Indonesia
NovelToon NovelToon
Terlalu Tinggi Untuk Kamu Gapai

Terlalu Tinggi Untuk Kamu Gapai

Status: tamat
Genre:CEO / Balas Dendam / Cintapertama / Tamat
Popularitas:963
Nilai: 5
Nama Author: Kacang atoom

Seorang pelayan yang dihina dan dikhianati bangkit sebagai CEO konglomerat misterius demi membalas dendam, namun takdir penyesalan dan pengorbanan mengubah rasa benci tersebut menjadi perjuangan cinta sejati yang mendewasakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacang atoom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Kehadiran Clara

​Dunia Siska seakan runtuh untuk kedua kalinya. Bukan hanya karena harta keluarganya yang kini ludes dan menyisakan kehancuran total, melainkan karena kenyataan pahit bahwa pria yang ia cintai dan bela mati-matian—Danang—adalah seorang predator licik yang sejak awal hanya berniat menguras habis hidupnya.

Siska berdiri mematung di sudut ruangan, wajahnya pucat pasi bagaikan mayat. Matanya kosong menatap lantai marmer yang dingin, sementara air mata kepahitan terus mengalir tanpa henti, membasahi perban di tangan kanannya yang masih perih melepu.

​Rendy memperhatikan Siska dari balik meja kerjanya dengan tatapan datar yang amat sukar diartikan. Namun, sebelum Rendy sempat mengucapkan satu patah kata pun untuk memecah keheningan yang menyiksa itu, suasana di lantai 50

Menara Adhitama mendadak berubah drastis.

​Suara ketukan sepatu hak tinggi yang tajam, tegas, dan ritmis bergema melintasi koridor eksekutif. Pintu kayu ek tebal ruang kerja CEO mendadak terbuka lebar tanpa ada pemberitahuan atau ketukan terlebih dahulu. Seorang wanita melangkah masuk dengan gaya anggun yang penuh percaya diri, seolah seluruh lantai dan gedung ini adalah wilayah kekuasaan pribadinya.

​Clara Vaneisha.

​Wanita itu tampil amat memukau dalam balutan trench coat dan blazer elegan rancangan rumah mode terkemuka dunia. Rambut cokelat bergelombangnya jatuh sempurna di bahu, mempertegas garis wajahnya yang cantik bercampur tegas. Sorot matanya sangat tajam bagaikan elang yang sedang mengincar mangsa.

Clara memancarkan aura kemewahan murni dan kekuasaan mutlak—sebuah tingkatan kelas sosial bangsawan yang berada di atas langit, jauh melampaui kemewahan dangkal yang selama ini dipamerkan oleh Siska maupun Danang. Kehadirannya seolah menghisap seluruh oksigen di dalam ruangan luas tersebut, membuat siapa pun di sekitarnya mendadak merasa kerdil dan tak berharga.

​Clara bahkan tidak mengalihkan pandangannya pada Siska sedikit pun. Ia berjalan lurus, melangkah pasti mendekati meja kerja Rendy, lalu menyandarkan kedua tangannya dengan sangat santai di atas meja kayu jati milik Rendy. Clara menatap pimpinan tertinggi Adhitama Group itu dengan binar mata yang begitu intim, tajam, dan penuh kuasa.

​"Rendy, sayang," suara Clara terdengar renyah dan merdu, namun menyimpan ketajaman dingin yang langsung merasuk ke dalam tulang. Ia mengabaikan keberadaan Siska secara penuh, seolah wanita yang berdiri dengan baju kotor di sudut sana hanyalah sepotong furnitur pajangan yang tidak bernilai. "Aku mendengar kabar bahwa kamu sedang sibuk bermain-main dengan 'sampah' masa lalu di sini. Tapi aku tidak menyangka... kamu benar-benar mempekerjakan seorang asisten pribadi dengan kondisi yang sangat menyedihkan dan lusuh seperti ini?"

​Clara melirik Siska hanya melalui ujung matanya—sebuah pandangan kilat yang sarat akan penolakan, penghinaan, dan rasa superioritas murni. Siska yang menyadari lirikan itu merasa dadanya dihantam keputusasaan yang sangat amat dalam.

Siska merasa begitu kecil dan hina. Jika Danang hanyalah seorang penipu murahan yang licik, maka wanita di depannya ini adalah predator kelas atas sesungguhnya yang bahkan tidak perlu berpura-pura ramah untuk menghancurkan harga diri seseorang sampai ke dasar bumi.

​Rendy tidak marah dipotong pembicaraannya. Sebuah senyuman tipis—senyuman yang terasa jauh lebih hidup dan setara dibanding senyuman dingin yang biasa ia perlihatkan pada Siska—mengembang di bibirnya.

​"Clara... kamu selalu punya cara yang sangat dramatis untuk menandai kedatanganmu," ujar Rendy pelan, nada suaranya terdengar jauh lebih rileks.

​"Dramatis adalah bagian dari karya seni, Rendy," jawab Clara sambil terkekeh anggun, suara tawanya memancarkan pesona yang begitu dominan.

"Tapi kurasa, sudah saatnya kamu berhenti membuang waktu berhargamu untuk hal-hal picik yang tidak berguna. Mari fokus pada masa depan kita yang jauh lebih besar dan fantastis."

​Siska terpaku, menggigit bibir bawahnya rapat-rapat saat menyaksikan interaksi di antara mereka berdua. Rasa cemburu, malu, takut, dan penyesalan yang mendalam bercampur menjadi satu, membakar habis sisa-sisa keberaniannya.

Kedatangan Clara Vaneisha membawa takdir baru yang jauh lebih dingin dan menakutkan di Menara Adhitama. Siska menyadari satu hal dengan sangat jelas: pertempurannya melawan kebohongan Danang mungkin telah berakhir, namun ujian dan siksaan batin yang jauh lebih berat baru saja dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!