Indonesia
NovelToon NovelToon
Menikahi Mafia Berkedok Tukang Cilok

Menikahi Mafia Berkedok Tukang Cilok

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Misteri / Penyelamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Van pen.

Bagi Kinanti, Arka hanyalah suami sederhana yang berprofesi sebagai tukang cilok. Pria lembut yang rajin mendorong gerobak demi mencukupi kebutuhan mereka.

Namun, Kinanti tidak tahu bahwa di balik kaus lusuh itu, Arka adalah mantan bos mafia paling ditakuti yang rela pensiun demi dirinya. Ketika musuh masa lalu Arka mulai mengincar Kinanti, sang raja kegelapan terpaksa bangkit kembali tanpa membuat istrinya sadar bahwa suami manisnya adalah seorang pembunuh berdarah dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Van pen., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Pagi yang cerah menyapa pedesaan Bandung. Sisa-sisa embun menetes pelan dari dedaunan pohon pinus, memantulkan pendar cahaya matahari yang hangat. Di dapur rumah panggung, aroma harum kaldu sapi dan bumbu rempah tumbuk meruap kuat, menggugah selera siapa saja yang melintas.

​Kinanti berdiri di depan panci besar, mengaduk adonan cilok kuah pedas manis yang menjadi resep barunya. Mengenakan celemek kain bermotif bunga-bunga, wajah cantiknya tampak berbinar dipenuhi semangat.

​Dari belakang, dua lengan tegap Arka melingkar mulus di pinggang Kinanti. Arka menyandarkan dagunya di bahu sang istri, menyesap aroma wangi tubuh Kinanti yang selalu menjadi favoritnya.

​"Hmm... baunya enak banget, Sayang," bisik Arka lembut, mendaratkan kecupan singkat di pipi Kinanti.

​Kinanti tertawa kecil, memiringkan kepalanya menatap Arka dengan pandangan manja. "Iya dong! Ini varian baru, Mas. Cilok isi daging cincang kuah rempah. Aku mau coba titip di warung Pak Haji sama kedai depan jalan desa nanti siang."

​Arka menyunggingkan senyum hangat. Ia mengambil sendok kayu kecil, mencicipi kuah buatan istrinya, lalu mengangguk puas. "Rasanya sempurna. Pasti langsung habis dalam itungan jam."

​"Beneran, Mas?" mata Kinanti berbinar gembira. "Kalau gitu, nanti sore kita bisa beli perlengkapan dapur baru ke pasar kota ya?"

​"Apapun buat kamu, Istriku," sahut Arka tulus, mengacak lembut rambut Kinanti yang terikat rapi.

​Bagi Arka, momen-momen sederhana seperti inilah yang menjadi alasan utamanya bertaruh nyawa. Melihat binar bahagia di mata Kinanti membuat segala pertumpahan darah di masa lalu terasa sangat sepadan untuk ditinggalkan.

​Namun, di balik kehidupan domestik mereka yang penuh cinta, jaringan bawah tanah tidak pernah benar-benar tidur.

​Saat Kinanti sibuk menyiapkan wadah untuk ciloknya, Arka melangkah ke teras samping dengan alasan mengambil kayu bakar tambahan. Pria itu mencabut ponsel rahasianya dari dalam saku dalam jaket.

​Satu pesan terenkripsi dari jaringan intelijen independen The White Dragon masuk:

​Bos, kekalahan tim elit 'Red Berry' semalam membuat petinggi pusat Club Strawberry di Jakarta panik. Pimpinan tertinggi mereka yang dijuluki 'Blackcurrant' turun tangan langsung. Dia memerintahkan pembunuhan berantai terhadap siapa pun yang berhubungan dengan usaha kuliner Anda di Bandung.

​Mata Arka menyipit dingin. Tatapan hangatnya seketika berubah menjadi kilatan pemangsa yang sangat berbahaya.

​Club Strawberry rupanya mulai frustrasi karena seluruh eksekutor dan racun mereka selalu gagal total. Kini, mereka berniat menyerang warga lokal dan tempat-tempat yang disinggahi Kinanti untuk memancing Arka keluar dari area aman desa.

​"Bermain kotor dengan melibatkan warga desa..." bisik Arka amat rendah. "Kalian benar-benar menggali kubur kalian sendiri."

​Arka mengetik instruksi singkat kepada Lingga:

​Lacak posisi Blackcurrant begitu dia menginjakkan kaki di perbatasan Jawa Barat. Kali ini, tidak akan ada sisa.

​"Mas Arka! Kayu bakarnya sudah ada belum?" panggil suara manis Kinanti dari dalam dapur.

​Aura membunuh yang sempat pekat meluap tanpa sisa dalam sekejap mata. Arka tersenyum hangat, mengangkat beberapa potong kayu bakar, lalu melangkah kembali ke dalam rumah.

