Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.
Perlahan ia mulai menuju ke kekuatan aslinya di kehidupan pertamanya. Kini bahkan ia dikenal sebagai salah satu dari Lima Raja Dunia. Seseorang dengan pengaruh dan kekuatan yang luar biasa.
Petualangannya terus dimulai. Ia kini menuju sebuah pulau misterius yang berisi harta karun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Harapan yang Berubah Menjadi Ancaman
Keesokan harinya, berita mengenai kehancuran Sekte Darah Bulan Hitam akhirnya mulai menyebar ke seluruh Kota Chiyou.
Pada awalnya, berita tersebut hanya beredar di antara para pedagang dan beberapa kelompok kecil. Banyak orang yang mendengarnya masih meragukan kebenaran kabar tersebut. Bagaimanapun juga, Sekte Darah Bulan Hitam merupakan salah satu sekte aliran hitam yang cukup kuat di Kekaisaran Houran. Tidak mudah bagi sebuah kekuatan sebesar itu untuk dihancurkan begitu saja.
Namun keraguan tersebut perlahan menghilang setelah berita itu diketahui berasal dari Paviliun Teratai Naga. Paviliun Teratai Naga memiliki jaringan informasi yang sangat luas.
Mereka tidak mungkin menyebarkan sebuah berita besar tanpa terlebih dahulu memastikan kebenarannya. Karena itu, semakin banyak orang mulai mempercayai kabar tersebut. Terutama di kalangan atas Kota Chiyou.
Para patriak keluarga bangsawan, pemimpin rumah dagang, tokoh-tokoh penting, hingga beberapa sekte yang memiliki hubungan dengan kota tersebut mulai membicarakan kehancuran Sekte Darah Bulan Hitam. Hampir semua orang memiliki pertanyaan yang sama. Siapa yang menghancurkan sekte tersebut? Sayangnya, sampai saat itu tidak ada seorang pun yang mengetahui jawabannya.
Namun ada satu hal yang sudah pasti. Salah satu kekuatan yang selama ini berdiri di belakang Keluarga Fei telah lenyap. Bagi banyak pihak, berita tersebut berarti keseimbangan Kota Chiyou mulai berubah.
Di tengah berbagai pembicaraan itu, Hang Xue juga akhirnya mendengar berita tersebut. Saat itu hari sudah siang. Hang Xue sedang berada di salah satu bangunan utama rumahnya ketika seorang pelayan datang membawa kabar tersebut. Begitu mendengar bahwa Sekte Darah Bulan Hitam telah hancur, ia langsung terdiam.
"Sekte Darah Bulan Hitam telah hancur?"
Pelayan tersebut mengangguk.
"Benar, Nona."
"Berita itu sudah tersebar di banyak tempat. Bahkan para pedagang besar dan keluarga bangsawan juga mulai membicarakannya."
Hang Xue menatap kosong ke depan. Untuk sesaat, ia tidak mengatakan apa-apa.
Kemudian perlahan, senyum tipis muncul di wajahnya. Ini adalah kabar baik.
Selama bertahun-tahun, salah satu alasan terbesar Keluarga Hang menerima tekanan dari Keluarga Fei adalah karena adanya Sekte Darah Bulan Hitam di belakang mereka.
Sekarang sekte tersebut telah hancur. Itu berarti Keluarga Fei telah kehilangan salah satu pendukung terbesarnya. Mungkin saja pertunangannya dengan Fei Yuan juga bisa berubah.
Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, sebuah harapan kecil muncul di dalam hati Hang Xue. Namun sebelum ia sempat memikirkan lebih jauh, ia tiba-tiba melihat kedua orang tuanya berjalan tergesa-gesa dari arah bangunan utama. Wajah mereka terlihat panik.
Bahkan ayahnya tidak berhenti untuk berbicara dengannya. Pria itu langsung mengambil beberapa orang dan pergi secepat mungkin.
"Ayah?"
Hang Xue mengerutkan kening.
Ia kemudian segera menghampiri ibunya.
"Ibu, apa yang terjadi?"
Ibunya berhenti. Wajahnya masih terlihat cemas.
"Hari ini terjadi sesuatu yang buruk."
Hang Xue langsung merasa tidak nyaman.
"Sesuatu yang buruk?"
Ibunya mengangguk.
"Kakekmu..."
Ia menarik napas sebelum melanjutkan.
"Saat ini Kakek Hang Yusheng, sedang bertarung dengan Patriak Keluarga Fei, Fei Zhuang."
Mata Hang Xue langsung melebar.
"Apa?"
Dada Hang Xue bergetar.
"Mengapa mereka bertarung?"
Ibunya segera menjawab,
"Menurut informasi yang kudengar, Fei Zhuang datang ke kediaman Kakekmu pagi tadi."
"Dia datang sendiri?"
"Benar."
Ibunya mengangguk.
"Awalnya mereka hanya berbicara. Namun setelah beberapa saat, percakapan mereka berubah menjadi pertengkaran."
Hang Xue semakin cemas.
"Lalu?"
Ibunya segera menjawab.
"Fei Zhuang meminta agar pernikahanmu dengan Fei Yuan dipercepat."
Hang Xue terdiam. Pernikahannya? Dipercepat?
Bukankah justru setelah Sekte Darah Bulan Hitam hancur, seharusnya Keluarga Fei tidak lagi memiliki alasan untuk terburu-buru? Namun yang lebih mengejutkan adalah apa yang terjadi setelahnya.
