Indonesia
NovelToon NovelToon
Aplikasi Toko Dewa Tiga Alam

Aplikasi Toko Dewa Tiga Alam

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Setelah menyelesaikan masa militernya, Jiang Ming mendapati dirinya terjebak dalam kerasnya realita sebagai pemuda tanpa uang, pekerjaan, maupun koneksi, yang harus memutar otak demi menghidupi adik perempuannya.

Di tengah himpitan utang dan cibiran orang-orang yang meremehkannya, sebuah aplikasi aneh bernama "Toko Dewa Tiga Alam" tiba-tiba terinstal secara paksa di ponsel bututnya.

Aplikasi tersebut menjual berbagai barang supranatural dan keajaiban dari dimensi para dewa, namun ironisnya, semua benda ajaib itu hanya bisa dibeli jika Jiang Ming memiliki uang.

Alih-alih menjadi pahlawan super, Jiang Ming menggunakan kecerdasan dan insting bisnisnya untuk memanfaatkan barang ajaib termurah demi membangun kekayaan dari nol, perlahan memutarbalikkan nasibnya dari seorang pengangguran rendahan menjadi sosok yang mengendalikan kekuatan Tiga Alam di dunia nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Pagi menjelang siang di kantor Perusahaan Alam Hijau terasa sangat tenang.

Jiang Ming sedang duduk menyandarkan punggungnya di kursi kerja sambil menatap layar ponsel.

'Uang dua juta yuan sudah aman di rekeningku,' batin Jiang Ming sambil tersenyum tipis.

Dia baru saja menyelesaikan proses transfer pembayaran dari Klinik Zao Ruan.

Kini, dia sedang memikirkan strategi selanjutnya untuk memperluas koneksi bisnis teh ginsengnya ke luar kota Jinhai.

Brak.

Pintu kaca kantor yang baru saja diperbaiki kuncinya itu tiba-tiba ditendang dengan sangat keras dari luar.

Jiang Ming tidak terkejut, dia hanya mengangkat pandangannya dengan ekspresi datar.

Wang Hao melangkah masuk ke dalam ruangan dengan wajah merah padam dan napas memburu.

Di belakang pria berjas mahal itu, dua orang preman berbadan kekar ikut masuk sambil melipat tangan di dada.

"Jiang Ming! Apa yang sudah kau lakukan pada anak buahku, hah?!" teriak Wang Hao memecah keheningan kantor.

Jiang Ming menatap mantan teman sekolahnya itu tanpa mengubah posisi duduknya sedikit pun.

"Aku tidak mengerti apa maksudmu, Wang Hao. Selamat siang juga untukmu," sapa Jiang Ming dengan nada sangat tenang.

"Jangan berlagak bodoh di depanku, gembel!" bentak Wang Hao menggebrak meja kerja Jiang Ming.

"Orang suruhanku datang ke gedung ini kemarin siang dan sekarang dia meracau ketakutan seperti orang gila di rumah sakit jiwa!"

Wang Hao menunjuk tepat ke depan wajah Jiang Ming dengan jari telunjuknya yang bergetar.

"Pasti kau menggunakan semacam obat bius atau trik kotor padanya, kan?!" tuduh Wang Hao dengan suara tinggi.

Jiang Ming melirik ke arah sudut mejanya, tempat patung kura-kura jelek itu masih berdiri dengan tenang.

'Ternyata orang yang mengompol kemarin adalah tikus suruhan pria bodoh ini,' batin Jiang Ming menahan tawa.

"Aku bahkan tidak ada di kantor kemarin siang saat pintu ruanganku dibobol paksa," jawab Jiang Ming membela diri dengan santai.

"Jika anak buahmu itu menjadi gila, mungkin dia memang sudah tidak waras sejak awal karena mau bekerja untukmu."

Wajah Wang Hao semakin memerah mendengar hinaan terang-terangan tersebut.

"Kau benar-benar sudah bosan hidup ya, Jiang Ming?!"

Wang Hao menoleh ke arah dua preman kekar di belakangnya.

"Seret dia dari kursi itu dan patahkan salah satu tangannya! Biar aku yang bayar biaya rumah sakitnya nanti!" perintah Wang Hao dengan kejam.

Kedua preman itu menyeringai sinis dan mulai melangkah maju mendekati meja kerja Jiang Ming.

Namun, Jiang Ming sama sekali tidak beranjak dari kursinya, apalagi berniat memanggil elemen petirnya.

Dia telah belajar bahwa kekuatan besar tidak boleh dihambur-hamburkan untuk masalah sepele seperti ini.

Srek.

Jiang Ming tiba-tiba mengambil sebuah map merah dari laci mejanya dan melemparkannya ke atas meja.

