Indonesia
NovelToon NovelToon
Menaklukkan Hati Pangeran Antagonis

Menaklukkan Hati Pangeran Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Romansa Fantasi / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:976
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

SINOPSIS

Mati di tangan Antagonis yang kejam? Itu urusan belakangan. Tapi hidup miskin dan banyak utang? Itu penistaan bagi jiwa kapitalis Aura!

Bertransmigrasi ke dalam tubuh Elara—seorang figuran pelayan istana lusuh yang ditakdirkan mati di Bab 10—Aura menolak menyerah pada takdir novel klise. Berbekal insting bisnis tingkat dewa dan satu koin emas pusaka curian, ia nekat menerobos masuk ke ruang kerja Pangeran Caden, sang Antagonis utama yang dingin, sadis, dan luar biasa kaya. Bukannya mengemis nyawa, Elara justru memeras sang pangeran dan menawarinya proposal investasi saham!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: Keributan Menuju Sidak

"T-tapi Yang Mulia, itu akan memicu perang saudara kecil-kecilan! Dewan Istana akan turun tangan!" cegah Lucas.

"Tunggu, tunggu! Stop!" Aura mengangkat kedua tangannya membentuk huruf T. "Perang militer itu mahal, Bos! Biaya amunisi, kompensasi prajurit terluka, perbaikan fasilitas yang hancur... cost-nya nggak masuk akal! ROI-nya hancur berantakan!"

Caden menoleh menatap asistennya. "Lalu kau mau kita diam saja dan membiarkan tiga ratus ribu emas kita dimakan belalang?"

"Ya nggak lah!" Aura menyeringai lebar, sebuah senyum licik yang membuat Lucas merinding namun membuat dada Caden berdesir kagum. "Hukum blokade darat Marquis Vane nyebutin soal pembatasan lalu lintas gerbang dan jalan raya, kan?"

"Benar, Nona Elara," angguk Lucas.

"Kalau darat diblokir, kenapa kita nggak pakai jalur VIP?" Aura mengambil tablet dari tangan Lucas, mengetikkan beberapa kata sandi dengan cepat, lalu memunculkan peta jalur udara. "Lucas, gue mau lo kontak Perusahaan Kargo Naga Udara di Fraksi Utara sekarang juga."

"K-kargo Naga Udara? Tapi tarif sewa mereka sangat mahal, Nona! Sepuluh ribu emas per jam terbang!"

"Persetan sama tarif!" teriak Aura berapi-api. "Ini soal supply chain! Kalau gandum kita panen tanpa cacat sementara wilayah lain hancur, harga gandum kita bakal meroket seribu persen minggu depan! Sepuluh ribu emas per jam itu cuma receh dibanding monopoli pangan nasional! Sewa tiga puluh Naga Kargo kelas berat malam ini juga. Kita air-drop (jatuhkan dari udara) pupuknya langsung ke tengah ladang dari langit! Biar Vane melongo jaga gerbang kosong di bawah!"

Caden menatap gadis yang sedang berapi-api itu. Ia bisa melihat kilatan gila di mata Aura. Cara gadis ini berpikir sangat out of the box, kejam, efisien, dan benar-benar tidak mempedulikan aturan feodal.

"Dengar apa kata asistenku, Lucas?" suara Caden terdengar sangat bangga, sebuah senyum tipis menghiasi wajah tampannya. "Bayar sewa naga-naga itu. Gunakan kas pribadiku jika perlu. Malam ini, kita hujani Pertanian Timur dengan pupuk dari langit."

"B-baik, Yang Mulia! Saya akan segera memprosesnya!" Lucas membungkuk dan langsung lari kembali ke dalam lift.

Begitu pintu lift tertutup, Aura menarik napas lega. Ia mengusap keringat di dahinya. "Hampir aja. Kalau sampai panennya gagal, portofolio gue bulan ini merah semua."

Caden berjalan mendekat, menyelipkan anak rambut Aura ke belakang telinga gadis itu.

"Kau menyelamatkan asetku lagi, Elara."

"Makanya, gaji gue harus disesuaikan sama inflasi bulan depan ya, Bos," sahut Aura cengengesan.

"Tentu." Caden tiba-tiba membungkuk, mengangkat tubuh mungil Aura dengan mudah ke dalam gendongannya ala bridal style.

"E-eh! Bos ngapain?!" pekik Aura kaget, reflek mengalungkan tangannya ke leher Caden.

"Masalah blokade sudah selesai. Sekarang," Caden menatap mata Aura dengan tatapan tajam dan memabukkan, membawanya berjalan menuju tangga melingkar ke lantai dua. "Kita punya urusan dengan Garis Batas Guling Berbayar yang harus kita negosiasikan ulang di atas ranjang."

Matilah aku, batin Aura, meski ia sama sekali tidak berusaha berontak dari pelukan pangeran super kaya itu.