Ibunya melanjutkan,
"Entah mengapa, Kakekmu menolaknya."
Hang Xue membeku.
"Apa?"
Ia hampir tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.
"Kakek menolak?"
Hang Xue menatap ibunya dengan wajah penuh keterkejutan.
Selama bertahun-tahun, Kakeknya selalu menjadi orang yang paling berhati-hati ketika berhadapan dengan Keluarga Fei. Bahkan ketika Keluarga Fei mengajukan pertunangan tersebut, Kakeknya tidak pernah menunjukkan penolakan secara terbuka.
Hang Xue bahkan sempat berpikir bahwa Kakeknya telah menerima keputusan tersebut. Namun sekarang ia justru menolak permintaan Fei Zhuang untuk mempercepat pernikahan.
"Apa sebenarnya yang terjadi?"
Hang Xue bertanya dengan suara pelan.
Ibunya menggeleng.
"Aku juga tidak tahu. Yang kutahu, setelah Kakekmu menolak permintaan tersebut, Fei Zhuang menjadi marah."
"Kemudian keduanya mulai bertengkar."
Hang Xue mengepalkan tangannya.
Jika hanya masalah pernikahan, seharusnya pembicaraan itu tidak sampai berubah menjadi pertarungan. Pasti ada sesuatu yang tidak diketahuinya.
Saat ini, Kakeknya sedang bertarung melawan Patriak Keluarga Fei.
"Ibu..."
Hang Xue menatap ibunya.
"Kita harus pergi ke sana."
Ibunya mengangguk.
"Aku juga akan menyusul."
Hang Xue tidak menunggu lebih lama lagi. Ia segera berbalik dan berjalan cepat menuju kediaman Kakeknya. Ibunya mengikuti dari belakang. Beberapa orang keluarga yang berada di sekitar mereka juga segera bergerak untuk mengawal keduanya.
Sepanjang perjalanan, pikiran Hang Xue dipenuhi berbagai pertanyaan. Mengapa Kakeknya tiba-tiba berani menolak Keluarga Fei? Apakah karena Sekte Darah Bulan Hitam telah hancur? Atau apakah Kakeknya mengetahui sesuatu yang belum ia ketahui?
Tidak lama kemudian, mereka tiba di kediaman Hang Yusheng. Begitu memasuki kediaman Hang Yusheng, langkah Hang Xue langsung terhenti. Pemandangan di hadapannya membuat wajahnya berubah pucat.
Kediaman yang biasanya tenang kini telah berubah menjadi berantakan. Beberapa bangunan di sekitar halaman utama mengalami kerusakan parah. Atap sebuah bangunan bahkan telah runtuh sebagian, sementara beberapa dinding retak dan hancur akibat benturan kekuatan yang sangat besar. Tanah di halaman juga dipenuhi bekas retakan yang menjalar ke berbagai arah.
Beberapa anggota Keluarga Hang terlihat berdiri di kejauhan dengan wajah tegang. Tidak seorang pun berani berbicara keras. Suasana yang biasanya dipenuhi aktivitas para anggota keluarga kini terasa sangat mencekam.
Namun semua itu bukanlah hal yang paling membuat Hang Xue terkejut. Pandangan Hang Xue segera tertuju ke tengah halaman.
Di sana, ia melihat seorang lelaki tua terbaring di atas tanah. Itu adalah Kakeknya, Hang Yusheng.
"Kakek!"
Hang Xue langsung berlari.
Wajah Hang Yusheng terlihat pucat. Pakaiannya telah robek di beberapa bagian dan terdapat luka cukup parah di tubuhnya. Darah terlihat mengalir dari sudut bibirnya. Napasnya terdengar berat, sementara tubuhnya tampak sangat lemah.
Ia masih hidup. Namun jelas sekali bahwa luka yang diterimanya sangat serius.
Di samping tubuhnya, ayah Hang Xue sedang menopangnya dengan kedua tangan. Wajah pria itu juga terlihat penuh kecemasan ketika berusaha menjaga agar ayahnya tetap sadar.
"Ayah!"
Hang Xue segera berlutut di dekat mereka.
"Apa yang terjadi?"
Ayahnya tidak langsung menjawab. Tatapannya hanya tertuju kepada Hang Yusheng yang masih berusaha mengatur napas.
Hang Xue menggigit bibirnya.
"Kakek..."
Hang Yusheng perlahan membuka matanya. Ketika melihat Hang Xue berada di hadapannya, sorot matanya sedikit berubah.
"Xue'er..."
Suaranya terdengar lemah.
Hang Xue segera menggenggam tangan kakeknya.
"Kakek, jangan bicara dulu. Istirahatlah."
Namun sebelum Hang Xue sempat mengatakan lebih banyak, ia merasakan beberapa aura kuat dari arah depan.
Ia perlahan mengangkat kepala. Di hadapan Hang Yusheng berdiri beberapa orang.
Orang yang berada paling depan adalah seorang lelaki berusia lebih tua dengan pakaian mewah. Wajahnya terlihat dingin dan penuh tekanan. Di belakangnya berdiri beberapa anggota Keluarga Fei yang juga membawa senjata.
Hang Xue langsung mengenal pria tersebut. Patriak Keluarga Fei, Fei Zhuang.