Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Selingkuh, Ku Buat Menyesal

Suami Selingkuh, Ku Buat Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Moms Al

demi mendukung karier suaminya Arga Prasetyo, Ariana rela menikah selama delapan tahun secara diam-diam. Ariana menemani Arga berjuang di perusahaan nya tapi balasan yang didapatnya adalah perselingkuhan, bahkan pelakor itu terang-terangan menantang nya.

setelah menyiapkan perceraian dan pergi dengan tenang ternyata Arga menolak untuk melepaskan nya. hingga seorang laki-laki lain datang membuka babak baru untuk nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Adrian kembali fokus pada bola golf nya kemudian memukul bola golf itu hingga jauh, berpindah lagi memukul bola golf yang lain dan begitu seterusnya, Ariana dan Sinta dengan setia mengikuti kemana pun Adrian dan asisten nya pergi.

Setelah puas bermain golf, akhirnya Adrian berhenti dan berjalan kearah tempat duduk yang memang sudah di sediakan disana, dibawah pohon besar rindang dan begitu sejuk.

Sinta yang melihat asisten Adrian ingin mengikuti tuannya, dengan cepat langsung mencegatnya. Sang asisten itu menghela nafas panjang kemudian mengangguk pelan.

ditangan Ariana sudah ada botol minum yang diberikan oleh Sinta, setelah melihat Adrian duduk, dengan cepat Ariana memberi botol minum itu pada Adrian.

"silahkan". kata Ariana menyerahkan botol minum itu.

Tentu Adrian mengambilnya botol minum itu, tapi sedetik kemudian botol minum itu diletakkan Adrian diatas meja didepannya, kemudian mengambil handuk dan mengelap keringat diwajahnya.

terlihat Ariana langsung lemas. 'sepertinya tidak ada peluang'. batinnya melihat air minum itu.

"sepertinya nona Ariana yang baru pertama kali bertemu harus repot-repot datang ke sini menemui saya, padahal bisa saja datang ke perusahaan kan ?". Adrian tidak menatap Ariana, fokusnya hanya pada handuk dan terus mengelap keringat nya.

"apa karena ingin tau ukuran badan saya ?". Ariana memejamkan matanya tak percaya jika Adrian masih mengingat hal memalukan itu.

"saya minta maaf soal pertama kali bertemu, saat itu saya menelpon sekretaris Anda memang menanyakan ukuran badan anda karena saya mengotori mantel yang pernah anda pinjamkan, rencana nya saya akan mengganti nya dengan satu set pakaian kantor sebagai gantinya". Ariana menjeda ucapan nya menatap Adrian mengelap tangannya dengan handuk. "mengenai Saya ingin bertemu anda hari ini karena saya dengar anda mencari sekretaris utama, apakah...".

"Anda tidak cocok". Adrian langsung mengambil ponsel nya dan berdiri meninggalkan Ariana.

seakan tidak menyerah, Ariana mengikuti langkah Adrian dari belakang sambil menunggu hingga pria itu selesai menelpon.

Dari arah jauh, ternyata Arga dan putri berada di lapangan golf itu juga. Putri menggandeng tangan Arga begitu mesra sambil tertawa bersama.

Tapi Arga berhenti berjalan ketika melihat punggung wanita yang begitu mirip dengan Ariana.

'Ariana ?'. batin Arga melihat tunggu itu.

Putri yang melihat Arga berhenti merasa heran. dengan pelan menggoyangkan lengan Arga.

"kak Arga...apa yang kak Arga lihat ?". tanya putri penasaran.

"tidak ada". Jawab Arga terus melihat punggung wanita itu, dengan cepat menggelengkan kepalanya.

'seperti nya aku salah lihat, tidak mungkin itu Ariana, mana mungkin dia ketempat seperti ini. batinnya lagi.

"ayo". Ajak Arga langsung diangguki oleh putri.

Keduanya berjalan kembali, sesekali putri tertawa menunjukkan sesuatu dan hal itu membuat Arga ikut tersenyum melihat bagaimana sikap manja putri padanya.

Hingga mereka sudah sampai diparkiran mobil, tapi Arga menatap putri sambil bersandar pada mobil nya dengan Arga berada didepan nya.

"bagaimana ? Apa sudah puas sekarang ?". Tanya Arga mencolek hidung putri dengan gemas.

"ummm tentu aku puas, sekarang aku tidak marah lagi. Tapi..". Putri mengigit bibir bawahnya mengingat kembali bagaimana pergulatan mereka di ruangan Arga.

Hal itu membuat putri senang, apalagi berhasil menelpon Ariana, dan yakin jika Ariana mendengar suara desahan mereka berdua. Putri seakan ingin membuktikan, jika Arga begitu puas jika bersama nya.

"tapi apa hmmm ?". Tanya Arga mendekatkan wajah nya ke wajah putri.

"aku masih pengen". bisik putri ditelinga Arga, membuat pria itu menatapnya penuh gairah.

Arga selalu senang jika bersama putri sebab putri sangat tahu menggodanya, sedikit saja Arga bisa dibuat terbang melayang oleh Putri.