Keesokan paginya di Ruang Keuangan VIP.

Aura duduk di meja kacanya sambil menguap lebar. Rambutnya diikat asal ke atas, dan di bawah matanya terdapat sedikit lingkaran hitam.

"Bu Bos, ini kopi hitam tanpa gulanya," Mia menyodorkan secangkir kopi panas dengan hati-hati. Ia menatap Aura dengan pandangan simpati. "Bu Bos kelihatannya kurang tidur. Apa lembur semalam sangat berat?"

Aura menerima kopi itu dan mendengus pelan. "Lembur mengamankan demarkasi kasur, Mia. Bos lo itu kalau udah tidur, gurita aja kalah lengket. Gue rugi bandar semalam. Hitungan denda gulingnya malah di-diskon sepihak sama dia dengan alasan 'pelukan investasi jangka panjang'."

Mia mengerjapkan matanya yang polos, sama sekali tidak paham kode keras tersebut. "Hah? Investasi guling?"

"Lupakan. Gimana laporan Kargo Naga Udara semalam?" Aura mengalihkan pembicaraan, meminum kopinya rakus.

"Sukses besar, Bu Bos!" Mia membuka tabletnya dengan semangat. "Tiga puluh naga kargo berhasil menjatuhkan seluruh pupuk dan cairan anti-hama tepat di tengah ladang pada pukul dua dini hari. Para petani setempat langsung menyemprotkannya. Hama belalang sudah mati 90% pagi ini! Marquis Vane kabarnya murka besar karena pasukannya sia-sia berjaga di gerbang darat."

Aura tertawa puas, bersandar di kursinya. "Hahahaha! Mampus kau, Bapak Boomer. Ini namanya inovasi logistik, Bro! Harga saham Pertanian Timur kita hari ini pasti limit up lagi!"

"Benar sekali, Bu Bos. Angkanya terus naik sejak bursa dibuka!"

Tepat saat Aura sedang menikmati euforia kemenangannya, pintu ruangan didorong terbuka dengan sangat kasar tanpa ketukan.

Lima orang pria berseragam abu-abu dengan lencana timbangan emas di dada mereka masuk dengan langkah tegap. Di belakang mereka, Pangeran Arthur berjalan dengan dagu terangkat tinggi, wajahnya memancarkan senyum kemenangan yang licik.

Aura meletakkan cangkir kopinya perlahan. Hawa di sekitarnya mendadak berubah mode menjadi 'karyawan HRD yang siap memecat orang'.

"Hama pirang datang lagi. Mia, siapin berkas hukum kita," perintah Aura tanpa suara, yang langsung diangguki Mia dengan patuh (meskipun Mia gemetar ketakutan).

Ketua dari rombongan berseragam abu-abu itu melangkah maju. Ia memegang sebuah gulungan perkamen resmi.

"Kami dari Otoritas Pajak Tertinggi Kekaisaran!" seru ketua itu dengan suara menggelegar. "Di mana Pangeran Caden?"

"Bos Caden lagi rapat paripurna di lantai sepuluh. Ada apa ya, Pak?" jawab Aura santai, masih duduk di kursinya sambil menyilangkan kaki.

Arthur melangkah maju menutupi petugas pajak itu. Matanya menatap Aura dengan pandangan merendahkan. "Jangan sombong, Elara. Kali ini, Caden tidak bisa menyelamatkanmu. Kemarin kau menghinaku dengan memamerkan Kartu Debit Imperial Platinum. Apa kau tahu, bagi seorang asisten pelayan rendahan sepertimu, memiliki kartu dengan limit tanpa batas adalah bentuk pelanggaran berat hukum kekaisaran?"

Aura menaikkan sebelah alisnya. "Pelanggaran dari pasal mana?"

Petugas pajak ketua membuka gulungannya. "Berdasarkan Undang-Undang Anti-Pencucian Uang Pasal 45, setiap aliran dana tidak wajar kepada staf pegawai negeri tanpa bukti kontrak hibah yang sah dianggap sebagai Gratifikasi Korupsi! Kami di sini untuk menyita kartu tersebut dan menahan Anda untuk investigasi, Nona Elara!"

"Benar," timpal Arthur tersenyum penuh kemenangan. "Jika kau tidak bisa membuktikan asal usul uang di kartu itu, kau akan dihukum penjara seumur hidup. Tapi tenang, Elara. Jika kau bersujud padaku sekarang dan mau menjadi permaisuriku, aku bisa meminta mereka membatalkan dakwaan ini."

Suasana di ruangan itu menjadi sangat tegang. Mia di sudut ruangan sudah menangis tertahan. Ini adalah serangan balasan Arthur atas kekalahannya kemarin!

1
Nathalia
hama pirang gak tuh🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!