Ini kayu bakarnya, Sayang," ujar Arka lembut seraya menaruh potongan kayu di dekat tungku.

​Kinanti menyambutnya dengan senyum merekah. "Makasih ya, Mas. Nah, cilok kuah rempahnya udah siap dibungkus nih. Nanti Mas Arka bantu antarin ke warung Pak Haji ya?"

​"Siap, Istriku. Apapun perintah Ibu Bos," goda Arka, membuat Kinanti tertawa geli dan mencubit pelan lengan tegap suaminya.

​Beberapa saat kemudian, Arka berjalan santai menuntun sepedanya menuju warung Pak Haji yang terletak di persimpangan jalan desa. Di keranjang depan sepeda tua itu, tertata rapi belasan wadah cilok kuah hangat buatan Kinanti.

​Namun, begitu mendatangi persimpangan, mata Arka yang tajam menangkap suasana tidak biasa. Sebuah mobil minibus hitam ber-kaca gelap terparkir tidak jauh dari warung kayu Pak Haji. Dua orang pria bertubuh tegap dengan jaket kulit tertutup tampak mengawasi Pak Haji yang sedang merapikan dagangannya.

​Salah satu dari mereka melangkah mendekati Pak Haji seraya memasukkan tangan ke dalam saku jaket posisi siaga untuk menarik senjata taktis.

​Mereka adalah tim kecil yang dikirim Blackcurrant untuk memberikan "peringatan" awal kepada para penampung dagangan Kinanti.

​Arka menyandarkan sepedanya di tepi jalan secara tenang. Langkah kakinya begitu cepat dan tanpa suara saat ia menyusuri bagian belakang minibus tersebut.

​Sebelum eksekutor Club Strawberry itu sempat mengeluarkan pisau lipat atau senjata dari saku jaketnya untuk menakut-nakuti Pak Haji, sebuah tangan tegap meremas pundak pria itu dari belakang dengan tekanan yang sangat luar biasa.

​Klek.

​Saraf di bahu pria itu terkunci seketika, membuatnya tak bisa menggerakkan seluruh lengan kirinya. Pria itu mendelik kaget, hendak berbalik dan berteriak, namun Arka sudah lebih dulu berbisik tepat di samping telinganya.

​"Kalau kamu menyentuh warung ini atau warga desa ini... kamu tidak akan pernah bisa berjalan keluar dari Bandung," bisik Arka dengan nada amat dingin yang menusuk tulang.

​Rekan eksekutor di dalam minibus yang melihat kejadian itu mencoba keluar membantunya, namun tiba-tiba pintu pengemudi digedor dari luar. Lingga sudah berada di sana, menyunggingkan senyum miring khasnya seraya menyisir rambut mullet-nya.

​"Sori, Bro. Parkir di sini bayar mahal," celetuk Lingga santai seraya menekan titik saraf leher sang pengemudi lewat celah kaca yang sedikit terbuka, membuat pria di dalam mobil itu pingsan seketika.

​Eksekutor yang dicengkeram Arka gemetar hebat. Peluh dingin membasahi dahinya saat menyadari bahwa rencana teror mereka telah dipatahkan bahkan sebelum dimulai.

​Arka merebut ponsel khusus milik eksekutor itu, lalu mematahkan perangkat tersebut menjadi dua bagian menggunakan jemarinya dengan sangat mudah.

​"Kembali ke pimpinanmu, Blackcurrant," perintah Arka datar seraya menghempaskan tubuh pria itu ke dalam mobil. "Katakan padanya, jika dia ingin bertarung, temui aku langsung. Jangan sentuh orang-orang tak bersalah di desa ini."

​Lingga mendorong eksekutor yang ketakutan itu masuk ke kursi pengemudi, lalu memukul kap mobil dua kali. "Sana jalan! Sebelum Bos gua berubah pikiran!"

​Minibus hitam itu langsung melesat pergi meningggalkan desa dengan kecepatan tinggi, melarikan diri dari ketakutan yang mencekam.

​Pak Haji yang baru keluar dari balik etalase warungnya tersenyum ramah melihat Arka berjalan mendekat. "Eh, Jang Arka! Mau nitip cilok ya?"

​Aura membunuh di mata Arka menguap tanpa bekas. Pria itu menyunggingkan senyum ramahnya yang biasa.

​"Iya, Pak Haji. Ini cilok kuah rempah varian baru buatan Kinanti," ujar Arka lembut seraya menyerahkan wadah-wadah makanan tersebut.

​"Wah, mantap! Cilok Neng Kinanti mah selalu laku keras!" puji Pak Haji gembira.

​Arka tersenyum puas. Dari balik pepohonan di tepi jalan, Lingga memberi isyarat jempol tanda bahwa jalur sudah sepenuhnya aman. Arka mengangguk tipis, lalu menuntun sepedanya kembali ke rumah panggung, bersiap menyambut sore yang damai bersama wanita tercintanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!