Cup

bibir Arga sudah mendarat pada bibir putri, tak sampai situ, putri langsung menarik leher Arga dan mencium Arga dengan lembut. Suara kecapan ciuman keduanya terdengar di ruangan parkiran itu, tanpa menghiraukan beberapa orang yang lewat disana.

"dasar anak nya jaman sekarang, tidak malu melakukan hal mesum". Gumam seorang pria didalam mobil ketika masih menjalankan mesin mobil nya.

* * *

sedangkan Ariana masih berada dibelakang Adrian, bahkan sangat dekat. pria itu berbalik menatapnya, Ariana yang ditatap sedikit merasa terintimidasi. Dengan pelan memundurkan langkah nya kebelakang.

"halo pak liam...saya sudah melihat kontrak nya".

"hmmm semuanya baik".

"baiklah".

Adrian menurunkan ponsel nya kemudian berbalik menatap Ariana yang sedikit menunduk. Tatapan Adrian masih terlihat datar dan dingin, sebenarnya dia tidak suka didekati oleh wanita seperti ini.

"saya minta maaf atas kelancangan saya tuan, saya bahkan tidak bisa membaca situasi ketika Anda tidak nyaman dengan kehadiran saya. Saya memang tidak cocok menjadi sekretaris Anda. Sekali lagi saya minta maaf". Ariana membungkuk dengan tangan saling bertaut.

"nona Ariana mengikuti saya sejak tadi, hanya ingin membuktikan kalau nona tidak cocok ?". Ariana tersenyum mendengar pertanyaan Adrian.

"saya mengikuti anda sejak tadi karena ingin mencoba berjuang, tapi sepertinya kesan anda terhadap saya sangat buruk dan membuat anda tidak nyaman dengan kehadiran saya". senyum Ariana dipaksakan.

"nona Ariana pikir karena hal itu saya menolak nona ?". Ariana menatap dalam Adrian walau sedikit ada keraguan sebab tatapan Adrian seperti ingin menelannya hidup-hidup.

"kalau bukan...lalu karena apa ?". Tanya Ariana dengan suara lirih.

"nona Ariana memakai baju seperti ini untuk melamar jadi sekretaris saya, jika saya menerima nona Ariana hari ini, bukan kah orang akan salah paham jika nona Ariana menggait saya dengan tubuh anda ?". Mata Adrian menatap Ariana dari atas sampai bawah kemudian berhenti ketika menatap mata Ariana.

Ariana menghela nafas panjang sedikit memalingkan wajahnya, ternyata pikiran nya benar sejak awal.

Adrian berjalan mendekat kearah Ariana, kepalanya menunduk mendekatkan wajahnya ke telinga wanita itu.

"lagi pula, jika saya menginginkan tubuh mu, tidak seharunya kamu mengumbar nya bukan". bisik Adrian tepat di telinga Ariana.

Ariana refleks memundurkan langkahnya. "saya permisi dulu. Sampai jumpa tuan".

Adrian menatap kepergian Ariana yang berjalan begitu cepat, bahkan bisa dibilang jika Riana sedang berlari kecil.

Setelah Ariana pergi, Adrian kembali duduk. tatapannya tertuju pada botol air minum yang tadi diberikan oleh Ariana.

tangannya bergerak mengambil botol air minum itu kemudian meminum nya.

Sinta yang tidak melihat Ariana langsung menghampiri Adrian. "Ariana dimana ?". Tanya Sinta Tampa berbicara formal.

Keduanya memang memiliki hubungan darah, Sinta adalah sepupu jauh Adrian. Walau begitu mereka sudah saling mengenal sejak lama.

"dia sudah pergi". Jawab Adrian meminum air itu kembali.

"ha ?". Kesal Sinta. "astaga...Ariana itu orang nya sangat cocok menjadi sekretaris mu, kemampuan nya sudah tidak diragukan lagi dan sangat profesional".

"apa karena kamu melihat pakaian nya ?". Tanya Sinta langsung duduk didepan Adrian.

Melihat Adrian yang hanya diam saja membutuhkan Sinta langsung memukul kepalanya, ternyata sepupu jauhnya itu tidak tergoda dengan wanita seksi.

"ini sala ku...waktu Ariana datang dia memakai pakaian formal, tapi aku menyuruh nya untuk mengganti pakaian nya karena akan mengikuti mu bermain golf... Aishhhh". Kesal Sinta lada dirinya sendiri.

Sedangkan Adrian hanya terdiam menatap lurus kedepan setelah mendengar ucapan Sinta.

Bersambung...

1
Adinda
lanjut thor
sunaryati jarum
Ayo balasan apa yang akan kamu berikan pada Arga, Martha dan Putri,Ariana? Emak makin penasaran
sunaryati jarum
Emak menunggu pembalasan kamu pada Arga,Putri,dan Bu Martha,maka 5 🌟 kuberikan.Emak sabar menunggu momen itu
sunaryati jarum
Lega Ariana selamat,putri dan Martha harus bertanggungjawab jawab, karena preman suruhannya pasti berkicau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!