"Sebelum anjing-anjingmu ini menyentuhku, sebaiknya kau memikirkan nasib pekerjaanmu sendiri di Grup Tianyu, Wang Hao."

Langkah kedua preman itu terhenti sejenak melihat ketenangan Jiang Ming.

Wang Hao mengerutkan keningnya dengan pandangan penuh curiga.

"Apa maksud omong kosongmu ini?" tanya Wang Hao sedikit ragu.

"Kudengar proyek perumahan di wilayah selatan yang kau pimpin sedang dilanda masalah besar minggu ini."

Jiang Ming mengetuk map merah di atas meja itu dengan jari telunjuknya secara perlahan.

"Tiga pekerja tertimpa perancah baja yang runtuh, dan satu ekskavator tiba-tiba terbakar sendiri kemarin malam."

Mata Wang Hao seketika melebar maksimal, keringat dingin mulai bermunculan di dahinya.

"D-dari mana kau tahu detail internal kecelakaan itu?!" suara Wang Hao mendadak terdengar panik.

"Itu bukan urusanmu. Yang jelas, Ketua Zhao pasti sangat marah besar karena proyek miliaran yuannya terus mengalami kesialan," cibir Jiang Ming.

Wang Hao menelan ludahnya dengan susah payah, wajah arogannya mulai runtuh.

Jiang Ming benar seratus persen.

Sejak dua hari yang lalu, kecelakaan demi kecelakaan misterius terus terjadi di lokasi proyek tanpa alasan yang logis.

Ketua Zhao sudah mengamuk dan mengancam akan memecat seluruh manajemen proyek jika satu lagi kecelakaan terjadi.

"Kau... kau pasti yang menyabotase proyek kami, kan?!" tuduh Wang Hao kembali menunjuk Jiang Ming.

Jiang Ming akhirnya berdiri dari kursinya dan tertawa pelan.

Hahaha.

"Kau terlalu melebih-lebihkan kemampuanku, Wang Hao. Bagaimana mungkin pengusaha kecil sepertiku bisa menyabotase proyek raksasa dengan penjagaan ketat?"

Jiang Ming berjalan memutari mejanya dan berhenti tepat di depan wajah Wang Hao.

"Aku hanya punya banyak teman yang suka memberiku informasi menarik di kota ini."

Grep.

Tangan kanan Jiang Ming tiba-tiba mencengkeram kerah jas mahal milik Wang Hao dengan sangat cepat.

Kedua preman di belakang Wang Hao terkejut dan bersiap maju untuk menyerang.

"Berhenti di sana, atau aku akan membuat bos kalian ini tidak bisa bernapas," ancam Jiang Ming dengan suara yang sangat dingin.

Tatapan mata Jiang Ming yang sedingin es membuat kedua preman itu seketika membeku di tempat.

Mereka bisa merasakan aura membunuh yang sangat pekat menguar dari tubuh pemuda berpakaian rapi tersebut.

"L-lepaskan aku, brengsek!" ronta Wang Hao mencoba melepaskan cengkeraman Jiang Ming.

Namun tangan Jiang Ming yang telah diperkuat oleh Pil Tulang Besi terasa seperti catok baja yang mustahil digoyahkan.

"Dengar baik-baik, Wang Hao. Aku tidak lagi sama seperti orang yang kau hina di kedai mie minggu lalu."

Jiang Ming sedikit menarik kerah jas itu, memaksa Wang Hao untuk menatap matanya dari jarak dekat.

"Kau punya uang, aku juga punya. Kau punya orang suruhan, aku punya informasi yang bisa menghancurkan kariermu."

"Aku punya kekuatan untuk meremukkan tulang lehermu sekarang juga, tapi bukan berarti setiap masalah harus kuselesaikan dengan kekerasan."

Jiang Ming sengaja tidak menggunakan kekuatan petirnya, dia sedang menghancurkan mental musuhnya dengan cara manusia biasa.

"Lepaskan... aku tidak bisa napas..." rintih Wang Hao dengan wajah yang mulai membiru.

"Jika kau atau anjing-anjingmu berani mendekati kantorku lagi, aku akan memastikan Ketua Zhao tahu bahwa kaulah penyebab semua kecelakaan di proyek itu."

"Aku akan membuat bukti palsu bahwa kau menggelapkan dana keselamatan kerja, dan Ketua Zhao pasti akan mempercayainya di tengah kepanikannya saat ini."

Ancaman itu diucapkan dengan nada yang sangat datar, namun efeknya bagaikan racun mematikan di telinga Wang Hao.

Wang Hao tahu betapa kejamnya Ketua Zhao jika menyangkut masalah penggelapan uang perusahaan.

