharu, karena dia gak pernah di manjakan seperti itu sama mama atau papa nya, Liam tentu merasa iri, karena mama sibuk sama kerja desain nya dan papa sibuk sama perusahaan nya, jadi gak ada waktu selalu, Liam suka cari gara-gara karena hanya ingin bercanda sama mama nya, jadi di anggap anak nakal karena sering membuat ulah.
Selesai Arvin tidur, Lilis lalu menoleh ke Liam sekilas lalu pergi keluar.
Liam lalu natap Arvin yang tidur
“Dia sangat putih, aku kalah” Liam menatap tangan nya
______
Besok harinya
Lilis masih tidur. Dan mama kekamar Arvin sama Liam.
“Arvin, Liam!!! Ayok bangun” mama masuk kamar kaget melihat Arvin ternyata udah bangun dia duduk terdiam di kasur natap Liam yang masih tidur
“Kamu udah bangun sayang?” Mama mendekat ke Arvin
Arvin lalu mengeluarkan buku nya yang udah di tulis nya sejak tadi.
Apa kamu orang baik?
“Tentu saja! Tante akan anggap Arvin seperti anak tante, sama seperti Liam” mama senyum lalu megang tangan Arvin
“Snagat lembut, halus dan putih” dalam hati mama
“Liam!!” Mama langsung menarik Liam
“Ayokk sayang ikuti tante ke kamar mandi!” Mama natap Arvin
Mama memandikan Arvin sama Liam, setelah mandi, mama membantu Arvin dulu memakai pakaian nya, sementara Liam dia bisa sendiri
“Biasa nya aku mandi sendiri!!” Liam natap mama nya
“Banyak omong!! Cepat!” Mama nya natap Liam
“Apa bagus pakaian nya?” Mama natap Arvin yang mana Arvin ngangguk
“Ayok kita sarapan baru berangkat” mama mengulur tangan ke Arvin tapi Arvin pergi lari keluar, dan mama heran pergi mengikuti Arvin, ternyata Arvin pergi masuk ke kamar Lilis lalu mencium pipi Lilis yang masih tidur, lalu menggandeng tangan mama, mama senyum aja liat itu lalu membawa Arvin pergi turun makan.
“Selamat pagi!!” Papa senyum mengelus kepala Arvin
“Bantu sarapan dulu Pa! Aku siapkan bekal mereka berdua dulu!”
“Baik” papa lalu menghidangkan sarapan Arvin sama Liam
Sementara mama pergi ke dapur nyiapin bekal makan mereka