Sret.

Jiang Ming melepaskan cengkeramannya dan mendorong Wang Hao ke belakang hingga pria itu menabrak premannya sendiri.

Bruk.

"Sekarang, bawa sampah-sampahmu ini dan keluar dari ruanganku sebelum aku berubah pikiran," usir Jiang Ming sambil merapikan lengan kemejanya.

Wang Hao terbatuk-batuk hebat sambil memegangi lehernya yang terasa sakit.

Dia menatap Jiang Ming dengan pandangan yang kini dipenuhi oleh ketakutan dan kebencian.

Pemuda miskin yang dulu selalu dia remehkan, kini berdiri menjulang seolah memiliki kendali penuh atas nasibnya.

"Kau akan menyesali ini, Jiang Ming! Kita lihat saja nanti!" ancam Wang Hao dengan suara serak.

"Tentu, aku akan menunggu dengan sabar. Pintu keluarnya ada di sebelah sana," balas Jiang Ming tanpa menoleh lagi.

Wang Hao segera berbalik dan berjalan cepat keluar dari kantor itu, diikuti oleh kedua premannya yang juga terlihat salah tingkah.

Klak.

Pintu kaca itu kembali tertutup rapat, menyisakan Jiang Ming sendirian di dalam ruangan.

Jiang Ming berjalan kembali ke meja kerjanya dan duduk dengan napas panjang.

'Menghancurkan mental seseorang menggunakan tekanan psikologis ternyata jauh lebih memuaskan daripada sekadar memukulnya,' batin Jiang Ming tersenyum puas.

Dia telah berhasil membuktikan pada dirinya sendiri bahwa dia bisa menyelesaikan konflik tanpa harus mengandalkan keajaiban App Store secara membabi buta.

Perkembangan karakternya kini mulai matang, berubah dari seorang pemuda reaktif menjadi predator yang tahu kapan harus menyembunyikan taringnya.

Trrrtt trrrtt.

Ponsel di atas meja kembali bergetar, kali ini menampilkan pesan dari Su Qingxue.

"Acara peletakan batu pertama akan diadakan besok lusa. Ketua Zhao sangat stres karena banyak kecelakaan terjadi di proyeknya."

"Dia berencana mengadakan ritual doa besar-besaran bersama Master Yan dan memajang lukisan naga Tuan Wu Ming di sana untuk menolak bala."

Jiang Ming membaca pesan itu dengan senyum yang semakin melebar di wajahnya.

"Sempurna. Mereka akan memajang sumber malapetaka itu tepat di tengah-tengah acara doa keselamatan."

"Ini akan menjadi pertunjukan komedi paling epik yang pernah disaksikan oleh kota Jinhai."

Jiang Ming meletakkan ponselnya dan mulai menyusun rencana pakaian apa yang akan dia kenakan besok lusa.

Dia harus tampil sempurna sebagai wakil dari Tuan Wu Ming, sosok yang akan segera ditakuti oleh seluruh konglomerat di kota ini.

Kehidupan fana dan supernaturalnya kini mulai berjalan beriringan tanpa saling merusak satu sama lain.

Dan Jiang Ming memegang kendali penuh atas kedua dunia tersebut.

1
Armoire
10 roses meluncur lah Thor... /Drool//Drool//Smirk//Smirk/ ... Thanks, dah update banyak... Next lanjut ... GPL yah
Armoire
Perfect story.. Perfect MC... No doubt /Drool//Drool//Smirk//Smirk/
Armoire
1 vote meluncur lah Thor /Drool//Drool//Smirk//Smirk/
Yui: makasih kk😊
total 1 replies
MW
bagus
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
lanjut Thor mantap nih👍👍😀
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahahaha...menghancurkan mental mereka🤣👍mantap Thor lanjut bantaaaaaaaiiiiii
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii Thor bantaaaaaaaiiiiii 👍👍😀😀
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
mempunyai karyawan untuk topeng seorang penguasa petir🤣👍👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
memiliki sekutu yang cerdas🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
waduh ngaku ga ya😀😀👍 bantaaaaaaaiiiiii
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣patung nya benar2 bekerja dan bisa berguna🤣🤣👍👍👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe...ayoooo bantaaaaaaaiiiiii
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe...balas dendam akan segera terlaksana 👍🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii Thor bantaaaaaaaiiiiii 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
salah pilih lawan 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
lanjut Thor
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
alur cerita yang bagus
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
baca sampe bab 7 alur ceritanya menarik 👍👍lanjut Thor
Äï
klo di curigai dan dia langsung ngaku sih percuma, percuma nyamar klo sekali nya di curigai ngaku
Dewiendahsetiowati
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!